THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Keegoisan



"Fisya kecewa sama papa" kata Nafisya dengan tangisnya lalu meninggalkan papa dan ibunya dimeja makan, bahkan dia sama sekali tidak sempat memakan makanannya.


Fisya kamu mau kemana?" tanya papa Rizal namun diabaikan Nafisya


"Udah pa biarkan saja, Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya" kata ibu Linda


Dikamar Nafisya sedang sibuk dengan memikirkan tentang perjodohan yang tiba tiba ditambah lagi dengan perdebatannya dengan papanya..


"Mending gue nginep di tempat Dinda aja dari pada disini" gumam Nafisya lalu mengambil benda pipih miliknya diatas nakas dekat tempat tidurnya


"Halo Dinda, lo dimana?" tanya Nafisya setelah sambungan telepon sudah terhubung dengan Dinda


📞"Dirumah ada apa?" tanya Dinda


"Gue mau kerumah lo, sekalian bilang ke fitri kalau gue mau nginep di rumah lo supaya dia juga ikutan" ucap Nafisya lalu mengakhiri panggilan telponnya secara sepihak


Sedangkan diruang keluarga, papi Risal dan mami Linda duduk di sofa sambil mengobrol tentang lamaran anaknya pada seseorang lewat ponselnya...


"Fisya kamu mau kemana?" tanya papa Rizal ketika melihat Nafisya membawa tas ranselnya melewati ruang keluarga.


"Mau ke rumah Dinda" jawab Nafisya singkat dan terus melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah


"Fisya,, papa ngak ijinin kamu keluar! Besok keluarga calon suamimu akan datang!!" ucap papa Rizal dengan kesalnya


"Fisya ngak peduli!" balas Nafisya yang terus berjalan


"Kamu boleh keluar dari rumah ini tapi kamu juga harus mengembalikan semua fasilitas yang papa berikan sama kamu!" ucap papa Rizal dengan emosinya membuat Nafisya menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melangkahkan kakinya menuju ke tempat papanya berdiri.


"Baiklah kalau itu mau papa, Fisya sama sekali tidak keberatan" balas Nafisya lalu mengeluarkan ponsel, kartu ATM, serta kunci mobil yang berada dalam tas ranselnya dan meletakkan semua nya di atas meja.


"Fisya!!!" panggil papa Rizal pada Nafisya yang sudah kembali berjalan menuju pintu keluar


Sebenarnya kata kata yang di ucapnya papa Rizal tadi itu hanyalah sebuah gertakan semata namun tidak disangka ternyata Nafisya menganggap gertakan itu serius.


***


~Rumah Sakit Pradhika


"Kenapa kamu belum pulang? mau nginep disini yaa? tanya Irvan sekertaris serta sahabatnya itu.


"Enak aja, aku malas aja pulang cepat" jawab Naufal sebari memijit mijit pelipisnya.


"Ye malas pulang cepat, ngak sadar ya ini udah jam berapa" ucap Irvan "Kenapa sih? kayak orang punya beban hidup yang berat aja" ledek Irvan


"Cerita in dong.." ujar Irvan lagi


"Aku di jodohin" jawab Naufal langsung pada intinya


"Serius? ya bagus dong" seru Irvan


"Cantik ngak?" tanya Irvan


"Apa yang cantik?" tanya balik Naufal


"Ya cewek yang di jodohin sama kamu lah" jawab Irvan


"Mana aku tau,, ketemu aja belum pernah" ucap Naufal lalu mengandarkan kembali punggungnya dikursi kerjanya sembari menutup matanya


"Serius? bagaimana kalau..." kata Irvan langsung terpotong karna Naufal langsung menyela


"Udah ngak usah banyak ngomong berisik tau. aku mau periksa pasien dulu bye" ucap Naufal sembari berdiri dari kursinya lalu menepuk pelan pundak sahabatnya itu


"Eh nanti jangan lupa pintu ruangan ku tutup ulang ya kalau kamu udah keluar" kata Naufal sebelum meninggalkan sahabatnya


"Sialan.." gerutu Irvan pada Naufal yang sudah berjalan menuju pintu ruangannya.


***


Setelah keluar dari kediaman Pramudya, Nafisya terus berjalan di trotoar menuju rumah Dinda, meskipun jaraknya jauh ketika jalan kaki tapi apa boleh buat sekarang dia tidak bisa naik taksi karna dia tidak mempunyai uang sepeserpun dan kalau dia mau menelpon Dinda hpnya juga ada pada papa nya.


"Kenapa hidup gue kek gini banget sih Tuhan? Kenapa papa ngak pernah ngerti sama Fisya? Hufff.." tanya Nafisya pada dirinya sendiri tapi tiba tiba dia dikagetkan dengan suara klakson mobil.


"Arrrrgh,, Ngapain sih dia datang lagi? nanti masalahnya tambah runyam lagi. Menghindar Fisya menghindarrr!!!" batin Nafisya, tanpa melihat siapa yang berada didalam mobil tersebut, Nafisya sudah tau siapa pemilik dari suara klakson itu.


"Fisya?" panggil seorang laki laki yang ada di dalam mobil agar langkah Nafisya berhenti namun dia salah Nafisya tetap melanjutkan langkahnya tanpa berhenti ataupun menoleh ke arahnya.


.


.


.


Bersambung🌻


.


.


.


Hay guys, ini adalah novel pertamaku


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...


Biar author semangat bikin ceritanya🌹