
keesokan harinya aku bangun dengan penampakan muka Duke yang tersenyum lebar, "hiyaa!!" teriakku kaget dan menarik selimut ke atas, "good morning! Crysy, ada 2 kabar baik yang sangat sangat baik" bilang Duke semangat, "hoamm ini masih pagi, apa kabarnya? juga kenapa ayah bisa masuk kamar Crysy?" tanyaku, "kabarnya adalah peperangan sudah selesai dan kita menang, kemungkinan para kestria kembali nanti sore" bilang Duke, "wahh!! beneran?!" bilangku senang, "iya, dan kabar baik satunya adalah kekaisaran Clarasis dan kekaisaran Retisel berhasil berdamai dengan caranya Crysy, bahkan kaisar Retisel takjub dengan kemampuan Crysy" bilang Duke, "hah?! ayah bilang yang buat cara itu Crysy?" tanyaku, "bukan ayah, tapi kaisar, putriku pahlawan kekaisaran" bilang Duke, "hmm Crysy sudah menduga ini" bilangku, "bagaimana bisa menduga ini akan berhasil?" tanya Duke, "dari angel, devil, sama Phoneix" bilangku, "ohh, sebaiknya Crysy bersiap siap, nanti malam akan ada pesta yang diselenggarakan di sini, dan di saat itu Crysy mendapat penghargaan sebagai penyelamat kekaisaran" bilang Duke, "ehh memangnya Crysy ngapa?" tanyaku, "Crysy membuat formasi perang baru dan berhasil, dan juga membuat perdamaian antara kekaisaran Clerasis dan kekaisaran Retisel yang sudah lama bermusuhan berdamai" bilang Duke, "tapi Crysy capek" bilangku, "Crysy tidur lagi dulu, nanti ayah bangunkan lagi" bilang Duke, "baiklah" bilangku dan tidur lagi. Sedangkan di ruang makan semuanya berkumpul, kecuali aku fan Grand Duchess, "Crysy dimana?" tanya kaisar, "dia kecapekan" bilang Duke dan duduk di tempat, "hmm dia pastinya capek, karena kemarin dia melawan 4 orang yang lebuh kuat dari dia" bilang kaisar, "tapi ayahanda, apa benar perdamaian akan terjadi?" tanya pangeran Glen, "iya, cara yang dibuat Crysy berhasil menarik perhatian kaisar Retisel, dia bahkan meminta Crysy untuk berkunjung ke istana kekaisaran Retisel" bilang kaisar, "aku tidak menyangka anak perempuan yang imut bisa menyelesaikan masalah besar dan rumit menjadi mudah" bilang pangeran Helton, "aku juga tidak menyangka, kemarin saat berkuda dia bahkan langsung menjinakan kuda Glen yang sangat menakutkan, aku aja pernah di tendang" bilang pangeran Ackley, "hahaha itu salah mu, Ackley" bilang kaisar, "apa pesta nanti malam banyak bangsawna yang datang?" tanya Duke, "iya, semua bangsawan di undang" bilang kaisar, "pastikan banyak makanan manis dan juga susu" bilang Duke, "iyaya aku tau, Crysy suka makanan manis dan susu" bilang kaisar, "tapi apa akan ada pesta dansa?" tanya pangeran Glen, "pastinya, apa kalian mau jadi pasangan dansa Crysy?" tanya kaisar, para pangeran dan kak Luxen mengangguk, "hmm kalian berempat mau, tapi apa tidak dengan kakaknya saja?" tanya Duke, "ayolah, pastinya dikediamanmu mereka sering bermain, karena di acara perkenalan Crysy, Glen dan Ackley sudah berdansa dengan Crysy, kali ini gantian Helton dan Luxen" bilang kaisar, "baiklah" bilang pangeran Helton dan Kak Luxen, pangeran Glen dan pangeran Ackley terlihat murung, meteka menikmati sarapan, waktu pun berlalu, jam 10 aku bangun dan bersiap siap, aku keluar dari kamarku dan jalan ke ruang keluaraga, aku duduk di sofa sendiri, "hmmm" bilangku bosan, tiba tiba ada penjaga yang datang, "maaf nona Crysantle, tapi apa nona mau berkunnung ke tempat kesatria? banyak kesatria yang ingin bertemun nona" bilang kesatria itu, "baiklah, apa pemgawal Crysy juga ada di sana?" tanyaku, "iya, mari nona" bilang pengawal itu, aku dan kesatria itu jalan ke tempat para kesatria, ternyata para kesatria baru latihan, "hmm? apa boleh Crysy menggangu?" tanyaku, "sebenarnya hampir semua kesatria ingin bertemu nona, jadi ini kayak hadiah gitu lah, karena mereka semua telah bekerja keras" bilang kesatria itu, "apa boleh tanya nama tuan kesatria?" tanyaku, "nama saya Rytel" bilang Rytel, "baik, Sir Rytel" bilangku, "semua!! mohon perhatian!!" teriak Sir Rytel, "hais apa lagi itu anak", "suara yang tetdengar sangat familiar", "heh kamu nggak latihan ya?!" kata kata itu dikatakan oleh kesatria yang lain, "karena kalian sudah bekerja keras, aku memiliki sebuah kejutan" bilang Sir Rytel, semua kesatria bingung, "ini dia nona Crysantle!!" bilang Sir Rytel semangat, aku keluar dari belakang Sir Rytel, "hi semuanya" bilangku, terjadi awkward silence, tapi tiba tiba semuanya langsung menunduk, "selamat datang, nona Crysantle!" bilang mereka semua, "tidak perlu terlalu formal, kalian semua sudah bekerja keras, semoga kalian semakin semangat latihan dengan keberadaan Crysy" bilangku, "pastinya" jawab para kesatria, tiba tiba Sir Jayden dan Sir Ace datang dari belakang, "lho nona?" bilang Sir Ace, "kok nona ada di sini?" tanya Sir Jayden, "Rytel! kamu ganggu waktu nona istirahat ya?!" bilang Sir Ace, Sir Rytel terlihat takut, "bukan kok, Crysy bosen jadi di ajak Sir Rykel ke sini" bilangku, "untung ya nona ada kalo nggak!!" bilang Sir Jayden sedang mengepalkanntangan di depan, "haha iyaya" bilang Sir Rytel, aku jalan ke Sir Jayden Dan Sir Ace, "apa Sir Jayden dan Sir Ace juga mau latihan?" tanyaku, "hmm iya, tapi sepertinya kita tidak perlu latihan" bilanh Sir Jayden, "kenapa?" tanyaku, "kita harus berada di sisi nona untuk menjaga" bilang Sir Ace, "tidak perlu, tidak apa apa, Sir Ace sama Sir Jayden juga