THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon

THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon
Bab 6 "PERTUALANGAN PERTAMA DI MULAI"




Setelah ia merapihkan rambutnya dia pun membaca surat itu dan berusaha menerima kenyataan itu perlahan lahan dan mengambil sekantong yang yang di berikan Kauga, lalu ia pun pergi seperti yang Kauga katakan di dalam surat itu.


Airin "jadi namanya Kauga, huhuhu... orang ini beraninya ia mengambil keperawananku. huh, siapa juga yang ingin bertemu dengan mu aku Airin tidak ingin bertemu denganmu sampai kapan pun!. Aku tidak ingin bertemu orang mesum sepertimu!." katanya melawan rasa sedih yan dan perlahan ia memarahi Kauga.


Setelah itu Airin pun pergi meninggalkan tempat itu dan ia di ikuti oleh dua serigala pemberian Kauga, dan menjauh dari tempat itu. Kauga yang menyaksikan nya dari atas pohon hanya tersenyum kecil.


Kauga "eng, tidak ingin bertemu dengan ku lagi?. apa itu artinya kau tidak akan membiarkan ku bertemu anakku nanti? jadi namamu Airin ya, nama yang indah. Aku akan mengingat nama mu, aku harus pulang dulu untuk membereskan serangga yang tak berakhlak itu dulu lalu mengurumu lagi." kata Kauga dengan senyuman liciknya.


Airin pun terus menelusuri jalan itu dan dia pun berhenti sejenak untuk beristirahat di kaki gunung, lalu iya melihat sungai tidak jauh darinya. la pun kesana untuk menghilangkan rasa haus nya.


Airin "Ah... airnya dingin sekali." katanya dengan wajah bahagia seperti terlahir kembali dan menjadi orang yang berbeda.


KRUKK...KRUKK...KRUKK ( suara perut yang lagi lapar )


Airin "Aku lapar sekali, benar juga kemarin aku sama sekali tidak makan karena pengumuman itu dan para warga desa sialan itu!. Karena mereka… aku kehilangan… ayah… dah… ibu." katanya dan ia pun mulai menangis terisak isak, dan tanpa disedari di samping nya ada seorang pemuda yang sedang memberi kuda nya untuk minum dan mendengar semua yang ia katakan tadi.


"apa yang sedang dilakukan seorang gadis seperti mu di kaki gunung ini sendiri?." kata si pemuda itu, lalu ia memberikan Airin sedikit bekal makanan selama perjalanan nya. Airin terkejut atas kehadiran nya yang tiba tiba memberi makanan, Airin sedikit khawatir dengan makanan itu.


"tidak perlu khawatir, namaku Shirota aku seorang pengembara. lni makan saja aku tahu kau lapar." kata pemuda itu lalu memberikan Airin sepotong roti dengan niat baik.


Airin "terima kasih atas niat baik mu, namaku Airin senang bertemu dengan mu." kata Airin tanpa basa basi ia merebut roti itu, lalu melahap nya.


Shirota "Phfff... hahahaha..." Shirota tertawa terbahak-bahak saat melihat Airin makan, Airin pun menatap nya dengan tatapan jengkel.


Airin "sudah puas tertawa nya?." kata Airin kesal lalu ia menyiram Shirota menggunakan air yang ada di hadapan mereka, Lalu Shirota pun menyiram nya kembali lalu mereka pun bermain kejar kejaran dan bermain air. Setelah selesai bercanda Airin pun ceria kembali.


Shirota "bagaimana udah baikan kan?. tidak sedih lagi kan?." kata Shirota senang saat melihat Airin yang ceria kembali.


Airin "eh.um... ya aku sudah merasa sedikit baik." kata Airin dengan lembut, lalu ia menyadari sesuatu yang salah.


Airin "bagaimana kamu tahu aku sedang sedih?." kata Airin penasaran.


Shirota "Entah, tadi saat aku sedang berhenti untuk memberikan kudaku minum aku melihat seorang putri kayangan yang sedang bersedih di sini. Lalu aku tidak sengaja mendengar apa yang dia katakan, jadi aku tahu dan putri itu berdiri di hadapan ku dia yang sedih tadi akhirnya bahagia kembali dan aku jadi senang melihatnya bahagia. Dia sangat begitu cantik saat ia tersenyum manis sekali." kata Shirota sambil menggoda Airin.


Airin "kau!, eum... terima kasih." kata Airin malu dan tersenyum dengan manisnya hingga membuat Shirota mimisan.


("sial, dia imut sekali. Aku bisa saja mati karena ke habisan darah kalau begini terus!.") katanya sambil menahan darah yang mengalir keluar dari hidung nya.


Airin "eh, kau mengeluarkan darah yang begitu banyak!." kata Airin cemas iya ingin membantu Shirota menghentikan darah yang mengalir itu, lalu Shirota yang melihat nya ingin mendekati nya dengan cepat ia mengambil kain dari dalam ransel nya lalu memakaikan Airin untuk menutupi sebagian wajahnya.


Shirota "cukup pakai ini sudah cukup membantuku menghentikan darah yang mengalir ini." kata Shirota pada Airin.


Airin "apa hubungannya aku yang harus memakai benda ini dengan luka mu?." tanya Airin bingung.


Shirota "tentu ada hubungan nya pakai saja, ini perintah dari Pangeran!." kata Shirota dan memalingkan wajahnya ke arah kudanya. Airin hanya tertawa kecil dan memakai potongan kain itu.


Shirota "setelah ini kau akan kemana?." tanya Shirota ingin tahu.


