
Buk -
Soo Hyun yang meringis kesakitan saat tubuhnya menghantam lantai membuatnya tersadar dan memegangi lengan kirinya yang terasa begitu sakit.
"Aduh," rintih Soo Hyun yang kesakitan karena terjatuh dari atas tempat tidurnya.
Takut, khawatir, dan bingung memenuhi perasaannya. Dadanya terasa sesak seakan lupa bagaimana caranya bernapas, air mata pun tidak dapat tertahan dan mulai mengalir begitu saja tanpa permisi. Tidak tahu mengapa ia sangat ingin menangis saat itu.
"KAKAK .. " Teriak Soo Hyun disela tangisannya.
Min Kyu yang kebetulan baru keluar dari kamarnya mendengar suara sang adik memanggilnya, ia merasa cemas dan mulai berlari menuju kamar adiknya. Ia membuka pintu kamar Soo Hyun dan matanya tepat mendapati sosok gadis mungil yang sedang duduk di lantai dengan menangis.
"Soo Hyun, mengapa kau menangis?" Tanya Min Kyu sembari membantu Soo Hyun untuk duduk di tepi tempat tidur.
"Kak, hiks," Soo Hyun terus saja menangis menahan suaranya, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan dengan perasaannya yang kacau.
"Tenang, kakak disini," ucap Min Kyu memeluk Soo Hyun agar ia merasa lebih tenang.
"Aku takut kak, hiks," gumam Soo Hyun disela tangisnya yang masih sulit ia hentikan.
"Semua baik-baik saja, tenanglah," ucap Min Kyu dengan mempererat pelukannya karena khawatir walau ia belum mengetahui apa yang terjadi.
Setelah suasana menjadi lebih tenang, Min Kyu mengambil segelas air dari atas nakas tempat tidur Soo Hyun.
"Ada apa? Kenapa kamu tidur di bawah?" Tanya Min Kyu heran sembari memberikan segelas air minum pada Soo Hyun.
"Kakak tidak lihat aku terjatuh, bukannya tidur di bawah," ucap Soo Hyun kesal dan meraih segelas air minum yang diberikan kakaknya.
"Kakak tidak melihat jika kamu terjatuh, jadi kenapa bisa jatuh? Kamu mimpi dikejar buaya?" tanya Min Kyu menahan tawanya.
"Tidak lucu, aku bermimpi dan itu sangat aneh juga menyeramkan," ucap Soo Hyun dengan memeluk lengan Min Kyu.
"Suka nonton film horor, tapi takut sama mimpi sendiri," balas Min Kyu kemudian tertawa renyah.
"Bukan seram karena hantu tapi pedang, itu seperti nyata. Aku menyentuh rumput yang berembun dan itu bisa aku rasakan. Kaku pikir kau mengerjaiku, ternyata hanya mimpi dan itu mirip dengan situasi dalam lukisan itu," ucapnya menunjuk sebuah lukisan besar di dinding kamarnya.
Min Kyu melihat kemana arah tangan Soo Hyun tertuju, "Itu hanya mimpi, kamu pasti lelah, lebih baik istirahat lagi saja," ucap Min Kyu yang masih melirik lukisan tersebut.
"Takut," ucap Soo Hyun pelan dengan memeluk lengan Min Kyu.
"Iya iya, kakak akan disini sampai kamu tidur, sekarang tidurlah," ucap Min Kyu memeluk adiknya.
"Iya," balas Soo Hyun kemudian berbaring di atas tempat tidur dan mulai memejamkan kedua matanya.
Min Kyu memandangi wajah adiknya, perasaan tenang dan senang ada disana. Tiba-tiba ia teringat dengan perkataan adiknya barusan mengenai mimpi yang berhubungan dengan lukisan tersebut.
"Mimpi itu," gumam Min Kyu melirik lukisan yang berada di samping lemari pakaian Soo Hyun.
"Soo Hyun pasti memandangi lukisan itu sebelum tidur, itu sebabnya ia dapat melihatnya didalam mimpi," pikir Min Kyu sembari memperbaiki selimut adiknya dan kembali ke kamarnya.
"Aku sampai lupa jika aku mau kekamar mandi!"
- Dua hari kemudian -
"Tutup lukisan itu dengan rapat, jangan ada sela sedikit pun," ucap Min Kyu sembari berjalan menuju lukisan yang sedang di tutup dengan kayu tersebut.
Matanya tidak lepas memandangi lukisan tersebut, mencari celah untuk segera menutupinya. Perasaannya mulai aneh sejak mendengar ucapan Soo Hyun pada malam itu dan itu membuatnya berpikir untuk menutup lukisan itu karena tidak dapat dipindah dari ruangan tersebut sejak awal.