butuh latihan" bilangku, "baiklah nona" jawab mereka berdua, aku duduk di pinggiran bersama kesatria tanh sudah selesai latihan, "hmm Lily dimana?" tanyaku, "Lily berlatih demgan kesatria perempuan yang lain" bilang salah satu kesatria, "ohh ada banyak kesatria perempuan juga ya?" tanyaku, "iya, lumayan banyak di regu kekaisaran" jawab salah satu kesatria, tiba tiba angel dan devil muncul, "hmm mereka semua lulus tes, tapi nggak tau yang lagi latihan" bilang angel, "yang ini kelihatan kuat, apa mau kamu tantang berpedang?" tanya devil, "Sir Wal? aku nggak bawa pedang" bilang dipikiranku, "pinjem pedangnya si Jayden itu" bilang devil, "dia lagi latihan, masak aku ganggu?" bilangku dipikiran, "habis ini selesai" bilang devil, dan Sir Jayden kembali ke aku, "ahh kamu memang bisa baca pikiran ya? yaudah oke deh, kasih keluatanmu" bilangku dipikaran, dan devil menghilang, aliran darahku terasa lebih cepat dan hangat, "Sir Jayden, apa Crysy boleh pinjam pedang?" tanyaku, "ehh?" bilang kesatria yang lain, Sir Jayden memberikan pedangnya, "bahaya nona!" bilang Sir Rytel, "tidak kok" bilangku, aku berdiri dan mengambil pedangnya, "hmm...apa, Sir Wal, mau bermain pedang bersamaku?" tanyaku, "hii?!!" bilang semua kesatria, "nona, tapi Wal itu sangat mahir dalam berpedang" bilang Sir Jayden, "tidak apa apa, Crysy cuman ingin bermain" bilangku, "bainlah jika itu yang nona ingin kan" bilang Sir Wal, Sur Wal berdiri dan mengeluarkan pedangnya, kita saling berhadapan dengan jarak yang lumayan panjang, "nona! nona harus berhati hati, pedangnya juga berat lho" bilang Sir Rytel, kesatria lain yang sedang berlatih berheti untuk melihat aku, "nona, apa nona beneran ingin melawan saya?" tanya Sir Wal, "tidak apa apa, ini cuman bermain, kemarin Crysy juga sudah melawan pangeran" bilangku, "pangeran?!" teriak para kesatria jadinya menggema, "baiklah mari kita mulai" bilangku, aku memegang pedang dengan erat, aku lari dengan cepat ke arah Sir Wal, Sir Wal kaget dengan kecepatanku dan mengghindar, mampir saja dia terkena pedangku, semua kesatria terkejut, "ha?!" teriak mereka, aku langsung menyerang Sir Wal, dia hampir meleset mencegah pedangku, didalam hati Sir Wal "apa ini bener nona? apa nona kesurupan? yang lebih penting lawan sekarang", Sir Wal membalas seranganku, aku menghindar dan mencegah serangan dari sampingku, "ayo nona! semangat!!" teriak Sir Rytel, suporternya dibagi menjadi dua, tim Sir Wal dan tim Crysantle, "ayo, Wal, semangat" teriak suporter suporter Wal, "ayo, nona! semangat!!" teriak suporter Crysantle, aku fokus nelawan Sir Wal, karena Sir Wal tinggi kayak tembok dan juga kuat, jadi susah melawannya, tapi dengan kekuatan devil aku tidak merasa capek sama sekali, saat gerkakan terakhirku, aku menghindar kebelakang Sir Wal dan mengarahkan pedangku ke dia, "baik, saya kalah" bilang Sir Wal, "woho!! nona menang!!" teriak para kesatria, "sebagai gantinya, Sir Wal tidak perlu latihan lagi, karena Sir Wal sudah latihan sama Crysy" bilangku, "baiklah, nona" bilang Sir Wal, tiba tiba Lily datang, "nona?! kenapa nona memegang pedang, Jay?! Jayden bukannya aku melarang ya?!" bilang Lily marah, "tidak apa apa, Lily" bilangku, "Li, tau nggak, nona habis melawan, Wal lho" bilang Sir Rytel, "hah?!" bilang Lily, dia lari ke aku dan berlutut di depanku, "apa nona baik baik saja? apa ada luka?" tanya Lily, "tidak, Lily aku menang dari, Sir Wal lho" bilangku, "oh ya, selamat nona, nona pastinya kuat sekali" bilang Lily, "memang dia kuat" bilang Sir Wal, aku mengembalikan pedang ke Sir Jayden dan berbincang dengan para kesatria, "nona, apa nona pernah belajar berpedang?" tanya Sir Wal, "iya, mungkin saat Crysy umur 6, Crysy belajar berpedang" bilangku, "6 tahun?!" bilang para kesatria, "berarti nona baru belajar 2 tahun?" tanya Sir Rytel, "iya" jawabku, "talenta yang luar biasa" bilang para kesatria, "oh ya nona, katanya nona yang membuat formasi perang kali ini dan perangnya berhasil dimenangkan dengan sangat cepat" bilang Sir Yohan, "iya, itu hanya ide yang muncul di pikiran, Crysy juga tidak menyangka formasi yang Crysy buat akan dipakai" bilangku, "jadi itu hanya ide mendadak?" tanya Sir Yohan, aku mengangguk, "lho, Sir Ace mana?" tanyaku, "itu lagi latihan" bilang Lily, aku melihat Sir Ace yang jukukannya mesin pembunuh, garakannya bersih dan tidak ada kesalahan yang dibuat, "sejak kapan Sir Ace masuk ke regu kesatria?" tanyaku, "mungkin sudah 7 tahun" bilang Sir Wal, "7 tahun?! aku aja baru umur 1 pas itu" bilangku, berarti Sir Ace masuk ke regu kesatria saat berumur 12, apa aku bisa ya?
