THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon

THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon
Bab 11 "PERTUALANGA KE ENAM DI MULAI"




Toharu "Eh, benar juga berita pentingnya aku hampir lupa hehe." kata Toharu, lalu ia meletakkan minuman nya di atas meja.


Toharu "Begini, saat aku berhasil melawan Leo aku menemukan ini di tangan ayah mu. Aku rasa ini sangat penting, dia begitu melindungi kalung ini di genggamannya dan ia sempat mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengarnya dengan jelas. Jadi aku menyelidikinya dan menemukan sebuah kotak kayu yang lumayan kecil di kamar orang tuamu, aku tidak berani membuka peti ini karena kotak kayu ini milik keluarga mu." kata Toharu lalu memberikan kotak kayu dan kalung itu, Airin pun mengambil nya dan mencoba membuka kotak kayu itu.


Airin " bagaimana caranya agar aku bisa membukanya?, hemmm. Aku belum pernah melihat kotak kayu ini sebelumnya, apa isi nya ya?." kata Airin dengan suara kecil, Shirota mengambil kalung itu dari tangan Airin.


Shirota "Hemm, kalung ini terlihat seperti sebuah kunci. Airin coba buka kotak kayu itu mengunakan kalung ini, mungkin bisa membuka kotak kayu itu." kata Shirota memberikan kalung itu ke Airin, Airin pun mengambil nya lalu membuka kotak kayu itu dan terbuka di dalam kotak kayu terdapat buku diary, album dan benda lainnya.


Airin tiba tiba menangis saat membuka album itu, didalam album ada foto dirinya bersama dengan orang tuanya dan dirinya sewaktu masih kecil. Senyuman bahagia terukir di wajah ayah dan ibunya saat ia lahir, dan masih banyak lagi foto dirinya dan ayah ibunya disitu.


lalu ia membuka buku diary itu dan membaca isinya, perhatian nya tertuju ke salah satu halaman dari buku diary tersebut.


.......Kelahiran Airin di sisi kami adalah sebuah kebahagiaan yang sangat berharga, kami sangat menyayanginya dan berharap ia dapat tumbuh menjadi gadis cantik yang baik dan ramah. Saat ia menangis dan di tindas dia pasti akan menyembunyikan nya dari kami karena dia tidak ingin kami khawatir, orang orang desa selalu memandang rendah kita dikarenakan ekonomi keluarga yang menurun. Dari kecil Airin tidak memiliki teman yang bisa di ajak bermain selain Tuan muda Zenki dari keluarga perdana menteri, anak anak desa selalu membully Airin karena miskin. Maaf kan kami yang tidak bisa memberikan mu kebahagiaan seperti yang dilakukan oleh orang kaya ke anak anak mereka, tapi Airin hanya perlu tahu ayah dan ibu akan selalu melindungi Airin dengan nyawa kami ini. Kami akan selalu melindungi mu maka dari itu Airin jangan menyembunyikan apa yang terjadi padamu kami tidak ingin kau terus terluka, ketika ayah dan ibu sudah tidak ada nanti Airin harus punya banyak teman dan punya keluarga baru yang bisa membahagiakan Airin. Tapi ayah dan ibu terus khawatir akan Airin yang terus berada di desa ini Airin mungkin tidak akan pernah bisa punya teman lain selain Tuan muda Zenki dan tidak mungkin bisa punya keluarga baru yang bisa membahagiakan Airin, ayah dan ibu akan terus berusaha agar Airin bisa keluar dari desa ini ke desa lain yang lebih baik suatu saat nanti. Saat kami sudah tidak ada Airin jangan sedih kami akan selalu berada di sisi Airin untuk selamanya, jadi Airin hanya perlu bahagia maka kami juga akan bahagia di sisi Airin selamanya.......


Setelah selesai membaca isi buku diary itu tangisnya semakin kuat ia menangis terisak-isak, Shirota memeluknya dan membiarkan Airin menangis di pelukannya.


Lima hari kemudian, musim panas telah berakhir dan tiba musim dingin. Semuanya berjalan dengan lancar, warga desa bisa tenang untuk melewati musim dingin kali ini.


……………………………………………………………………………………


Di rumah sewa Airin dan Shirota.


