THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Cinta Jadi Sahabat



~Pradhika Home


Setelah masuk kekamar Naufal langsung meletakkan tasnya diatas sofa lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sekitar 40 menit, Naufal keluar dari kamar mandinya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya.


Tok... Tok... Tok...


"Aden ini bibi bawa susu jahenya" sahut pelayan di balik pintu


"Iya bi, sebentar.." jawab Naufal sambil memakai baju kaos dan celana pendeknya, setelah selesai Naufal langsung membuka pintunya.


"Terimakasih bi" kata Naufal setelah menerima susu jahenya


"Iya aden" balas pelayan itu sebelum pergi


Setelah menutup kembali pintu kamarnya, Naufal langsung mengambil benda pipih miliknya diatas nakas dekat ranjangnya.


"Halo?" kata Naufal ketika sambungan telepon sudah terhubung.


📞"Emm ada apa sayang?" tanya seorang wanita di seberang sana


"Besok kita ketemu di kafe tempat biasa" jawab Naufal


📞"Ada apa?"


"Ada hal penting yang aku mau omongin sama kamu Tiara"


📞"Kayaknya aku ngak bisa deh sayang, besok pagi aku harus berangkat ke paris" balas wanita itu dengan nada manja


"Ngapain?" tanya singkat Naufal dengan suara yang dingin


📞"Aku ada pemotretan selama sebulan disana. jangan marah yaa" jawabnya


"Kenapa kamu ngak bilang sama aku?" tanya Naufal dengan suara dinginnya


📞"Emm,,, maaf sayang aku takut kamu akan ngelarang aku lagi untuk kesana, Please jangan marah yaa ini cita-cita ku loh sayang"


"Terserah!!!" ucap Naufal singkat lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Sebelum tidur Naufal mematikan handphone nya karena dia yakin kalau nanti Tiara akan menelpon nya terus menerus.


"Kenapa sih dia melakakukan apapun dengan sesuka hatinya saja? kenapa ngak bilang dulu coba? Bagaimana caranya bilang ke bunda kalau gue hanya cinta ke Tiara, sedangkan disini hanya gue yang berjuang untuk meluluhkan hati bunda, disisi lain dia hanya sibuk dengan dunianya,, Arrrghh.."


***


Club xxx


"Fisya lo jadi ambil biasiswa kedokteran di jakarta?" tanya Gilang dan di balas anggukan kepala oleh Nafisya.


"Kenapa harus jauh banget si Fisya?" tanya Faldi setelah mengeguk minuman di depannya


"Iya apa lo tega ninggalin dua anak kurcaci ini?" tanya Dimas sambil menunjuk Dinda dan Fitri


"Beb!!" ucap Dinda tidak terima atas perkataan pacarnya


"Sabar man" ujar Faldi pada Gilang sambil menepuk pundanya


"Peluang lo semakin kecil Gilang, padahal kalian kayak muka muka jodoh serasi gitu" ejek Dimas sambil terkekeh


"Ahahha ngak papalah kalau ngak bisa jadi teman bidup, setidaknya bisa jadi teman dekat. Karena ngak semua yang serasi harus punya status lebih dan ngak semua nyaman harus berakhir jadian" kata Gilang dengan bijaknya


"Wihhh salut gue sama lo man" ucap Dimas sebelum meminum alkohol


"Bangga gue jadi sahabat lo"


"Thanks Lang" ucap Nafisya dengan senyum manisnya


"Untuk apa?" tanya Gilang bingung


"Untuk semuanya yang lo lakuin buat gue dan maaf kalau gue udah ngecewain lo" jawab Nafisya


"Ngak ada kata terimakasih dan maaf dalam persahabatan" ucap Gilang mantap


"Kita juga bisa kan jadi sahabat lo Fisya?" tanya Dimas dan Faldi


"Bisa dong" jawab Nafisya


"Berarti kita berenam jadi sahabat dong" Dinda senang


"Cinta menjadi sahabat" ucap Faldi dan memecahkan tawa kelima orang itu


"Kita joget yuk" ajak Fitri setengah mabuk


"Yuk" balas dinda dengan mata sayunya karna mabuk


Akhirnya mereka berenam berjodet dengan alunan musik yang sangat keras dan mereka bertiga berada ditegah tengah karena Gilang Dimas Faldi mengelilingi mereka dan ada dua orang petugas keamanan yang telah diminta untuk menjaga mereka agar tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh ketiga gadis yang memakai baju seksi itu.


.


.


.


Bersambung🌻


.


.


.


Hay guys, ini adalah novel pertamaku


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...


Biar author semangat bikin ceritanya🌹