
"Fisya?" panggil seorang laki laki yang ada di dalam mobil agar langkah Nafisya berhenti namun dia salah Nafisya tetap melanjutkan langkahnya tanpa berhenti ataupun menoleh ke arahnya.
"Lo mau kemana malam malam gini?" tanya laki laki itu yang sudah turun dari mobil untuk menghampiri Nafisya dan menarik tangan Nafisya agar berhenti.
"Emm,, Fisya mau ke rumah Dinda kak" jawab Nafisya lalu melepaskan tangannya yang di pengang oleh laki laki itu.
"Tapi kenapa lo jalan kaki? Mobil lo kemana? Apa papa lo tau kalau lo jalan sendirian dijalan kayak gini? Malam malam lagi! Biar gue antar aja ya please, jangan nolak" ucap seorang laki laki itu lalu menarik kembali tangan Nafisya menuju mobilnya karna dia tau kalau gadis itu akan mencari alasan untuk menghindarinya.
"Gue ngak mau kak, nanti mata-matanya kak Sasa..." balas Nafisya namun kata katanya terpotong
"Kamu ngak usah khawatir nanti kakak yang akan jelasin sama dia, sekarang biarkan kakak untuk mengantarkan kamu ke rumah Dinda" kata seorang laki laki itu dengan cemas
"Tapi Fisya ngak mau nanti kak Sasa salah paham lagi dan pasti akan berpengaruh dengan hubungan kakak" kata Nafisya yang tidak mau hal yang beberapa waktu lalu terulang kembali saat dia harus berkelahi dengan saudari tirinya hanya karna Sasa mengira kalau Nafisya mencoba untuk merebut pacarnya.
"Kita bicara di mobil oke, kakak mau jelasin sesuatu sama kamu" ucap laki laki itu
Setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil, laki laki itu mulai menceritakan alasannya kenapa dia harus pacaran dengan saudari tirinya.
"Fisya lo ngak boleh baper lagi okey!, lo harus buang perasaan lo jauh-jauh dari kak Reynand!!!" batin Nafisya
"Fisya sebenarnya kakak ngak ada perasaan sama sekali dengan Sasa, kakak pacaran sama dia hanya karna kamu! Karna kakak pikir setelah lulus kakak ngak akan bisa ketemu kamu lagi makanya kakak pacaran sama Sasa supaya Kakak bisa datang kerumahmu terus, meskipun hanya sebatas melihatmu" jelasnya sambil menggenggam tangan Nafisya.
"Kak Rey ini ngak lucu ya!!!" kata Nafisya terkejut dengan perkataan yang baru dia dengar
"Maaf,, karna sudah membuatmu kecewa dengan melakukan hal sebodoh ini tapi percayalah kakak sayang sama kamu Fisya" ucap laki laki itu.
"Tapi kak ini salah! ngak seharusnya kakak melakukan itu pada kak Sasa. Bagaimana kalau kak Sasa tau yang benarannya? Pasti kak Sasa akan semakin benci sama Fisya, kak" kata Nafisya menjelaskan.
"Maafkan kakak Fisya,, Kakak akan bicarakan semua ini dengan baik-baik dan kakak janji Sasa ngak akan melakukan hal yang buruk lagi sama kamu karna kakak akan selalu melindungi kamu" kata laki laki itu menyakinkan
Setelah mendengar penjelasan dari laki laki itu, hati Nafisya seperti tersentuh, sebab bagaimana pun ini semua karna dia "Fisya juga minta maaf karna Fisya ngak bisa terima cinta kakak, sampai harus mengorbankan cinta kakak seperti ini" ucap Nafisya
"Sssstt.. Kamu ngak salah kok, kakak tau kalau kamu masih trauma"
"Terimakasih karna kakak sudah memahami keadaan Fisya" ucap Nafisya dan laki laki itu hanya membalaskan dengan senyum manisnya.
Laki laki itu adalah Reynand, anak dari sahabat papa Rizal yang sangat menyukai Nafisya tapi Nafisya menolaknya hanya karna trauma masa kecilnya atas perpisahan kedua orang tuanya meskipun dia juga sebenarnya punya perasaan pada sosok seperti Reynand, karna merasa tak enak selalu datang ke rumah keluarga Pramudya tanpa alasan yang tepat akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan Sasa pacarnya agar dia bisa selalu datang kerumah keluarga Pramudya dan berketemu dengan Nafisya.
"Ohiya, kakak dengar dari sasa kamu mau lanjut kuliah ke jakarta ya?
"Emm"
"Ya akan semakin sulit dong kakak untuk ketemu sama kamu"
"Nanti Fisya akan usahain untuk pulang kesini kok kalau lagi libur"
"Hemm"
"Kak kok tumben ya, kak Sasa ngak ikut kakak pulang ke makassar?" tanya Nafisya
"Ohh, dianya ngak tau kalau aku pulang ke makassar"
"Terus kapan kakak balik lagi ke amerika?"
