THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon

THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon
Bab 16 "RANMARINA YANG INGIN BERTEMAN DENGAN AIRIN BAGIAN 1"




Airin "Hei kumohon lepas kan aku, aku tidak pernah menyinggung mu ku mohon padamu lepas kan aku." ucapnya meminta tolong pada orang misterius itu, orang itu langsung menurunkan nya.


"Baiklah aku akan melepaskan mu tapi ada syaratnya nya." kata orang itu di dengar dari suaranya terdengar kalau orang misterius itu adalah seorang wanita, Airin mundur tiga langkah kebelakang untuk waspada.


Airin "Kata kan apa syaratnya?." kata Airin pada wanita itu, wanita itu pun mendekati nya.


"Tidak perlu takut aku tidak akan melukai mu, syarat nya ada dua kau hanya boleh pilih salah satu nya saja." kata wanita itu, Airin pun berkata iya lalu meminta wanita itu menjauh sedikit dari nya.


"Baiklah dengarkan baik baik, jika kau tidak mendengarkannya dengan baik aku tidak akan melepaskan mu loh~." kata wanita itu dengan lembut.


"Yang pertama apa kau ingin menjadi teman ku?, lalu menemani ku berbicara dan minum teh hangat di tempat persembunyian ku?.


Yang kedua berteman lah dengan ku maka aku tidak perlu memaksamu untuk pergi ke tempat persembunyian ku dan bersenang senang bersama, bagaimana persyaratan nya tidak buruk kan~." kata wanita itu lalu tersenyum senang.


Airin "Hah, persyaratan macam apa itu?. Itu jelas jelas tidak membiarkan aku pergi dari sini, sungguh tidak masuk akal." ucapnya dengan suara kecil merasa tertekan, wajah wanita itu langsung berubah ia terlihat kecewa.


"Jadi kau tidak ingin berteman dengan ku ya?, maafkan aku yang terlalu memaksa mu." kata wanita itu dengan kecewa lalu ia membalikkan badan pergi, Airin yang melihatnya yang merasa kecewa merasa kalau dirinya telah keterlaluan wanita itu hanya ingin berteman dengan nya lalu ia mencegah langkah wanita itu.


Airin "Maaf, seperti nya aku yang keterlaluan." kata Airin merasa bersalah, wanita itu menatapnya lalu memegang kedua tangan Airin.


"Tidak apa apa, jangan salahkan dirimu sendiri." kata wanita itu membujuk Airin lalu tersenyum pada nya.


Airin "Baiklah mari kita berteman." kata Airin lalu menjabat tangan wanita itu, wanita itu langsung menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda wajah yang sangat bahagia.


"Aaa, terima kasih Airin. Aku menyayangi mu, kau benar benar baik seperti yang di bicarakan~." kata wanita itu dengan penuh rasa bahagia, memeluk Airin dengan penuh semangat.


Airin "Ah, sama sama. Kau bisa lepas kan pelukan mu dulu biarkan aku bernafas, bagaimana kau bisa tahu nama ku?." ucapnya terheran heran, wanita itu hanya tersenyum.


"Aku mengetahui nama mu dari calon suami mu lah, dari siapa lagi coba kalau bukan dari suami masa depan mu?." kata wanita itu sambil mengoda Airin, wajah Airin seketika memerah seperti bom yang ingin meledak.


Airin "Apa... apa maksud mu?, siapa suami masa depan ku?." tanya Airin dengan penuh rasa malu membuat pikiran nya bercampur aduk, wanita itu seketika tertawa kecil.


"Hei siapa lagi kalau bukan Kauga, si calon su..a..mi..mu di masa depan~." ucapnya dengan nada kecil di telinga Airin sengaja menggoda nya, Airin yang merasa malu langsung menutup mulut wanita itu mengunakan tangan nya meminta wanita itu tidak berbicara seperti itu lagi.


"Hihihi, untuk apa malu seperti itu?. Kau wanita yang beruntung karena dia telah meniduri mu, kau seharusnya senang karena bisa mengandung anak dari nya~." kata wanita itu tidak berhenti nya mengoda, Airin merasa dirinya benar benar ingin meledak karena ucapannya.


Airin "Airin anggap saja kau tidak mendengarkannya." gumamnya menenangkan diri sendiri.


"Hais, jangan gitu dong. Suami masa depan mu itu benar benar ganteng loh~, banyak yang iri pada mu karena sudah ke tahap ini!." kata wanita itu terus menggoda nya.


Airin "Aku tidak peduli dia tampan atau tidak, di mata ku dia adalah seorang maniak mesum!." kata Airin jengkel teringat akan kejadian saat itu.


"Kau marah karena ia merebut keperawanan mu?, kau jangan salah kan dia. Dia sama sekali bukan orang yang seperti itu, itu semua karena obat perangsang yang mengendalikan diri nya." kata wanita itu mulai serius.


Airin "Aku sudah tahu itu, wanita yang bernama Ranmarina yang menjebak nya. Memasukkan obat perangsang ke dalam air minum nya, lalu ia kabur dari kediaman nya." kata Airin sedikit kesal.


"Waduh, apa kau juga benci dengan wanita yang bernama Ranmarina itu?." tanya wanita itu penasaran.


