
Tap...Tap...Tap...Tap... ( suara kaki kuda )
Setengah jam kemudian, mereka pun sudah memasuki desa. Desa sederhana dan penduduknya yang tidak terlalu banyak,
desa ini sangat damai dan harmoni begitu saja Airin dan Shirota masuk ke desa mereka di sambut dengan rama dan mereka pun memperlakukan mereka berdua dengan baik.
Shirota "Anoh... apa di sini ada penginapan?." tanya Shirota ke salah satu orang desa yang berkumpul menyambut kedatangan mereka.
Orang desa "Ada, tapi sudah penuh hanya ada satu penginapan di desa kami dan penginapan hanya cukup sepuluh orang saja." kata orang paruh baya itu.
Airin "Oh, begitu ya. Kalau begitu kami ingin menyewa rumah apa boleh?." tanya Airin dengan lembut, lalu tiba tiba salah satu dari mereka menjawab pertanyaan Airin yang membuat Airin dan Shirota menjadi canggung.
"Oh, jadi sepasang suami isteri ini mau sewa rumah ya. Ada kok, mau kami antar?." kata orang tua itu dan tersenyum kepada mereka.
"Eh!. kami bukan suami isteri!." kata Airin dan Shirota serentak dengan nada panik, mereka saling bertatapan lalu terdiam malu akan perkara itu.
"Aduh~, suami isteri tapi tidak mau mengaku anak muda jaman sekarang lucu sekali ya. Mari kami antar kalian ke rumah sewa, sangat cocok untuk kalian berdua loh untuk kalian suami isteri untuk menjalin hubungan cinta semakin dalam hehehe." kata orang paruh baya itu sambil memukul bahu Shirota dengan pelan, dan tertawa jahil lalu warga desa yang lain pun ikut tertawa kecil.
"Kami sama sekali belum menikah dan kami bukan suami isteri, aku masih lajang dan aku adalah seorang pengembara tanpa tujuan, aku juga baru bertemu dengan nya di kaki gunung saat memberi kuda minum dan kebetulan ia ada di sana untuk beristirahat sebentar. Dan kebetulan tempat yang ingin di tujuh sama jadi kami pergi bersama." kata Shirota malu hingga tanpa sadar wajah nya memerah sampai ke telinga nya.
"Nona cantik apa kamu sudah menikah?." tanya orang paruh baya itu pada Airin.
Airin "Aku? tidak, aku belum pernah menikah." kata Airin sedikit canggung.
"Wah, Hei nak dia belum menikah loh kamu kan belum menikah juga bagaimana kalau kau menikahinya! dia gadis yang cantik loh dilihat dari sikap nya juga gadis yang baik, sopan dan lembut. Apa kau tidak berminat? kalian bisa tinggal di sini anggap saja rumah sewa ini rumah kalian kalian tidak perlu bayar." kata orang itu kepada Shirota, Airin yang mendengar perkataan itu jadi semakin malu dan tidak berani bicara.
"Heh, kalau begitu Airin ku anggap adikku saja kalau soal menikah aku masih ingin lajang lebih lama lagi." kata Shirota dengan tenang.
"Oh begitu ya, baik lah kalau begitu rumah sewa ini adalah milikku ku berikan kepada kalian dengan harga murah ingin menyewa berapa bulan?." tanya si pemilik rumah sewa.
Shirota "aku ingin menyewa 4..." belum sempat dia menghabiskan kata kata nya malah di potong oleh Airin dan berkata kalau mereka ingin menyewa rumah selama 5 bulan.
Shirota "kenapa 5 bulan?." tanya Shirota dengan suara kecil.
Airin "aku ingin tinggal sedikit lebih lama di sini, nanti saja aku jelaskan." kata Airin membalas ucapan Shirota dengan suara kecil, warga desa yang melihat mereka berbisik bun jadi bingung dengan apa yang mereka berdua bicarakan.
Shirota "Ehem, baik lah kami sewa rumah ini selama 5 bulan. Anda setujuh?." kata Shirota dengan tenang.
Pemilik rumah sewa "Baiklah saya setuju, harga sewa nya hanya 6 koin perak." kata si pemilik rumah, Airin mengeluarkan 6 koin perak dari kantong yang di berikan Kauga. dan di lihat oleh Shirota.
("uang yang Airin bawah banyak sekali dan ada koin emas di dalamnya apa dia benar benar orang miskin?, apa dia sedang berbohong saat itu?. Dia bilang saat itu dia orang miskin!, aku perlu menanyakan nya nanti.") kata Shirota dalam hati mulai penasaran.
Airin "Ini sudah cukup kan." kata Airin dengan nada lembut, pemilik rumah pun mengambil uang itu.
Pemilik rumah sewa "Iya nona ini sudah cukup, semoga kalian nyaman di sini." kata si pemilik rumah sewa itu dengan gembira.
Airin "Shirota mari kita lihat lihat rumah ini." kata Airin memanggil Shirota masuk de dalam.
Shirota "iya aku masuk." kata Shirota sambil melangkah masuk.
Sesampainya di dalam Airin dan Shirota melihat lihat ke seluruh ruangan rumah sewa itu memiliki 2 kamar kecil yang bisa digunakan untuk dua orang dalam satu kamar kecil tersebut dan memiliki ruang tamu yang cukup luas, dan dapur kecil yang bersih.
