The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
Magic



keesokan hari aku bangun dengan muka pangeran Kylian di depan mataku, mungkin karena tidur nyenyak aku lupa ada orang lain di tempat tidurku, aku perlahan lahan berdiri dari tempat tidurku, membuka gorden dan berteriak "rise and shine, crown prince! time to wake up!", pangeran Kylian nengangkat kepalanya melihat ke aku, "ayo bangun" bilangku, tapi malah tiduran lagi, aku tepuk jidat, "haduh...walaupun Crysy juga bukan morning person, tapi Crysy tetap bangun, ayo bangun!" bilangku, "hmm" jawab pangeran Kylian masih menutup mata, "padahal rencananya Crysy mau ngajak pangeran jalan jalan di taman sebelum Crysy pulang" bilangku, saat mendengar itu pangeran Kylian langsung duduk, "ayo kita ke taman sekarang" bilang pangeran Kylian, haha trikku berhasil, "sekarang? apa pangeran yakin?" tanyaku sambil memperhatikan pangeran yang rambutnya berantakan, masih pakai piama, sama mungkin sedikit ngiler, "i didn't think about this, yaudah aku siap siap dulu, kamu juga" bilang pangeran Kylian, dia pengelap mulutnya karena ada sedikit air liur, dan keluar dari kamarku, aku bersiap siap dan saat selesai aku keluar dari kamarku, tapi tiba tiba Lexion berkata "heh kamu tuh ya! lupa misimu sendiri, bunganya gimana?", "heleh kamu masih inget ya? kan masih ada lain waktu" bilangku dipikiran, "kapan?" tanya Lexion, "waktu ulang tahunnya pangeran Kylian? apa mungkin saat ada festival? pastinya ada acara atas perdamaian 2 kekaisaran" bilangku dipikiran, "iya juga sih, yaudah serah kamu, yang penting dapetin bunganya" bilang Lexion, aku jalan ke arah kamar pangeran Kylian dan mengetuknya, tapi saat aku mengetuknya pintunya kebuka dan menyebabkanku terjatuh, untungnya ada yang nangkep aku dan yang nagkep adalah pemilik kamarnya, "woah! hati hati" bilang pangeran Kylian, "maaf, Crysy ceroboh" bilangku, "nggak apa apa kok, ayo ke taman, aku udah bawa kuncinya" bilang pangeran Kylian, kita jalan ke taman, saat kita masuk udara dingin menyebar kemana mana, "tetep dingin ya" bilangku, "apa kamu kedinginan?" tanya pangeran Kylian, "nggak kok, pas malahan" bilangku, "seperti yang aku bilang ini bukan bunga biasa ini bunga yang mengandung sihir" bilang pangeran Kylian, "kekaisaran sihir Arstle ya" bilangku, "iya" jawab pangeran Kylian, tiba tiba dia ngeluarin pisau kecil, "ehh?! pangeran mau bunuh Crysy?!" tanyaku panik sambil mundur beberapa langkah, "haha bukan" bilang pangeran Kylian, lalu dia menutus setangkai bunga es biru, "ini, bawalah pulang dan taruh di vas bunga berisi air" bilang pangeran Kylian, aku shock, sedangkan Lexion "bunga es biru!! cepet terima! cepet cepet cepet!" bilang Lexion nggak sabar, "apa pangeran memberikan bunga ini ke Crysy?" tanyaku, "iya, terima dong" bilang pangeran Kylian, aku mengambil bunganya dari pangeran Kylian, "terima kasih, Crysy akan menjaganya sebaik mungkin" bilangku, tapi dipikiranku "haha sekarang misiku selesai tanpa aku harus berpikir", "karena kamu ini pakai sarung tangan jadi bunganya nggak begitu dingin, tapi jangan dipegang langsung, karena bunganya sangat dingin" bilang pangeran Kylian, aku memeluk pangeran Kylian, "semoga Crysy bisa bertemu pangeran dengan cepat, jangan lupa kirim surat ke Crysy ya" bilangku, pangeran Kylian memeluk balik, "iya, nanti waktu upacara kedewasaanku jangan lupa dateng" bilang pangeran Kylian, "pastinya" jawabku, "sayang sekali kamu hari ini harus pulang, pastinya Falco sedih juga" bilang pangeran Kylian, "oh ya, titip salam buat putri Nora juga kak Falco, kemarin waktu mereka pulang Crysy juga belum pamit" bilangku, "baiklah" jawab pangeran Kylian, kita di taman beberapa menit hingga waktunya aku pulang, "sepertinya pangeran yang lain sudah siap, sebaiknya kamu pulang dan bertemu keluargamu" bilang pangeran Kylian, kita keluar dari taman dan ke pintu depan, kereta kudanya sudah siap dengan barang barang juga, bahkan para pengawal juga sudah siap, termasuk pengawalku, kurang pangeran pangeran aja, "lho kak Ray mana?" tanyaku, "dia mungkin masih tidur, apa mau kamu bangunin? masih ada waktu kok" bilang pangeran Kylian, "ayo!" bilangku semangat, kita ke kamar yang dipakai kak Ray dan membuka pintu pelan pelan, aku bisa melihat kak Ray yang tidur dengan nyenyak dengan mulut terbuka, "kak Ray, tidur mulutnya kebuka ya? kalau ada serangga masuk gimana?" bilangku, "not my problem" bilang pangeran Kylian, aku jalan ke samping kak Ray, "kak Ray~ wake up" bilangku, kak Ray malah membalik tubuhnya, "wahh persis kayak