THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Bahagia Itu Sederhana



"Tenang gue udah siapin semua kok, karna gue yakin lo pasti akan datang" ucap Gilang sambil melihat Nafisya lalu tersenyum


"Thanks Lang" kata Nafisya


Flashback...


"Kok berhenti di sini sih?" tanya Dimas heran karna Gilang tiba tiba berhenti didepan restoran.


"Gue mau beli jus alpokat dulu" jawab Gilang singkat lalu turun dari mobil Sekitar sepuluh menit berlalu Gilang kembali kedalam mobil dengan membawa jus alpokat yang di kemas di dalam gelas.


"Sejak kapan lo suka sama jus alpokat?" tanya Dimas karna setaunya Gilang tidak suka dengan apapun yang berbauh alpokat


"Ini bukan buat gue, tapi untuk Nafisya" jawabnya singkat lalu menjalankan mobilnya menuju Club


"Nafisya? bukannya tadi dia ngak bilang kalau dia juga ikut ya?" tanya ulang Dimas


"Iya emang dia ngak bilang, tapi gue yakin dia pasti datang" jawab Gilang tersenyum dan membuat Dimas mengeleng gelengkan kepalanya karna tingkah konyol sahabatnya itu


"Eh,, gue jadi penasaran deh sama si Nafisya, kok dia ngak pernah minum alkohol ya saat di Club? padahal si Dinda dan Fitri minum alkohol loh"


"Dulu itu saat kita naik kelas dua belas, gue dan faldi ngajakin dia serta kedua temannya itu ke club dan itupun untuk pertama kalinya mereka bertiga menginjakkan kaki ke dalam club. Kita semua minum alkohol tapi ngak sampai mabuk sih, Terus pas besoknya Dinda nelfon gue, katanya Nafisya demamnya tinggi banget. jadi gue buru-buru deh kerumah nya Dinda yang di sana hanya ada si Fitri, Nafisya, Dinda dan asisten rumahnya saja. Akhirnya kita bawa tuh Nafisya kerumah sakit terdekat, dia dirawat selama seminggu dan dokter bilang kalau Nafisya itu ngak bisa minum-minuman yang berbau dengan alkohol. maka dari itu dia udah kapok untuk minum-minum alkohol lagi" jelas Gilang


"Ohh,, waktu gue pulang kampung itu yaa?" tanya Dimas


"Iya" jawab Gilang


Setelah tiba di Club mereka berdua langsung masuk dan berjalan menuju table yang sudah Gilang booking


"Darimana aja kalian berdua?" tanya Faldi yang baru datang dari arah dapur Club


"Biasa" balas Dimas sambil melirik Gilang dan langsung di mengerti Faldi


"Faldi ni simpan dikulkas lo dulu, nanti sajikan ketika Nafisya datang" kata Gilang yang menyodorkan jus alpokat kemasan


"Gilang, Gilang" seru Faldi seraya menggeleng gelengkan kepalanya


"Maklumin ajalah sahabat kita ini" ejek Dimas dan mereka bertiga ketawa


***


~Pradhika Home


"Bunda" panggil ayah Zamsul pada istrinya yang duduk di kursi meja rias ketika dia baru keluar dari kamar mandi


"Kenapa yah?" ucap bunda Nita


"Emm,, Sebenarnya ayah masih penasaran kenapa bunda tiba-tiba mempercepat perjodohan Naufal dengan anak perempuannya Rizal?" tanya ayah Zamsul sambil berjalan menuju sofa.


"Ya karna bunda ngak mau wanita ular itu dekat dekat dengan anak kita lebih lama lagi" jawab bunda Nita dengan kesalnya karna dia yakin kalau Tiara pacaran dengan anaknya itu hanya karna harta dan kedudukan


"Terus kenapa bunda meminta anak keduanya untuk di jodohkan dengan Naufal?" tanya ayah Zamsul. pasalnya dia tau bahwa Rizal Pramudya mempunyai dua anak perempuan. Yang pertama kuliah semester empat dan yang kedua baru saja lulus SMA.


