The Life Behind The Painting

The Life Behind The Painting
Episode 6




Meja makan -



"Aku semalam mendengar suara aneh dari kamar kamu, apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Jin Young memandang Soo Hyun mencari jawaban atas keingintahuannya.


"Mungkin kamu sedang mimpi, aku tidak melakukan apapun, aku sedang tidur," jawab Soo Hyun serius.


"Apa aku salah dengar? Tapi aku sangat yakin suara itu dari dalam kamar kamu," ucap Jin Young berpikir.


"Suara apa?" Tanya Min Kyu.


"Hyong tahu tidak suara pedang yang beradu, aku mengira itu hanya suara besi tetangga sebelah. Tapi semakin lama aku membayangkan pedang dan suaranya dari dalam kamar Soo Hyun," jelas Jin Young.


"Apa semalam kamu menonton film Goblin lagi?"


"Iya."


"Terlalu terbuai film, hingga tidak bisa membedakan mana suara yang sebenarnya dengan yang tidak," ucap Soo Hyun.


Jin Young diam dan berpikir, apa benar suara itu hanya khayalannya saja. Tetapi suara tersebut benar-benar terdengar begitu nyata dan letak kamar Jin Young berada tepat disamping kamar Soo Hyun.


Agar pembahasan ini tidak semakin panjang, Min Kyu berpikir untuk segera mengalihkan pembicaraan mereka, ia khawatir jika Soo Hyun dan Jin Young akan menganggap serius masalah ini karena mereka berdua salah satu manusia yang haus akan keingintahuan atas sesuatu yang membuat mereka penasaran.


"Hari ini kakak akan pulang larut malam," ucap Min Kyu sembari beranjak menuju wastafel dengan membawa beberapa piring kotor.


"Biar aku saja yang mencucinya kak" ucap Soo Hyun menghampiri kakaknya.


"Baiklah."


Sedangkan Jin Young masih terdiam dan fokus pada pikirannya sendiri, ia sangat yakin jika suara itu nyata. Tetapi ia sangat bingung dengan suara tersebut, bagaimana bisa ditengah malam ia mendengar suara pedang yang saling beradu.


Ia juga sudah mengecek kamar Soo Hyun, seperti yang dikatakan Soo Hyun jika ia benar-benar sedang tidur pada saat itu, itu semakin membuat Jin Young sangat penasaran hingga sulit untuk melupakan hal tersebut.


Ia juga sadar, sepertinya ada hal yang tidak ia ketahui, ia sadar jika Min Kyu sangat tidak ingin membahas hal ini. Terlihat jelas jika Min Kyu berusaha mengalihkan topik pembicaraan untuk menyembunyikan sesuatu.


"Kalian jaga rumah, aku berangkat sekarang."


"Iya," balas Soo Hyun dan Jin Young bersamaan.


- Kim Tae Jun -


"A, apa? Apa itu sebenarnya?" Gumamnya bingung dan kaget setelah melihat apa yang baru saja terjadi.


"Ada apa putraku, mengapa kamu terlihat sangat bingung seperti itu?" Ucap ayahanda Tae Jun sembari berjalan menuju kursi di dekat nakas.


"Paduka Raja, ada apa hingga paduka sampai datang kemari?"


"Hanya ingin memastikan, jika putraku baik-baik saja."


"Sudah sembilan hari kamu tidak kembali," lanjutnya.


"Maaf paduka Raja, saya pergi untuk berburu, maaf telah membuat paduka Raja khawatir," ucapnya sembari membungkuk kearah sang Raja.


"Baiklah, datanglah untuk makan malam bersama kami, sudah lama sekali kamu hidup sendiri disini, ibu mu sangat merindukan kamu."


"Baik baginda, saya akan datang malam ini."


Perasaan Tae Jun sangat senang saat ini, benar adanya jika ia memang sudah berhari-hari tidak mengunjungi tempat tinggal Raja dan Ratu asli dari kerajaan Loesnatales yang kini menjadi milik para siluman.


Sejak kecil Tae Jun merasa seperti diasingkan oleh keluarga kerajaan karena ada sedikit perbedaan antara ia dengan anak-anak lainnya.


Tae Jun yang sejak lahir memiliki keunikan seperti warna rambut yang kuning keemasan serta mata yang merah menyala pada saat ia marah membuat orang-orang disekitarnya merasa takut ia akan menerkam mereka seperti hewan buas.


Walaupun seperti itu, ia sama seperti anak-anak biasa dan tidak bisa menerkam seperti hewan buas yang kelaparan saat marah. Itu hanyalah sebagian dari keunikannya dan sebagai seorang pangeran ia berusaha memahami situasi pada saat itu.


Sejak ia berusia lima belas tahun, ia mendapat izin tinggal di bukit sebagai pemantau bersama beberapa prajurit penjaga yang ditugaskan.


- Kim Min Kyu -


"Sebentar lagi Soo Hyun akan berusia delapan belas tahun dan dia adalah cucu ke-18 di keluarga ini."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Mengapa harus adikku," ucapnya frustasi sembari memandangi buku tebal berwarna hitam dan beralih memandang keluar jendela.


