
Entah berapa lama mereka berenam berjoget mengikuti alunan musik dengan keringat yang sudah bercucuran itu, hingga akhirnya mereka berhenti karna melihat Nafisya hampir kehilangan keseimbangannya.
"Fisya lo kenapa?" tanya Gilang khawatir
"Kok muka lo pucat amat sih Fi..?" tanya Dinda setengah sadar
"Gue ngak papa kok" jawab Nafisya sambil memengang kepalanya
"Ngak papa gimana, muka lo udah pucat banget Fisya,, sekarang lo ikut gue" kata Gilang langsung menarik tangan Nafisya menuju table tempat mereka tadi
"Bentar gue ambil air putih dulu untuk Nafisya" ucap Faldi langsung berlari menuju dapur
"Fisya tadi lo udah makan?" tanya Fitri ketika sudah duduk disamping Nafisya
"Belum" jawab singkat Nafisya sambil memejamkan matanya akibat pusing yang dialaminya
"Yaampun Fisya" kata Fitri lalu menepuk jidatnya sendiri
"Kenapa lo ceroboh banget si Fisya? Lo itu harusnya jaga pola makan lo Fisya" omel Dinda.
Nafisya memang selalu saja ceroboh dalam hal kesehatannya. Terkadang dalam sehari hanya dua kali makan atau bahkan hanya sekali makan sampai-sampai kedua sahabatnya itu tidak berhenti mengomel dan memarahinya. Nafisya yang tidak sempat makan malam tadi karena perdebatan panasnya dengan papa Rizal yang membuatnya kehilangan selera makannya di tambah lagi terbawa dengan emosi akhirnya dia harus pergi tanpa makan dan membuat lambungnya memberontak karena belum terisi.
"Tau ni anak, udah tau ngak bisa telat makan, masih aja ngeyel" sambung Fitri
"Sudah sudah kita berpikiran positif tingking aja, mungkin tadi Fisya buru buru jadi dia ngak sempat makan malam" bela Gilang
"Ni minum dulu" kata Faldi menyodorkan segelas air putih pada Nafisya
"Thanks Faldi" balas Nafisya
"Sekarang gue antar lo pulang ya?" tanya Gilang
"Eh ngak usah, gue nginep di rumah Dinda, jadi nanti gue bareng dia aja pulangnya" jawab cepat Nafisya
"Dimas lo masih sadar kan?" tanya tiba tiba Gilang
"Iya kenapa?" balas Dimas bingung
"Lo ngak mungkin ngebiarin cewek lo ngetir sendirikan dalam keadaan mabuk gitu kan?jadi lo bawa mobil Dinda. Nanti Fisya sama gue" ucap Gilang
"Terus kita berdua?" tanya kompak Fitri dan Faldi
"Lo ikut di mobil gue" jawab Gilang sambil menunjuk Fitri
"Kalau gue?" tanya Faldi lagi dengan muka yang pasrah
"Lo ikut kita, Nanti orang malah salah faham lagi kalau lihat gue dan Dinda berduan di dalam mobil" jawab Dimas
"Ya,, pisah dong" kata Fitri cemberut
"Yaudah sekarang kita pulang" ajak Gilang sambil membantu Nafisya berdiri dari duduknya
"Kalian itu lebay banget tau, dibilang juga gue ngak papa, Nanti juga sembuh sendiri setelah gue istrahat. Kalian lanjut aja, gue tunggu disini okey" kata Nafisya sambil tersenyum
"Ngak,, sekarang kita pulang" balas Gilang langsung menarik tangan Nafisya keluar dari Bar dan di ikuti Fitri faldi Dimas dan Dinda
Setelah sampai ditempat parkir mereka semua masuk kedalam mobil sesuai dengan yang mereka bicarakan tadi.
"Masih pusing?" tanya Gilang dengan muka khawatirnya setelah masuk kedalam mobilnya
"Sedikit" jawab singkat Nafisya
"Yaudah lo tiduran aja dulu" ujar Gilang sambil mengatur kursi yang di tempati Nafisya
"Gue ngak papa Lang, lo terlalu berlebihan tahu" ucap Nafisya sambil tertawa
"Udah lo diam aja" balas Gilang lalu menjalankan mobilnya untuk megikuti mobil Dinda yang di kendarai oleh Dimas
Sedangkan dimobil Dinda mereka bertiga masih saja heboh karena melihat tingkah berlebihan dari Gilang.
"Beb gue rasa si Gilang masih suka banget sama Nafisya" ucap Dinda yang duduk di samping Dimas
"Iya kentara banget lagi Beb, mukanya khawatir gitu" balas Dimas sambil menoleh melihat Dinda
"Jelas kalian pikir akan mudah melupakan yang namanya cinta pertama gitu" sambung Faldi
"Serius Nafisya cinta pertama nya Gilang?" tanya Dinda tidak percaya...
.
.
.
Bersambung🌻
.
.
.
Hay guys, ini adalah novel pertamaku
Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...
Biar author semangat bikin ceritanya🌹