saat makan siang aku kembali ke istana, saat aku masuk pintu istana ada pangeran yang lagi bertengkar, "emm" bilangku, para pangeran berheti bertengkar, "Crysy, kamu habis dari mana?" tanya pangeran Helton, "main sama para kesatria" jawabku, "ohh apa Crysy berpedang lagi?" tanya pangeran Ackley, "iya, sekarang Crysy lumayan capek, tapi nggak apa apa" bilangku, "ayo kita makan siang" bilang pangeran Glen, kita berempat jalan ke ruang makan, belum ada orang di situ, aku duduk di samping pangeran Glen dan Helton, kita berbincang sebentar, kaisar dan Duke masuk ke ruang makan, "ohh Crysy sudah di sini ya?" bilang kaisar dan duduk di tempatnya, Duke duduk di tempatnya juga, "Crysy habis dari mana?" tanya Duke, "habis main sama kesatria" bilangku, "apa Crysy berpedang lagi?" tanya kaisar, "iya" jawabku, "Duke, sebaiknya kamu awas putrimu, bisa aja dia bunuh orang tanpa sebab" bilang kaisar, "dia belum bisa membunuh dan juga pasti jika ibunya tau aku bakalan dimarahin mati matian" bilang Duke, aku baru sadar kak Luxen nggak ada, tapi aku lanjut makan aja. Setelah makan siang aku kembali ke kamarku, tapi saat aku menutup pintu ada yang mengetuknya, aku membukanya lagi dan ternyata itu pangeran Glen, "oh pangeran Glen? ada apa kesini?" tanyaku, "aku bosen ngelihat Helton sama Ackley berantem jadi aku kesini deh, apa aku boleh masuk?" tanya pangeran Glen, "boleh, masuk aja" bilangku, pangeran Glen masuk dan aku menutup pintu, karena pedang dan pinku masih di atas meja pangeran Glen melihatnya, "ini pedang yang kemarin ya?" tanya pangeran Glen, "ohh iya, lupa Crysy simpan" bilangku, aku membuka kotak yang berisi baju yang dikirim dari kediaman Duke, "nanti malam ada pesta, apa Crysy menggunakan gaun atau pakaian laki laki?" tanya pangeran Glen, "gaun, karena ini acara formal" bilangku, "kamu mau mengenakan gaun apa?" tanya pangeran Glen, "hmm belum tau, apa pangeran mau membantu memilih?" tanyaku, "dengan senang hati" bilang pangeran, aku mengeluarkan semua gaun dan menaruhnya di atas tempat tidur, ada 5 gaun, yang peryama berwarna hitam emas, yang kedua warna biru tua, yang ketiga merah gelap, yang keempat putih, yang kelima biru muda dan putih, "hmm semuanya bagus, tapi kalau warna putih sebelumnya kamu juga pernah memakainya kan?" tanya pangeran Glen, "iya, tapi ini gaun yang berbeda" bilangku, "nanti kamu juga mendapat penghargaan, jadi lebih baik menggunakan warna keluargamu yaitu hitam" bilang pangeran Glen, "benar juga, baiklah keputusan terkahir adalah gaun hitam" bilangku, aku memasukan gaun yang lain, setelah itu aku dan pangeran Glen berbincang tentang pesta nanti malam, "apa akan ada putri bangsawan?" tanyaku, "pastinya ada" jawab pangeran Glen, "Crysy harap Crysy bisa berteman dengan mereka" bilangku, "iya, tapi Crysy jangan langsung menerimanya menjadi teman, bisa aja ada niat buruk, misalnya menjelekan nama Crysy, apa mungkin menyindir" bilang pangeran, "jika ada yang seperti itu, Crysy diamkan saja" bilangku, "bagus, jika ada yang memaki Crysy bilang ke aku" bilang pangeran, "tentu saja" bilangku, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, aku mengukanya dan ternyata itu Sir Mark, "ohh Sir Mark, what are you doing here?" tanyaku, "i'm here to inform the knights are back from the war" bilang Sir Mark, "ohh so fast, okay i'm gonna go there" bilangku, pangeran jalan ke pintu, "ngapa?" tanya pangeran Glen, "para kesatria sudah kembali" bilangku, "ehh cepet banget, ayo kita sambut" bilang pangeran Glen. Aku, pangeran Glen dan Sir Mark menuju ke lapangan, "ahh Crysy, kamu sudah disini, lihat hampir semuanya kembali, ya ada yang meninggal di peperangan tapi hanya puluhan, jika perang biasanya bisa sampai ratusan" bilang Duke, "Crysy senang karena Crysy bisa membantu" bilangku, Duke menggendongku, dan aku melihat Grand Duke Vian, Grand Duchess Vian, dan kak Luxen bersama, pastinya mereka senang, jika ayahku yang berangkat perang pastinya aku sudah nangis, kaisar datang dan semuanya memberi hormat, "selamat semuanya! peperangan kali ini sangatlah cepat berkat formasi baru yang nona Crysantle buat, sebagai tanda terima kasih nanti malam akan ada pesta yang diselenggarakan, sekali lagi terima kasih kepada semua kesatria yang mengikuti perang dan membela kekaisaran Clarasis" bilang kaisar, semuanya berasorak gembira, "apa nanti ibu dan kakak kakak datang?" tanyaku, "iya, apa Crysy sudah memilih gaun?" tanya Duke, "sudah, ayah juga harus mandi, ayah bau" bilangku, "apa iya?!" bilang Duke, Duke menurunkan aku dan membau dirinya sendiri, "ahh iya, ayah lumayan bau, baiklah ayah akan bersiap siap, Crysy juga pergi bersiap siap" bilang Duke, Duke lari masuk ke istana, "haha" tawaku, semua kesatria berkerumun di aku, semuanya memuji aku dan berterima kasih juga. Setelah itu aku bersiap siap untuk pesta nanti malam, walaupun ini masih jam 4, aku harus bersiap siap karena hari ini aku menjadi pusat perhatian, para pembantu membantuku dengan segalanya, setelah 1 jam atau lebih aku selesai bersiap siap, semua pembantu keluar, "hmm apa tidak apa apa menggunakan gaun hitam?" bilangku, para spirit keluar, "nggak apa apa lah, lagian itu juga warna keluargamu" bilang angel, "warna favoritku juga" bilang devil, "iya sih...tapi aku malu maju di depan banyak orang" bilangku, "lah cuman maju doang, yang penting bukan maju perang" bilang devil, "kalian harus jaga jaga kalau ada yang aneh ya" bilangku, "tentu" jawab mereka semua, "sudah ada tamu yang datang" bilang Phoneix, "ehh? ini baru jam 5, pestanyakan jam 7" bilangku, "yang datang itu ibumu dan kakak kakakmu" bilang Phoneix, "oh ya? aku mau keluar" bilangku. Aku keluar dari kamarku dan para pengawalku aku di depan pintu, "eh lho? kok klaian ada di sini?" tanyaku, "kita mendapat perintah untuk menjaga nona selama pesta" bilang Sir Cleis, "tapi ini kan belum mulai" bilangku, "tetap saja" bilang Sir Jayden, "tapi apa aku boleh keluar dari kamar?" tanyaku, "boleh" jawab Sir Cleis, para kesatria menggunakan