
~Pradhika Home
Setelah selesai memeriksa pasien terakhirnya Naufal langsung bersiap untuk pulang, sekitar dua puluh menitan dia sudah berada dikediaman Pradhika setelah mengendarai mobil Lamborghini miliknya.
"Assalamualaikum" kata Naufal ketika masuk kerumah
"Waalaikum salam nak" balas ayah Zamsul dan bunda Nita yang sedang duduk di ruang keluarga
"Eh ayah dan bunda kenapa belum tidur?" tanya Naufal pada kedua orang tuanya
"Ini masih jam sepuluh nak, duduklah dulu ada hal yang ingin ayah bicarakan sama kamu" ucap ayah Zamsul
"Ayah ngomongnya besok aja yaah?! Naufal sangat lelah" kata Naufal
"Yaudah kamu istrahatlah, nanti bunda suruh pelayan untuk mengantatarkan susu jahe untukmu" ujar bunda Nita yang tidak tega melihat anaknya kelelahan
"Makasih bunda, Naufal langsung kekamar yah" kata Naufal lalu meninggalkan ruang keluarga
"Kita bicarakan ini besok saja ayah, bunda ngak tega sama Naufal sepertinya dia sangat kelelahan" ucap bunda Nita ketika Naufal sudah menaiki tangga menuju kamarnya
"Yaudah kita istrahat, ayah juga besok ada meeting dikantor" kata ayah Zamsul
***
Didalam mobil mereka hanya sibuk dengan urusan masing masing, dimana Dinda memegang kendali untuk mengetir, Nafisya duduk di samping Dinda sambil melamun menatap kearah jendela dan Fitri duduk dibelakang sedang memainkan handphone nya.
Namun tiba tiba Fitri memecahkan keheningan "Fisya lo bilang tadi kan ngak punya uang dan mobil lo disita, terus kerumah dinda tadi naik apa dong? tanya Fitri penasaran
"Naik sepatu"
"Serius"
"Jalan kaki"
"Gue ngak percaya secara jarak rumah lo jauh banget kerumah gue apalagi jalan kaki" seru Dinda
"Fi serius napa becanda mulu" ucap Fitri cemberut
"Ulu ulu ulu jangan manyun gitu dong"
"Gue diantarin sama kak Rey"
"WHATT!!!" Teriak Dinda dan Fitri kanget
"Apaan sih biasa aja kali"
"Lo ngak becanda kan?"
"Ngak"
"Gimana ceritanya kok bisa"
"Ya dia liat gue jalan sendirian terus nawarin gue untuk naik kemobilnya tapi gue tolak,, ehh dianya malah maksa."
"Serius hanya itu" tanya Dinda meminta jawaban lebih
"Maksud lo?"
"Dia ngak ada cerita atau apa gitu" ucap Fitri
"Kok lo tanya itu sih?"
"Ehh ngak ngak" ucap Fitri salah tingkah
"Gue curiga nih, apa yang kak Rey omongin itu semuanya ada hubungannya dengan lo bedua ya?" tanya Nafisya penuh selidik
"Maaf ya Fisya, kita ngak tega lihat lo sedih terus makanya kita berdua memutuskan untuk menemui kak Reynand supaya dia menjelaskan semuanya ke lo" kata Dinda jujur
Flashback...
"Dinda, ceritain ke gue. Kenapa tadi lo bilang kalau Fisya itu lagi cari pelampiasan karna kak Rey??" tanya Fitri yang masih penasaran, Ketika mereka berdua berada diparkiran sekolah setelah mereka puas bermain pilox.
"Yaampun Fitri lo itu kok telmi banget sih? gemess deh" balas Dinda sambil mencubit gemes pipi sahabatnya itu
"Dinda sakittt!!!" kata Fitri
"Ternyata dari tadi lo kurang semangat itu hanya karna masih penasaraan tentang apa yang gue bilang tadi? haaha lo lucu banget sih"
"Cepat ceritain ke gue!" pinta Fitri
"Tadi sebelum lo datang, gue liat Nafisya masuk ke toilet. Terus gue ikutin dia, rencananya sih mau kagetin dia. Eh gue malah dengar dia nangis di toilet dan dia bilang kalau dia itu kecewa dengan kak Rey karna lebih memilih pacaran sama kak Sasa daripada berjuang supaya trauma yang di alami Fisya itu hilang" jawab Dinda menjelaskan panjang lebar
"Yaudah ayo" ajak Fitri
"Kemana?" tanya Dinda bingung
"Ketemu kak Reynand" jawab singkat Fitri sambil masuk kedalam mobilnya
"Emang lo mau ketemu dia dimana?" tanya ulang Dinda
"Kita ke cafe bokap nya, gue yakin dia ada disana"
"Yaudah lo duluan aja nanti gue ikutin dari belakang"
setelah beberapa menit mereka berdua sampai di restoran bintang lima. Dengan segera dua gadis cantik itu langsung memarkirkan mobil mereka ketempat parkir yang telah di sediakan.
"Lo yakin kalau kak Rey ada disini?" tanya Dinda ketika mereka berdua sudah duduk disalah satu meja yang biasa Fitri pesan saat dia makan bersama kakak sepupunya.
