
Kampus -
"Apa kau pernah melihatnya?"
"Tidak secara langsung, aku lebih sering melihatnya dimimpiku. Aku benar-benar kaget saat dia didepanku tadi malam, tapi jika dilihat lagi ia cukup tampan juga," ucap Soo Hyun kemudian tertawa kecil.
"Aku tidak mengerti pemikiran wanita."
"Sudah, bantu aku membawa ini."
Soo Hyun memberi beberapa buku kepada Jin Young untuk membantunya membawa beberapa buku agar tidak terlalu berat.
.
.
.
- Kediaman Min Kyu -
"Saya bisa memanggil anda siapa?"
"Min Kyu."
Tae Jun mengangguk mengiyakan ucapan Min Kyu.
"Jadi bagaimana sekarang?"
"Aku juga tidak mengerti."
Kini mereka berada di kamar Soo Hyun memandangi lukisan tersebut. Di buku itu tidak ada tulisan lain selain hal yang tertuju pada lukisan tersebut. Tidak ada penjelasan lebih mengenai hal ini seperti sebuah teka teki.
- Ting tung -
"Sepertinya ada tamu."
"Tamu?"
Min Kyu dan Tae Jun menuruni tangga menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang bertamu kemari.
"Tumben sekali pintunya di kunci!"
"Tidak apa-apa, masuklah."
Pria tersebut mengangguk mengiyakan ucapan Min Kyu dan beralih melirik Tae Jun yang tepat berdiari disamping Min Kyu
- Ruang Tamu -
"Kau tahu aku sedang sibuk belakangan ini, aku sedang kembali dan menemukan sesuatu yang harus aku berikan kepadamu," ucap Kim Myung Soo kemudian memberikan sebuah kotak kecil kepada Min Kyu.
Min Kyu meraih kotak kecil itu dari tangan Myung Soo dan membukanya. Kotak tersebut berisikan secarik kertas didalamnya dengan tulisan yang menggunakan huruf karakter Cina Tradisional.
"Kenapa kau memberikan ini kepadaku?"
"Maaf, seharusnya aku memberikan kertas ini sejak dulu padamu, karena kelalaianku, aku lupa akan hal ini dan baru aku temukan saat membongkar perpustakaan pribadi ayahku."
"Aku tidak mengerti."
- Flasback-
Myung Soo, Min Kyu, dan Ren Jun sedang bermain Sumbaggoggil/petak umpet saat mereka masih duduk di kelas 2 (dua) Sekolah Dasar.
Ren Jun saat itu sedang kalah dan harus menutup mata sedangkan Min Kyu dan Myung Soo harus bersembunyi sebelum Ren Jun selesai menghitung.
Min Kyu pergi ke ruang tamu sedangkan Myung Soo tidak tahu ia harus kemana dan terus mengikuti kemana kedua kakinya menuju.
"Aku harus pergi kemana?"
Matanya melirik sebuah pintu yang sedikit terbuka di sudut lorong tersebut. Ia berlari dan masuk kedalam ruangan tersebut tanpa menutup pintu.
Saat ia ingin bersembunyi di bawah meja, ia tidak sengaja menyentuh sebuah buku dan menjatuhkannya. Pada saat ia akan mengambil buku tersebut, ayah dari Min Kyu datang tidak tahu darimana dan sudah berdiri tepat dibelakang Myung Soo.
"Myung Soo?"
"A, maaf paman, saya tidak sengaja menjatuhkannya, saya benar-benar minta maaf."
"Tidak apa-apa, Myung Soo. Ambillah kertas itu dan simpanlah aku memang berencana akan memberikan ini padamu, jika Min Kyu baik-baik saja sampai SMA. berikanlah kertas itu padanya."
"Untuk apa paman?"
"Lakukan saja."
"Baiklah paman, maaf, saya akan keluar. Paman jangan terlalu lelah, permisi."
.
.
.
"Itu yang ada disampingmu siapa?"
"Kau pasti sudah tahu hanya dengan melihat wajahnya," ucap Min Kyu yang masih fokus dengan kertas tersebut.
Sudah biasa jika Min Kyu dan Myung soo saling bicara mengenai hal yang rahasia, mereka sudah saling terbuka satu sama lain sejak kecil seperti saudara. Jadi jangan heran jika Min Kyu bicara seperti itu padanya.
"Maksudmu?"