pakaian formal yang berbeda dari sebelumnya, sambil berjalan aku bertanya "apa seragam formal kesatria berganti ganti terus?" tanyaku, "hmm tergantung" bilang Sir Ace, "tergantung apa?" tanyaku, "seberapa formal acaranya, karena ini acara formal biasa jadi kita mengenakan pakaian formal yang ini, tapi waktu acara perkenalan nona kita menggunakan pakaian yang berwarna biru putih" bilang Ace, "ohh" jawabku, setelah itu aku bertemu dengan ibu dan kakak kakakku, "Crysy!" bilang kakak kakakku dan memeluk aku, "apa kakak kakak kangen Crysy?" tanyaku, "pastinya" jawab kakak kakak, "astaga! Crysy cantik sekali menggunakan gaun itu" bilang kak Kevin, "katanya hitam warna keluarga Leanor, jadi Crysy menggunakan ini" bilangku, setelah itu aku dan kakak kakakku bermain hingha waktunya pesta, semua tamu sudah datang dan kaisar, permaisuri, dan para pangeran sudah duduk di singgasana, saat aku dan keluargaku masuk semuanya melihat kearah kita, "kenapa kita dilihatin?" bisik kak Kevin, "ya karena adik kita adalah tokoh utama hari ini" bilang kak Bevin, aku memegang tangan Duke dan Duchess, kita jalan masuk dan memberi hormat kepada kaisar, lalu aku dan kakak kakakku bermain sedangkan Duke dan Duchess berbincang dengan bangsawan lain, "kak, bisa tolong ambilkan itu" bilangku sambil menunjuk macaroon, "baiklah, mau yang mana?" bilang kak Micah, "yang chocolate, stroberi, sama caramel" bilangku, kak Micah mengambil dan menaruhnya di piring, "ini" bilang kak Micah memberikan sepiring macaroon, aku memakannya dan tiba tiba ada tiga putri bangsawan yang lebih tua menghadap ke aku, "selamat malam nona Crysantle, perkenalkan saya Katy dari keluarga Count Terquo", "saya Daisy dari keluarga Viscount Gwans", "dan saya Natalia dari keluarga Marques Klois", "ahh senang bertemu kalian semua, nona nona" bilangku, angel dan devil muncul, "no no, mereka nggak lulus tes, ada rasa iri di diri mereka" bilang angel, "iya, jauh jauh dari mereka, apa lagi yang Katy itu" bilang devil, "maaf menganggu nona, tapi apa benar nona yang membuat formasi perang? bisa saja nona dibantu" bilang Katy tersenyum remeh, "kalian benar, time to get savage!" bilang di pikiranku, "iya benar, tapi itu ide yang sepele, saat itu saya berada di kerumunan tuan tuan bangsawan, saya berpikir ide yang mendadak ini tidak mungkin di pakai, tapi kaisar menyetujui cara saya, saya juga terkejut dengan hasilnya, walaupun saya juga tidak pernah belajar politik" bilangku tersenyum, "nona tidak pernah belajar politik?" tanya Daisy, "iya, itu hanya ide yang mucul mendadak di kepala saya, juga umur saya masih 8 tahun, kalau belajar politik saya akan pusing, nona nona harusnya sudah belajar politik kan? karena nona terlihat lebih tua dari pada saya" bilangku, "ahaha iya benar, permisi saya ada urusan" bilang Katy dengan senyun palsu dan pergi bersama temannya, "well that is savage" bilang devil, "bagus, mereka tidak akan berani mendekati kamu lagi" bilang angel, kakak kakakku melihat aku seperti melihat sesuatu yang mengerikan, "opss aku lupa ada kakak kakak" bilang di pikiranku, "Crysy berhasil menyingkirkan trio sampah" bilang kak Elliot, "wow aku takjub" bilang kak Micah, "si cewek cewek kayak gitu harusnya nggak boleh di undang" bilang kak Kevin, "kapan mereka tobat ya?" bilang kak Bevin, "trio sampah?" tanyaku, "iya, sebaiknya Crysy jauhi mereka" bilang kak Bevin, "mereka selalu merendahkan orang lain" bilang kak Micah, "dan juga sombongnya minta ampun" bilang kak Elliot, "mereka mencoba mendekati pangeran, dengan segala cara yang bisa" bilang kak Kevin, "bahkan kita" bilang kak Bevin, "lalu bagaimana dengan para pangeran?" tanyaku, "mereka juga nggak suka, bahkan pernah sekali hampir aja yang Katy apa kitty, pokoknya itu mau mencium pangeran Glen" bilang kak Kevin, "eww jijik banget, udah cewek matre, sombong, sok lagi" bilang kak Elliot, aku medengarkan kata kata kakak kakakku sambil memakan macaroon, "tau nggak si Daisy itu kan pernah main ke kediaman kita, terus masak menggoda kak Micah" bilang kak Kevin, "hmm? kak Micah?" tanyaku, "iya, aku ngasih tau ke ayahanda dan mereka tidak boleh ke kediaman kita lagi" bilang kak Micah, "terus yang satunya itu, Natialia, yang itu biasa aja tapi harus jaga jarak" bilang kak Elliot, aku mengangguk, tiba tiba Duke dan Duchess datang, "kalian ngomongin apa?" tanya Duchess, kakak kakak menjawab bersama "trio sampah", "apa mereka melukai Crysy?!" tanya Duke, "ya...bisa dibilang, tapi Crysy menjawab balik dan mereka pergi" bilang kak Micah, "huh kalau mereka mendekati Crysy, aku akan membuat mereka tau diri" bilang Duchess, "iya lah, kalian harus menjaga Crysy" bilang Duke, "tentu saja ayahanda" bilang kakak kakak, "Crysy, waktunya menerima penghargaan" bilang Duke, "baiklah, Crysy harus gimana?" tanyaku, "nanti Crysy jalan di Red carpet ke arah kaisar, Crysy akan dikawal oleh pengawal Crysy" bilang Duke, "baiklah" jawabku, kaisar berkata dengan lantang, "malam ini kita merayakan kemenangan peperangan, peperangan kali ini berbeda karena selesai dengan sangat cepat dan juga formasi yang berbeda, pembuat formasinya adalah nona Crysantle Estena Leanor, silahkan maju kedepan untuk mendapat penghargaan" bilang kaisar, aku jalan ke arah kaisar dikawal oleh pengawalku, aku naik tangga dan memberi