THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon

THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon
Bab 14 "PERTUALANGA KE SEMBILAN DI MULAI"



Shirota pun kembali, setibanya di rumah sewa ia melihat Toharu yang sedang bermalas malasan sambil memakan camilan dan steak nya. Shirota yang melihatnya bermalas malasan dan rumah yang berantakan tiba tiba naik emosi, memanggil manggil nama Toharu tapi tidak di hiraukan sama sekali.


PRAKK... ( suara Shirota yang memukul meja di samping Toharu. )


Toharu yang panik tidak sengaja menjatuhkan steak daging rusa nya ke lantai, ia merasa kecewa karena steak terakhir nya jatuh ke lantai.


Toharu "Berengsek!, tidak bisakah kau melihatku menghabiskan steak ku dengan tenang hah!." kata Toharu kecewa karena steak daging rusa terakhir nya jatuh.


Shirota "Oh, bisa kau jelaskan apa yang terjadi di sini?. Mengapa ruang ini terlihat seperti tempat pembuangan sampah?, tidak terlihat seperti rumah sedikit pun." kata Shirota dengan tatapan marah menarik kerah baju Toharu.


("Ah sial anak ini memancarkan aura membunuh lumayan mengerikan ya.") ucap Toharu dalam hati, dia menepis tangan Shirota lalu dengan santainya meminum air putih nya.


Toharu "Ini masih rumah kok!, hanya saja..." tidak melanjutkan ucapannya lagi.


Shirota "Hanya saja apa?." kata Shirota marah.


Toharu "Hanya saja sedikit berantakan hehe." kata Toharu lalu tertawa kecil.


Shirota "Sedikit berantakan kata mu!." kata Shirota dengan nada tinggi membuat Airin bangun.


CKREK... ( suara Airin yang membuka pintu kamar nya. )


Airin menghampiri mereka, Shirota tidak berhenti memarahi Toharu. Toharu dengan patuhnya mendengarkan ocehan Shirota, Airin yang melihatnya tersenyum lalu menepuk pundak Shirota.


Airin "Kakak yang memarahi Toharu terlihat seperti sedang memarahi anak sendiri." kata Airin tertawa kecil.


Toharu "Hah, bahkan Shirota lebih mengerikan di bandingkan dengan ayah ku." kata Toharu merasa bosan dengan ocehan Shirota.


Shirota "Setiap kali kau di rumah, rumah ini pasti berantakan." kata Shirota marah Airin menepuk nepuk pundaknya dengan perlahan untuk menenangkan nya.


Airin "Sudah sudah, jangan ribut lagi aku akan merapikan nya kembali." kata Airin lalu mulai membersihkan ruangan rumah.


Toharu "Airin ku sedang ngapain?." tanya Toharu penasaran, Shirota riflek memukul kepala Toharu lalu Toharu merintih kesakitan.


Shirota "Tentu saja membantu mu membereskan semua kekacauan yang kau lakukan." kata Shirota lalu memukul bahu Toharu.


Toharu "Hiks jangan pukul lagi dong, sakit tahu." kata Toharu dengan wajah penuh kasihan, lalu mengadu ke Airin.


Shirota "Sejak kapan siluman begitu lembek?, baru juga ku pukul dengan pelan untuk merintih kesakitan. Ternyata siluman itu lembek ya, kuda ama sapi aja tahan dicambuk dasar lembek." kata Shirota menyeringai.


Toharu "Si brengsek ini, beraninya menyamakan ku dengan makhluk rendah seperti itu." ucap Toharu kesal.


Airin "Sudah kak, jika terus bicara seperti itu akan memicu perkelahian nantinya." kata Airin, Toharu mengejek Shirota. Lalu Shirota mengepalkan tinjunya Toharu melihat nya langsung memeluk lengan Airin lalu menggoyangkan ekornya dan memasang wajah polosnya, Shirota yang melihat tingkah lakunya merasa jijik.


Berapa menit kemudian~.


Toharu "Airin ku kau istirahat saja biar aku yang mengepelnya, aku sudah bilang kan kau tidak boleh melakukan hal melelahkan seperti ini." kata Toharu menyuruh Airin istirahat.


Toharu "Yosh, akhirnya selesai juga deh. Ruangan bersih memang enak di pandang, akhirnya aku bisa istirahat." kata Toharu bangga.


Shirota "Tuan siluman harimau sudah buta ya atau sedang pura pura bodoh." kata Shirota sambil membawa piring yang baru ia cuci.


Toharu "Apa maksud mu?." tanya Toharu bingung, Shirota menunjuk ke arah lantai yang kotor penuh dengan tapak kaki dan pasir.


Toharu "Ah, dasar serigala bajingan aku tidak akan memaafkan mu!." kata Toharu marah lalu mengejar Saru dan Sora yang sedang berguling guling di lantai dengan tubuh yang penuh pasir dan tanah, Saru dan Sora berlari ke arah Sota ( Kauga ).


Toharu "Eh, itu." Toharu berhenti dan menatap Sota ( Kauga ), Sota naik ke atas meja lalu melemparnya pandangan jahil.


Toharu "Apa yang ingin dia lakukan?." tanya Toharu penasaran, Sota mendorong botol minyak goreng ke lantai lalu ia berdiri di atas minyak goreng yang ia tumpahkan lalu ia berguling guling bersama Saru dan Sora lalu berlari lari di depan Toharu.


Mereka membuat Toharu semakin marah, Airin menuju ke arah mereka sambil membawa bakul yang berisi sayuran.


Airin "Lihat apa yang ku bawah, eh." ucap Airin lalu ia terpeleset karena lantai yang licin, Toharu dengan cepat menangkap Airin. Bakul yang di bawah Airin terjatuh, karena panik tubuh Airin bergetar ketakutan.


Toharu "Kau tidak apa apa kan?." tanya Toharu khawatir, Airin hanya mengangguk.


{"Untung lah kau menyelamatkan nya jika tidak nyawa anakku tidak akan terselamatkan."} kata Kauga melalui pikiran dengan lega.


{"Cih siapa peduli dengan anakmu!, aku hanya tidak ingin Airin terluka. Kalau anak mu keguguran tinggal ganti dengan anak ku, mudah kan."} kata Toharu melalui pikiran dengan sombong.


{"Bajingan kau!."} ucap Kauga melalui pikiran dengan marah, Toharu tidak memperdulikan nya lalu mengunakan sihir nya membuang mereka bertiga ke luar lalu ia membersihkan bekas minyak goreng dan lantai yang penuh tanah itu.


Selesainya membersihkan lantai ia duduk sebentar untuk istirahat wajahnya penuh dengan keringat, Airin mengusap keringat nya lalu memberikan nya air minum untuk meringankan rasa lelahnya. Hati Toharu berdegup kencang, Kauga yang melihatnya dari kejauhan merasa kesal.


.............................….………….........................................


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


...Hai semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....


...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....


...❤️❤️❤️❤️❤️...


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


....................................................................................