Crysy kalau di rumah ya" bilangku, "memang susah dibangunin dia" bilang pangeran Kylian, "ehem" aku membersihkan tenggorokanku, "perhatikan cara efektif membangunkan orang dengan cara Crysy" bilangku, aku berpindah tepat di depan muka kak Ray, "kak Ray! tolong Crysy! ada yang mau nyerang Crysy!" teriakku, kak Ray langsung duduk dan melihat sekeliling, "mana mana?! apa mereka kesini?!" bilang kak Ray panik, "dan begitulah cara Crysy membangunkan orang" bilangku, "boleh juga" bilang pangeran Kylian, kak Ray yang baru bangun bingung dengan keadaan, "hmm? mana penyerangnya? apa udah kabur?" tanya kak Ray, "nggak ada penyerangan kok" bilang pangeran Kylian, "kena tipu" bilangku, "urghh" bilang kak Ray dan tidur lagi, "ehh jangan tidur, bentar lagi Crysy mau pulang lho" bilangku, "hee? pulang?" bilang kak Ray mengangkat kepalanya, aku mengangguk, "ehh?! aku belum siap siap!" bilang kak Ray dan lari ke kamar mandi, "haiss ayo kita tunggu di bawah aja" bilang pangeran Kylian, karena kamar kak Ray ada di lantai 2, kita turun dan aku melihat pangeran Clarasis sudah siap dan duduk di sofa, aku turun tangga dengan cepat, ehh tapi pas sampai bawah aku kesadung dan jatuh, kalian pikir bakalan di tangkep kan? no no, aku jatuh pantat dulu, pangeran Kylian yang masih di tangga turun dengan cepat, sedangkan pangeran dari Clarasis lari ke aku, "apa sakit? kenapa kamu lari lari di tangga?" bilang pangeran Kylian, baru kali ini aku pengen nangis karena sakit banget, mataku mulai berkaca kaca dan air mataku menetes, para pangeran membuka matanya lebar, "huwaaaa! sakit!" tangisku, "ehh? sakit?! panggil dokter!" bilang pangeran Kylian lalu menggendongku, penjaga yang di dekat kita mengangguk, "huaaa haa haaa! hiks hiks" tangisku, "iya iya, sakit ya? lagi dipanggilin dokter" bilang pangeran Glen, aku tengkurap di sofa panjang, dipikiranku Lexion berkata "kamu sih, turun tangga kok keburu buru, nggak ada yang mau gigit kamu kok", "diam lah! pantatku sakit!" bilangku dipikiran, pengawalku yang mendengar tangisanku lari ke arahku, "nona!" teriak pengawalku, pangeran pangeran yang didekatku melihat ke pengawalku, "wahh kita bisa aja dapet masalah nih" bilang pangeran Helton, "kenapa?" tanya pangeran Ackley, "kita buat Crysy nangis, ya bukan kita, tapi bisa dibilang kita terlibat" bilang pangeran Helton, "aduh! gimana aku bilang ke Duke" bilang pangeran Glen, Lily mendekat ke aku, "kenapa nona menangis, yang mulia?" tanya Lily, "dia jatuh dari tangga" bilang pangeran Kylian, "huaaa! Lily! sakit!" tangisku, "ini dokternya mana sih?!" teriak pangeran Kylian, "sebentar lagi datang, yang mulia" bilang penjaga, "nona, lain kali harus berhati hati ya" bilang Lily, "huaa, nona manangis, pastinya sakit" bilang Sir Reuv, "aku jadi pengen ikut nangis" bilang Sir Cleis, dokternya dateng dan bertanya "apa nona Crysantle jatuh dari tangga?", semuanya mengangguk, "aduh malu maluin" bilang Ellena, "sakit men!" bilangku dipikiranku, "pindahkan nona Crysantle ke sebuah kamar" bilang dokter, aku diangkat Sir Mark ke sebuah kamar, "tolong pangeran dan pengawal laki laki keluar" bilang dokter, karena dokternya perempuan, "kalau saya?" tanya Lily, "kamu boleh disini" bilang dokternya, "wahh curang kamu!" bilang Sir Cleis, "kamu keluar sana" bilang Lily, para pangeran dan pengawal laki lakiku keluar, aku diperiksa dokter dengan Lily di sampingku, "sepertinya tidak apa apa, tapi oleskan salep ini sehari sekali di pantatnya, mungkin 2 hari sudah sembuh" bilang dokter, "urghh memalukan" bilang dipikiranku, "baiklah, akan saya bilang ke duchess" bilang Lily, dokternya keluar, "hiks hiks, sakit, Lily" bilangku, "tidak apa apa nona, nona kan anak pemberani, nona juga mau jadi kesatria kan? pastinya kalau kesatria ikut perang mendapat banyak luka yang sakit" bilang Lily, "Lily benar, ini bukan apa apa" bilangku, aku mencoba duduk, tapi langsung tengkurap lagi, "huaa, kalau duduk sakit, nanti Crysy pulangnya gimana dong?" tanyaku, "nona tengkurap agak lama lagi agar tidak sakit" bilang Lily, pangeran pangeran masuk bersama para pangawalku, Lily menyingkir dan pangeran mendekat ke aku, "apa masih sakit?" tanya pangeran Glen, aku mengangguk, tapi aku udah nggak nangis, "untung lah" bilang pangeran Kylian, sedangkan para pengawalku, "apa nona baik baik aja? apa ada yang serius?" tanya Sir Reuv, "nggak ada yang serius kok" bilang Lily, "kamu kenapa diem aja, Jay?" tanya Sir Jacob, "aku mikir nanti kita dimarahin Duke gimana" bilang Sir Jayden, "kita sepemikiran" bilang Sir Ace.