Toharu "Wah, sepertinya tuan Shirota begitu membenciku. Kenapa kau selalu berusaha untuk mengusirku dari sini?, apa salah ku pada mu. Aku ini orang baik loh, tidak bisa kah kau diam aku sedang sibuk dengan sarapan ku." kata Toharu dengan santai dan tenang, Shirota terus memarahinya.


Toharu "eng, kau sangat berisik tahu aku tidak bisa makan dengan tenang." kata Toharu lagi.


Shirota "kau seharusnya tahu kau itu siluman bukan manusia mana ada baiknya, sudah 4 hari kau disini kau hanya menghabiskan makanan untuk persiapan musim dingin kami untuk 1 minggu kau mengerti!."kata Shirota kesal terhadap Toharu.


Toharu "eh, ternyata marah karena itu toh." kata Toharu santai dan terus memakan sarapannya.


Shirota "kau sudah makan 5 piring setiap kali kau makan!, apa perutmu ini karet?. Mengapa masih bisa muat, kau hanya tahu makan dan bermalas malasan setiap hari!." kata Shirota semakin kesal.


Toharu "eh, kalau aku tidak tahu makan bagaimana aku bisa mengisi perut yang kosong?. Guna logika dikit bro mana ada mahkluk makan dengan cara cuma menatap makanan langsung kenyang, kami ini juga makhluk makan mengunakan mulut seperti kalian mengerti!." kata Toharu sambil tersenyum licik mengejek Shirota.


Shirota "Kau!!!." Shirota tidak ingin melanjutkan kata kata nya.


Toharu "Puff, aku menang debat melawan mu hihihi. Sekarang aku bisa makan dengan tenang, tanpa harus mendengarkan ceramah lucu mu itu." kata Toharu bangga atas kemenangannya.


Shirota "Chi, aku malas meladeni mu lagi terserah apa yang ingin kau lakukan tapi jangan buat masalah atau aku akan mengusir mu secara paksa kau mengerti!." kata Shirota marah lalu ia membalikkan badannya dan pergi ke luar untuk menghirup udara segar, Airin yang melihat kelakuan mereka tiba tiba tertawa.


Toharu "wah, Airin ku saat tertawa imut sekali ya." kata Toharu mendekati Airin, lalu Airin berhenti tertawa karena penyakit Toharu kambu lagi.


Shirota langsung masuk saat mendengar suara Airin, lalu mendorong Toharu untuk menjauh dari Airin. Tanpa sengaja Toharu menginjak ekor Kauga yang sedang tidur, Kauga marah dan mengusir Toharu keluar.


Toharu " hei, aku tidak sengaja menginjak ekor mu!. Kau seharusnya memarahi Shirota bukan aku, kau pilih kasih jika kau tidak menghukum nya juga!." kata Toharu melangkah masuk dengan kesal karena Kauga tidak mengusir Shirota, Shirota hanya bisa tertawa kecil karena Kauga berpihak pada nya.


Shirota "dia tidak akan memperdulikan mu dia berpihak pada ku, sekarang namanya adalah Sota." kata Shirota sambil mengelus kepala Kauga, Kauga merasa sedikit suka dengan nama yang di kasih oleh Shirota tadi.


Airin "Sota?, nama yang menarik untuk si kecil ini." kata Airin memuji nama baru untuk Kauga, Kauga hanya pasrah karena Airin juga menyukai nama itu.


Toharu "eh, wajah mu pucat sekali apa kau baik-baik saja Airin?." tanya Toharu khawatir saat melihat wajah Airin yang pucat.


Airin " aku baik baik saja, mungkin karena kemarin aku terlalu lama bermain salju jadi terkena demam deh. Jadi kalian tidak perlu khawatir, aku baik baik saja uhg." kata Airin tiba tiba pingsan, Shirota dengan cepat menangkap nya.


Shirota " Airin Airin Airin sadar lah, hei apa kau baik baik saja?. Airin kumohon buka mata mu, jangan membuatku takut!." kata Shirota khawatir karena Airin tidak sadar kan diri, Toharu menyuruhnya untuk membawa Airin ke kamar Airin.


Toharu " kau tidak perlu khawatir dia baik baik saja, dia cuma pingsan kok!." kata Toharu menenangkan Shirota, Kauga masuk ke kamar Airin dan duduk di samping Airin yang terbaring di atas kasurnya tidak sadar kan diri.


