THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND

THE COLD LECTURER WAS MY HUSBAND
Kebiasaan



Saat Nafisya melangkahkan kakinya ke dalam rumah Dinda, betapa terkejutnya dia melihat dua orang paruh baya dan kedua sahabatnya duduk di ruang tamu...


"Ada apa?" tanya Nafisya singkat pada dua orang paruh baya itu lalu melihat kearah dua sahabatnya.


Seolah paham dengan tatapan mata Nafisya yang meminta izin untuk berbicara bertiga pada orang tuanya, akhirnya Dinda memberi kesempatan pada sahabatnya itu untuk menyelesaikan masalahnya dengan keluarganya


"Tante, om dan Fisya, kita bedua kekamar dulu ya" pamit Dinda sambil menarik tangan Fitri


Setelah Fitri dan Dinda pergi, ibu Linda langsung menghampiri Nafisya yang masih berdiri mematung di depan pintu.


"Fisya kita pulang ya, tadi papamu hanya terbawa dengan emosinya" kata ibu Linda membujuk


"Bu biarkan Fisya menenangkan diri dulu"


"Fisya maafkan papa yang terlalu keras sama kamu maafkan papa karna keegoisan papa kamu..." kata papa Rizal terpotong karna Nafisya langsung menyela


"Udah pa Fisya ngak papa kok, Fisya hanya ingin menenangkan diri. Karna menerima perjodohan yang secara tiba tiba itu sangat sulit untuk Fisya"


"Nafisya..." kata papa Rizal ingin membujuk lagi namun langsung di sela Nafisya


"Iya besok Fisya akan pulang. Sekarang biarkan Fisya menenangkan diri dulu,," kata Nafisya lalu berjalan menuju tangga untuk ke kamar Dinda


"Fisya,," panggi papa Rizal


"Pa biarkan Nafisya menenangkan dirinya dulu, tadi Nafisya juga udah bilang kalau dia besok akan pulang" ucap ibu Linda menenangkan


"Yaudah kita pulang"


***


"Fisya kenapa lo ngak cerita sama kita berdua kalau sekarang lo lagi punya masalah" ucap Fitri sedih pada Nafisya yang baru masuk dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur milik Dinda


"Maaf," kata Nafisya


"Lo ngak salah kok Fi, kita ngerti kok pasti sangat sulit untuk berada diposisi lo sekarang" ucap Dinda


"Terimakasih ya guys" kata Nafisya bangun dari tidurnya lalu memeluk kedua sahabatnya


"Kita ke bar yuk" ajak Fitri


"Faldi Dimas dan Gilang udah ada di sana nungguin kita" ucapnya lagi


"Ohiya gue lupa" kata Dinda lalu beranjak dari tempat tidur


"Fi,, kok lo ngak siap siap sih ayolah" kata Fitri


"Gue sekarang ngak punya uang dan mobil gue juga di sita" ucap Nafisya


"Yaelah ni anak, tenang aja kali lo kan punya sahabat kaya. Iyakan Fitri" ucap Dinda sombong


"Fi lo mau pergi kesana dengan mata sembab gitu?" tanya Dinda pada Nafisya yang belum meranjak dari duduknya


"Ya ngaklah, gue cuci muka dulu" kata Nafisya singkat lalu masuk ke kamar mandi


Setelah selesai mencuci muka Nafisya kembali ke atas tempat tidur tentu saja membuat kedua sahabatnya itu bingung, bukannya ganti baju malah duduk di atas tempat tidur


"Fi lo yakin mau pakai baju begituan ke sana?" Fitri penasaran pasalnya Nafisya hanya menggunakan celana trening, baju kaos berwarna biru dan jaket.


"Gue ngak bawa baju" Kata Nafisya singkat


"Pakai baju gue aja kali. Gitu aja repot" ucap Dinda menggeleng gelengkan kepalanya karna melihat tingka konyol sahabatnya itu


Saat Nafisya sedang sibuk memilih baju tiba tiba Fitri bertanya karna penasaran dengan tas yang dibawa Nafisya tadi.


"Fisya terus isi tas lo apaan?" tanya Fitri


"Baju tidur dan boneka doraemon gue" jawab singkat Nafisya


"Haa!!!" kata Dinda dan Fitri barengan karna tidak habis pikir dengan Nafisya yang selalu membawa Boneka doraemonnya disetiap dia menginap dirumah sahabatnya dengan alasan tidak bisa tidur kalau tidak memeluk bonekanya itu.


"Kebiasan banget deh, kalau nginep pasti selalu bawa boneka" kata Dinda


"Tau ni anak udah lulus, mau nik.. Awwh" ucap Fitri terpotong karna Dinda langsung mencubit tangannya.


"Sttt.. Berisik" kata Dinda yang tidak ingin merusak mood Nafisya lagi


Setelah selesai bersiap siap mereka langsung menuju bar milik kakaknya Faldi menggunakan mobil Sport berwarna merah milik Dinda...


.


.


.


Bersambung🌻


.


.


.


Hay guys, ini adalah novel pertamaku


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan beri saran ya kak...


Biar author semangat bikin ceritanya🌹