Airin "rumah sewa ini lumayan luas ya." kata Airin sambil memerhatikan setiap sudut ruangan.
Shirota "Airin ada yang ingin aku katakan padamu!." kata Shirota dengan suara dingin.
Airin "apa yang ingin kau bicarakan?." tanya Airin heran, lalu ia duduk di depan Shirota di ruang tamu.
Shirota "dari mana kau mendapat kan uang sekantong emas itu?, tadi saat kita bicara tentang masalah kita kau bilang kau miskin apa kau sedang berbohong saat itu?." tanya Shirota curiga terhadap Airin.
Shirota "seperti sihir saja kau pikir aku akan percaya?, hanya siluman yang bisa menggunakan sihir!. Aku bukan anak kecil untuk kau boleh bodohi seenaknya, kau mengerti!." kata Shirota dengan suara sedikit tinggi, Airin pun mulai bingung dia harus menjelaskan nya seperti apa kepada Shirota yang sedang marah ia pun tidak punya pilihan lain selain menjelaskan semua yang terjadi pada nya lalu Shirota pun mendengarkan nya dengan serius tanpa melewatkan satu kata pun.
Beberapa menit kemudian, Shirota pun mengerti apa yang sedang di bicarakan Airin saat mendengar cerita itu sambil membaca surat yang di tinggalkan Kauga itu dan bekas ****** yang ada di tubuh Airin.
Airin " jadi itulah yang terjadi seseorang yang bernama Kauga itu mengambil keperawananku saat aku sedang pingsan." kata Airin pasrah dengan apa yang terjadi padanya.
Shirota "jadi begitu ya, maaf aku malah menanyakan soalan yang seharusnya tidak aku tanyakan." kata Shirota merasa bersalah karena menanyakan hal seperti itu.
Airin " tidak apa apa, aku sudah tahu aku tidak bisa menyembunyikan nya lebih lama lagi." kata Airin dengan nada sedih.
Shirota "jadi apa yang akan kamu lakukan dengan anak itu jika kau benar benar hamil?." tanya Shirota sambil mengembalikan surat Kauga itu.
Airin "aku akan melahirkan anak ini dan membesarkan nya seperti yang Kauga katakan tapi aku tidak akan membiarkan dia bertemu dengan anak ini atau mengambil nya dari ku." kata Airin dengan wajah serius.
Shirota "aku akan membantumu merawat anak itu nanti, aku sudah menganggap mu adikku dan mulai sekarang kau adikku aku akan merawat dan melindungimu seperti adik kandung ku sendiri." kata Shirota serius sambil menggenggam tangan Airin, Airin pun terharu atas ucapan Shirota tadi.
Airin "terima kasih kak Shirota." kata Airin terharu lalu memeluk Shirota, Shirota pun memeluknya kembali.
Satu minggu kemudian, semua nya berjalan dengan baik Airin dan Shirota selalu membantu orang orang desa untuk menyiapkan kebutuhan makanan saat musim dingin tiba nanti.
Shirota "kami akan keluar sebentar untuk berburu dan menangkap ikan untuk kita yang muda dan tidak bisa memburu tinggal di sini untuk membantu yang ada di sini dan orang yang punya keahlian dalam berburu ikut dengan ku!." kata Shirota dengan suara tinggi, Airin pun berlari ke arahnya.
Airin "kakak Airin ingin ikut ya." kata Airin membujuk Shirota untuk membiarkan ia ikut, Shirota pun mencubit pipi Airin dengan lembut.
Shirota " Adikku Airin yang aku sayangi, dengar ya kakak tidak akan membiarkan kau ikut kau mengerti. Tinggal di sini bersama yang lain nya ya." kata Shirota sambil mengelus elus kepala Airin, Airin pun kesal dengan tindakan Shirota itu lalu ia menarik telinga Shirota dengan kuat. Shirota pun merintik ke sakitan dan membiarkannya ikut dengannya, Airin pun sangat senang karena Shirota membiarkan ia ikut.
Mereka pun pergi dengan 8 orang lainnya, setibanya di hutan mereka melihat seekor rusa yang sedang makan di situ.
Shirota "mari kita panah rusa itu." kata Shirota dengan suara kecil dan memberi isyarat untuk menyerang, lalu ada seekor kelinci yang melompat keluar dari semak semak menarik perhatian Airin.
("eh, kelincinya imut sekali. aku akan menangkapnya untuk di pelihara, eh jangan pergi!.") kata Airin dalam hati lalu ia mengejar kelinci kecil itu tanpa sepengetahuan siapa pun, Airin pun pergi menjauh meninggalkan Shirota dan yang lainnya.
Airin "hoss...hoss...hoss...hoss... susah sekali dapat nya andai kan dua serigala yang di berikan si brengsek itu bisa membantuku, hei!. Kelinci kecil berhenti di sana!." kata Airin dengan nada tinggi dan terus mengejar kelinci kecil itu, tiba tiba sesuatu dari semak semak melompat keluar dan menerkam kelinci itu.
SYUSSH....
BRUKK... ( suara kelinci kecil di terkam )
Airin pun takut di buatnya, makhluk itu menggigit kelinci kecil itu dan kelinci kecil itu pun mati. Makhluk itu adalah serigala yang di berikan oleh Kauga pada nya.
……………………………………………………………………………………
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
...Hei semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....
...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....
...❤️❤️❤️❤️❤️...
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
……………………………………………………………………………………