The Beautiful Girl

The Beautiful Girl
bab 9



Hai readers gimana sampai disini suka sama novel ini? Semoga suka ya. Author berusaha dengan baik supaya kalian suka. Enjoy 🥰


Dua Hari Kemudian


Setelah pertemuan dirumah Bu Farida kemaren, Sofia dan Alvin tampak nya sudah mulai terbiasa bertemu karena mereka adalah atasan dan bawahan. Seperti pagi ini, saat Alvin tiba di kantor, Sofia menyambut dengan ramah dan langsung membuat kopi untuk Alvin.


Jam makan siang tiba. Sofia berencana untuk makan siang di kantin kantor bersama teman temannya. Tapi lagi lagi Sofia harus mengurungkan niat itu karena Alvin meminta Sofia menemani makan siangnya. Sofia tidak bisa menolak karena Sofia adalah sekertaris pribadi nya.


"Mau makan siang dimana?" tanya Alvin


"Terserah bapak saja, saya tidak tahu tempat makan mewah. Selama ini saya cuma makan di warteg atau Abang kaki lima." jelas Sofia


"Benarkah?" tanya Alvin tidak percaya


"Baik lah kalau begitu tempat makan favorit mu dimana? kita akan kesana." sambung Alvin


"Maksud bapak apa?" Sofia ragu ragu bertanya


"Kita akan makan ditempat makan favorit mu. jelas kan." tegas Alvin


Setelah Sofia memberi tahu alamat nya, akhirnya mereka sampai didepan warung makan sederhana dipinggir jalan raya. Walaupun dipinggir jalan tapi tempat ini cukup bersih. Makanan yang tersaji pun terlihat enak dan menggoda.


Setelah selesai makan, Alvin tidak langsung membawa Sofia kembali ke kantor. Melain kan ke rumah Bu Farida. Ternyata dari tadi Bu Farida meminta Alvin untuk membawa Sofia ke rumah nya.


Jarak antara warung makan dan Bu Farida dekat, jadi tidak membutuhkan waktu lama. Alvin dan Sofia masuk dan betapa terkejutnya Sofia melihat ibu nya ada disana.


"Sofi kamu sedang apa kesini, bukan kan kamu kerja?" tanya Bu Fatimah


"Dia habis menemani saya makan siang. Kebetulan dia sekretaris pribadi saya." Perkenalkan saya Alvin saya putra ibu Farida sekaligus atasan Sofia." jelas Alvin


"Iya Bu, pak Alvin bos nya Sofia." sambung Sofia


"Jangan kaget Fatimah, ini juga kebetulan. Ini jalan supaya kita bisa menjalin hubungan lagi seperti dulu. Saya tidak mau kamu merasa minder atau apa. Kita sama sama manusia. Anggap saya seperti dulu Fatimah. Kita adalah sahabat selamanya." jelas Bu Farida


"Farida terimakasih atas kebaikan mu. saya berharap juga seperti itu." jawab Bu Fatimah sambil berlinang air mata.


Bu Farida dan Bu Fatimah pun saling berpelukan melepaskan rindu yang mendalam. Sedangkan Alvin dan Sofia terharu melihat orang tua mereka akhirnya bisa bertemu.


Setelah beberapa lama Alvin dan Sofia pamit untuk kembali ke kantor. Sedangkan Bu Fatimah masih disana karena tidak diijinkan pulang oleh ibu Farida.


Sofia terlihat sangat bahagia melihat ibu nya tersenyum seperti itu. Baru kali ini Sofia melihat ibu nya tersenyum tanpa ada beban semenjak Ayah nya meninggal. Begitu juga dengan Alvin. Sorotan mata nya jadi lebih hangat setelah melihat pemandangan tadi.


Sepanjang perjalanan senyum terus mengembang diwajah keduanya. Mereka ikut bahagia melihat kebahagiaan orang tua mereka. Dalam hati Sofia berdoa agar kebahagiaan ibu nya tetap terjaga, karena jika ibunya bahagia Sofia juga ikut bahagia.


Alvin pun demikian. Alvin tidak mau melihat ibu nya bersedih lagi. Jika ibu Fatimah adalah sumber kebahagiaan nya sekarang, Alvin rela melakukan apa pun itu.


**Wah reader bisa ngebayangin kan kebahagiaan mereka. Ikuti terus ya biar tahu kelanjutan ceritanya. Enjoy 🥰


Jangan lupa like dan komen 💐💐❤️🥰**