
George dan Alice segera berlari ke istana, memberitahukan jika mereka sudah menemukan mata air. Semua orang di istana sangat antusias mereka berbondong-bondong pergi ke sungai.
Air yang jernih, bisa untuk di minum.
"George, Alice, dari mana air ini berasal?" tanya Ratu.
"Semua berkat pedang pemberianmu Raja," jawab George yang menunjukkan pedangnya pada Raja.
Raja dan Ratu tersenyum, kesaktian pedang itu bisa menolongnya.
"Semuanya? Bawalah air sebanyak mungkin ke istana, untuk jaga-jaga jika sungai ini kering lagi," ujar Raja.
"Baik Raja," sahut mereka semua yang antusias.
"Kita sudah mendapatkan air, tetapi bagaimana dengan makanan? Stok makanan di gudang semakin berkurang," kata Raja memikirkan stok makanan yang habis.
George dan Alice sedang memikirkannya. George teringat ruang bawah tanah atau dungeon yang berada di dalam kamar Alice. Dungeon yang bisa menembus ke dunianya, George berpikir untuk mencari bahan pangan di sana.
"Alice aku tahu, kita bisa cari makanan di dunia lain," ucap George sedikit berbisik.
"Dunia lain?" tanya Alice.
"Dungeon," bisik George.
Alice pun mengerti lalu mereka pergi ke kamar Alice.
"Raja, Ratu, kami akan mencarinya. Doakan saja semoga kami bisa mendapatkannya. Sekarang kami harus pergi," ujar George
"Ke mana?" tanya George.
"Kami akan memberitahukannya nanti," jawab Alice lalu membawa George pergi.
Kini mereka berada di dalam kamar, Alice segera menutup pintu dan George menggeser ranjang tidurnya. Sebuah lubang pun terlihat. Alice dan George segera menuruni tangga itu masuk ke dalam ruang bawah tanah.
Semakin dalam keadaan semakin gelap, mereka pun keluar dari sebuah pohon yang berada di tengah hutan.
"George?" Panggil Alice.
"Iya?" tanya George.
"Ini tempat yang berbeda, bukankah kemarin kita berada di taman? Ini sepertinya di tengah hutan," ucap Alice memindai sekelilingnya.
"Benar, kita berada di tempat yang berbeda. Namun, ini adalah keberuntungan kita di dalam hutan pasti banyak buah-buah yang segar."
Apa yang George katakan memang benar. Di dalam hutan banyak sekali tanaman yang bisa mereka temukan, tetapi bukan tanaman atau buah semacamnya, melainkan seekor serigala yang begitu besar dengan mata yang tajam.
"George, sepertinya kita berada di tempat yang salah. Kenapa banyak sekali serigala?" tanya Alice yang melangkah mundur.
"George bagaimana jika serigala itu memakan mu?"
"Tidak akan cepatlah pergi."
Alice ragu meninggalkan George, tetapi serigala siap menyerang. Tubuhnya meloncat begitu tinggi yang siap menerkamnya.
"Alice!" teriak George yang siap mengendalikan pedangnya, Alice langsung lari meninggalkan George.
Arrrh
Bugh,
Serigala itu berhasil menindih tubuh George, kedua tangan yang siap mencakar dan gigi tajam siap memakannya.
Uh, Uh, Uh,
George terus berusaha mendorong tubuh itu. Hingga serigala terguling yang berada di bawahnya. George segera bangun untuk menyelamatkan diri.
Yaakk!!
Srekk, srekk,
Bugh,
Pertempuran antara mereka berdua terus berlangsung. Serigala yang kuat dan terus menghajar. George yang tidak ingin kalah dan terus menyerang.
A ... Uuuuuuuuuu
Suara itu begitu melengking, entah apa yang serigala lakukan yang terus mengaung. Tiba-tiba dua serigala datang, mereka menatap George tajam.
"Ah sial. Dia memanggil temannya," ujar George yang langsung mengangkat pedang emas itu.
Alice masih terus berlari entah ada di mana dia. Langkahnya terhenti sejenak.Tiba-tiba
Aaaaaaaa!
Sesuatu telah menarik tubuhnya. Sebuah akar pohon mengikat dan menyeret tubuhnya.
Aaaaaaaa!
Alice semakin menjerit, ketika tubuhnya terjungkal, akar pohon itu sudah membalikkan tubuhnya. Alice mencoba namun, melepaskan. Matanya membulat sempurna, ketika akar-akar pohon yang panjang bergerak, dari setiap pohon yang akan ke arahnya..
"Ah sial!'