THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Kayak Ibu-Ibu



"Gilang lo bangunin Nafisya aja, tasnya biar gue yang bawa" ucap Fitri


Sesampainya di samping mobil tepat dimana Nafisya berada, Gilang langsung membuka pintu mobil penumpang bagian depan untuk membangunkan Nafisya yang sedang tertidur itu. Namun Gilang sedikit terkejut saat melihat Nafisya sudah bangun dari tidurnya dan menatap kearahnya.


"Eh,, lo udah bangun. Kepala lo masih sakit?" tanya Gilang


"Udah agak baikan kok"


"Yaudah kita masuk kedalam dulu, nanti gue bantu, biar lo bisa cepat istrahat"


"Lo liat tas gue ngak sih Lang?" tanya Nafisya sambil mencari kesana kemari.


"Tas lo udah dibawa sama si Fitri kok tadi kedalam"


"Oh" balas Nafisya sambil keluar dari mobil


Setelah masuk kedalam rumahnya Dinda, Nafisya dan Gilang melihat Dimas, Faldi serta Fitri menuruni anak tangga dan berjalan menghampiri mereka berdua.


"Gilang,, kita pulang sekarang yuk" ajak Faldi


"Iya Gilang, biarin mereka istrahat" sambung Dimas


"Ohiya sekarang kan sudah jam dua lewat ya, udah mau hampir pagi lagi" kata Gilang sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Fisya lo makan dulu terus makan obat yang gue beli tadi ya? sebelum tidur supaya lo besok udah baikan" ujar Gilang pada Nafisya


"Iya Gilang,, makasih ya?" balas Nafisya


"Heem, yaudah kita pulang dulu ya bye" ucap Gilang lalu berjalan menuju pintu keluar serta di ikuti Dimas dan Faldi.


Setelah mereka bertiga meninggalkan rumah Dinda dan pintunya telah dikunci oleh bi Lilis, kedua gadis cantik tadi itu langsung berjalan menuju kamar Dinda.


"Fisya makanan dan obat lo tadi, udah gue simpan di meja makan tuh. Sana gih makan" kata Fitri sambil berjalan ditangga


"Malas ah, ini udah mau hampir pagi tau. Kalau gue makan, yang ada badan gue jadi gemuk"


"Ya bagus dong, daripada kurus kerempeng"


"Ni anak ngeyel banget kalau dibilangin, Sana makan!"


"Fitri gue ngantuk, kita tidur aja yak?"


"Ngak, sekarang lo harus makan. Udah ayok" kata Fitri sambil menarik tangan Nafisya menuju dapur


"Habisin! Awas aja kalau ngak abis" kata Fitri pada Nafisya setelah mereka berada di meja makan.


"Iya mak, galak amat sih. Udah kayak ibu-ibu aja lo Fit, cerewet banget"


"Bodoamat"


Sekitar lima belas menit berlalu, Nafisya sudah selesai dengan makannya.


"Lo minum tu obat, gue ke toilet dulu. Kebelet gue" ucap Fitri


"Liat mukanya tuh obat aja, gue udah rasa mual apa lagi dengan baunya, yang ada makanan yang gue makan tadi keluar ulang dong" batin Nafisya


"Emm" balas Nafisya lalu mengambil obat table tersebut dan membukanya, namun bukan untuk ia minum melainkan untuk dibuang.


"Udah?" tanya Fitri ketika sudah keluar dari toilet dekat dapur


"Iya"


Mereka berdua langsung kembali kekamar Dinda untuk istrahat, setelah membersihkan bekas makan Nafisya.


Dikamar Nafisya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang ia bawa tadi, sedangkan Fitri langsung tidur di samping Dinda yang sudah tertidur dengan lelapnya.


"Astaga ni anak, udah tidur aja ngak ganti baju dulu lagi, jorok banget"


"Bangunin ngak ya? Bodo ah, gue juga udah ngantuk"


Akhirnya Nafisya juga ikut terlelap disamping Dinda, yang posisinya Dinda berada ditengah-tengah sedangkan Nafisya berada disamping kanan dan Fitri disamping kiri.