The Life Behind The Painting

The Life Behind The Painting
Episode 13




Kling kling kling -



Suara kunci pintu rumah berbunyi menandakan ada seseorang yang akan masuk. Pada saat pintu terbuka, terlihat Soo Hyun dan Jin Young berjalan dengan lemas kearah mereka.


"Selamat sore semua," ucap Soo Hyun dengan malas dan duduk tepat di sebelah Min Kyu, sedangkan Jin Young duduk disebelah Myung Soo.


Sesaat semua hening, membuat kedua orang yang baru saja datang merasa bingung dengan suasana yang begitu sunyi.


"Lanjut saja pembicaraan kalian, pasti mengenai Tae Jun bukan?"


Myung Soo menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Jin Young barusan.


"Tadi, sudah sampai mana ucapanku?"


"Jika dilihat dari tulisan di buku ini dan kehadiran saya yang tiba-tiba," ulang Min Kyu.


"Oke, jadi itu cukup menyeramkan.


Maksudku, Tae Jun lahir diantara hidup dan mati, artinya dalam peperangan."


"Hah? apa-apa?"


"Shuuut," bisik Jin Young sembari membekap mulut Soo Hyun.


"Aku tidak paham ucapanmu Myung Soo. Tae Jun, bisa tolong ceritakan sedikit mengenai dirimu!"


"Saya lahir saat terjadi perang perebutan tahta, sampai detik ini mereka masih mengincar saya sebagai penerus kerajaan sebab keunikan yang saya miliki."


"Bagaimana kalian masih bisa selamat sampai saat ini?"


"Kami bersembunyi di salah satu pulau yang bukan bagian dari wilayah kerajaan dan dalam perlindungan kerajaan lain. Namun beberapa waktu lalu beberapa prajurit mereka terlihat disekitar perbatasan.


Kami juga kehilangan banyak prajurit dan warga kami di perbatasan tersebut."


"Oke, jadi kesimpulannya.. "


Myung Soo kembali menggantungkan kalimatnya membuat Min Kyu merasa geram dan tangannya telah bersiap melemparkan sebuah bantal kecil yang merupakan bagian dari sofa yang ia duduki.


Myung Soo yang sadar dengan apa yang akan dilakukan Min Kyu tersenyum lebar membuat Min Kyu tidak tahan dan segera melemparkan buntalan kecil tersebut kearah Myung Soo.


"Aduh."


"Masih mau gantung terus, seperti hidup kau. Aku benar-benar kesal, katakan maksudmu atau aku akan membuangmu ke laut."


"Kejam sekali, oke jadi intinya kita ini tidak aman."


"Tidak aman? A.. benar sekali, lukisan itu!"


"Benar, Tae Jun keluar dari sebuah lukisan. Sedangkan dibuku ini tertulis ada beberapa lukisan, jika benar ada kehidupan dalam lukisan tersebut dan bukan hanya ada Tae Jun maka.."


Mereka menatap tajam Myung Soo dengan rasa penasaran dengan apa sebenarnya yang dimaksud olehnya.


"Maka akan ada yang lain bukan?"


"Benar, karena ada tiga lukisan dan salah satunya telah rusak. Artinya, masih ada dua lukisan lagi!"


"Iya, ini adalah pintu mereka menuju dunia kita!"


"Tapi, dimana kedua lukisan itu berada?"


Sontak, mereka langsung menatap Jin Young saat mendengar jika ia mengetahui salah satu lukisan tersebut.


"Lima tahun yang lalu ayah menjual lukisan itu kepada keluarga Sung Jae."


.


.


.


- Dreeet .. Dreeet .. -


Ponsel yang bergetar mengisyaratkan agar sang pemilik segera melihatnya untuk mengetahui mengapa benda tersebut terus saja bergetar disakunya.


"Halo, dengan Min Kyu disini!"


"Tapi pak, apa harus selama itu?"


"Baik pak, terimakasih."


Min Kyu meletakkan telepon genggam miliknya diatas meja.


"Ada apa?"


"Besok kita ada perjalanan bisnis sekitar 8 hari keluar negeri."


"Apa aku juga harus pergi?"


"Tentu saja, bos juga memintamu mengurusnya, karena yang lain sedang sibuk."


"Bagaimana dengan ini? Jika lukisan itu masih ada, maka musuh Soo Hyun bisa saja datang kemari."


"Aku tidak bisa menolak ini, ini mengenai nama baik perusahaan. Jin Young, aku serahkan semuanya kepadamu, tolong jaga adik ku selama aku pergi."


"Lakukan yang kalian bisa dalam masalah ini."


- 20.00 -


Tidak seperti biasa, malam ini adalah malam yang sunyi. Rumah yang biasanya cukup ramai karena keributan penghuninya kini seperti tak berpenghuni.


Soo Hyun dan Jin Young hanya diam memperhatikan lukisan itu, belum ada dari mereka yang membuka suara.


"Ini," ucap Soo Hyun memberikan dua gelas air putih kepada Min Kyu dan Tae Jun.


"Apa kita yang harus melakukannya?" Ucap Jin Young yang masih fokus melihat kearah lukisan dihadapannya.


"Apa boleh buat, jika kita tidak cepat ini bisa bahaya."


"Aku tidak mengerti, bahkan sekarang, mengapa aku disini? Sudah dua malam aku berada didepan lukisan ini, berharap bisa kembali."


"Kita tidak bisa merubah takdir begitu saja, semua ada proses dan jalannya sendiri."


"Apa yang akan kita lakukan jika sudah mendapatkan dua lukisan ini?"


...----------------...


...MAAF.. ISTIRAHAT BANYAK TUGAS...


aih mau lanjut tapi tiba" sibuk maaf.. gan sabar up lagi