Setelah itu, karena pangeran pangeran sibuk ngobrol sendiri dan aku capek karena nangis, aku ketiduran deh, bangun bangun aku udah sampai di kamarku di kediaman Duke, tapi karena udah bangun pantatku rasanya sakit lagi, aku yang lagi telentang langsung terngkurap, "aduhh pantatku, kenapa kamu harus sakit lagi, padahal pas tidur nggak sakit" gumamku, aku melihat ke meja kecil samping tempat tidurku, bunga es biru yang dikasih pangeran Kylian ada di situ didalam vas bunga berisi air, pintu kamarku terbuka dan kakak kakakku masuk, "Crysy udah bangun? kenapa tengkurap?" tanya kak Kevin, aku diem aja karena nahan sakit, "apa kamu sakit perut?" tanya kak Micah, aku menggeleng, "apa kamu pusing?" tanya kak Elliot, aku menggeleng lagi, "pantatmu sakit gara gara jatuh dari tangga?" bilang kak Bevin, "gimana kakak tau?" tanyaku, "Ackley, yang ngasih tau, katanya kamu tadi nangis keras banget sapai kamu ketiduran" bilang kak Bevin, "mungkin?" bilangku malu, Duchess masuk dan berkata "jangan ganggu Crysy dulu, pastinya dia capek" bilang Duchess, "baiklah, ibunda" bilang kakak kakak, Duchess duduk di tempat tidurku, disamping aku yang lagi tengkurap kesakitan, "ibu sudah dengar dari pangeran Glen, lain kali jangan lari lari lagi" bilang Duchess, aku nengangguk, "Lily, juga bilang harus mengoleskan salep ini sehari sekali ke pantat Crysy" bilang Duchess, mukaku memerah, kakak kakakku tertawa saat mendengar itu, "hahhahaha" tawa kakak kakak, "kalian juga pernah kejadian kayak gini waktu kecil, Micah jatuh dari tangga sampai nangis berjam jam, Elliot sering banget kebentur tembok gara gara lari lari, Bevin kesandung batu dan jatuh ke lumpur di taman belakang waktu hujan, dan Kevin kesandung akar pohon dan gigi depannya lepas 2" bilang Duchess, "hahaha Crysy tidak menyangka kakak kakak pernah seperti itu" bilangku, "mereka lebih ceroboh dari pada kamu" bilang Duchess. Hari menjelang sore dan aku cuman tengkurap di kasur, "haa...aku yang jatuh, tapi kok aku sendiri ya yang sebel" bilangku, angel, devil, dan Phoneix keluar , "salahmu sendiri" bilang Lexion, "iya deh, tapi kan aku udah dapet bunganya, terus mau buat apa itu? jangan jangan cuman didiemin doang?" bilangku, "nggak, nanti kalo kamu dah nggak sakit" bilang Lexion, "oh ya, by the way, Phoneix, yang kamu bilang ada sesuatu yang penting itu apa? aku kan udah di kediaman" bilangku, "nanti kalau kamu ketemu Duke bakalan tau" bilang Phoneix, "hmm iya deh, tapi aku belum ketemu Duke, dia dimana ya?" bilangku, "di ruang kerjanya" bilang Phoneix, "ahh terserah deh, kalo aku berdiri sama aku kalo jalan tambah sakit, apa kalian nggak bisa nyembuhin aku gitu?" bilangku, "nope, nggak bisa" bilang angel, "hmm iya deh" bilangku, setelah beberapa menit pantatku udah nggak begitu sakit, jadi aku jalan ke balkon, "oh ya, Light gimana kabarnya?" tanyaku, "dia baik baik aja" bilang devil, "bagus lah" bilangku, tiba tiba pintu kamarku terbuka dan Duke masuk ke kamarku, "ayah?" bilangku, "huaaa, Crysyku, ayah rindu sekali!" bilang Duke lalu lari memelukku, untung nggak kena pantatku yang lagi sakit, "ayah dengar kamu jatuh dari tangga" bilang Duke, "haha memang iya" bilangku, "lain kali Crysy harus hati hati" bilang Duke, aku mengangguk, Duke mengeluarkan surat, "ini ada surat penting buat Crysy" bilang Duke, "nah itu maksudku yang penting" bilang Phoneix, "surat?" tanyaku dipikiran, "iya, baca suratnya dan kamu bakalan tau" bilang Phoneix, aku mengambil suratnya dari Duke, suratnya terlihat mewah pastinya dari bangsawan, tapi capnya aku nggak kenal dari bangsawan mana, aku membuka dan membacanya, setelah membacanya sampai selesai, aku tau kenapa Phoneix bilang surat ini penting, karena...ini surat dari kekaisaran sihir Arstle, "hee? kenapa kekaisaran sihir Arstle mengirim surat ke Crysy?" bilangku, "nggak tau, ayah nggak berani buka karena ini tertulis kepada Crysy, apa isinya?" tanya Duke, "isinya meminta Crysy berkunjung ke kaisaran Arstle, ehh? memangnya boleh?" bilangku, "berkunjung?! ke Arstle?! Crysy cepet siap siap! ini adalah kehormatan buat keluarga kita!" bilang Duke, "hee?" bilangku bingung, "apa Crysy tau Arstle?" tanya Duke, "iya, dikasih tau pangeran Kylian" bilangku, "maksud Crysy, putra mahkota kekaisaran Retisel itu?" bilang Duke, aku mengangguk, "bagus lah kalau Crysy dekat, tapi Arstle itu kekaisaran sihir yang bisa dibilang misterius, karena yang bukan orang dari kekaisaran itu jarang dibolehin masuk, kekaisaran Arstle juga jarang berpartisipasi dalam acara antar kekaisaran" bilang Duke, aku mengangguk "iya, Crysy tau, tapi masalahnya disini ditulis hanya boleh Crysy yang mengunjungi ke Arstle" bilangku, "sendiri? berarti pengawal tetep nggak boleh