
"Serius Nafisya cinta pertama nya Gilang?" tanya Dinda tidak percaya.
Memang sulit untuk di percaya, masa iya Nafisya cinta pertama Gilang, sedangkan mereka berdua baru berkenalan saat mereka duduk dibangku kelas sebelas karena Gilang adalah murid pindahan pada saat itu. Dan Nafisya yang memiliki sifat yang cuek dan tidak pernah merespon siapapun pria yang mendekatinya itu mampu membuat seorang Gilang anak dari pengusaha sukses, ganteng, baik, ramah dan cukup terpopuler itu terpesona dan merasa tertantang untuk mendekati Nafisya, ~fikir mereka
"Serius beb, selama kita berteman, dia ngak pernah sebucin ini" ucap Dimas menjelaskan.
"Kok bisa ya dia jatuh cinta sama Nafisya? Secara kan Nafisya itu orangnya cuek bebek sama yang namanya laki-laki" tanya Dinda lirih
"Ya bisalah namanya juga cinta! Yang ngak mengenal tempat dan waktu" kata Faldi sambil tertawa
"Eh beb gue penasaran deh, kok Nafisya ngak pernah mau ngerespon laki-laki yang dekat sama dia? Padahalkan dia itu cantik dan gue denger-denger udah ada banyak laki-laki yang nembak dia tapi ditolak terus. Dia kenapa sih beb!?" tanya Dimas penasaran
"Beb?" panggil Dimas sambil menoleh kearah Dinda
"Ye malah tidur" katanya lagi sambil menggelengkan kepalanya.
-
Sedangkan Gilang masih terus mengikuti mobil yang dikendarai oleh Dimas dari belakang, hingga akhirnya Gilang berhenti di depan Restoran yang disampingnya terdapat Apotek.
"Kok berhenti?" tanya Fitri penasaran sedangkan Nafisya masih memejamkan matanya karna masih merasakan pusing
"Lo tunggu disini, gue mau beli makanan dan obat buat Nafisya dulu" jawab Gilang sambil membuka pintu mobilnya
"Lo mau gue beliin sekalian atau bagaimana?" tanya Gilang pada Fitri sebelum keluar dari mobilnya.
"Ngak usah, gue udah kenyang kok" tolak Fitri dan langsung di iyakan oleh Gilang.
Setelah beberapa menit Gilang pun kembali ke dalam mobilnya dan duduk ditempatnya semula, dan meletakkan makanan dan obat yang di belinya tadi di atas dashboard mobilnya. Lalu ia kembali menjalankan mobilnya kerumah Dinda meskipun mobil yang dikendarai oleh Dimas itu sudah tak terlihat lagi.
Sesampainya dirumah Dinda, dia melihat Dimas melalui jendela mobil Dinda yang sedikit terbuka itu, belum keluar dari mobil yang dikendarai Dimas tadi, sedangkan Faldi berada di luar mobil sambil memainkan benda pipih miliknya.
"Kenapa kalian belum masuk?" tanya Gilang sambil berjalan kearah Faldi.
"Lo dari mana aja sih? Kita dari tadi tau nunggu kalian. Lama amat!?" kata Faldi sedikit kesal
"Maaf tadi gue singga dulu beli makanan dan juga obat buat Nafisya" balas Gilang sambil melihat kearah dalam mobil Dinda.
"Kenapa kalian ngak masuk?" tanya Gilang lagi
"Kita takut nanti bokap dan nyokapnya ngamuk lagi kalau liat kita berdua bawa anak perempuannya lagi tidur dengan pulasnya itu" kata Faldi
"Serius yank?" tanya Faldi dan di iyakan oleh Fitri
"Dimas,, gue mintol dong tolong gendong Dinda masuk kedalam ya? pintu rumahnya juga udah ke buka tuh. Kamu tinggal masuk aja, nanti tanya ke bi Lilis, dimana kamarnya Dinda" ucap Fitri
"Oke" balas Dimas langsung keluar dari mobil dan membuka pintu tempat Dinda tidur. dan Fitri langsung
"Yaudah gue bangunin Nafisya dulu" ucap Gilang lalu berjalan menuju tempat Nafisya
"Eh kenapa lo mau bangunin sih? Gendong aja kali" seru Faldi langsung mendapat pukulan dari Fitri
"Kenapa sih?" tanya Faldi bingung sambil melihat ke arah Fitri dan Gilang yang kembali berdiri di hadapannya.
"Lo taukan Nafisya ngak suka sama cowok yang kurang ngajar?" tanya Gilang dan langsung di mengerti oleh Faldi.
Gilang masih sangat mengingat saat Nafisya menamparnya hanya karna dia mau membantu untuk menggendong dan membawa tubuh Nafisya ke ruang UKS yang hampir saja pingsan sebab terlalu lama berdiri ditengah lapangan ketika saat upacara bendera.
"Maaf gue lupa" jawab Faldi
"Gilang lo bangunin Nafisya aja, tasnya biar gue yang bawa" ucap Fitri
.
.
.
Bersambung🌻
.
.
.
Hay guys, ini adalah novel pertamaku
Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...
Biar author semangat bikin ceritanya🌹