
"Maaf," ucap George setelah sadar mencium Alice. Kini mereka berdua merasa canggung. "Istirahatlah, aku akan membakar ikan untuk makan siang kita," kata George yang hendak pergi tetapi Alice mencium bau gosong. Alice pun teringat jika dirinya meninggalkan ikan yang tengah dibakar.
"George!" Panggil Alice, tetapi George sudah lebih dulu mengambil ikan itu.
George termenung melihat ikan yang gosong. "Aku lupa tadi sedang membakar ikan," kata Alice gugup.
"Tidak apa-apa kita masih bisa memancing ikan bukan? Aku akan memancingnya sekarang." George berkata seraya tersenyum kaku.
***
"Apa kamu yakin sanggup berjalan?" tanya Alesa.
"Iya, aku harus pulang. Istana membutuhkanku dan kamu juga harus kembali," ucap Raja pada Alesa. Alesa pun mengangguk lalu memapah Raja lagi.
Kini mereka berdua menyusuri hutan untuk kembali ke istana. Dalam perjalanan mereka bertemu ketiga pemburu Stephen, Lussi dan Derik.
"Raja!" Stephen tercengang saat melihat Raja. Sedetik mereka tersenyum lalu mendekat ke arah Raja dan Ratu. Stephen dan Derik pun membawa mereka ke tempat peristirahatan.
"Di mana George? Apa dia tidak ikut dengan kalian?" tanya Raja membuat mereka semua terdiam.
"Kami belum menemukannya," jawab Lussi membuat Raja tercengang.
"Maksud kalian? George menghilang?" Raja sangat terkejut. Stephen pun menceritakan semua hal yang terjadi pada mereka.
"Setelah mendengar kabar kehilangan mu kami semua mencari mu. George memimpin kami ke dalam hutan dia menemukan pedangmu yang terjatuh. Namun, tiba-tiba seekor ular raksasa datang menghadang perjalanan kita," jelas Stephen.
"Ular raksasa? Berarti ular yang sama menghadang ku. Apa George dimakan ular itu?" tanya Raja.
"Tidak," jawab Lussi. "Justru Georgelah yang sudah melawannya dan memusnahkan ular itu," sambung Lussi.
"Lalu kenapa George menghilang?" tanya Raja lagi.
"Siapa George? Sedari tadi kamu menyebut namanya?" tanya Ratu Alesa.
"Dia peserta sayembara yang sangat hebat," jawab Raja yang membuat Derik kembali il feel karena pujiannya itu.
"Sayembara?" Ratu merasa heran.
"Iya, aku mengadakan sayembara bagi siapa pun yang menemukan Alice," jelas Raja.
Kini Stephen, Lussi dan Derik menatap Alesa dengan heran. Mungkin mereka bertanya-tanya siapa Alesa sehingga dia sangat akrab dengan Raja. Melihat ekspresi mereka Raja mengerti yang langsung menjelaskan. "Dia Alesa, istriku Ratu kalian yang hilang," jelas Raja membuat mereka semua tercengang.
"Selamat datang Ratu," ujar mereka semua yang menunduk hormat. "Maaf kami tidak tahu," ujar Lussi.
"Tidak apa-apa kalian tidak perlu meminta maaf. Semua rakyatku pasti berpikir aku sudah tiada, tapi sekarang aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian," ujar Ratu Alesa yang begitu lembut.
Kini mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari George dan Alice.
George dan Alice sedang menikmati ikan bakar sambil menatap danau di depannya.
"Aku melihat seorang wanita bersama kalian pada lukisan di kamar Raja. Apa itu Ratu?" tanya George menatap Alice.
Alice yang ditatap hanya mengangguk.
"Lalu di mana Ratu aku tidak pernah melihatnya?" tanya George lagi.
Alice menghela nafas sejenak sebelum akhirnya dia berkata, "Ratu sudah lama menghilang. Aku juga tidak tahu ke mana monster itu membawa ibuku," jawab Alice menerawang jauh ke arah danau.
Sedetik bayangan masa lalu pun terlintas. "Aku hanya ingat saat itu kerajaan diserang oleh seorang monster. Semua orang panik berlarian mencari tempat berlindung. Para senjata mulai diarahkan Raja ikut membantu menyerang. Monster itu menghancurkan segalanya dinding-dinding yang tinggi, beton-beton yang kokoh semua hancur. Ketika semua orang berlarian keluar, Ratu membawaku masuk ke dalam istana, dia menyembunyikan ku di dalam lemari dan berkata untuk tidak keluar kecuali Raja dan Ratu menjemput ku. Lama aku menunggu Raja dan Ratu tidak datang, aku memutuskan untuk keluar dari persembunyian ku. Keadaan istana mulai sepi monster itu sudah pergi tetapi aku tidak melihat Ratu dan hanya melihat Raja yang sedang menangis. Ternyata ibuku menghilang dibawa oleh monster itu, semenjak itu kami tidak pernah bertemu dan aku hanya tinggal bersama ayahku. Entah ibuku masih hidup atau tidak aku tidak tahu," jelas Alice membuat George terdiam.
Tanpa Alice tahu Ratu masih hidup dan kini sudah bersama Raja kembali ke istana. Alesa tersenyum bahagia setelah sekian lama pergi kini bisa melihat istananya kembali. Walaupun kerajaannya kini terlihat hancur berantakan.