Shirota "oh, kalau begitu kita satu jalan ingin pergi bersama?. ku beri tumpangan." kata Shirota memberikan tumpangan.


Airin "memangnya apa yang ingin kau lakukan di desa itu?." tanya Airin.


Shirota "ingin mencari penginapan untuk beberapa bulan, sebentar lagi musim dingin tiba aku tidak sanggup berkuda di hari dingin. Kau sendiri apa yang ingin kau lakukan di desa itu apa kau berasal dari desa itu?." tanya Shirota penasaran.


Airin "tidak, aku tidak tinggal di desa itu aku berasal dari desa pinggiran hutan itu. aku kesini ingin mencari tempat tinggal yang layak untuk ku." kata Airin dengan wajah kasihan.


Shirota "memangnya di desa itu apa yang telah kau alami?." rasa penasaran Shirota semakin meningkat.


Airin "sangat buruk, karena sangat miskin ayah ku yang bekerja di ladang orang dan ibuku yang menerja menjual kayu bakar aku dan orang tuaku selalu di hina dan di siksa, mereka begitu membenci kami hanya kak Zenki yang baik kepada kami yang lainnya menganggap kami seperti binatang yang menjijikkan dan kemarin aku kehilangan kedua orang tuaku karena mereka, mereka tidak menggangap kami manusia melainkan binatang mereka menjadikan kami tumbal untuk para siluman demi keselamatan mereka sendiri mereka begitu kejam bukan?." kata Airin yang mulai sedih dan terbawa suasana akan kejadian itu.


Shirota " begitu ya, aku juga hampir sama dengan cerita mu aku dulu memiliki satu orang adik laki laki yang cacat dan ibu yang mengalami penyakit jantung, penyakitnya semakin hari semakin para aku sudah mencari orang untuk membantu ibuku yang sakit. Tapi tidak ada satu pun yang mempedulikan kami di karena kan kami tidak memiliki yang sedikit pun dan kami memiliki hutang yang banyak ayah ku sudah meninggal saat adikku belum lahir karena tidak ingin kehilangan seorang yang aku sayangi, jadi aku terpaksa mencari tabib di desa sebelah tapi aku tidak menemukan nya lalu aku memutuskan untuk kembali setelah aku kembali aku tidak menemukan ibu dan adikku, dan aku mencari mereka ke mana mana lalu aku melihat orang orang yang baru saja pulang dari dalam hutan dan aku mendengar dari salah satu orang desa bahawa ibu dan adikku di bawa ke hutan untuk di jadikan tumbal. Jadi aku berlari ke hutan untuk mencari mereka tapi setelah aku tiba di sana aku... hiks...aku sudah terlambat untuk menyelamatkan ibu dan adikku mereka berdua sudah di makan oleh siluman singa tapi menyisahkan kepala ibu dan adikku aku merasa sedih sekali dan aku menangis sekeras keras nya tapi menangis seperti itu pun tidak akan bisa mengembalikankan nyawa ibu dan adikku jadi aku terpaksa merelakan mereka walaupun begitu menyakitkan." kata Shirota sambil menangis kerana kejadian itu.


……………………………………………………………………………………


Kenapa dunia ini sedikit tidak adil bagi kami yang miskin ini? kami hanya menerima semua cacian maki mereka yang kaya dengan lapang dada dan bersabar saat dituduh yang bukan bukan, kenapa mereka harus memperlakukan kami dengan cara yang berbeda!. Kami ini juga manusia sama seperti kalian, apa yang perlu di banggakan dengan harta kalian itu? itu hanya perhiasan dunia saja kalian benar benar sudah masuk kejebakan dunia ini hingga membuat kalian lupa akan dunia yang saat ini hanya sementara. Di karena kan itu kalian sampai lupa akan kami, lupa untuk bersedekah walaupun hanya sepotong roti pun pelit juga uang kecil saja di pungut ingin di kembalikan kalian malah menuduh kami orang jahat masalah sepele seperti ini mau di besar besar kan. Ingat hidup cuma sementara!, jadi, Ringan Kanlah tangan kalian untuk bersedekah untuk pahala dan menjauh lah sesuatu yang mengundang dosa!.


……………………………………………………………………………………


Airin "kalau begitu kita harus hidup dengan baik, kata terakhir ayahku dia menginginkan aku hidup bahagia jadi mereka bisa pergi dengan tenang. Kau juga sama kau harus hidup dengan bahagia agar mereka bisa hidup tenang, mereka selalu ada disisi mu dan mereka tidak ingin melihat kau bersedih. Jika kau sedih mereka yang melihatmu aka sedih nantinya." kata Airin sambil mencolek pipi Shirota, Shirota menoleh ke arahnya dan menggenggam tangan Airin yang mencolek pipi nya itu.


Shirota "baik lah aku akan hidup dengan bahagia agar mereka dapat tenang di sana!." kata Shirota, ia berdiri dan bersemangat untuk hidup dengan bahagia.


Airin "ini baru benar!." kata Airin lalu ia membuka kain yang ia gunakan untuk menutupi sebagian wajahnya lalu ia mengikat kain itu di dahan pohon bunga sakura yang tumbuh di situ.


Airin "Yosh, kita mulai kehidupan baru ini!." kata Airin, mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat itu menggunakan seekor kuda yang di tunggang Shirota dan mereka pun menuju ke desa tersebut.


……………………………………………………………………………………


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


...Hei semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....


...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....


...❤️❤️❤️❤️❤️...


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


……………………………………………………………………………………