
Airin "Eh, ternyata kalian aku jadi takut tadi." kata Airin yang terduduk karena ketakutan tadi, lalu ia menjulur kan tangannya untuk mengelus elus kepala serigala itu. Lalu ia meminta kelinci kecil yang mati itu dan serigala itu pun menuruti nya, Kauga yang mengawasinya dari atas pohon hanya tersenyum dan sedikit iri terhadap kedua serigala yang di elus elus itu.
Airin "Heh, kelinci nya jadi mati deh. Oh iya bagaimana kalau kita menangkap seekor kelinci untuk di pelihara, kemari lah kalian berdua mari kita tangkap kelinci tapi kalian tidak boleh melukainya ya!." kata Airin mengingatkan ke dua serigala itu.
Airin "Hemm... lebih baik kalau kalian ku beri nama, emmm apa ya nama yang bagus untuk kalian agar aku bisa memanggil kalian dengan mudah." kata Airin bingung dan menatap kedua serigala itu.
Airin "Eng, kau Saru dan kau Sora nama yang indah bukan?." kata Airin sambil menunjuk satu persatu serigala itu, serigala itu pun mengerti apa yang dia katakan dan merasa senang saat di beri nama lalu kedua serigala itu menyambar tubuh kecil Airin dan menjilat-jilat wajah Airin. Kauga yang melihat tindakan serigala itu pun marah.
("Beraninya mereka berdua bertindak seperti itu di depanku!, aku akan memberikan mereka pelajaran nanti!.") kata Kauga dengan hati yang membara di dalam hati.
Airin "Anak baik hentikan, itu geli!." kata Airin sambil mendorong kedua serigala itu.
("Argh, aku harus memikirkan cara untuk bisa dekat dengan Airin apa dia sudah hamil atau tidak, tapi jika aku datang dengan penampilan manusia dan berpura-pura menjadi seorang pemburu yang sedang tersesat. Aku sama saja tidak bisa mengetahuinya dan itu konyol!.) kata Kauga dalam hati.
("Hemmm, aku perlu menyamar tapi jadi apa?.") tanya Kauga dalam hati, lalu ia menyadari sesuatu.
("Benar juga Airin sangat suka dengan kelinci kecil itu karena imut, dan Airin sangat suka dengan serigala itu karena imut, manja dan bersikap lucu walaupun seekor serigala yang jinak. Benar juga ya kenapa aku baru menyadari nya?.") kata Kauga bangga lalu ia berubah menjadi seekor anak serigala dan sengaja menjatuhkan dirinya dari atas pohon.
BRUKK... ( suara Kauga yang jatuh ke tanah )
(" Ukh. sial aku malah gagal mendarat, arrgh tangan ku yang kusayangi malah terluka.") kata Kauga merintih kesakitan, Airin yang mendengar suara Kauga yang terjatuh langsung mencari sumber suara itu. Lalu Airin menemukan nya yang terluka terus mengendong nya dan merasa kasihan, Saru dan Sora langsung mengaung sebagai tanda hormat nya terhadap Kauga si Pangeran Serigala lebih tepatnya PANGERAN SILUMAN SERIGALA. Kauga yang menyadari nya langsung menggunakan sihir untuk menutup mulut kedua serigala itu, Saru dan Sora pun menyadari kalau Kauga sedang marah terhadap mereka dan mereka pun membisu.
{"Pruff, nyaman sekali. Tangannya lembut sekali, hangat dia begitu hangat."} kata Kauga merasa sangat bahagia saat Airin memeluk dan meniup luka di tangannya.
"Auw auw auw~auwh auwh auwh~auwrgh auwrgh auwrgh~." tapi yang Airin dengar hanya suara anak serigala yang belajar mengaung.
Airin "Phfff, Serigala kecil apa kau sedang bernyanyi?. Suaramu lucu sekali." kata Airin sambil memeluk Kauga dengan erat, Saru dan Sora yang mendengar kata kata Airin pun berusaha menahan tawa.
Auwk wuk~ ( yang di dengar Airin. )
"Kalian berdua sudah bosan hidup ya." ( yang di dengar Saru dan Sora. )
Saru dan Sora pun merinding lalu berusaha menjaga sikap mereka.
Airin "Eng, kita harus kembali sebelum Shirota menyadariku tidak ada di samping nya." kata Airin khawatir, Kauga yang mendengar perkataan itu langsung tidak senang.
("Shirota?, siapa orang itu apa dia seorang saingan cinta?. Hemm, tak peduli siapa pun kau aku Kauga akan melenyapkan mu!.") kata Kauga dalam hati dengan ekspresi wajah marah, Airin tiba tiba berhenti.
……………………………………………………………………………………
DI SISI LAIN.
Shirota yang menyadari Airin tidak ada di dekat mereka dari tadi, ia merasa khawatir dan ia meminta dua orang menjaga hasil buruan mereka dan sisanya mencari Airin bersamanya.
Mereka terus berjalan dan memanggil nama Airin tapi tidak ada satu pun yang membalasnya, Shirota semakin panik akan keadaan Airin saat itu. Tiba tiba, seekor rusa meloncat dari samping mereka seperti ada sesuatu yang sedang mengejar nya.
Lalu Shirota menyuruh orang desa itu tidak bersuara dan menyuruh mereka untuk bersembunyi, beberapa menit kemudian Shirota dan yang lainnya pun melihat beberapa sosok orang yang membawah senjata tajam dan mereka memiliki ekor yang panjang dan telinga di atas rambut yang berwarna oren hitam. Mereka adalah siluman harimau teman Toharu, yang menemani Toharu melawan siluman singa dan anjing saat itu.
"Hais, larinya laju juga aku benar benar kagum di buatnya. Rusa itu mirip dengan gadis kecil, yang di bicarakan Toharu saat itu." kata salah satu dari siluman harimau itu, Shirota dan yang lainnya tetap tenang dan terus menunggu teman Toharu menjauh dari tempat itu.
"Kau benar, gadis kecil yang bernama Airin itu berhasil melarikan diri dari para siluman singa, anjing dan harimau saat kita bertarung melawan Leo dan siluman anjing yang lemah itu." kata salah satu nya lagi.
"Kurasa Toharu menyukai Airin, ini pertama kali aku melihat ia bertarung untuk membalaskan dendam seseorang. ltu langkah sekali iya kan!, lagi pula Airin itu wanita bagaimana mungkin Toharu tidak jatuh cinta?." kata yang satu nya lagi.
"Wah kalau begitu sekarang dia mungkin sudah menemui Airin dan mengungkapkan perasaannya karena tadi dia melihat Airin sedang mengejar kelinci kecil dan diam diam mengikuti Airin dari belakang, kakak hebat juga ya." kata yang satunya lagi.
……………………………………………………………………………………
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
...Hei semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....
...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....
...❤️❤️❤️❤️❤️...
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
……………………………………………………………………………………