ya?" bilang Duke, "tapi waktu berkunjungnya masih 3 hari lagi" bilangku, "apa Crysy beneran mau kesana? disana penuh dengan sihir dan yang aneh aneh" bilang Duke, "ini surat resmi, jadi kalau menolak rasanya nggak enak" bilangku, "tapi Crysy harus pergi sendiri" bilang Duke, "Crysy tidak apa apa kok, Crysy juga penasaran gimana keadaan kekaisaran sihir satu satunya" bilangku, "baiklah, tapi beberapa hari ini Crysy harus istirahat, juga katanya Crysy jatuh dari tangga" bilang Duke, "haha...memang sih" bilangku malu, "kalau begitu Crysy harus berhati hati disana, kalau ada orang yang nggak dikenal mengajak Crysy atau memberi Cryst sesuatu jangan diterima" bilang Duke, setelah itu aku diceramanih selama beberapa menit, atau mungkin jam. Setelah itu aku melanjutkan rajutan sapu tanganku yang buat kak Daniel dan kak Luxen, untungnya sudah selesai jadi aku langsung meminta untuk mengirim ke academy Lesturn, "ha...udah nggak perlu menyulam lagi" bilangku, tiba tiba pintu bakonku terbuka dan Light muncul, "hey! lama nggak ketemu!" bilang Light, "perasaan baru 5 hari" bilangku, "ya itu lama kan?" bilang Light, dia jalan ke aku dan mencubit pipiku, "aku kangen sama pipi embul ini" bilang Light, akhir akhir ini Light sering banget nyubit pipiku, nggak tau apa yang salah sama dia, apa mungkin dia kerasukan Middle ya?, "iha heh (iya deh)" bilangku, "haha coba aku punya adik kayak kamu" bilang Light, "kaho ahu ahikhu hahu hastinya ngghak hohein ahu kehua huhah (kalo aku adikmu, aku pastinya nggak boleh keluar rumah)" bilangku, "kamu ngomong apaan sih?" tanya Light, aku melepas tangan Light yang di pipiku, "makanya lepasin tanganmu dulu" bilangku, "yeye sorry lah" bilang Light, "oh ya, 2 hari lagi aku ke Arstle" bilangku, Light melihat ke aku, "Arstle? maksudmu kekaisaran sihir itu?" tanya Light, "iya, apa kamu pernah ke sana?" tanyaku, "nggak, apa kamu dapet undangan dari sana apa apa?" tanya Light, "iya, aku dapet surat dari kaisar Arstle langsung" bilangku, "ini kesempatan bagus buat kamu, kalau kamu kesana katanya kalau kamu spirit owner energi spiritnya bakalan meningkat" bilang Light, "kamu tau dari mana?" tanyaku, "banyak yang bilang kayak gitu, tapi pastinya belum pasti, karena hanya sedikit orang yang bisa masuk ke sana" bilang Light, "tapi aku kesana harus sendiri, nggak boleh ditemenin" bilangku, "hah?! kamu bakalan kesana sendiri? bahaya lho!" bilang Light, "memang, tapi ini surat dari kaisan Arstle langsung, pastinya keamananku akan di jaga" bilangku, "iya juga sih, nggak usah latihan dulu hari ini, besok aku kesini lagi, bye" bilang Light, "bye" bilangku, aku memperhatikan surat dari kekaisaran Arstle, "ini suratnya nggak ada sihirnya kan?" tanyaku, "nggak, itu cuman kertas" bilang Phoneix, "ehh bentar bentar, kalo aku ke sana nanti identitasku sebagai spirit owner bisa ketahuan nggak? kan mereka pakai sihir" bilangku, "nggak, spirit owner nggak bisa di identifikasi, yang tau cuman sesama spirit owner, tapi yang memiliki spirit kuat, kayak kita" bilang angel, "iya iya" jawabku, setelah itu aku tidur dengan nyenyak. Keesokan harinya seperti hari hari biasanya, tapi nggak ada latihan berkuda, main sama kakak kakak, makan siang, tapi kita kedatangan tamu, yairu keluarga Baron Casserevert, saat aku mendengar itu aku langsung lari keluar kamarku, saat aku keluar dari pintu rumah, disitu sudah ada Duke dan Duchess menyambut, aku menyusul ke mereka, tapi saat melihat kak Xenion aku langsung belok tajam dan memeluknya, "kak Xenion!" bilangku, kak Xenion memelukku balik, "haha kamu tuh tetep sama aja ya" bilang kak Xenion, "kakak juga tetep sama aja" bilangku, "haha, iya deh" bilang kak Xenion, "sepertinya Crysy senang bertemu Xenion" bilang Duke, aku menarik kak Xenion, "ayo kak, kita main" bilangku, "ehh pelan pelan nanti jatuh" bilang kak Xenion, kita ke taman belakang bertemu kakak kakakku yang lain, "kakak kakak! ada tamu!" teriakku, "ya!" teriak kakak kakak, aku menghampiri mereka, "lho kamu?" bilang kak Micah, "iya aku" bilang kak Xenion, "kamu siapa?" tanya kak Kevin, "masak kakak nggak kenal kak Xenion sih?" tanyaku, "ohh Xenion, oke oke" bilang kak Kevin, "oh ya, selagi semuanya berkumpul Crysy mau bilang" bilangku, "bilang apa?" tanya kak Micah, "besok Crysy pergi ke kaisaran sihir Arstle" bilangku, tiba tiba hening seketika, "hee? apa nggak terlalu bahaya?" tanya kak Xenion, "belum tau pasti sih" bilangku, "padahal kamu baru aja pulang dari kekaisaran Retisel, sekarang gantian kekaisaran Arstle" bilang kak Micah, "iya memang, tapi ini kehormatan buat Crysy karena diperbolehkan masuk kesana" bilangku, "iya juga sih, tapikan tetep aja Xenion bener, bahaya" bilang kak Elliot, "santai