hormat, "nona Crysantle adalah penyelamat kita, karena dia juga membuat kekaisaran kita berdamai dengan kekaisaran Retisel, sekarang tidak ada peperangan antar kekaisaran Clarasis dan Retisel, dengan ini saya kaisar dari kekaisaran Clarasis menyatakan nona Crysantle adalah penyelamat kekaisaran Clarasis" bilang kaisar dan memberikan sebuah pin kekaisaran Clarasis, aku menerimanya, "terima kasih, yang mulia" bilangku, "silahkan menikmati pesta ini" bilang kaisar, aku turun dari situ dan jalan kearah keluargaku, "putriku" bilang Duchess menangis dan memeluk aku, "tidak perlu menangis ibu" bilangku, "putri kita benar, ini bukan saatnya menangis" bilang Duke, ehh tapi matanya berkaca kaca, "ayah kalau mau nangis, nangis aja" bilangku, "huaa baiklah, aku juga terharu" bilang Duke, lalu ikut memeluk aku, kakak kakak juga ikut memeluk.
Setelah itu dansa dimulai, seperti yang direncanakan pasanganku adalah pangeran Helton dan Kak Luxen, lagu pertama adalah aku dan pangeran Helton, kita berdansa di tengah lagi, "shall we dance, miss Crysantle" bipang pangeran Helton memberikan tangannya, "yes, prince Helton" jawabku, dipikiranku angel berkata "ihhh kok geli ya dengernya", "sama kali" bilangku dipikiran, aku dan pangeran Helton berdansa, "aku tidak menyangka kamu berhasil mendamaikan kekaisaran" bilang pangeran Helton, "Crysy juga tidak menyangka akan berhasil, tapi hasilnya memuaskan" bilangku, "aku aja kalah sama kamu, mungkin kalau kamu diberi tes mendadak nilaimu bakalan tetap paling baik" bilang pangeran Helton, "tidak juga, pangeran Helton juga pintar, apa pangeran berlatih pedang lagi?" tanyaku, "iya, tapi hanya sebentar, aku baru sadar ternyata saat menyerang aku memang mempunyai celah untuk lawan menyerang" bilang pangeran Helton, "ingat lawan sebenarnya adalah pangeran sendiri, bukan yang ada si depan pangeran" bilangku, "yang didepanku sekarang bukan lawan, tapi kawan" bilang pangeran Helton, "bisa aja Crysy jadi lawan pangeran" bilangku, "kok bisa?" tanyaku, "in english" bilangku, "i'm gonna beat you though" bilang pangeran Helton, "*pas si vite mon ami" bilangku, (*Jangan terburu-buru teman), "yeah...i don't know that one" bilang pangeran Helton, "the meaning is not so fast, my friend" bilangku, "haha okay i lost" bilang pangeran Helton, lagu pertama selesai dan kita saling memberi hormat, kali ini gantian orang tua, aku jalan ke kakak kakakku, "gimana dasanya kak?" tanyaku, "biasa aja" bilang kak Micah, kak Elliot, dan kak Bevin, tapi beda sama kak Kevin, "nggak seru sama sekali!" bilangnya, "emang kenapa kak?" tanyaku, "haha pasangannya Daisy" bilang kak Bevin, "aku nggak mau dansa lagi! lagu kedua aku nggak dansa" bilang kak Kevin marah sendiri, "haha" tawaku, "apa mungkin Crysy mau jadi pasangan dansa kakak?" tanya kak Kevin, "Crysy tidak bisa, Crysy sudah apa pasangan" bilangku, "siapa?!" tanya kakak kakak, "kak Luxen" bilangku, "Luxen?!" bilang kakak kakak, aku mangguk, aku melihat para orang tua berdansa, angel dan devil muncul, "apa kamu nggak bosen sama acara kayak gini?" tanya devil, "iya, cuman dansa, ngobrol ngobrol, gosip, nyindir orang" bilang angel, "ya mau gimana lagi, nasib, apa jangan jangan kalian mau dansa bareng?" bilang dipikiranku, "ihh nggak sudi!" bilang angel dan devil serempak, "kalian serasi tuh" bilang dipikiranku, "jangan pikirkan itu lagi, oh ya besok kamu ke academy kan?" bilang angel, "ohh iya, tapi kapan ya?" bilang dipikiranku, "ya besok, kna aku bilang besok" bilang angel, "maksudnya itu kapan pagi, siang, sore, apa malem, bukan hari apa" bilang devil, "ohh yang jelas dong, kalau ngomong" bilang angel, lagunya selesai dan gaintian anak anak lagi, aku dan kak Luxen saling memberi salam, karena kak Luxen tinggi dansanya agak awkward, tapi nggak apa apa, dan lagunya mulai, dipertengahan lagu aku bertanya "oh ya, kak Luxen kapan kembali ke academy?", "mungkin besok pagi, kenapa?" tanya kak Luxen, "sepertinya besok Crysy mau mengunjungi Academy Lesturn" bilangku, "pagi, siang, sore?" tanya kak Luxen, "kemungkinan besar siang, tapi bisa juga sore" bilangku, "baiklah, jangan lupa mencariku ya" bilang kak Luxen, "tentu saja, pastinya kak Luxen punya banyak teman kan?" tanyaku, "hmm lumayan, mereka teman latihan berpedang" bilang kak Luxen, "sepertinya Crysy akan menantang mereka untuk berpedang" bilangku, "ajak aja, aku bakalan nipu mereka kalau kamu mahir tapi tidak semahir aku" bilang kak Luxen, "haha kak Luxen jahat ke teman ya" bilangku, "mereka juga habis tipu tipu aku" bilang kak Luxen, "tipu tipu gimana?" tanyaku, "mereka menipu aku katanya ada kelas pagi, jadi aku masuk kelas duluan, aku mengunggu berjam jam ternyata tidak ada murid atau guru yang masuk, ini waktunya memberi mereka pelajaran" bilang kak Luxen, "baiklah, jika kak Luxen mau seperti itu" bilangku, kita nelanjutkan dansanya hingga selesai. Pestanya pun selesai, para tamu pulang kecuali keluargaku, karena...aku ketiduran dikursi tunggu, "astaga, lagi lagi ketiduran, Crysy" bilang Duke, "menginaplan disini lagi, banyak kamar yang tersedia" bilang kaisar, aku ditidurkan di kamar yang aku pakai sebelumnya. Tengah malam aku bangun karena mendengar suara pedang saling bergesek, "hoam siapa malam malam latihan?" bilangku, angel, devil, dan Phoneix keluar, "kemungkinan