- Tok, tok, tok -


Terdengar suara ketukan pintu kamar dan membuat Min Kyu buru-buru menyembunyikan buku tersebut di laci meja belajarnya.


"Kak.. Aku dan Jin Young akan pergi ke toko buku, kami tidak akan lama," ucap Soo Hyun dari balik pintu kamar Min Kyu dan hanya memperlihatkan sebagian tubuhnya.


"Iya, hati-hati," balas Min Kyu.


"Kami pulang," ucap Soo Hyun dan Jin Young bersamaan.


"Bersihkan diri kalian dan bersiap untuk makan malam."


"Apa kakak yang membuat ini?"


"Tentu, bibi Sin Ji sedang pulang untuk mengurus putranya yang masuk rumah sakit tadi."


"Apakah parah?"


"Seperti yang kau tahu, putranya sakit jantung dan bisa terjadi kapan saja, aku dengar kondisinya sekarang sudah lebih baik."


"Baguslah," ucap Soo Hyun dan Jin Young bersamaan.


"Jauhkan tanganmu Jin Young, bersihkan diri lebi dalu."


"Baik lah, kami akan membersihkan diri dahulu, aku sudah lapar," ucap Jin Young dengan ekspresi kecewanya kemudian dengan cepat mengambil lauk yang terbuat dari tofu dan berlalu pergi.


- Kim Tae Jun -


"A, apa? Apa itu sebenarnya?" Gumamnya bingung dan kaget setelah melihat apa yang baru saja terjadi.


"Ada apa putraku, mengapa kamu terlihat sangat bingung seperti itu?" Ucap ayahanda Tae Jun sembari berjalan menuju kursi di dekat nakas.


"Paduka Raja, ada apa hingga paduka sampai datang kemari?"


"Hanya ingin memastikan, jika putraku baik-baik saja."


"Sudah sembilan hari kamu tidak kembali," lanjutnya.


"Maaf paduka Raja, saya pergi untuk berburu, maaf telah membuat paduka Raja khawatir," ucapnya sembari membungkuk kearah sang Raja.


"Baiklah, datanglah untuk makan malam bersama kami, sudah lama sekali kamu hidup sendiri disini, ibu mu sangat merindukan kamu."


"Baik baginda, saya akan datang malam ini."


Perasaan Tae Jun sangat senang saat ini, benar adanya jika ia memang sudah berhari-hari tidak mengunjungi tempat tinggal Raja dan Ratu asli dari kerajaan Loesnatales yang kini menjadi milik para siluman.


Sejak kecil Tae Jun merasa seperti diasingkan oleh keluarga kerajaan karena ada sedikit perbedaan antara ia dengan anak-anak lainnya.


Tae Jun yang sejak lahir memiliki keunikan seperti warna rambut yang kuning keemasan serta mata yang merah menyala pada saat ia marah membuat orang-orang disekitarnya merasa takut ia akan menerkam mereka seperti hewan buas.


Walaupun seperti itu, ia sama seperti anak-anak biasa dan tidak bisa menerkam seperti hewan buas yang kelaparan saat marah. Itu hanyalah sebagian dari keunikannya dan sebagai seorang pangeran ia berusaha memahami situasi pada saat itu.


Sejak ia berusia lima belas tahun, ia mendapat izin tinggal di bukit sebagai pemantau bersama beberapa prajurit penjaga yang ditugaskan.


- Kim Min Kyu -


"Sebentar lagi Soo Hyun akan berusia delapan belas tahun dan dia adalah cucu ke-18 di keluarga ini."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Mengapa harus adikku," ucapnya frustasi sembari memandangi buku tebal berwarna hitam dan beralih memandang keluar jendela.


- Tok, tok, tok -


Terdengar suara ketukan pintu kamar dan membuat Min Kyu buru-buru menyembunyikan buku tersebut di laci meja belajarnya.


"Kak.. Aku dan Jin Young akan pergi ke toko buku, kami tidak akan lama," ucap Soo Hyun dari balik pintu kamar Min Kyu dan hanya memperlihatkan sebagian tubuhnya.


"Iya, hati-hati," balas Min Kyu.


"Kami pulang," ucap Soo Hyun dan Jin Young bersamaan.


"Bersihkan diri kalian dan bersiap untuk makan malam."


"Apa kakak yang membuat ini?"


"Tentu, bibi Sin Ji sedang pulang untuk mengurus putranya yang masuk rumah sakit tadi."


"Apakah parah?"


"Seperti yang kau tahu, putranya sakit jantung dan bisa terjadi kapan saja, aku dengar kondisinya sekarang sudah lebih baik."


"Baguslah," ucap Soo Hyun dan Jin Young bersamaan.


"Jauhkan tanganmu Jin Young, bersihkan diri lebi dalu."


"Baik lah, kami akan membersihkan diri dahulu, aku sudah lapar," ucap Jin Young dengan ekspresi kecewanya kemudian dengan cepat mengambil lauk yang terbuat dari tofu dan berlalu pergi.