
Desa yang indah dengan pemandangan alamnya yang begitu menenangkan hati, yang terdapat di pinggiran kota , pagi hari yang cerah para petani sedang sibuk di ladang mereka dan orang orang yang sibuk akan dagangan mereka.
BRUKK...
"hahahahaha kasihan sekali dia siapa suruh begitu miskin!." Sekumpulan anak muda yang sedang memukuli gadis yang lemah.
"hiks hiks....ku mohon jangan pukul lagi hentikan itu sakit." Kata gadis itu sambil menangis tersedu sedu karena kesakitan, tapi ucapan gadis itu sama sekali tidak di pedulikan oleh orang orang itu dan terus memukulnya.
"Chiis di pukul seperti itu saja tidak cukup kalian semua menyingkir lah aku akan memberikan pelajaran kepada anjing ini!." Kata salah satu seorang gadis nakal sambil memegang sebatang kayu ingin memukul gadis yang tak berdaya itu.
("apa aku akan mati di sini?, tidak, aku belum ingin mati. Tolong siapa pun itu tolong selamatkan aku!.") kata gadis itu dalam hati.
"HEI KALIAN BERHENTI!, JANGAN PUKUL PUTRI KU LAGI!." kata ibu dengan marah kepada sekumpulan anak muda itu.
"i-ibu....apa yangkau lakukan di sini?." kata gadis itu tidak berdaya.
"heh. ternyata hanya ibunya si jelek ini buat apa takut!, mereka berdua benar benar mirip mereka berdua begitu menjijikkan sekali membuatku ingin muntah saja!," kata salah satu dari sekumpulan anak muda itu.
ibu dari gadis yang di pukuli tadi berusaha memapah puterinya yang terluka.dan berusaha membawa puteri nya pergi dari situ.dan dilihat oleh Zenki. Zenki adalah seorang anak perdana menteri, dia sangat di sukai oleh gadis gadis di desa banyak sekali orang tua yang ingin menjodohkan dia dengan anak gadis mereka, tapi dia sama sekali tidak tertarik dengan gadis gadis yang di jodoh kan dengannya, dia sudah menyukai Airin sejak kecil.
"Hei kalian apa yang sedang terjadi di sini?." kata Zenki dengan tegas menarik perhatian para gadis gadis yang ada di situ dan ibu anak itu.
"oh tidak itu Tuan muda Zenki aku tidak ingin terlihat jahat di matanya" ucap gadis yang memegang kayu tadi dengan suara kecil sambil membuang kayu yang ia pegang.
"bibi apa kalian baik baik saja?. aku akan menghantar kalian pulang."kata Zenki sedikit khawatir.sambil mendekati Ibu dan anak itu.
"kami tidak apa-apa, kami bisa pulang sendiri kamu tidak perlu khawatir, terima kasih atas kebaikan Tuan muda Zenki dengan niat baik ingin menghantar kami pulang, kami akan membalas budi anda lain waktu,tapi kami bisa pulang sendiri." kata ibu Airin dengan sopan dan lembut, Airin hanya diam sambil menundukkan kepalanya.
"baik Tuan kami pergi dulu" kata ibu Airin sambil menunduk memberi hormat Airin pun menundukkan kepala memberi hormat pada Zenki sambil menutupi bekas memar di wajah nya. Airin dan ibu nya pun pergi menjauh, Zenki merasa sedikit kecewa karena Airin sama sekali tidak berbicara dengannya, ("kenapa Airin diam saja apa dia membenciku?") tanya Zenki dalam hati, dia mem balik kan badan dan menatap gadis gadis di hadapannya.
"kalian pergi dari sini aku tidak ingin melihat kalian lagi!. ah...satu lagi aku tidak ingin melihat kalian menindas orang lain lagi terutama Airin jika kalian melukainya lagi jangan pikir aku beri muka kalian lagi mengerti!!!." kata Zenki dingin.
"baik Tuan Muda Zenki kami pulang dulu." ucap mereka sedikit gemetaran dan memberi hormat.
Zenki sama sekali tidak memandang mereka dia menunggang kudanya dan pergi menjauh meninggalkan sekumpulan gadis gadis itu.
"kenapa Airin bisa seberuntung ini? anak itu tunggu saja aku akan menghabisimu!." kata Selly sambil menggigit bibir nya.
……………………………………………………………………………………
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
...Hai semuanya apa kalian suka novel ini?, silahkan komentar pendapat kalian tentang novel ini dan jangan lupa untuk like nya dan tekan favorit. Kalau boleh Vote juga biar novel ini banyak yang baca, biar author bisa update terus. Dan jangan lupa untuk follow author nya ya, biar kita saling kenal....
...Aku mencintai kalian, aku menyayangi kalian yang selalu mendukung novel ini. Sekian Terima Kasih....
...❤️❤️❤️❤️❤️...
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
……………………………………………………………………………………