aja, Crysykan punya pengawal banyak" bilang kak Bevin, "oh ya, yang boleh masuk cuman Crysy, yang lain nggak boleh" bilangku, "ha?!" bilang kakak kakak, setelah itu kakak kakak meminta aku buat nggak pergi ke Arstle, tapi aku bakalan tetep berangkat ke Arstle, setelah makan malam keluarga Baron Cassevert pulang, dan aku ke kamarku, Light sudah menunggu di balkon, "woi, Light masuk aja" bilangku, "ye ye" bilang Light dan masuk, "besok kamu di Arstle ya? nanti kalau kamu balik ke sini ceritain ya" bilang Light, "cerita apaan?" tanyaku, "ya...keadaan di Arstle gimana" bilang Light, "iya deh" bilangku, "nih, aku kasih" bilang Light dan memberikan sebuah gelang yang dihiasi batu permata berwarna abu abu, "gelang? buat apa?" tanyaku, "buat dipakai lah, juga itu ada sedikit kekuatanku, jadi kita bisa berkomunikasi" bilang Light, "baiklah, terima kasih, Light" bilangku, Light mencubit pipiku, "kenapa kamu lucu banget sih, pengen aku culik beneran rasanya" bilang Light, "hemm, tapi sebenernya aku lumayan takut sih, semoga nggak ada orang yang galak" bilangku, "kayaknya nggak ada" bilang Light, "Phoneix, apa kamu tau siapa nama kaisar di sana?" tanyaku, "nggak, aku sama sekali nggak tau apa pun tentang kekaisaran Arstle" bilang Phoneix, "baiklah, aku harus berpikir sendiri" bilangku, "tapi aku taunya nggak ada putri dan ada 5 pangeran" bilang Phoneix, "5?! beneran nih? nggak bohong? nggak ada putri juga?" tanyaku, "pada bilang sih gitu" bilang Phoneix, "hiihh! sebel aku! aku juga butuh temen" bilangku, "tenang ada aku" bilang Ellena, "iya juga sih, tapi tetep sama aja, aku ketemu perempuan cuman perempuan yang jahat jahat juga licik kayak nenek sihir" bilangku, "deritamu" bilang Lexion, "serah deh" bilangku, "hello, masih disini, jangan di kacangin" bilang Light, "sorry lah, gimana caranya berkomunikasi lewat gelang ini?" tanyaku, "tinggal panggil namaku aja, gitu doang" bilang Light, "ohh jadi gitu, oke deh, ini nggak bisa ketahuan dengan sihir kan?" tanyaku, "nggak, karena aku nggak bisa pakai sihir, yang bisa cuman Middle" bilang Light, "oke, kamu nggak balik? aku mau tidur" bilangku, "oke, kamu pergi selama berapa hari?" tanya Light, "seminggu mungkin" bilangku, "oke, hati hati disana, jangan lupa hubungin aku" bilang Light, aku mengangguk, "hati hati, nanti kamu kesadung lagi" bilangku, "nggak lah, bye" bilang Light dan lompat turun dari balkon, setelah itu aku tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya, aku bangun dan bersiap siap, aku mencari para pengawalku sebelum aku berangkat, aku bertemu mereka di air mancur taman belakang, "knight's i'm gonna go now" teriakku, semuanya menengok, Sir Cleis dan Sir Reuv lari ke aku, "huaaa nona! apa nona beberan mau berangkat sendiri?" bilang Sir Cleis sambil memegang tanganku, "iya nona, berbahaya lho disana" bilang Sir Reuv memelukku, "nggak apa apa kok, kalian semua jangan lupa berlatih dengan giat" bilangku, "baiklah, nona" bilang Sir Jayden, "be careful okay, miss, if there is somebody saying bad words to miss, just ignore it, if somebody attack miss just kill them and don't hesitate" bilang Sir Mark, "haha okay, Sir Mark" bilangku, "nona hati hati disana, makan yang teratur" bilang Lily, "iya, Lily juga harus makan yang teratur" bilangku, "nanti nona harus pulang dan ceritakan semua yang terjadi di sana ya" bilang Sir Jacob, "tentu aja, sepertinya kereta kuda dari Arstle sudah datang, sampai jumpa semuanya" bilangku, para pengawalku melambai dan aku pergi ke gerbang, disitu sudah ada keluargaku juga kereta kuda dari Arstle juga orang utusannya, aku pamit ke keluargaku dan masuk ke kereta kuda, didalam ada seseorang, "oh! selamat pagi" bilangku, "pagi, silahkan duduk" bilang orang itu, dia laki laki menggunakan baju yang lumayan asing ke aku, aku duduk di seberangnya, kereta kuda mulai jalan dan keheningan dimulai, aku melihat keluar jendela, pepohonan ada di luar dengan lagit biru yang cerah, didalem hati aku berkata "padahal hari ini cuacanya lagi enak, eh malah aku berkunjung ke kaisaran orang lain", tiba tiba laki laki tadi berkata "kamu nona Crysantle kan?", "iya, kalau kamu?" tanyaku, "aku? aku pangeran ke-3 dari Arstle, Lingers Retorte Deltig" bilang dia, "ehh?! pangeran?! maaf saya berkata tidak sopan kepada anda" bilangku, "nggak apa apa kok, panggil aku pangeran Ling" bilang pangeran Ling, "baiklah, pangeran bisa memanggilku Crysantle, atau nama panggilanku Crysy" bilangku, "baiklah, apa kamu tau kenapa kamu diundang ke Arstle?" tanya pangeran Ling, aku menggeleng, "ayahku ingin bertemu kamu, katanya kamu anak kecil yang jenius" bilang pangeran Ling, "saya merasa terhormat jika yang mulia kaisar Arstle berkata seperti itu" bilangku, "tapi