
Situasi yang sebelumnya mencekam, kini sedikit lebih tenang karena sekarang mereka sudah tidak berada di dekat para siluman terkutuk itu. Napas lega dan kesempatan untuk istirahat dari jauhnya perjalanan dapat mereka hilangkan beberapa waktu.
Setelah setengah jam lebih mereka berada diatas laut, akhirnya mereka sampai di pulau yang mereka tuju.
Pulau ini adalah bagian dari wilayah kerajaan raksasa bagian Timur, namun tidak berpenghuni karena tempatnya yang berada di pegunungan dan telah menjadi milik kerajaan Loesnatales yang masih dirahasiakan.
"Apa semua masih sanggup berjalan, kita tidak bisa berhenti sebelum berada di pegunungan," ucap sang raja.
"Kita sudah cukup istirahat paduka, demi keselamatan semua, hamba menyarankan untuk terus melanjutkan perjalanan."
"Baiklah, tuntun mereka semua," titah sang raja.
"Baiklah paduka Raja."
.
.
.
Hutan ini masih begitu rindang, terlihat jelas masih banyak pepohonan dan tumbuhan langka di sepanjang perjalanan. Suara kicauan burung terdengar cukup jelas, bahkan rusa pun juha masih terlihat berlarian saat mendengar kedatangan mereka.
Langkah demi langkah yang semakin melemah membuat beberapa orang tertinggal dibelakang untuk beristirahat, perjalanan mereka memang tak terhenti demi keselamatan mereka.
Pengarah terus saja mengayunkan pedangnya karena lebatnya ilalang, rumput, dan akar pohon. jalan yang berliku dan menanjak membuat lemas siapa saja yang menempuhnya, bahkan letaknya yang termasuk pegunungan memperlihatkan sebuah jurang di kiri mereka.
.
.
.
Setelah cukup lama berjalan, mereka menyempatkan untuk beristirahat beberapa menit, setelah diyakinkan semua bisa melanjutkan perjalanan barulah mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Tidak terlalu jauh dari posisi mereka saat ini, terdengar suara aliran air terjun dari arah depan dan itu adalah salah satu rute yang harus mereka lalui.
"Jaga para wanita dan anak-anak, arus ini cukup deras," teriak seseorang yang berada di bagian depan.
Para pria berbaris sepanjang sungai yang akan mereka sebrangi untuk menjaga para wanita dan anak-anak yang akan melaluinya.
Tidak cukup dalam. Namun, air yang mengalir cukup deras dan ditambah dengan bebatuan besar di sekitarnya membuat mereka harus benar-benar memperhatikan setiap langkah kaki. Jika salah sedikit saja pasti akan terpeleset dan terbawa arus.
Bahkan kereta kuda pun yang dipaksakan melewati sungai hampir saja terbalik karena bebatuan yang dilaluinya.
.
.
.
Setelah perjalanan beberapa hari, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Sebuah bukit dengan sebagian lahan datar membuat mereka mudah untuk membangun pemukiman.
"Jangan paksakan diri kalian, kita sudah sampai di tujuan dan sekarang istirahatlah agar besok dapat mencari bahan untuk membangun tempat tinggal serta makanan," ucap sang raja.
Mereka semua pergi untuk beristirahat, sedangkan para pria membagikan sisa makanan yang mereka miliki agar dapat bertahan.
"Aku berjanji, aku atau putraku akan merebut kembali hak kami, aku hanya ingin keluarga dan rakyatku hidup dalam ketenangan," gumam raja sembari menatap langit malam yang berhiaskan bulan dan bintang yang terlihat sangat indah dan menenangkan.
- Rumah keluarga Min Kyu -
- Kring .. Kring .. Kring .. -
Suara alarm terus saja berdering membangunkan seseorang yang telah mengaturnya, agar tidak bangun kesiangan dan terburu-buru.
"Hoam .. Huf, ternyata aku masih di dunia," gumam gadis berambut cokelat bergelombang yang dibiarkan terurai sembari merentangkan kedua tangannya.
- Tok tok tok .. -
Matanya yang masih belum terbuka sempurna melirik kearah pintu saat mendengar seseorang mengetuknya.
"SOO HYUN CEPAT BANGUN, KAMU MASIH HIDUPKAN?" teriak seorang pria dari balik pintu kamar Soo Hyun.
