The Kingdom Is Hidden In Dungeons

The Kingdom Is Hidden In Dungeons
Bertemu Ratu



"Siapa itu?" tanya seorang wanita yang menemukan Raja beberapa hari lalu. Wanita itu hendak mengambil air dalam sungai tidak disangka dia menemukan seorang pria terdampar.


Wanita itu segera mendekat menghampiri Raja. Wajahnya terkejut ketika melihat siapa pria itu. Wanita itu pun membawa Raja ke dalam rumahnya. Merawat Raja dan mengobatinya.


Raja mengerjap, dia merasa heran melihat rumah yang asing baginya. Raja masih ingat jika dirinya berada di dekat sungai. Namun, kini berada di dalam sebuah gubuk.


"Di mana ini?" tanya Raja ketika terbangun.


Raja tidak melihat siapapun, rumah itu terlihat kosong. Raja turun dari ranjang melangkah keluar gubuk. Dia ingin tahu siapa yang sudah menolong dan mengobatinya.


"Siapa wanita itu? Apa Alice?" tanya Raja lalu memanggil seorang wanita yang sedang menjemur dedaunan untuk dijadikan ramuan.


"Alice!" panggil Raja membuat wanita itu menoleh.


Bukan Alice tetapi seorang wanita yang dia rindukan ternyata sudah menolongnya. Raja tertegun begitupun dengan wanita itu.


"Alesa," ucap Raja yang menghampiri wanita itu. Sedetik bulir air mata jatuh membasahi pipinya.


"Alesa ... ini benar dirimu?" tanya Raja tetapi wanita itu tidak menjawab dan hanya diam. Segera Raja memeluk wanita yang dianggap Alesa.


Wanita itu juga membalas pelukan Raja, seolah membenarkan jika dirinya adalah Alesa lebih tepatnya Ratu Alesa yang lama menghilang. Raja berpikir Ratu meninggal karena di telan monster ternyata dia masih selamat dan sekarang menolongnya.


Mereka kini kembali ke dalam gubuk. Ratu Alesa memberikan secangkir ramuan yang dia buat untuk sang Raja.


"Minumlah!" titah Ratu, Raja segera meneguk ramuan itu.


"Bagaimana kamu bisa selamat?" tanya Raja setelah menyimpan kembali cangkir itu. Raja masih ingat ketika istrinya dibawa oleh monster.


"Ceritanya sangat panjang," jawab Ratu.


"Pada hari itu ...."


Alesa membawa Alice ke dalam kamarnya. Menutup semua pintu dan jendela, dia menyembunyikan Alice di dalam sebuah lemari yang berkata, "Alice tetap di sini sebelum ibu dan ayah datang menjemputmu," katanya pada Alice yang masih polos.


"Apa monster itu akan memakan ku?" tanya Alice polos.


"Ya. Jadi kamu harus tetap di sini untuk sembunyi jika tidak ingin monster itu memakan mu," pesan Alesa yang diangguki oleh Alice. Alesa mencium kening Alice sebelum pergi meninggalkannya.


Alice hanya diam dalam lemari, dia menurut apa yang Alesa katakan. Alesa mengambil tongkat kerajaan miliknya untuk membantu melawan monster. Alesa berlari keluar istana, dia hendak mengarahkan tongkat itu tapi sayang monster itu menggigit tongkat dan melemparnya hingga jauh.


Alesa berlari untuk mengambil tongkat itu tetapi batu mulia yang ada pada mahkotanya menghilang. Entah terlempar atau di makan oleh monster. Alesa segera mengambil tongkat itu segera melayangkannya pada monster. Namun, sang monster sudah lebih dulu menggigit tubuhnya membawanya pergi dari istana.


"Alesa!" teriak Raja ketika monster itu membawa istrinya. Alesa pikir monster itu akan memakannya tapi tubuhnya dilempar begitu saja ke sembarang arah hingga terdampar di sebuah sungai.


Dan di sinilah Alesa berada, gubuk kecil tempat tinggalnya selama ini.


"Bagaimana dengan Alice? Apa dia baik-baik saja?" tanya Alesa merindukan putrinya. Dengan menyesal Raja menjawab jika Alice lama menghilang, monster membawanya dan kini semua orang sedang mencarinya.


Alesa terlihat sedih mendengar kehilangan Alice.


"Maaf, aku tidak bisa menjaga putri kita, tapi aku akan menemukannya," ucap Raja menyesal.


Alice masih berada di tepi danau bersama George. Mereka tidak tahu berada di tempat mana, karena mereka sampai melalui sebuah dungeon.


"George!" panggil Alice, yang menemukan seekor binatang kecil. Binatang itu seperti tirex dan semacamnya awalnya terlihat lucu tiba-tiba ... Hewan itu menjadi buas dan galak.


Alice segera menghindar, sebelum hewan itu menggigitnya.


"Alice awas!" teriak George menarik tubuh Alice ke dalam pelukannya. Monster kecil itu menyerang mereka hingga George mendapatkan luka di bagian punggungnya.


"George?" Panggil Alice mendongak menatap wajah George. Begitupun dengan George yang menunduk menatap Alice. Sedetik pandangan mereka bertemu.