apa benar kamu yang mendamaikan kekaisaran Retisel dengan Clarasis?" tanya pangeran Ling, "iya" bilangku, "wahh memang jenius sih, santai aja ngomongnya, kayak tadi, kamu punya bakat apa lagi?" tanya pangeran Ling, "baiklah, hmmm Crysy bisa sejarah, formasi perang, merajut, berkuda, juga berpedang, kurang lebih itu" bilangku, "oh...wow, kamu bisa berpedang? bagus dong, walaupun Arstle jarang ikut perang, tapi orang dari Arstle pada pintar berperang" bilang pangeran Ling, "kekaisaran Arstle terkenal karena sihirnya, apa di dalam kekaisaran banyak penyihir?" tanyaku, "iya, bahkan aku sendiri penyihir, kamu tau dari mana?" tanya pangeran Ling, "tau dari pangeran Kylian dari kekaisaran Retisel" bilangku, "dia ya, aku pernah ketemu dia sekali" bilang pangeran Ling, "oh ya? bagaimana menurut pangeran sifat pangeran Kylian?" tanyaku, "dia diem aja sih waktu pertemuan pangeran, itu udah lama sih jadi aku lumayan lupa, kapan kamu bertemu pangeran Kylian?" bilang pangeran Ling, "baru 2 hari yang lalu, Crysy baru pulang dari kunjungan ke kaisaran Retisel, waktu sampai di rumah ayah Crysy memberikan surat dari kaisaran Arstle, jadi langsung siap siap deh" bilangku, "kamu capek ya pastinya" bilang pangeran Ling, "hmm lumayan, tapi juga senang kok" bilangku, selama perjalanan pangeran Ling bercerita tentang kekaisaran Arstle, "bukannya Arstle kekaisaran sihir ya? terus kenapa pakai kereta kuda biasa?" tanyaku, "kereta kuda biasa? apa kamu belum nyadar? coba lihat keluar" bilang pangeran Ling, aku melihat keluar dan langit biru cerah ada di luar jendela, "lhoo? kok? ini lagi terbang?" tanyaku, "iya, karena Arstle ada di atas langit" bilang pangeran Ling, "hee? di atas langit?" tanyaku, "nanti kamu bakalan tau, juga nanti karena kaisar sedang ada beberapa pekerjaan keluar dari istana jadi kaisar tidak ada di hari pertama dan kedua" bilang pangeran Ling, "baiklah, pangeran Ling, pangeran ke-3 kan? di Arstle ada berapa pangeran dan putri?" tanyaku, sebenernya aku dah tau, tapi mau mastiin aja, "ada 5 pangeran, tapi tidak ada putri" bilang pangeran Ling, "tidak ada putri? di Clarasis juga nggak ada putri" bilangku, "oh ya? habis ini kita sampai, siap siap melihat kekaisaran Arstle yang janrang dilihat orang orang lain" bilang pangeran Ling, "Crysy jadi tambah penasaran" bilangku, kereta kudanya mendarat dan pangeran Ling turun dari kereta kuda lalu aku, di depan sudah ada penjaga penjaga dan sepertinya para pangeran, pangeran Ling yang di sampingku berubah di barisan pangeran, "perkenalkan ini pangeran pangeran dari Arstle" bilang pangeran Ling, "aku pangeran pertama sekaligus putra mahkota, Sancelon Keyliton" bilang putra mahkota, "aku pangeran kedua, Razien Egason" bilang pangeran ke-2, "seperti yang kamu tau, aku pangeran ke tiga, Lingers Retorte Deltig, aku juga yang punya nama paling panjang" bilang pangeran Ling, "aku pangeran ke empat, Mariliz Salrion" bilang pangeran ke-4, "dan aku pangeran ke lima, Cristian Asterlino, aku dengar kita seumuran" bilang pangeran ke-5, "oh ya? pangeran juga berumur 8 tahun?" bilangku, tapi dia lebih tinggi dari aku, aku kira umurnya sekitar 10 tahun, "iya, aku baru pertama kali bertemu anak seumuranku" bilang pangeran ke-5, "sama dengan Crysy, oh ya mungkin pangeran pangeran sudah tau Crysy, tapi Crysy perkenalkan lagi, saya Crysantle Estena Leanor, panggil saja Crysantle atau Crysy" bilangku, "ehh nama panggilan kita hampir sama, panggilanku Cris" bilang pangeran ke-5, "kalau begitu apa boleh memanggil pangeran, pangeran Cris?" tanyaku, "tentu aja, ayo aku antar ke kamarmu" bilang pangeran Cris dan menarikku, "Cris, sopan santun" bilang pangeran ke-2, pangeran Cris berhenti, "hehe maaf" bilang pangeran Cris, "maafkan kelakuan, Cris, Crysantle"bilang pangeran ke-2, "tidak apa apa kok, Crysy juga senang bisa bertemu teman yang seumuran" bilangku, "oh ya, kamu bisa panggil aku pangeran Razien" bilang pangeran Razien, "baiklah, kalau begitu pangeran yang lain mau dipanggil apa?" tanyaku, "panggil aku pangeran Sance" bilang pangeran pertama, "bukannya harusnya dipanggil yang mulia putra mahkota?" tanyaku, "jangan deh, aku nggak begitu suka dipanggil itu" bilang pangeran Sance, "baiklah, kalau pangeran ke-4?" tanyaku, "panggil pangeran Mariliz" bilang pangeran ke-4, "baiklah, berarti pangeran Sance, pangeran Razien, pangeran Ling, pangeran Mariliz, dan pangeran Cris" bilangku, "kalau kamu sudah tau nama kita semua, ayo aku antar ke kamarmu" bilang pangeran Cris, "baiklah" bilangku, "ayo!" bilang pangeran Cris senang, aku dan pangeran Cris lari lari ke kamar yang disiapkan buat aku, but so far no magic, "ini kamarmu" bilang pangeran Cris, kita masuk dan kamarnya berwarna