
Setibanya Airin dan ibunya tiba di rumah, Mereka di sambut oleh ayahnya yang baru pulang dari kebun.
"kalian sudah pulang, Apa yang terjadi kenapa Airin terluka?." tanya ayah khawatir karena putrinya terluka, ia segera menghampiri isteri dan anak nya itu.
Airin "aku tidak apa-apa ayah, ayah tidak perlu khawatir. Airin baik baik saja kok" katanya tidak ingin melihat ayah nya khawatir.
Ibu "anak kita di pukuli tadi oleh sekumpulan wanita yang nakal, ibu akan mengobati luka nya ayah tidak perlu khawatir." kata ibu menyakinkan ayah, ia pun pergi mengobati luka putri kesayangan nya itu dengan lembut.
Tiga hari kemudian, saat Airin dan ibunya sedang di pasar. Terlihat sekumpulan orang yang datang ke arah keramaian penduduk desa yang berdesakan di situ.
"PERHATIAN KEPADA SELURUH PENDUDUK DESA, KITA SEDANG DALAM BAHAYA PARA SILUMAN MEMERINTAH KAN KITA UNTUK MEMBERI MEREKA TUMBAL KITA HARUS SEGERA MEMBERIKAN MEREKA TUMBAL UNTUK MELINDUNGI WARGA DESA DISINI. KARENA TAHUN LALU DESA LUAR YANG MEMBERI TUMBAL KEPADA PARA SILUMAN KALI INI DESA KITA LAGI YANG MEMBERIKAN PARA SILUMAN TUMBAL. KITA HARUS SEGERA MENCARI TUMBAL SEBELUM MALAM TIBA HARI INI, SEKARANG AYO BERGEGAS MENCARI TUMBAL SEKARANG JUGA KALO KALIAN TIDAK INGIN MATI DI MAKAN PARA SILUMAN!." katanya dengan suara keras. Karena pengumuman itu para warga desa mulai panik, Airin dan ibunya segera pergi menjauh dari situ dan bergegas pulang ke rumah mereka.
setibanya di rumah mereka tidak melihat ayah di rumah. Airin menyuruh ibunya agar segera berkemas karena ia tahu yang akan menjadi tumbal adalah mereka dan ibunya pun menuruti perkataan putrinya itu, ayah pun pulang saat itu.
Ayah "apa yang sedang kalian lakukan?" tanya ayah heran.
Airin "ayah ayo kita pergi dari desa ini!" kata Airin panik.
Ayah "kenapa desa ini kampung kita kenapa kita harus pergi?." kata ayah nya karena belum tahu keadaan yang telah terjadi. Airin tampa pikir panjang ia segera mengemas barang barang ayahnya dan segera membawa ayah dan ibunya untuk pergi meninggalkan desa. Di sisi lain warga desa bergegas ke rumah mereka, warga desa pun menyadari mereka yang berusaha melarikan diri. Mereka pun segera berusaha untuk menangkap Airin dan orang tuanya, di karena kan ibu Airin memiliki gangguan pernafasan mereka pun tertangkap oleh warga desa.
("oh tidak berakhir sudah") kata Airin dalam hati, warga desa mengikat Airin dan orang tuanya lalu mereka mereka bertiga ke dalam hutan. Zenki yang melihat kejadian itu segera menghampiri warga desa, ia pun menghentikan tindakan penduduk desa.
"apa yang kalian lakukan? mengapa kalian mengikat Airin dan orang tuanya dan membawa mereka ke sini? lepas kan mereka!" kata Zenki dingin dan memerintah kan mereka agar segera melepaskan Airin dan orang tua Airin. Warga desa saling beratapan satu sama lain, lalu seorang pendeta maju ke hadapan dan berkata.
"Pangeran yang hamba hormati, kenapa anda berkata begitu? kita harus memberi para Siluman tumbal jika tidak kita yang akan mati." kata si pendeta dan menatap Zenki dengan tatapan tidak senang hati.
Pendeta "Maaf kan hamba Pangeran ritual ini harus di laksanakan sekarang ini demi keselamatan penduduk desa kita tidak punya waktu lagi!, hamba terpaksa melakukannya." kata si pendeta sambil menyuruh asisten nya untuk membius Zenki, Zenki yang berusaha mengelak tidak sempat dan akhirnya ia pun terkena bius itu.
Zenki "Kau...kau...a-aku tidak akan melepaskan mu, sial bius ini kuat sekali...aku mengantuk." kata Zenki lemah dan terjatuh ke atas tanah karena bius tadi.
Pendeta "bawah Pangeran pergi dari sini, yang lain mari kita lanjutkan perjalanan kita harus tiba di belakang bukit sebelum malam tiba!." kata si pendeta memerintah. Airin yang tidak berdaya hanya bisa melihat Zenki di bawah oleh orang orang tersebut.
("Kak Zenki.") kata Airin dalam hati dan mulai menangis dan ia menatap wajah ayah dan ibunya yang berkeringat karena ketakutan.
……………………………………………………………………………………
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
...Hai semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....
...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....
...❤️❤️❤️❤️❤️...
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
……………………………………………………………………………………