Itulah kebiasaan mereka setiap senin pagi, Min Kyu selalu saja membangunkan Soo Hyun karena dia paling sulit untuk dibangunkan walaupun dering jam alarm telah berbunyi. Namun tidak pada hari berikutnya, tanpa harus dibangunkan Soo Hyun pasti akan bangun belih pagi.
Hari ini, adalah hari pertama Soo Hyun untuk kembali kesekolah sebagai siswa Sekolah Menengah Atas murid kelas 3/1 (tiga/satu) setelah libur dimusim panas.
.
.
.
"Cepat, ini hari pertama kamu kembali kesekolah," ucap pria itu dari balik pintu kamar Soo Hyun dengan nada malas.
"Iya.. Iya aku akan segera pergi mandi sekarang," balas Soo Hyun.
.
.
.
Soo Hyun pun segera bangkit menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri. Setelah selesai dari aktifitas menyadarkan diri dengan air, ia pun memilih pakaian yang tergantung dengan rapi di dalam lemari pakaian miliknya.
Sebuah kaos, dasi, kemeja, dan rok pendek selututnya telah melekat erat dengan tubuhnya. Soo Hyun memandangi pantulan dirinya di balik cermin setinggi orang dewasa yang kini ada di hadapannya.
"Sepertinya seragam ini mulai sesak, aku harus segera beli yang baru," gumamnya.
Setelah puas dengan apa yang ia lihat, ia pun segera turun menuju lantai 1 (satu) dan tidak lupa membawa tas berwarna cokelat tua dengan hiasan bintang mini yang melekat pada tas miliknya.
.
.
.
- lantai 1 (satu) -
"MAKAN APA PAGI INI?" teriak Soo Hyun yang masih berada ditangga.
"Nasi goreng, nona," ucap seorang wanita setengah baya sembari menyodorkan semangkuk nasi dan segelas susu hangat pada Min Kyu.
"ASIK, NASI GORENG ALA INDONESIA," teriak Soo Hyun.
"Tunggu, apa? Nasi goreng?" Tanya Soo Hyun dengan lesu.
Min Kyu melirik adiknya heran, "Diam saja dan cepat habiskan makananmu, kamu akan kesiangan," ucapnya dengan nada dingin.
"Baiklah," balas Soo Hyun pasrah karena sudah lebih dari 3 (tiga) hari mereka selalu sarapan dengan nasi goreng dan sedikit kimchi.
.
.
.
Setelah beberapa menit, tidak terdengar lagi suara sendok yang seakan sedang beradu dengan piring. Namun belum ada satupun dari mereka berdua yang mulai membuka suara.
"Tambah?" Tanya Min Kyu tanpa melihat Soo Hyun.
"Tidak kak, aku mau .." Ucapan Soo Hyun terhenti, saat ia melihat seorang pria yang seumuran dengannya sedang berjalan kearah mereka.
"Kenapa melihatku seperti itu?" ucap pria itu sembari mengambil sepiring nasi goreng dan duduk disamping Min Kyu.
"Kapan kamu datang kemari?" Tanya Soo Hyun menatap lekat manik-manik mata Jin Young berharap pria itu akan mengatakan jika ia hanya mampir sebentar.
"Seragam itu?" lanjutnya menunjuk Jin Young dan membuat harapannya musnah seketika.
"Kenapa?" Tanya Jin Young melirik Soo Hyun sembari melahap makanannya tanpa melepas pandang dari Soo Hyun.
"Kamu sekolah disini juga?" Tanya Soo Hyun penasaran.
"Iya, kenapa? Aku juga akan tinggal disini," ucap Jin Young sambil tersenyum melihat Min Kyu dan beralih ke Soo Hyun.
"Apa? Kenapa dia tinggal disini, lalu kenapa sekolahnya di tempat aku sekolah juga kak," keluh Soo Hyun karena sejak kecil ia selalu dibuat kesal oleh Jin Young dan berharap kali ini Jin Young tidak akan membuatnya kesal.
"Karena orang tuanya yang meminta agar dia tinggal disini, lagi pula juga dekat dengan sekolah," ucap Min Kyu lalu meneguk habis minumannya.
"Sudah sana berangkat, tahukan jalannya?" Tanya Min Kyu melirik Jin Young.
"Iya, sudah tahu," balas Jin Young lalu berdiri.
"Kami berangkat," lanjutnya sambil menarik lengan Soo Hyun dan menariknya keluar rumah.
......................