ungu muda dan putih, "wahh cantik" bilangku, padahal aslinya aku biasa aja, "kamarku ada di sebelah" bilang pangeran Cris, "oh ya? deket dong" bilangku, "sebenernya aku yang milih kamarmu, pas aku tau umur kita sama, aku minta kamarmu disampingku" bilang pangeran Cris, aku mengangguk, "apa dikamar ini ada...emm sihir?" tanyaku, "iya, ada sihir pelindung" bilang pangeran Cris, "wahh apa yang menaruh sihir pelindung disini, pangeran?" tanyaku, pastinya bukan lah, ini pertanyaan yang biasanya ditanya anak kecil yang pemikirannya nggak kayak aku, "bukan, tapi kak Ling yang melakukannya" bilang pangeran Cris, "apa pangeran Ling pintar menggunakan sihir?" tanyaku, "iya, tapi lebih pintar kak Sance, ya dia adalah putra mahkota" bilang pangeran Cris, "Crysy juga punya 4 kakak" bilangku, "oh ya? siapa aja namanya?" tanya pangeran Cris, "kak Micah, kak Elliot, kak Bevin sama kak Kevin" bilangku, "laki laki semua?" tanya pangeran Cris, "iya" jawabku, "apa jaraku umur kamu dengan kakak pertamamu jauh?" tanya pangeran Cris, "hmm jauh sih, 7 tahun" jawabku, "lho? jauh juga ya? aku kira aku sama kakakku sudah jauh ternyata ada yang lebih jauh, aku sama kakak pertamaku 5 tahun jaraknya" bilang pangeran Cris, "berarti umur pangeran Sance, 14 tahun ya?" tanyaku, "iya" jawab pangeran Cris, "terus umur pangeran yang lain?" tanyaku, "kakak kedua dan ketiga umurnya 13 tahun, kakak keempat 11 tahun" bilang pangeran Cris, "apa pangeran Razien dan pangeran Ling kembar?" tanyaku, "bukan, mereka beda ibu, kak Ling dan aku saudara kandung, dan kakak kakak yang lain bukan saudara kandungku" bilang pangeran Cris, "ohhh gitu" bilangku, tapi dipikiranku "waduh, aku nggak nyangka bakalan gini, harus ganti subjek biar nggak awkward", "oh iya, Crysy penasaran dengan sihir, apa pangeran Cris bisa melihatkan Crysy?" tanyaku, "aku bisa sihir" bilang pangeran Cris, dia mengeluarkan cahaya ungu dari tangannya, "wahh hebat" bilangku, "haha, biasa aja kok, apa kamu main keluar?" tanya pangeran Cris, "tentu saja" bilangku, kita keluar dan ke sebuah taman, "biasanya aku main disini sendiri, tapi sekarang ada kamu" bilang pangeran Cris, "apa pangeran yang lain sering ke sini?" tanyaku, "lumayan" jawab pangeran Cris, tiba tiba pangeran Sance muncul terbang dari atas dan mendarat di depanku, "yo! kalian mau main ya?" tanya pangeran Sance, "yup, apa kakak mau ikut?" tanya pangeran Cris, sedangkan aku masih bingun dengan keadaan, karena pangeran Sance terbang, ya aku tau itu sihir, "sepertinya kamu belum terbiasa dengan sihir" bilang pangeran Sance, aku mengangguk, "haha kamu akan terbiasa, apa kamu mau melihat sihirku?" tanya pangeran Sance, "mau!" jawabku senang, "haha kamu persis kayak aku waktu kecil" bilang pangeran Sance, dia menggerakan tangannya dan cahaya putih keluar dari tangannya, "cantik" bilangku, "ini bukan apa apa, aku bahkan bisa membuat burung dateng ke sini" bilang pangeran Sance, dipikiranku aku berpikir "burung? apa dia bisa memangil kamu, Phoneix?", "mana bisa? kalo bisa aku juga takjub" bilang Phoneix, "apa pangeran bisa memanggil burung Phoneix?" tanyaku, "Phoneix?! kalau itu...nggak bisa sih" bilang pangeran Sance, "ohh" bilangku, "tuh kan nggak bisa" bilang Phoneix, "pangeran Sance, itu putra mahkota kan?" tanyaku, "iya, kenapa memangnya?" tanya pangeran Sance, "pastinya pangeran punya banyak tugas, soalnya putra mahkota di Clarasis dan Retisel pada bilang ke Crysy kalau tugasnya menumpuk juga susah" bilangku, "ya memang susah, tapi disini ada sihir yang membuat tugas menjadi lebih mudah, kadang sihir juga nggak berguna sih" bilang pangeran Sance, "hmm kalau begitu apa pangeran juga mengerjakan kertas kertas yang menumpuk?" tanyaku, "kok kamu tau?" tanya pangeran Sance, "karena Crysy pernah masuk ke ruang kerja ayah Crysy dan di atas mejanya banyak kertas kertas" bilangku, "iya, banyak kertas yang menumpuk diatas mejaku, tapi itu kan tugas putra mahkota" bilang pangeran Sance, "oi! aku jangan di kacangin lah" bilang pangeran Cris, "hahaha kasihan dicuekin" bilang pangeran Sance, "ayo, Crysy kita main ke taman bunga" bilang pangeran Cris, pangeran Cris menarikku ke taman yang penuh bunga yang berwarna warni, "wahh, banyak sekali bunganya" bilangku, "juga ini bukan bunga biasa, setiap jenis bunga ada sihir tersendiri" bilang pangeran Cris, "Crysy dengan bunga es biru yang di kekaisaran Retisel berasal dari sini" bilangku, "iya memang benar" bilang pangeran Cris, aku memegang salah satu bunga berwarna merah, "bunganya hangat?" bilangku bingung, "haha iya memang, itu bunga api phoneix, bunganya hangat karena ada sihir, didongeng katanya bunga ini dikasih sihir oleh spirit burung Phoneix" bilang pangeran Cris, "oh ya?" bilangku, sedangkan Phoneix yang dipikiranku "haha ternyata aku terkenal di kekaisaran Arstle juga ya", tiba tiba pangeran Ling dateng, "hai! kalian lihat lihat bunga ya?" bilang pangeran Ling, aku dan pangeran Cris mengangguk, "kalian kayak anak kembar deh, ayo masuk, waktunya makan siang" bilang pangeran Ling,