Duke" bilang devil, "ayah? malam malam latihan?" bilangku, "apa kamu mau lihat?" tanya angel, "hmm not interested" bilangku, "tapi jarang jarang Duke latihan lho" bilang angel, "hmm? masak? kalo gitu aku mau lihat" bilangku dan berdiri dari tempat tidur, "ehhh pakai luaran dulu, bisa aja kamu beku di luar" bilang angel, aku mengambil luaran dan keluar dari kamarku, ada penjaga di luar "nona? nona tidak tidur?" tanya salah satu penjaga, "Crysy bangun, mau keluar sebentar" bilangku, "baiklah, apa perlu didampingi nona?" tanya salah satu penjaga, "tidak perlu" bilangku, aku pun jalan ke arah taman yang digunakan Duke latihan, "kamu harus jaga jarak, nanti kamu dikira penyusup" bilang devil, "iyaya" jawabku, aku jalan mendekati ayah, "ayah? kenapa ayah masih bangun?" actingku, "ihh Crysy bangun? iya ayah latihan, karena jarang ada waktu luang" bilang Duke, "oh ya, ayah, besok jadi ke academy kan?" tanyaku senang, "iya, makanya sekarang Crysy istirahat" bilang Duke, "ayah juga istirahat, nanti kalau ayah sakit gimana?" bilangku, "ayah tidak akan sakit karena kecapekan, besok siang kita betangkat ke Academy" bilang Duke, "apa kakak kakak dan ibu akan ikut?" tanyaku, "kakak kakak akan ikut, tapi ibu tidak karena ada pertemuan bersama nyonya bangsawan lainnya" bilang Duke, "baiklah, Crysy akan kembali, selamat malan ayah" bilangku, "selamat malan Crysy" bilang Duke. Aku kembali kekamarku, "lho lho kok udah balik?" tanya angel, "lha terus mau ngapa?" tanyaku, "ya...nggak ada sih" bilang angel, aku tidak tidur hingga pagi, aku hanya membaca buku dab mengobrol dengan angel, devil, dan Phoneix. Keesokan harinya aku siap saip unyuk sarapan dan keluar dari kamar untuk sarapan, semuanya sudah duduk rapi di meja makan, semuanya makan dan berbincang, setelah sarapan aku, kakak kakakku, dan pangeran bermain di taman, "huaa! bosen!" teriak kak Kevin, "mau gimana lagi? aku juga nggak punya ide main apa" bilang pangeran Ackley, "hmm? pangeran, apa boleh aku memberi makan kuda?" tanyaku, "tentu saja" jawab pangeran Glen, "kuda?" tanya kakak kakak, "iya, kemarin kita berkuda" bilang kak Helton, kita jalan ke kandang kuda, "Dash!" teriakku dan lari ke Dash membawa wortel, "ohh Crysantle, kamu membawa wortel!" bilang Dash senang, aku memberikan wortel ke Dash, "bukannya itu kudamu, Glen?" tanya kak Micah, "iya, dengan mudahnya Crysy menjinakkannya" bilang pangeran Glen, "itu kudamu yang pernah nendang aku itu kan?!" bilang kak Elliot, "kak pernah di tendang Dash?" tanyaku, "iya, padahal aku cuman berdiri di depannya" bilang kak Elliot, "berdiri di depan gimana? kamu ngelihatin aku terus, aku risih tau nggak!" bilang Dash, "haha" tawaku, tiba tiba Duke dan kaisar datang, "ohh bukannya itu Dash?" tanya kaisar, "iya, ayahanda" jawab Glen, "Crysy berhasil menjinakkan Dash ya? harusnya kamu membelikan kuda Crysy" bilang kaisar, "kuda terlalu besar untuk Crysy" bilang Duke, "putramu juga harusnya belahar berkuda" bilang kaisar, "iya ayah, Crysy mau belajar menunggang kuda" bilangku, "tapi bisa saja berbahaya jika Crysy jatuh dari kuda" bilang Duke, "tidak akan" bilangku, "baiklah ayah akan belikan kuda dan buat arena pacuan kuda" bilang Duke, "yey! terima kasih ayah" bilangku memeluk Duke, Duke menggendongku, "tapi Crysy pakai kuda poni aja ya" bilang Duke, di pikiranku "eh?! nggak mau, masak kuda poni imut imut gitu?! kalo aku mau perang masak pake kuda imut imut gitu?!", "memangnya kamu mau perang?" bilang devil dipikiranku, "ya...aku mau ikut perang, tapi ya nggak sekarang juga" bilang dipikiranku, "baiklah ayah, tapi saat Crysy sudah besar boleh ganti ke kuda biasa kan?" tanyaku, "iya boleh, sebaiknya kita berangkat ke academy" bilang Duke, "sekarang?" tanyaku, "iya, pamit pergi dulu ke pangeran dan kaisar" bilang Duke menurunkanku dari gendongannya, "pangeran, kaisar Crysy ijin undur diri dulu ya" bioangku sambil membungkuk, "secepat ini?" tanya para pangetan, "iya, Crysy mau main ke academy" bilangku, "eh lho aku gimana?" bilang Dash, "tuh Dash sampai sedih Crysy pergi" bilang pangeran Glen, aku jalan ke Dash dan mengelusnya "pangeran Glen jangan lupa memberi, Dash wortel ya" bilangku, "huaa dia pastinya bakalan lupa" bilang Dash, "apa sebaiknya Dash dipindah ke istana utama ya?" bilang pangeran Glen, "boleh! Crysy nanti bakalan sering main ke istana utama" bilangku senang, "ahh baiklah! pindahkan Dash sekarang juga ke istana utama" bilang kaisar senang, "nah sekarang kita bakalan sering bertemu" bisikku, "terima kasih, Crysantle" bilang Dash, "lho?! kan Crysy mau dibeliin kuda juga" bilang Duke, "tapi kan kudanya bukan Dash" bilangku sambil mengelus Dash.
