The Kingdom Is Hidden In Dungeons

The Kingdom Is Hidden In Dungeons
Kemenangan Olympus



SEMUANYA BERLINDUNG!


Teng ... Teng ... Teng ...


Bersamaan dengan lonceng berbunyi, para naga itu menyerang. Semua orang mendongak ke atas langit, seketika mata mereka melotot setelah melihat sekumpulan naga datang menyerang.


"LARI!"


George segera menuntun tangan Alice dan pergi. Stephen, Lussi, mereka pun berlari berbondong-bondong menuju istana.


Ah!


Bugh,


Mereka semua berteriak dan terjatuh ketika naga-naga itu menyerang. Ratu dan Raja panik, membantu para prajurit untuk menutup pintu, dan menyiapkan senjata.


Namum, naga-naga itu lebih cepat menarik tubuh mereka. Menghancurkan semua tanaman, membakar tembok beton yang sedang di bangun.


"Merunduk!" George menarik Alice untuk tidur di atas tanah, beruntung mereka berlari ke arah hutan yang lebat, sehingga naga itu tidak bisa menggapainya.


Naga itu tidak menyerah yang terus menyerang George untuk mendapatkan batu mulia. George terus berlari hingga langkahnya terhenti saat seekor naga berada dihadapannya.


Mulut tajam itu menyeringai, kedua mata besar menatap George dengan tajam. George dan Alice terus mundur menjauhi naga itu.


Kaki naga terus melangkah mendekati George, sorot matanya tidak berpaling dari pedang emas yang terselip pada pinggang George. Naga itu berusaha mengambilnya, tetapi George lebih dulu menyerangnya dengan batu mulia.


Cahaya batu mulia membuat naga itu teriak, lalu bergerak mundur hingga menjauh. Sinar orange itu mampu membutakan matanya, saat naga itu lemah George segera mengarahkan pedang emas itu dan menyayat tubuhnya, hingga naga itu hancur dan lenyap.


Alesa berlari ke dalam istana untuk mengambil tongkatnya. Namun, saat hendak mengambil tongkat itu Olympus datang yang tiba-tiba berada dihadapannya.


Senyumnya menyeringai, wajah sangar itu sangat menakutkan. "Alesa," ujar Olympus yang tersenyum meremehkan.


"Apa maumu?" tanya Alesa dingin.


"Kamu ingin tahu apa mauku?" tanya Olympus dengan senyum liciknya. "Hancurnya kerajaan Dungeon. Dan mengambil tongkatmu."


"Tidak!" teriak Alesa ketika Olympus mendapatkan tongkatnya dengan kekuatan yang dia punya. Tawa Olympus begitu menggelegar, menyihir kerajaan menjadi kering.


Hawa panas sangat menyengat, tumbuhan hijau. seketika layu dan gugur. Tanaman yang sudah berbuah pun kering. Air sungai menjadi surut meninggalkan bebatuan, dan tanah yang tandus.


Olympus pergi begitu saja membawa tongkat kerajaan. Alesa terduduk lemah tanpa tongkat itu dia tidak bisa berbuat apa pun. Naga-naga itu pun menghilang.


George dan Alice tertegun, yang merasa aneh melihat tanah yang tiba-tiba kering dan tumbuhan juga tanaman yang layu.


"George? Kalung mu," ujar Alice yang tidak melihat kalung George. George baru menyadari jika liontinnya hilang.


Olympus terbahak-bahak, dia senang telah mendapatkan tongkat itu. Seekor naga menghadapi Olympus, memuntahkan sebuah liontin padanya. Olympus membuka liontin itu yang terdapat dua batu mulia.


Dia mulai menjalankan ritual untuk menyatukan benda itu. Satu buah tongkat dia simpan di antara kedua batu mulia. Kedua tangan olympus mulai bergerak naik turun ke udara, mulut yang bergoyang mengucapkan mantra-mantra.


Cahaya bulan menembus pada batu dan tongkat itu, sedetik pembiasan cahaya muncul dalam sedetik kedua benda itu pun menyatu. Olympus semakin bangga karena kekuatannya tidak akan tertandingi ketika memiliki tongkat mulia itu.


"Sebentar lagi aku adalah penguasa dungeon, aku akan mengubah dungeon ini menjadi dunia naga ku. Haha ... haha ...." Olympus terbahak-bahak.