Kauga {"Toharu gunakan sihir siluman mu untuk mengobati demam nya, cek keadaan nya apa dia baik baik saja?."} kata Kauga melalui pikiran untuk bicara dengan Toharu, Toharu menganggukkan kepala mengerti dengan apa yang di katakan Kauga.


Shirota "aku akan memanggil dokter untuk mengobati Airin, kau jaga Airin sebentar!." kata Shirota bersiap untuk melangkah keluar dari kamar Airin, lalu langkah nya di hentikan oleh Toharu.


Toharu "kau tidak perlu keluar mencari dokter." kata Toharu dengan tenang.


Shirota "apa maksud mu?, Airin sedang sakit!." kata Shirota marah.


Toharu "aku bisa mengobati nya, kau tidak perlu keluar mencari dokter." kata Toharu dengan tenang lagi.


Shirota "kau bisa mengobati nya?, sedangkan luka yang ada di tangan mu Airin yang mengobati lukamu!." kata Shirota marah.


Toharu "eh, soal itu kau tidak perlu bahas lagi. Saat itu aku cuma bercanda, aku bisa mengobati lukaku menggunakan sihir siluman. Aku hanya ingin Airin semakin dekat dengan ku itu saja, hihihi." kata Toharu sambil tertawa kecil.


Shirota "kau!!!!!, kalau begitu cepat sembuhkan dia!." kata Shirota dengan tenang karena Airin bisa di sembuhkan dengan cepat, Toharu mengangguk kepala lalu ia mengunakan sihir siluman untuk menyembuhkan Airin. Tiba tiba ia terkejut saat ia mengecek kondisi Airin, dia berhenti mengunakan sihir siluman nya dan duduk termenung di samping Airin.


Toharu {"hei Kauga, apa kau tahu apa yang terjadi pada Airin?."} kata Toharu bicara dengan Kauga melalui pikiran, Kauga hanya menunjukkan wajah yang tidak tahu apa apa.


Kauga {"katakan apa yang kau tahu."} kata Kauga santai.


("apa jangan jangan dia hamil!!!, kalau begitu sebentar lagi xixixi.") kata Kauga dalam hati merasa senang, Toharu melihat nya tersenyum lalu ia menepis tangan Shirota.


Toharu {"kau pasti tahu kan, apa yang terjadi pada Airin!."} kata Toharu dengan kesal menatap Kauga tanpa berkedip sedikit pun, Kauga memalingkan wajahnya ke arah lain mambuat Toharu marah. Toharu dengan kesal langsung mengambil Kauga lalu melemparnya ke luar, Kauga merasa marah dengan Toharu yang melemparnya ke luar.


BRAKK... ( suara Kauga yang menabrak dinding. )


Shirota "ada apa dengan mu mengapa kau tiba tiba marah lalu melempar Sota keluar?, dia tidak melakukan kesalahan apapun!." kata Shirota pada Toharu.


Toharu "Airin sedang hamil lebih satu hari, kau mengerti!." kata Toharu dengan nada tinggi.


Toharu "Ada kecebong di dalam perut Airin." kata Toharu dengan nada tinggi lagi.


Kauga {"berani nya kau menyamakan calon anak ku dengan kecebong!."} kata Kauga melalui pikiran dengan marah, tidak sadar kalau Toharu sedang memancing nya.


Toharu {"oh, jadi anak itu benar benar anak Kauga ya."} kata Toharu dingin melalui pikiran lalu mengambil satu pil dari dalam ruangan sihir, lalu ia menatap Kauga dengan wajah tidak memiliki rasa kasihan.


Shirota "Pil apa itu?." kata Shirota mencegah Toharu memasukkan pil itu ke dalam mulut Airin, Toharu menatap nya dengan tatapan penuh amarah.


Kauga langsung merebut pil itu dari tangan Toharu lalu membuangnya ke luar jendela, Toharu marah berusaha menangkap pil itu tapi ia tidak berhasil menangkap pil tersebut.


Toharu "kurang ajar!, beraninya serigala sialan ini menghancurkan rencana ku untuk melenyapkan kecebong itu!." kata Toharu marah ingin memukul Kauga tapi di hentikan oleh Shirota, Shirota menyuruhnya untuk tenang.