Kita sampai ditempat makan yang dimaksud Daniel, kita mengikat kuda dan masuk ke tempat makan itu, banyak murid yang disitu juga, Daniel dan aku duduk, "lho kok nggak duduk?" tanyaku, "itu tidak sopan nona" bilang Sir Cleis, "tidak apa apa, duduk aja, disini cuman ada Crysy dan Daniel" bilangku, para pengawal duduk, "silahkan memesan, akan Crysy bayar, ya lebih tepatnya Sir Ace karena Sir Ace yang memegang uang Crysy" bilangku, setelah memesan kita memakan makanannya, "apakan waktu istirahatnya lama?" tanyaku, "lumayan lama, mungkin sekitar 1 jam setengah" bilang Daniel, "lalu Daniel tidak kembali belajar?" tanyaku, "tidak, hari ini saya memberi tahu tempat tempat disini, tapi mungkin saat berkunjung ke lapangan saya akan disuruh guru saya latihan" bilang Daniel, "Crysy ingin melihat murid teladan latihan" bilangku, "terima kasih pujiannya, Crysantle" bilang Daniel, "apa nona tidak ingin melihat saya latihan?" tanya Sir Cleis, "bukannya Crysy sudah melihat ya?" tanyaku, "kapan?" tanya Sir Cleis, "kemarin, saat Crysy berkunjung ke tempat latihan kesatria" bilangku, "apa iya sih?" bilang Sir Cleis, "matamu aja yang sliwer" bilang Sir Jayden, "kemarin Sir Cleis kalah melawan Sir Alvin kan?" bilangku, "kok nona tau? haduh memalukan" bilang Sir Cleis, "makanya kamu latihan terus" bilang Sir Ace, "aku latihan terus ya, capek tau nggak?" bilang Sir Cleis, "latihan apaan? aku nggak pernah lihat" bilang Sir Jayden, "kalian diam!" bilang Lily, semuanya diam, "nah gitu dong" bilang Lily, "sepertinya semua takut ke Lily ya?" bilangku, "nona tidak tau saat dia marah ya?" bilang Sir Cleis, "menakutkan" bilang pengawal laki laki, "bahkan Sir Ace takut?" tanyaku, "nona tidak tau saat dia marah, seperti harimau yang menangkap mangsa" bilanh Sir Ace, "haha apa kamu bilang?!" bilang Lily menahan marah, "bukan bukan" bilang Sir Ace, "bagus lah" bilangku, "kok bagus sih, nona?" tanya Sir Cleis, "biar Sir Cleis nggak buat masalah sama yang lain" bilangku, aku dan Lily menepuk tangan, "sepertinya menambah satu ibu kost" bisik Sir Cleis, Sir Jayden dan Sir Ace mengangguk, "kalian bilang apa?!" bilangku dan Lily bareng, "bukan kok" bilang Sir Cleis, "haha sepertinya Crysantle dan pemgawalnya sangat akur ya" bilang Daniel. Kita menyelesaikan makan dan bell masuk bunyi, semua murid langsung lari kembali ke kelas masing masing, Sir Ace membayar dan kita keluar dari tempat makan itu, "jadi sepi ya?" bilangku, jalan yang tadi banyak murid jadi sepi, "karena ini waktunya pelajaran, ayo nona kita ke lapangan" bilang Daniel, aku naik kuda bersama Sir Jayden lagi, "Sir Jayden apa pernah ke academy?" tanyaku, "pernah, karena dulu saya juga dulu juga sekolah disini" bilang Sir Jayden, "oh ya? pasti Sir Jayden pintar" bilangku, "mungkin masih ada guru yang saya kenal" bilang Sir Jayden, "ohh kamu Jayden yang julukannya sword master itu ya?" bilang Daniel, "iya, itu pangilanku dulu, aku keluar dari academy dan bergabung dengan regu kesatria, karena dipilih Duke" bilang Sir Jayden, "wahh sebuah kehormatan bertemu dengan sword master" bilang Daniel, "Crysy juga terhormat seorang sword master menjadi pengawal Crysy" bilangku, "saya yang terhormat nona" bilang Sir Jayden, kita berhenti di depan sebuah gerbang, "ini aku Daniel dan juga nona Crysantle datang untuk berkunjung" bilang Daniel ke penjaga gerbang, gerbangnya terbuka dan kita masuk, isinya adalah lapangan rumput besar juga ada murid yang sedang latihan, seorang laki laki jalan ke arah kita, "Daniel, kamu telat" bilang orang itu, "maaf guru, tapi saya ditugaskan untuk memperlihatkan nona Crysantle keliling" bilang Daniel, ohh ternyata guru ya? kenapa masih muda? "ohh nona Crysantle, selamat datang, lho Jayden?" bilang orang itu, "Nico? kamu masih disini?" tanya Sir Jayden, Sir Jayden turun dari kuda dan berjabat tangan dengan Nico, "lama tidak bertemu, kamu sudah jadi kesatria aja" bilang Nico, "kamu juga, bukannya kamu dulu bilang nggak mau jadi guru ya?" bilang Sir Jayden, "mau gimana lagi, sebenernya kamu mau dijadiin guru, eh kamu malah dipilih Duke, jadinya aku deh penggantinya" bilang Nico, semuanya sudah turun dari kuda masing masing sedangkan aku masih di atas kuda karena aku nggak bisa turun, "emm hello! Disini masih ada orang yang tidak bisa turun dari kuda sendiri" bilangku, "ahh maaf nona" bilang Sir Jayden, Sir Ace yang di dekatku membantuku turun, "tidak apa apa, apa ini teman Sir Jayden?" tanyaku, "iya, ini teman saya saya masih disini" bilang Sir Jayden, "selamat datang di tempat latihan nona, saya Nicolas, panggil saja Nico, atau boleh juga Sir Nico" bilang Sir Nico, "baiklah Sir Nico, apa Crysy boleh melihat latihan?" tanyaku, "boleh saja nona Crysantle" bilang Sir Nico, "katanya Crysantle mencari Luxen" bilang Daniel, "oh Luxen? dia sedang latihan juga, mari saya antar" bilang Sir Nico, kita ketengah lapangan dan Sir Nico nenepuk tangan "semuanya berhenti!" teriak Sir Nico, setelah itu semua berhenti dan duduk di tanah berkeringat, aku melihat kak Luxen yang duduk di tanah, aku lari kesana dan ngagetin, "boo!" bilangku, kak Luxen nengok, "yah nggak kaget ya, hi kak" bilangku, kak Luxen berdiri "lho sejak kapan Crysantle datang?" tanyaku, "baru aja" bilangku, aku memberikan sapu tangan yang saku bawa, "ini, lap keringat kak Luxen" bilangku, "tapi nanti sapu tangannya kotor" bilang kak Luxen, "tidak apa apa" bilangku, kak Luxen menerimanya dan mengelap keringatnya, "uhuy! Luxen tersenyum" bilang salah satu murid yang duduk di dekat kita, "diam lah" bilang kak Luxen, "apa itu teman kak Luxen?" tanyaku, "haha iya" bilang orang itu dan berdiri, "selamat siang nona Crysantle, perkenalkan saya Levi" bilang Levi, "ya dia teman dekatku, tapi kadang dia bertingkah bodoh" bilang kak Luxen, "kamu yang bodoh!" bilang Levi, "apa boleh memanggil dengan kak Levi?" tanyaku, "tentu saja" jawab kak Levi, "oh ya, apa Crysantle mau latihan pedang juga?" tanya kak Luxen