Rumah ini adalah peninggalan milik kakek dan nenek mereka, lukisan itu sejak awal sudah berada disana. Beberapa tahun setelah kedua orang tua Min Kyu pindah kemari saat Min Kyu berusia 6 tahun, mereka berpikir untuk memindahkan lukisan tersebut.
Namun keesokan harinya, lukisan tersebut kembali ketempat sebelumnya. Min Kyu kecil mengira mungkin kakek atau neneknya yang mengembalikan lukisan itu ke tempatnya.
Namun pada saat makan malam dan Min Kyu menanyakan hal itu, kakeknya berkata jika sejak zaman dahulu rumah ini terus di renovasi namun letak lukisan itu tidak pernah berubah. Setiap lukisan itu dipindahkan ketempat lain, benda itu akan kembali ketempat awal.
Itulah mengapa lukisan tersebut tidak pernah dipindah ketempat lain sejak awal.
- Lantai satu -
"Aku pulang," teriak seorang gadis berambut cokelat dengan sedikit bergelombang.
Namun, tidak ada jawaban dari siapapun atas ucapannya. Langkahnya terhenti, matanya melirik kesana kemari saat kedua telinganya menangkap suara bising yang samar-samar terdengar olehnya.
Ia berpikir suara itu berasal dari atas dan ia mulai berlari kecil menuju lantai dua. Semakin ia mendekat, suara itu semakin jelas terdengar dan matanya menangkap sosok pria yang ia kenali.
"Tunggu, kenapa lukisannya di tutup kayu besar seperti itu?" Tanya Soo Hyun bingung.
"Aku hanya ingin menutupinya, itu juga kurang bagus untuk dilihat," ucap Min Kyu tanpa melihat Soo Hyun.
"Tapi itu terlihat sangat bagus, buka lagi ya," ucap Soo Hyun memohon pada Min Kyu.
"Tidak, kamu ini perempuan kenapa suka yang seperti itu, cari lukisan lain yang lebih feminim," ucap Min Kyu kepada Soo Hyun dengan tersenyum.
"Kakak, aku suka dengan lukisan itu, itu lukisan pertama yang aku lihat sejak kecil, buka lagi," bujuk Soo Hyun.
"Cari lukisan lain ya sayang," ucap Min Kyu dengan lembut.
"Jika sudah selesai silahkan pergi ke lantai satu, kami sudah siapkan makanan juga minuman untuk kalian," lanjutnya.
"Terimakasih tuan muda," jawab ke-3 (tiga) orang tersebut.
- Lantai satu -
"Ada acara apa ini ramai sekali?" Tanya Jin Young yang baru saja datang dengan seragam sekolahnya.
"Ayo bergabung," pinta Min Kyu.
"Tentu saja," balas Jin Young senang.
- Malam -
Soo Hyun sedang asik dengan tugas sekolah miliknya, sesekali ia menggigit ujung pulpen miliknya. Saat sedang asik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba saja pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.
"Pinjam buku ya," ucap Jin Young sembari berjalan mendekati Soo Hyun dan itu cukup membuat Soo Hyun kaget atas kehadiran Jin Young yang tidak permisi masuk kedalam kamarnya.
"Lain kali ketuk pintunya lebih dulu, jangan asal main masuk-masuk saja," ucap Soo Hyun kesal.
"Kelamaan, pinjam buku ini dulu," ucap Jin Young melirik kayu besar yang berada di dinding kamar Soo Hyun.
"Tunggu, itu kenapa ada kayu besar? Itu tempat lukisan kan?" Tanya Jin Young bingung sembari berjalan menghampiri kotak kayu yang menutupi lukisan tersebut.
"Biasa, Min Kyu," ucap Soo Hyun tanpa melihat Jin Young dan masih fokus dengan kegiatannya sendiri.
"Tapi kenapa ini bisa ngepas sama lukisannya? Pasti ini kerjaan orang-orang tadi sore," ucap Jin Young memeriksa sekeliling kotak lukisan tersebut.
"Tidak tahu kakak, bukannya di pindah tapi ditutupi dengan temboknya," ucap Soo Hyun melirik kotak lukisan tersebut.
"Padahal ini lukisan yang bagus, kenapa tidak beri aku saja lukisan itu," ucap Jin Young kembali menuju pintu.
"Pinjam dulu ya," lanjut Jin Young yang hanya dibalas anggukan oleh Soo Hyun.