Shirota " tenanglah, kau tidak bisa melenyapkan anak Kauga kau mengerti!." kata Shirota dengan tenang, Toharu menatap nya dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Shirota tadi.


Toharu "kau sudah tahu siapa ayah dari anak itu?, kenapa kau tidak marah?."kata Toharu tidak percaya.


Shirota "Kauga meminta Airin untuk melahirkan anak itu dan membesarkan nya, Airin menyetujuinya tapi Airin tidak ingin Kauga bertemu dengan anak itu sampai kapan pun. Airin punya pilihan sendiri, dia tidak ingin aborsi anak itu karena anak itu tidak bersalah Kauga lah yang bersalah bukan anak itu kau mengerti!. Airin yang membuat keputusan ini, jadi kita tidak bisa menghalanginya." kata Shirota dengan tenang.


("jadi begitu, Shirota sudah mengetahui segalanya dan ketika anak itu lahir dia tidak ingin aku bertemu dengan anak ku sendiri?. Kenapa begitu?, kenapa kau tidak ingin aku bertemu dengan anak ku sendiri?. Apa kau tidak ingin kita menjadi keluarga?, atau kau tidak ingin menikah dengan ku?.") tanya Kauga dalam hati merasa kecewa.


Toharu "begitu ya, ya sudah kalau begitu aku akan berada di sisi Airin sampai anak itu lahir dan dewasa. tumbuh menjadi anak yang baik, dan memanggil ku ayah suatu saat nanti hehe." kata Toharu dengan santai dan tertawa kecil, Kauga merasa kesal dengan kata kata Toharu tadi.


Shirota "kau terlalu berharap, apa kau yakin dengan apa yang kau katakan tadi berharap anak Airin akan memanggil mu dengan sebutan ayah?. Kuharap Kauga tidak membunuhmu jika anak nya memanggil orang lain dengan sebutan ayah, apa kau tidak takut." kata Shirota pada Toharu.


Toharu "dia sudah mengetahui segalanya apa yang kita bicarakan benarkan Sota, tuanmu pasti tidak keberatan jika anak nya memanggil ku ayah. Dikarenakan dia akan menikah dengan Ranmarina, aku tidak ingin Airin ku menjadi perusak hubungan orang lain. Katakan padanya ketika anak ini lahir aku akan menikahi Airin, dengan begitu Airin tidak akan merusak hubungan mereka." kata Toharu santai.


Shirota " kau sepertinya sangat mengenalinya, apa dia salah satu temanmu?." kata Shirota penasaran.


Toharu "tidak, kami bukan teman. Hanya kebetulan saja, dia sangat terpopuler di kota kota besar. Aku pernah kesuatu kota besar untuk menjual berbagai macam jenis obat obatan di karenakan aku seorang peracik obat obatan herbal di kota, tapi aku berhenti dan memilih untuk menjadi pengembara dengan beberapa teman ku dan dua murid ku." kata Toharu dengan tenang


Shirota "jadi dulu kau seorang peracik obat obatan herbal di dunia siluman?, dan sekarang menjadi pengembara." kata Shirota kagum kepada Toharu yang ternyata peracik obat obatan herbal, dia senang karena ada dokter gratis di sisi mereka.


Airin tiba tiba bangun dari pingsannya lalu duduk di pinggir kasur nya, dan melihat Sota ( Kauga ) yang duduk di samping nya menunggunya sadar dari pingsannya.


Airin "apa kau yang menjaga ku di sini Sota?." tanya Airin sambil memberikan ciuman di dahi Kauga, wajah Kauga tiba tiba merah dan jantung nya berdegup kencang Toharu dan Shirota mendengar suara Airin lalu menoleh ke arah Airin dengan wajah cemas.


"Airin syukur lah kau sudah bangun." kata Toharu dan Shirota serentak, Shirota langsung memeluk adiknya itu dengan rasa cemas.


Airin "kak aku tidak apa apa kau tidak perlu khawatir, apa yang terjadi kenapa kau terlihat cemas seperti itu?. kata Airin meronta dalam pelukan Shirota yang begitu erat. Shirota melepaskan pelukannya lalu bergegas ke luar untuk mengambil air minum untuk Airin, ruangan pun menjadi canggung.


……………………………………………………………………………………


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


...Hai semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....


...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....


...❤️❤️❤️❤️❤️...


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


……………………………………………………………………………………