
"Ada apa pa apakah ada masalah?" tanya Nafisya bingung...
"Fisya kamu tau kan kalau keluarga kita ini punya tradisi turun-temurun?" tanya papa Rizal serius
"Iya Fisya tau kok emang kenapa?" tanyanya lagi sambil menyunyah cemilan yang ada diatas meja...
"Papa mau menjodohkan kamu dengan cucu dari sepupu kakekmu" ucap papa Rizal penuh penekanan
Uuhuk uhhuk uhukk" Nafisya tersendak cemilan yang ia makan setelah mendengar perkataan dari papanya "Apa papa becanda? masa iya Fisya mau dijodohkan dan menikah di usia yang sangat muda ini, lagi pula Fisya juga baru dengar pengumuman kelulusan tadi siang disekolah" jawabnya setelah menetralkan kembali tenggorokannya karna tersendak.
"Papa tidak bercanda Fisya, papa sudah memutuskan kamu harus menikah setelah lulus SMA dan akan dilaksanakan secepatnya" ujar papa Rizal...
"Tidak paa,,, Fisya tidak mau dijodohkan dan menikah di usia semuda ini, Fisya masih ingin bersenang senang dengan teman teman Fisya dan menikmati masa remaja Fisya" jawab Fisya dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Fisya kamu harus menerima perjodohan ini karna ini sudah tradisi turun temurun keluarga kita lagi pula papi tidak akan memilihkan orang yang salah untuk anak anak papa" ucap papa Rizal penuh penekanan
"Tapi Fisya tidak mau paa... kenapa harus Fisya sih yang dijodohkan? kenapa bukan kak Sasa saja?!! lagi pula masih ada impian serta cita cita Fisya yang harus di wujudkan paa" jawab Nafisya yang sudah tidak bisa menahan air matanya untuk keluar
"Kamu kan tau Sasa kuliahnya di luar negri dan ngak mungkin dia tinggalin hanya untuk nikah, nanti rugi dong beasiswanya. Lagian Fisya ini juga untuk kebaikanmu, katanya kamu ingin kuliah kedokteran di jakarta itu berarti kamu akan jauh dari pengawasan papa maka dari itu papa menjodohkan kamu setelah menyelesaikan SMK mu supaya ada laki laki kedua dari papa yang bisa mengawasi dan menjagamu setelah kamu pergi ke jakarta untuk melanjutkan pendidikanmu" jelas papa Rizal membujuk
Fisya hanya bisa menangis tersedu-sedu dan tidak bisa lagi berkata kata setelah mendengar setiap perkataan dari papanya itu. Setelah beberapa menit saat Nafisya mulai tenang kemudian papa Rizal melanjutkan kata katanya.
"Keluarga Pradhika akan datang kesini untuk melamarmu besok malam" ucap papa Rizal
"Terserah papa karna meskipun Fisya menolak papa akan tetap memaksa Fisya untuk menerima perjodohan ini" jawab Nafisya dengan suara bergetar
"Maafkan papa nak, ini juga untuk kebaikanmu" ucap papa Rizal menunduk, sebenarnya dia juga tidak mau menjodohkan anak gadisnya yang masih terlalu muda itu, namun dia juga tidak ada pilihan lagi, mengingat Nafisya adalah anak yang keras kepala dan susah diatur, akhirnya dia memutuskan untuk menjodohkan Nafisya.
Setelah mendengarkan kata papanya Nafisya melunak dan merasa bersalah atas sikap keras kepalanya.
Nafisya menarik dalam dalam oksigen yang ada diluar melalui hidungnya lalu membuangnya melalui mulutnya dengan kasar "Baik lah paa Fisya akan menerima perjodohan ini, mungkin hanya dengan perjodohan ini lah yang akan membuat papa bangga sama Fisya" kata Nafisya setelah menghapus air matanya
"Terimakasih Fisya dan papa sangat bangga sama kamu karna kamu sudah menerima perjodohan ini" ucap papa Rizal senang
"Iya paa, papa ngak perlu berterimakasih sama Fisya dan Fisya akan berusaha membiasakan diri untuk bersikap dewasa dalam menghadapi setiap masalah yang ada" jawabnya
"Yaudah papa dan ibu istrahatlah, Fisya akan kekamar untuk menenangkan fikiran Fisya" ucapnya lagi
"Iya nak papa dan ibu istrahat dulu, kamu istrahatlah dan jangan lupa untuk turun makan malam" kata papa Rizal "Iya pa" jawab Nafisya sambil memaksakan senyumnya, lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Setelah masuk kekamar dia langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya diatas tempat tidurnya yang penuh dengan boneka doraemon.
***
~Pradhika Home
"Bunda udah kasih tau Naufal tentang perjodohan dia dengan anak dari keluarga Pramudya?" tanya ayah Zamsul ketika duduk diatas meja makan
"Serius bunda?" tanya ayah Zamsul lagi
"Iya sayang" jawab bunda Nita tersenyum bangga
"Terus bagaimana responnya?" tanya ayah Zamsul dengan muka serius
"Ya awalnya dia nolak tapi karna bujuk rayu dari bunda akhirnya Naufal setuju" jawab bunda Nita
"Uhh.. bunda memang sangat luar biasa, ayah bangga sama bunda" ucap ayah Zamsul sembari mencubit kedua pipi istrinya dengan gemas tanpa mengiraukan banyaknya pelayan yang ada dirumah mereka yang akan melihat keromantisan mereka.
"Ekhhm..ekhmm"
"Cie ada yang lagi romantisan,, ada apa nih kok kayak bahagia banget" ucap Dita yang baru datang dan membuat orang tuanya menjadi salah tingkah
"Apasih nak,, sini duduk dan makanlah" kata bunda Nita
"Iya bunda"
"Tadi ada berita apa sih yang Dita lewatkan" tanya Dita penasaran. Dita adalah adik perempuan Naufal
"Kakakmu akan segera menikah dan besok Ayah dan bunda akan ke Makassar untuk melamar gadis itu" ucap bunda Nita
"Serius bunda? Kok Dita baru tau sih" kata Dita lalu cemberut
"Keputusannya baru tadi siang nak, sudah gak usah cemberut nanti cantiknya ilang lohh" goda bunda Nita lalu mencolek dagu putrinya itu...
.
.
.
Bersambung🌻
.
.
.
Hay guys, ini adalah novel pertamaku
Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...
Biar author semangat bikin ceritanya🌹