THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon

THE FATHER OF MY CHILDREN The Wolf Demon
Bab 3 "PERTEMUAN PERTAMA AIRIN DAN TOHARU"




("Ayah, ibu, aku pasti akan menyelamatkan kalian!.") kata Airin dalam hati.


Beberapa jam kemudian, mereka sudah hampir sampai di tempat tujuan. Sebagian warga desa mulai lelah dan memutus kan untuk istirahat sebentar, Airin melihat dengan teliti dan memikirkan cara untuk melarikan diri.


("apa yang harus aku lakukan?.") tanya Airin dalam hati, ("tidak aku harus memikirkan cara untuk melarikan diri dan menyelamatkan ayah dan ibu, tapi sebelum itu aku harus melepaskan ikatan ku dulu. ukh... talinya susah sekali di buka. Aku perlukan sesuatu yang tajam untuk memotong tali ini.") katanya sambil melihat ke sekeliling tempat itu. ("Wah... kebetulan sekali batu itu pasti bisa membantuku memotong tali ini.") katanya berusaha untuk mengambil batu tajam itu.


"ayo kita lanjutkan perjalanan kita ini sudah malam kita harus cepat!, sedikit lagi kita akan sampai di sana." kata si pendeta sambil menunjuk ke arah tempat yang ingin di tujunya, para warga desa pun melanjutkan perjalanan mereka.


("huhff... akhirnya aku berhasil mengambil batu tajam itu.") katanya lega.


Sesampainya mereka di tempat itu, Airin yang baru sahaja dia merasa lega tiba tiba iya melihat sesosok binatang buas di situ dan tempat itu di penuhi tengkorak manusia yang berserakan di atas tanah.


"KALIAN LAMBAT SEKALI MEMBERI TUMBAL NYA!!!!!.."kata binatang buas itu marah dan perlahan berubah menjadi manusia, warga desa mulai ketakutan saat melihat Siluman harimau yang menakutkan. Airin yang melihat siluman itu sangat ketakutan sekujur tubuhnya bergetaran dan iya menelan ludah nya karena takut.


("tidak...a-aku tidak boleh takut... aku harus melepaskan ikatan tali ayah dan ibu dulu aku harus melepaskan mereka berdua...aku... a-aku... aku tidak ingin mereka berdua terluka!.") kata Airin gemetaran.


"Tuan siluman harimau mereka bertiga adalah tumbal yang ingin kami berikan kepada kalian, harap anda menepati janji seperti sebelumnya untuk tidak menggangu ketenangan desa kami dan desa lainnya." kata si pendeta dengan tenang dan mendorong Airin dan orang tuanya ke hadapan.


"Heng. hadiah yang kalian berikan kali ini lumayan menarik, aku akan menepati janji ku, heh. Aku jadi tidak sabar untuk mencicipi makan malam yang segar ini!." kata siluman itu dengan sombong, ia memungut kerangka manusia dan melangkah maju ke hadapan Airin.


"kalian semua pergilah!." katanya dingin dan menyuruh warga desa segera pulang dari tempat itu, Airin menatap orang orang desa yang pergi menjauh dari situ dan menghilang di kegelapan di bawah langit malam, Airin pun mulai ketakutan dan ia pun menoleh ke arah ayah yang ketakutan dan ibunya yang menangis tampa bersuara.


("aku harus menyelamatkan ayah dan ibu!.") katanya melawan rasa takutnya.


Airin "Hei!, lepas kan ayah dan ibuku biarkan mereka berdua tetap hidup!." kata Airin tegas.


"Gadis kecil, kau sangat begitu lancang apa kau tidak takut aku menggigit lehermu hingga putus?. Aku punya nama dasar kau Bocah tengik!." kata siluman itu dengan marah dan meng hancurkan kerangka manusia yang ia pegang, Airin melihat ke arah ayah dan ibu berusaha untuk menenangkan ayah dan ibunya.


("Gadis kecil ini beraninya menunjukkan wajah kasihan seperti ini padaku tanpa rasa takut sedikit pun tapi... wajah nya yang seperti ini, imut juga.") kata Toharu dengan wajah yang sedikit memerah.


Toharu "Heh. benar juga aku lupa memperkenalkan diri, kalau begitu perkenalan namaku Toharu orang yang akan mencabut nyawa kalian." kata Toharu tersenyum jahil sambil memegang dagu Airin, seketika Airin memalingkan wajahnya nya.


Airin "kumohon lepaskan ayah dan ibuku biarkan mereka berdua tetap hidup."katanya dan menatap ayah dan ibunya.


Toharu "kau ingin mereka tetap hidup?, baiklah aku akan melepaskan mereka. Tapi kau harus tinggal di sini untuk menjadi makanan ku bagai mana?." katanya tertawa licik dan menghampiri ayah dan ibu Airin untuk melepaskan ikatan mereka.


Ibu "anak bodoh apa yang kau pikir kan kau sudah gila menyerahkan diri mu kepada nya untuk di makan, kau akan mati di makan nya!." kata ibu menangis dan menampar pipi putrinya.


……………………………………………………………………………………


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


...Hei semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....


...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....


...❤️❤️❤️❤️❤️...


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


……………………………………………………………………………………