THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Membicarakan



Ketika mereka sibuk memainkan pilox dan saling mencoret baju sekolah mereka, tiba tiba mereka di kagetkan dengan suara ponsel Nafisya...


"Buset kaget gue" ucap Dinda dengan muka kagetnya


"Siapa yang nelfon sih Fisya? Tumben banget" tanya Fitri


"Papa" jawab Nafisya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya


"Gila lo Fisya, masa telpon dari papa sendiri deringnya serem amat" celetuk Dinda pada Nafisya karna sahabatnya itu menyetel nada dering ponselnya dengan suara ketawa kunti*****


"Suka suka gue lah" jawab Nafisya ketus


"Ni anak dibilangin juga, terus jangan bilang kalau gue nelpon nada deringnya juga begitu? Iya ngak??" tanya Dinda penuh selidik


"Ngak" jawab Nafisya singkat


"Terus apa dong" tanya Dinda lagi dengan penasarannya


"Mmmhm.. Kalau lo nelpon nada deringnya gue stel dengan suara pocong menangis hahha.." jawab Nafisya lalu ketawa terbahak bahak


"Sialan lo" seru Dinda kesel


"Apaan si kalian berantem mulu,, Fisya telpon dari papa lo angkat tuh, gue kasian sama kuntinya ketawa mulu" kata Fitri pada sahabatnya itu yang melupakan panggilan telepon dari papanya yang sudah berulang kali dan reflex membuat Nafisya menghentikan tawanya.


"Ohiya lupa gue" ucap Nafisya


Sebelum dia mengangkat panggilan teleponnya, terlebih dahulu Nafisya membuang kasar nafasnya karna dia yakin pasti akan ada adu mulut antara dia dan papanya, sebab tidak biasanya papa Rizal menelponnya.


๐Ÿ“ž"Halo Nafisya kamu dimana?" tanya si penelpon dengan suara kesalnya


"Disekolah" jawab singkat Nafisya


๐Ÿ“ž"Nafisya kamu pulang sekarang papa tunggu" ucap si penelpon


"Fisya masih ada acara sama teman Fisya pa jadi belum bisa pulang sekarang" balas Nafisya


๐Ÿ“ž"Papa ngak mau tau, pokoknya kamu harus pulang sekarang" seru si penelpon


"Fisya ngak mau pa" balas Nafisya kesal


๐Ÿ“ž"Tidak ada bantahan Nafisya,, kalau kamu tidak pulang sekarang, papa yang akan kesekolah kamu" kata si penelpon dengan suara mengancam lalu mengakhiri panggilan telponnya.


Huff...


"papa mau apa lagi sih?" batin Nafisya


"Kenapa Fi?" tanya Dinda


"Gue harus pulang sekarang" jawab Nafisya langsung to the point


"HAaa" pekik Dinda dan Fitri barengan


"Ada masalah apa Fisya?" tanya Gilang


"Kenapa tiba tiba sih, terus rencana kita tadi jadi batal dong" sambung Dinda lalu cemberut


"Gue juga ngak tau,, Sorry ya guys" kata Nafisya


"Fisya,, gue antar yaa?" kata Gilang


"Ngak usah Lang,, nanti papa malah marah lagi kalau dia lihat gue bawa teman cowok kerumah" balas Nafisya


"Yaudah lo hati-hati ya? nanti kabarin kita kalau lo kenapa-kenapa" kata Gilang sembari tersenyum


"Makasih ya Gue pulang dulu" pamit Nafisya lalu meninggalkan dua sahabat dan tiga temannya itu menuju mobilnya.


***


~Rumah Sakit Pradhika


Arrrrgggh..


"Kenapa jadi serumit ini sih" kata Naufal mengacak acak rambutya dengan frustasi


"Bagaimana caranya gue jelasin sama Tiara?" tanyanya pada dirinya sendiri


Tiara adalah kekasih Naufal, mereka berdua sudah menjalin kasih selama dua tahun namun kedua orang dua dari Naufal tidak setuju karna Tiara adalah seorang model terkenal yang sangat sibuk, mereka takut nanti Naufal tidak akan bahagia jika menikah nanti.


Sekitar 15 menit Naufal memejamkan matanya sambil memikirkan cara untuk menjelaskan pada Tiara pacarnya itu tentang masalah yang ia alami, kemudian dia mendapatkan ide.


"Gue coba hubungin Rizky aja deh siapa tau dia bisa bantu" gumam Naufal


Naufal mempunyai dua sahabat, namun saat masalah soal perempuan dia lebih memilih bertanya kepada Rizky dibandingkan dengan Ivan. Karna menurutnya Rizky sangatlah dewasa dalam menghadapi seorang wanita.


Rizky adalah sahabat Naufal dari kecil bahkan mereka berdua sudah seperti saudarah yang saling mengerti, mereka selalu bersama termasuk saat mereka kuliah kedokteran di Amerika. Sedangkan Ivan bersahabat dengan Naufal dan Rizky sejak mereka duduk dibangku SMA.


"Halo lo dimana?" tanya Naufal pada Rizky saat panggilan telepon terhubung


๐Ÿ“ž"Masih di rumah sakit, kenapa?" jawab Rizky


"Sibuk ngak?" tanya Naufal lagi


๐Ÿ“ž"Ngak juga,, kenapa sih?" tanya Rizky penasaran


"Kapan pulang ke jakarta?" tanya Naufal. Karna Rizky sekarang lagi bertugas selama dua bulan di salah satu Rumah sakit di bandung.


๐Ÿ“ž"Besok,, sekalian mau ambil berkas yang ketinggalan, terus balik lagi" jawab Rizky


"Yaudah besok kita ketemu oke" ucap Naufal lalu mengakhiri sambungan teleponnya dan tentu saja itulah kebiasaan yang dilakukan oleh Naufal yang memutuskan sambungan telepon secara sepihak sehingga membuat sahabat-sahabatnya merasa kesal.


***


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit menggunakan mobil sport warna biru miliknya akhirnya Nafisya sampai di kediaman Pramudya, saat mau melangkah masuk kerumah dia melihat bi Irma tersenyum padanya yang berdiri tepat di depan pintu masuk.


"Selamat sore non" sapa bi Irma sambil tersenyum... "non kata bapak setelah ganti baju non disuruh bertemu dengan beliau yang sudah menunggu di ruang keluarga.."


"Iya baik bi nanti saya akan temui mereka setelah saya ganti baju" ucap Nafisya sopan


Lalu dia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang terletak dilantai dua.


Setelah sekitar setengah jam dia kembali turun kebawah untuk bertemu dengan papa dan Ibunya di ruang keluarga.


"Hai pa" sapa Nafisya lalu menuju sofa tepat di depan papanya duduk... "Hai nak" jawab papa Rizal


"Papa mau membicarakan hal yang sangat penting sama kamu jadi kamu harus dengarkan papa baik-baik!?" ucap papa Rizal serius


"Ada apa pa apakah ada masalah?" tanya Nafisya bingung...


.


.


.


Bersambung๐ŸŒป


.


.


.


Hay guys, ini adalah novel pertamaku


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...


Biar author semangat bikin ceritanya๐ŸŒน