"Iya gue sering banget liat dia disini" jawab Fitri
"Maaf mengganggu waktunya, Mbak mau pesan apa biar saya catat" kata pelayan wanita dengan sopan sambil tersenyum
"Jus jeruknya 2 aja mbak" balas Dinda
"Makannya apa?" tanya pelayan itu lagi
"Emm,, Ada apa ya?" tanya pelayan itu bingung
"Bilang aja sama dia kalau ada temannya mau ketemu" jawab Dinda
"Dan bilang ada hal penting yang mau kita kasih tau ke dia" sambung Fitri serius
"Ada apa sih? panggilin ngak ya? bagaimana kalau mereka berdua itu cuman Fans nya anaknya bos? dan cuman ngaku-ngaku temannya anaknya bos?"
"Baiklah saya permisi dulu"
Sekitar sepuluh menit berlalu mereka di kaget kan dengan kedatangan sosok yang sedari tadi mereka berdua tunggu-tunggu.
"Mereka berdua kan sahabat nya Nafisya? ngapain mau ketemu dengan ku?" batin Reynand sambil berjalan menuju meja yang di maksud pelayan padanya tadi.
"Ada apa?" tanya Reynand dengan bingungnya
"Eh gini lo kak.." kata Dinda terputus karna Firi langsung menyela
"Katanya kakak siap untuk membantu Nafisya keluar dari trauma nya, tapi kenapa sekarang kakak ingkar sama janji yang kakak buat sendiri?" kata Fitri dengan suara sedikit berteriak.
"Maksudnya?"
"Alah kak, ngak usah pura-pura ngak tau deh" balas Fitri emosi
"Fitri tenang, biar gue yang jelasin sama dia"
"Kakak tau kan kalau Nafisya itu juga suka sama kakak tapi kenapa kak malah pacaran sama kak sasa?" tanya Dinda
"Ini bukan urusan kalian"
"Jelas ini urusan kami kak!!!" kata Dinda dan Fitri kompak
"Apapun yang menyangkut dengan Nafisya semuanya akan menjadi urusan kita berdua!" sambung Dinda ikutan emosi
"Oke tenang, nanti aku akan jelasin semuanya pada Nafisya" ucap Reynand lalu pergi menuju dapurnya, sedangkan Dinda dan Fitri langsung pergi meninggalkan restoran bintang lima itu setelah meletakkan uang untuk membayar minuman mereka tadi.
^^^
"Fi maaf ya" ucap Fitri tulus
"Udah kalian ngak salah kok, Thanks ya udah mau melakukan banyak hal buat gue dan sekarang gue lega karna ngak penasaran lagi" kata Nafisya menggenggam kedua tangan sahabatnya
"Kita kan Best Friend Forever" kata Fitri
"Emmmh,, jujur gue berat banget ninggalin kalian dan kota ini saat gue nanti udah pindah ke jakarta" ucap Nafisya berkaca kaca saat mengingat ada banyak kenangan yang mereka lalui dimana awal mereka bertiga bertemu hingga menjadi sahabat yang seperti saudarah itu.
"Gue juga ngak mau kita berpisah" kata Fitri yang sudah menangis
"Fi nanti lo jangan lupain kita ya" lanjutnya dengan polos
"Ngak bakalan gue lupain manusia purba kayak kalian berdua"
"Eh enak aja, kita cantik gini dibilang manusia purba" gerutu Dinda yang tidak terima
"Ahahah kalian itu adalah manusia langkah, gue beruntung banget bisa kenal dan temenan sama kalian"
"Ya ngak juga kali disamain sama manusia purba" ucap Dinda yang masih tidak terima
"Ahahah pokoknya gue sayang banget sama kalian berdua" kata Nafisya dengan senyum manisnya
-
Setelah beberapa menit kemudian ketiga cewek cantik itu akhirnya sampai di halaman parkir depan Club
Ada banyak mata yang memperhatikan dan menggoda mereka bertiga ketika berjalan masuk kedalam Club mencari table yang di tempati Gilang dan teman temannya, ditambah lagi ketiga gadis itu memakai pakaian seksi yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka masing masing.
"Hay yang" sapa Fitri pada Faldi ketika dia berada di samping pacarnya
"Wih akhirnya kalian datang juga" balas Faldi
"Beb kenapa lama banget sih?" tanya Dimas pada Dinda
"Maklum tadi ada sedikit drama" jawab Dinda sambil melirik ke arah Nafisya
"Yaudah kalian bertiga duduk dulu ya, nanti gue pesenin minum" kata Gilang lalu memanggil pelayan.
"Lang gue jus alpokat ya" ucap Nafisya tiba tiba
"Eh,,, Fisya ku yang cantik, imut dan seksi kita lagi di Club bukannya restoran. Mana ada jus alpokat yang ada tuh alkohol" seru Dinda dengan nada yang manja
"Tenang gue udah siapin semua kok, karna gue yakin lo pasti akan datang" ucap Gilang sambil melihat Nafisya lalu tersenyum
"Thanks Lang" kata Nafisya
.
.
.
Bersambung🌻
.
.
.
Hay guys, ini adalah novel pertamaku
Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...
Biar author semangat bikin ceritanya🌹