Pangeran Sance yang kecapekan menyerangku duduk di tanah, "huaaa! gimana aku mau ngelawan kamu?! kamu kuat banget, aku lari kesana sini kamu diem doang dan dengan mudahnya menepis semua seranganku" keluh pangeran Sance, "putra mahkota masak kalah sama anak kecil?" bilang seseorang, kita nengok ke asal suara itu, ternyata pangeran Razien dan pangeran Mariliz, "ohh kalian kesini?" tanya pangeran Ling, "ya karena kita lagi di perpustakaan, terus lihat kalian latihan" bilang pangeran Razien, "aku nggak nyangka kamu bakalah kalah sama anak kecil, kak" bilang pangeran Mariliz, "coba sendiri deh! sebel jadinya!" bilang pangeran Sance, "aku aja kalah dalam beberapa detik" bilang pangeran Ling, "seorangĀ  Lingers Retorte Deltig, kalah dengan anak 8 tahun, bwahahaha! lucu banget" ejek pangeran Razien, "coba sendiri deh, bakalan nyesel kamu" bilang pangeran Ling, "mau coba?" tanyaku dan melepar sebuah pedang ke pangeran Razien, pangeran Razien refleks lompat menjauh, "ngapa kamu lempar lempar pedang?" tanya pangeran Razien, "Crysy nggak bisa menggunakan sihir, dan ini latihan tanpa sihir sedikitpun" bilangku, "ohhh jadi gitu, aku udah latihan tanpa sihir beberapa kali" bilang pangeran Razien, "oh ya? coba pangeran kalahin Crysy, kalau pangeran menang Crysy kasih hadiah" bilangku, "baiklah, aku lama nggak latihan tanpa sihir" bilang pangeran Razien, dia merenggangkan badan dan mengambil pedang, aku mengangguk, pangeran Razien langsung menyerangku, tapi kejadiannya sama seperti pangeran Sance, dengan mudah aku tebas serangan pangeran Razien, "lebih kuat lagi" bilangku, pangeran Razien menyerangku lagi dan aku tebas tanpa bergerak satu langkah, "jangan sembarangan menggerakan pedang" bilangku, dan itu berulang berkali kali dengan kesalahan yang berbeda. Setelah beberapa menit, "apa kamu terbuat dari batu? gimana kamu bisa diam tanpa bergerak selangkahpun?" tanya pangeran Razien heran, "sepertinya pangeran Razien lelah" bilangku, "memang aku lelah" bilang pangeran Razien dan duduk di samping pangeran Sance, "haha, sepertinya nggak ada pemenangnya nih" bilangku, "memangnya hadiannya apa?" tanya pangeran Cris, aku mengambil sapu tangan yang ada di kantong outer ku, "ini, sapu tangan yang Crysy sulam sendiri" bilangku, semuanya memperhatikan sapu tangan yang ada di tanganku, aku membentangkan sapu tangannya, dan sulaman yang aku sulam di sapu tangan itu adalah mahkota berwarna emas dengan dikelilingi bintang bintang, "ini kamu yang menyulam sendiri?" tanya pangeran Mariliz, "iya, walaupun masih berantakan sih, Crysy baru belajar beberapa bulan" bilangku, "nggak berantakan kok" bilang pangeran Sance, "apa ada pangeran yang membutuhkan sapu tangan? Crysy akan memberikan sapu tangan ini jika membutuhkan" bilangku, aku melihat pangeran Ling yang diam diam mengambil sapu tangan yang ada di sakunya dan merobeknya dengan sihir, "punyaku sobek" bilang pangeran Ling, sambil menunjukan sapu tangan yang terbelah menjadi 2, dipikiranku Lexion berkata "heleh, alesan, biang aja mau sapu tangan dari Crysantle", aku juga tau itu sengaja, "kalau begitu ini buat pangeran Ling" bilangku, sambil memebrikan sapu tangan, pangeran Ling menerima dengan sangat senang, "aku akan menggunakannya dengan baik" bilang pangeran Ling, pangeran yang lain melihat pangeran Ling sinis, "sepertinya pangeran Sance dan pangeran Razien perlu mandi" bilangku, "kenapa?" tany pangeran Razien, "coba lihat dirimu yang berantakan, not like a gentleman" bilang pangeran Ling, "iya deh, aku mau mandi dulu, jaga Crysy" bilang pangeran Sance, "mandi kok bilang bilang" bilang pangeran Ling, "lah katanya suruh mandi?" tanya pangeran Sance, "yaudah sana mandi, nggak usah ngomong ngomong" bilang pangeran Ling, pangeran Razien dan pangeran Sance kembali masuk ke istana, tinggal aku, pangeran Ling, pangeran Mariliz dan pangeran Cris, "aku mau ke perpustakaan dulu" bilang pangeran Mariliz, "perpustakaan? boleh ikut?" tanyaku, "boleh" jawab pangeran Mariliz, "C'mon, that's boring" bilang pangeran Ling, "terus mau ngapain?" tanyaku, "emmm iya juga ya, yaudah aku mau ngajarin Cris beberapa sihir, kalian ke perpus aja" bilang pangeran Ling, "hah?! sekarang? saat ini juga? jam ini juga? menit ini juga? detik ini juga?" bilang pangeran Cris, "iya, kamu hari ini keseruan main main" bilang pangeran Cris, aku ijin undur diri dan ikut pangeran Mariliz ke perpustakaan.