"Besok,, ada tugas kuliah yang harus segera di selesaikan, supaya kakak cepat selesai tanpa hambatan nantinya dan juga kakak udah nyiapin kejutan buat kamu nanti loh"
"Apaan?"
"Nanti,, setelah aku lulus. Kamu juga akan tau kok"
"Kakak janji setelah kuliahku di amrik selesai kakak akan melamarmu dan akan segera menikahimu Nafisya Anatasha Pramudya, gadis kecil ku" ~batin Reynand.
***
~Rumah Dinda
"Bi,, Dinda nya ada?" tanya Fitri setelah pintu rumah Dinda terbuka
"Ada, non Fitri langsung ke kamar non Dinda saja" kata pelayan wanita yang bekerja di rumah Dinda
"Terimakasih bi"
"Iya non" balas pelayan itu sembari tersenyum
Setelah masuk dia langsung menuju kamar Dinda yang terletak di lantai dua
"Woyy" teriak Fitri ketika sudah masuk kedalam kamar milik Dinda
"S*alan lo kaget gue an*ir" kata Dinda lalu memukul pelan lengan Fitri
"Santai buk jangan marah marah dong. Fisya mana? Jadi ngak sih dia kemari lama banget perasaan jarak rumah gue lebih jauh kesininya daripada jarak rumah dia" Cletuk Fitri
"Bi ada apa?" tanya Dinda ketika sudah membuka pintu kamarnya
"Ada ibu-ibu diruang tamu non katanya dia ingin ketemu dengan non Nafisya"
"Siapa sih? Kok cari Nafisya di rumah gue" kata Dinda lalu berjalan menuju ke ruang tamu dan di ikuti oleh Fitri.
Setelah mereka sampai di ruang tamu mereka semakin penasaran karna wanita paruh baya yang dikatakan pelayan tadi memunggungi mereka sehingga mereka tidak bisa melihat wajah wanita paruh baya itu
"Maaf,, ada apa yaa?" tanya Dinda sambil berjalan menuju sofa yang ada di depan wanita paruh baya itu
"Tante!!!" kata mereka kompok ketika melihat ibu tiri dari sahabatnya itu datang untuk pertama kalinya di rumah Dinda.
"Eh ada apa tante? Tumben datang kemari" ucap Dinda sedikit ketus
"Maaf kalau sudah mengganggu waktu istrahat kalian tapi tante kemari hanya ingin ketemu dengan Nafisya"
"Haa Nafisya?" tanya Fitri heran karna sahabatnya itu belum datang juga. dan Ibu Linda (ibu tiri Nafisya) akhirnya menceritakan masalah yang terjadi dirumahnya tadi dan tujuannya kemari.
"Kok bisa gitu sih tante?" tanya Dinda sedih
"Terus Nafisya dimana dong? Gue dari tadi udah nelpon dia tapi ngak di angkat angkat" ucap Fitri juga sedih namun perkataannya itu mendapat sikuan dari Dinda
"Lo itu beng*k atau apa sih? Tadi kan tante Linda udah bilang kalau hpnya ada di papanya"
"Ohiya gue lupa" kata Fitri dengan menepuk jidatnya sendiri
***
Selama perjalanan menuju rumah Dinda. Tidak ada percakapan antara Nafisya dan laki laki itu karna Nafisya hanya sibuk memandang kearah jendela sedangkan laki laki itu sesekali melihat ke arah Nafisya
"Thanks ya kak" kata Nafisya sebelum turun dari mobil
"Eh Fi tunggu"
"Ada apa?"
"Tadi kamu belum cerita, kenapa bisa kamu jalan sendirian ke rumah dinda tanpa menggunakan mobil?"
"Oh mobil Fisya ada di bengkel kak" kata Nafisya berbohong
"kenapa ngak bilang ke papa kamu sih? Atau ke sasa"
"Udah ngak usah dibahas" kata Nafisya menghindar
"Sekali lagi thanks ya kak Reynand!" ucap Nafisya dan laki laki itu menganggukkan kepalanya.
"Iya,, Kamu ngak perlu sungkan, kalau butuh apa apa hubungi kakak aja ya" kata laki laki itu dan Nafisya membalasnya dengan senyum manisnya.
Setelah mobil yang mengantarkannya itu pergi dia langsung berjalan menuju pintu rumah Dinda dan menekan bel
Ting,, Tong,,
"Eh non Fisya, masuk non" kata pelayan yang membuka pintu
"Terimakasih bi" ucap Nafisya sebelum masuk
Saat Nafisya melangkahkan kakinya ke dalam rumah Dinda, betapa terkejutnya dia melihat dua orang paruh baya dan kedua sahabatnya duduk di ruang tamu...
.
.
.
Bersambung🌻
.
.
.
Hay guys, ini adalah novel pertamaku
Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...
Biar author semangat bikin ceritanya🌹