dan ngewink, "ahh iya boleh, kak Luxen pasti kecapekan, apa kak Levi mau bermain pedang dengan Crysy?" tanyaku, "ohh nona Crysantle bisa berpedang? dengan senang hati, tapi nona tidak ada pedang" bilang kak Levi, aku dan kak Luxen saling tersenyum, karena rencananya berhasil, menarik target ke lubang hitam berhasil, "tunggu sebentar" bilangku dan lari ke arah Sir Jayden, "Sir Jayden, apa boleh meminjam pedang?" tanyaku, "lagi?" tanya Sir Jayden, "ehh apa nona kuat mengangkatnya? ada pedang kecil di belakang dan juga tumpul agar tidak menyakiti nona Crysantle" bilang Sir Nico, para pengawalku tertawa "bwahaha", "kenapa?" tanya Sir Nico, "lihatlah saja, nona mau melawan siapa?" tanya Lily, "kak Levi" jawabku, "haha sepertinya dia akan mendapat latihan yang susah" bilang Sir Ace, Sir Jayden memberikan pedangnya dan aku mengangkatnya dengan mudah, "ha?! kok nona Crysantle dengan mudah mengangkatnya? Jayden suka pedang yang berat dari pada yang ringan" bilang Sir Nico kaget, "ini enteng kok, apa mau melihat?" tanyaku, "dengan senang hati nona" bilang semuanya, aku jalan kembali ke
kak Luxen dan kak Levi, "ayo kita mulai kak" bilangku, "woah! itu pedang siapa?" tanya kak Levi, "Sir Jayden" bilangku sambil menunjuk Sir Jayden, "haa!!" bilang kak Luxen dan kak Levi, "kenapa?" tanyaku, "bukannya itu sword master Jayden?!" bilang kak Levi, "Sir Jayden, kesini sebentar" bilangku, "kenapa kamu dengan mudah berbicara ke sword master Jayden?" tanya kak Levi, Sir Jayden kemari, "ya nona?" tanya Sir Jayden, "nah kakak kakak pastinya ingin meliahat Sir Jayden dari dekart kan?" bilangku, "apa kamu benar benar sword master Jayden?" tanya kak Levi, "benar" jawab Sir Jayden, kak Levi memukul kak Luxen, "woi sakit!" bilang kak Luxen memukul balik, "saya Levi, senang bertemu anda sword master Jayden" bilang kak Levi, "saya Luxen, senang bertemu anda juga sword master Jayden" bilang kak Luxen, "iya senang bertemu kalian juga, oh ya kamu Levi? semangat melawan nona Crysantle" bilang Sir Jayden, "tentu saja" jawab kak Luxen, "baiklah, mari kita mulai kak Levi" bilangku, "baiklah" jawab kak Levi, semuanya menghindar lumayan jauh, "kenapa kita jauh banget?" tanya Sir Nico, "lihat aja dulu" bilang Sir Jayden, murid lainnya juga menjauh dan duduk melihat, aku sudah siap menyerang dengan menggunakan gaun, ribet juga sih, untung bukan gaun yang puffy, aku maju menyerang duluan, kak Levi kaget dengan pergerakanku dan menahan pedangku, "ehh?! kok cepet banget nyerangnya? apa jangan jangan nona Crysantle sudah selevel kesatria" bilang Sir Nico, "told ya" bilang Sir Ace, dipikiran kak Levi "bagaimana dia bisa bergerak dan menyerang secepat itu, terlebih dia menggunakan gaun, aku harus menang guru dan sword master Jayden sedang melihat", dan kak levi pun menyerang "haa!" teriak kak Levi, aku menghindar semua serangannya dengan mudah, and the grand finally, aku melepas pedang kak Levi dari genggamannya dan mengarahkan pedangku didepannya, "tidak mungkin?!" bilang Sir Nico, "baik baik aku kalah" bilang kak Levi, semuanya bersorak, kak Luxen jalan ke aku, "haha kamu masuk jebakan" bilang kak Luxen, aku dan kak Luxen menepuk tangan kita, "haa? jadi kamu sudah tau kemampuan nona Crysantle? teman yang jahat kamu!" bilang kak Levi, "siapa suruh kamu nipu aku ada kelas pagi" bilang kak Luxen, para pengawal dan Sir Nico jalan ke kita, Sir Nico melihat aku seperti melihat hantu, "nona menang lagi" bilang Lily, aku mengembalikan pedang ke Sir Jayden, "hanya latihan biasa" bilangku, "latihan biasa?! apa nona biasanya melawan Ace apa Jayden?! Levi dan Luxen adalah murid yang paling kuat dalam berpedang!" bilang Sir Nico tidak percaya, "haha apa iya? Crysy melihat banyak celah di kak Levi jadi...ya begitu" bilangku, "celah?" tanya Sir Nico, "iya, kak Levi bisa ulangi gerakan yang tadi dipakai melawan Crysy? dan saat Crysy bilang berhenti berhenti ya" bilangku, "baiklah" jawab kak Levi, kak Levi mengulangi semua gerakan, "berheti" bilangku, kak Levi berheti digerakan itu, "di kaki kak Levi tidak terbuka terlalu lebar dan itu bisa mempengaruhi keseimbangan, coba buka sedikit lagi itu sudah sempurna, tangan yang memegang pedang terlalu keatas, pinggang kerlalu condong ke depan, lanjut" bilangku, kak Levi lanjut bergerak, "berheti, dan disini siku kak Levi terlalu ditekuk dan susah untuk dinaikkan jika lawannya menyerang dari atas, juga gerak kaki kak Levi kadang sembarang, lanjut" bilangku, kak Levi bergerak lagi sampai selesai, "dan itu adalah celah celah yang ada, juga saat terakhir kak Levi tidak memegang pedang dengan erat jadi lawan bisa menyingkirkan pedang dari tangan kak Levi, walaupun merasa hampir kalah jangan menyerah, seranglah dengan lebih keras" bilangku, semuanya terdiam, "iya kan?" bilabgku, "bahkan sangat detail" bilang Sir Nico, "aku bahkan nggak ngelihat itu" bilang Sir Jayden, kita berbincang lebih lama lagi, tiba tiba ada penjaga, "Nico informasikan kepada murid murid untuk berkumpul di tepat upacara" bilang penjaga itu, "kenapa?" tanya Nico, "Ren, tiba tiba mebuat upcara mendadak" bilang penjaga itu, "baiklah, perhatian! semuanya tolong ke tempat upacara, segera!" bilang Sir Nico, semua murid keluar dari lapangan dan aku naik kuda bersama Sir Jayden dan pengawal lainnya, kak Daniel juga sih.