Airin "Entah lah, aku juga tidak tahu." ucapnya lalu menundukkan kepalanya.


"Ku harap kau bisa memaafkannya." kata wanita itu lalu menggenggam kedua tangan Airin.


Airin "Ya, aku pikir aku mungkin bisa memaafkannya tapi kenapa kau yang merasa bersalah?." tanya Airin pada wanita itu.


"Di karenakan Ranmarina itu adalah aku!." kata wanita itu dengan rasa kecewa.


Airin "Apa!, itu tidak mungkin." kata Airin dengan nada tinggi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh wanita itu.


Ranmarina "Jangan benci aku ya~, please~." ucapnya merayu kepada Airin.


Airin "Ya aku tidak pernah berpikir untuk membenci mu." kata Airin lalu tersenyum pada nya.


Airin "Kumohon jangan peluk lagi, ini terlalu erat aku sulit untuk bernafas." kata Airin dengan nada kecil.


Ranmarina "Maaf, maaf, aku terlalu bersemangat. Oh ya, tadi kau menyebut Kauga dengan sebutan maniak mesum. Jika dia mendengar nya, dia akan sangat marah." kata Ranmarina padanya.


Airin "Tapi bagiku dia memang seperti itu." kata Airin dengan tenang.


Ranmarina "Kau salah menilai nya, Kauga tidak seperti yang kau bayangkan. Dia orang yang baik, pintar, sopan santun, seni bela dirinya sungguh hebat, orang yang mudah bergaul, bertanggung jawab dan sedikit lucu dan polos, banyak orang yang menyukainya dari anak kecil hingga orang dewasa semua nya menyukai nya dan juga banyak orang yang iri padanya." ucapnya dengan tenang.


Airin "Kau seperti nya sangat tahu tentang dirinya." tanya Airin penasaran.


Ranmarina "Mungkin, aku mengenalnya sejak kecil. Bisa di bilang kami tumbuh bersama, tapi dia terkadang dingin dan sulit untuk di ajak bicara. Terkadang dia suka bertengkar dengan orang tuanya, dia tidak suka kehidupan pribadinya di campur tangan oleh orang lain." kata Ranmarina hingga terbawa suasana, Airin hanya terdiam serius mendengarkan.


Airin "Begitu ya?." ucapnya singkat lalu termenung, kemudian Ranmarina mengajak Airin ke tempat persembunyiannya.


Sesampainya di bawah tebing yang berbatuan mereka berhenti sejenak, Airin melihat ke sekeliling hanya melihat sebuah batu besar di hadapan nya.


Airin "Apa di sini tempatnya?, aku hanya melihat sebuah batu besar di depan kita." kata Airin pada Ranmarina.


Ranmarina "Ya~, di sinilah tempatnya~." ucapnya dengan bahagia, ia menarik tangan Airin untuk mendekati batu besar tersebut. Seketika batu itu bergeser ke samping, di sebalik batu besar tersebut ada gua di belakang nya.


Mereka pun masuk ke dalam, Airin merasa takjub dengan apa yang ia lihat. Lilin yang menyala di sepanjang jalan memancarkan sinar nya menerangi seluruh ruangan, Api obor yang memiliki cahaya yang lebih terang daripada lilin bertugas untuk menerangi ruangan yang lebih besar. Lukisan di dinding gua yang sangat indah, seperti menceritakan sebuah kisah yang menarik. Dan beberapa dekorasi yang sangat luar biasa dan perabotan yang mewah, ukiran kayu yang berbentuk phoenix dan naga yang seperti nya sedang bertarung.


Airin "Ini terlihat seperti sebuah rumah mewah." ucapnya dengan kagum.


Ranmarina "Itu terlalu berlebihan." kata Ranmarina dengan nada kecil lalu mengajaknya berkeliling, Airin berjalan di samping nya.


Airin "Eh, siapa itu?." tanya Airin saat melihat sesosok tubuh yang diikat di tiang.


Ranmarina "Orang itu adalah sandera ku." kata Ranmarina dengan tenang.


Airin "Sandera?." kata Airin singkat dan kebingungan, Ranmarina merangkul nya.


Ranmarina "Lebih tepat nya lagi dia adalah orang kepercayaan si suami masa depan mu~." kata Ranmarina kembali mengoda.


Airin "Mulai lagi deh, penyakit nya kumat ni siluman." kata Airin kesal lalu mencubit pipi Ranmarina dengan lembut, Ranmarina kemudian tercengang.


Ranmarina "Kau tahu aku adalah siluman?." tanya Ranmarina kaget.


Airin "Ya aku tahu kau siluman dari awal sebelum kita masuk ke sini." kata Airin dengan tenang, Ranmarina kemudian ingat dengan beberapa trik sihirnya tadi.


Ranmarina "Aku kagum padamu, kau tidak takut sama sekali?." tanya Ranmarina penasaran.


Airin "Sedikit pun tidak, kau terlihat bukanlah siluman yang jahat." kata Airin dengan tenang lalu tersenyum pada nya, Ranmarina pun membalas senyuman nya.


……………………………………………………………………………………


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


...Hai semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....


...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima kasih....


...❤️❤️❤️❤️❤️...


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


……………………………………………………………………………………