"Bunda ngak suka dengan anak pertamanya!" jawab bunda Nita


"Tapi kenapa?" tanya bingung ayah Zamsul


"Karna anak pertamanya itu angkuh, kasar, ngak tau menghargai orang tua. Pokoknya bunda ngak suka" jawab bunda Nita


"Bunda pernah ketemu dengan anak-anaknya Rizal?" tanya lagi ayah Zamsul


"Pernah. lima tahun yang lalu, saat ayah ada urusan mendadak di makassar!"


"Kok bisa ketemu?"


"Itulah yang di namakan takdir,," balas bunda Nita sambil tersenyum


"Ada banyak kesedihan yang bunda lihat dimata cantiknya itu, Ingin rasanya bunda segera mengakhiri kesedihannya sekarang juga" jawab bunda Nita dengan wajah yang berubah menjadi sendu


"Maksud bunda?" tanya ayah Zamsul penasaran


"Nanti akan ada saatnya bunda menceritakan semuanya pada ayah"


"Baiklah" balas ayah Zamsul, meskipun penasaran tapi ia tidak ingin memaksa istrinya untuk memceritakan semua nya sekarang


***


Club xxx


"Ceh apaan sih" desis Nafisya


"Kenapa kalian berdua ngak pacaran aja sih, cocok kok" ucap Dinda


"Beruntung banget lo Fisya,, ada yang peka dan cinta sama lo. Ngak kayak tuh manusia karbit" Cletuk Fitri sambil melirik Faldi yang duduk disampingnya


"Cinta cinta, makan noh cinta! Bodoamat gue mah puasa!! hahahah.." kata Nafisya dan diiringi tawa mereka semua kecuali Fitri dan Faldi


"Yang gue peka ya!" ucap Faldi yang mengerti dengan kode yang diberikan pacarnya


"Peka apaan!" balas Fitri dengan tatapan sinisnya


"Ye ni anak bedua malah berantem hadehh.." kata Dinda


"Kek anak kecil amat sih bro" sambung Dimas dengan cengegesannya.


"Eh tadi gue ketemu sama ibu Mona" Kata Gilang tiba tiba. Bu Mona adalah salah satu guru yang paling akrab dengan mereka, dia juga menjabat sebagai wali kelas mereka dari kelas satu sampai kelas tiga SMK.


"Bu Mona? Ngapain??" tanya Nafisya


"Bu Mona ngajakin kita sekelas liburan ke Lappa Laona" jawab Gilang


Lappa Laona adalah salah satu obyek wisata baru disekitar makasar dan sekitarnya. Lappa Laona punya pemandangan yang breathtaking dan juga rumah-rumah kecil ala di Selandia Baru.


Nama lengkapnya Lappa Laona Barru, terletak di hamparan rumput hijau, udara dingin dan juga tanah lapang. Jarak lokasinya dari Kota Makassar sekitar 130km, atau sekitar 3 jam perjalanan.


"Seriusan lo? Kapan?" Tanya kompak mereka kecuali Nafisya


"Tiga hari lagi" jawab Gilang singkat


"Yey! Akhirnya Liburan juga..!!!" seru Fitri


"Seneng banget gue sumpah!!" sambung Dinda


"Biasa aja kali" ucap Nafisya mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya seperti orang yang baru saja bebas dari kurungan


"Hahaha maaf kelepasan gue" ucap Dinda dan Fitri


"Ternyata bahagia itu sesederhana ini ya" ucap Dinda lagi


"Kalian ikut kan?" tanya ulang Gilang pada ketiga gadis itu


"Ikut dong" jawab singkat Dinda dan Fitri kompak


"Lo Fisya?" tanya Gilang


"Emmhh..." belum sempat Nafisya melanjutkan kata katanya karna Gilang langsung menyela


"Nanti gue yang minta izin langsung ke papa lo deh,,,?" ujar Gilang penuh harapan


"Ehh ngak usah, ngak usah nanti malah tambah rumit lagi" jawab Nafisya langsung karna dia sangat kenal dengan sifat papanya itu


"Ya gue ikut" lanjutnya


"Yeyyyy" teriak Fitri dan Dinda


.


.


.


Bersambung🌻


.


.


.


Hay guys, ini adalah novel pertamaku


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...


Biar author semangat bikin ceritanya🌹