
Adzan subuh berkumandang aku cepat cepat ambil air wudhu dan segara sholat. Setelah itu aku membantu ibu membuat sarapan. Hari ini hari pertama aku masuk kerja. Setelah makanan siap Aku Ibu dan Rania (adek ku) sarapan bersama. Tak lupa sebelum berangkat kami berpamitan.
Sesampainya di tempat kerja aku langsung diantar ke tempat ku. Dan ternyata aku mendapat posisi sekertaris CEO. Posisi yang sangat aku ingin kan. Mereka tidak mempermasalahkan penampilan ku. Aku pun di beri arahan. Dan ada satu hal yang harus di ingat dan jangan sampai lupa. Setiap pagi bos akan minta dibuat kan kopi. Aku rasa itu tidak sulit.
Bunyi bel lif VIP menandakan kalau bos sudah datang. Aku langsung menyambut dan memberi salam. Tatapan nya benar benar dingin. Wajah nya sangat datar. Apa semua bos seperti itu. Aku harap dia tidak akan merepotkan ku.
Aku langsung membuat kan kopi untuk bos. Aku masuk dengan secangkir kopi dan beberapa potong kue. Aroma khas kopi yang harum menyelimuti ruangan ini.
Aku menaruh nya, saat aku mau keluar tiba tiba bos memanggil ku
" tunggu" aku pun langsung menghentikan langkahku dan berbalik badan
"saya belum tahu nama mu, coba perkenalkan kembali diri mu." titah nya
" baik pak, perkenalkan nama saya Sofia Maharani. Biasa di panggil Sofia. Saya sekertaris baru Bapak, saya mohon bantuan dan bimbingan Bapak." jawab ku
"Apa sebelumnya kamu pernah menjadi sekertaris?" tanya nya
"Tidak pak, sebelum nya saya hanya karyawan biasa di salah satu bank." jelas ku
"Baiklah kamu pasti nya sudah tahu kan tugas mu apa saja?"
"Iya pak,"
"Kamu boleh kembali ke meja mu." ucap nya
"Baik pak, kalau begitu saya permisi." jawabku kemudian keluar dari ruangan itu.
Walaupun dia bertanya tapi tatapan mata nya membuat aku takut. Aku bahkan tidak berani menatap mata nya.
Jam makan siang tiba. Aku pun bersama teman teman baru ku pergi ke kantin. Tapi tiba-tiba ada yang memanggil ku.
"Sofia." dia memanggil ku
Aku seperti nya kenal suara ini.
" Iya" sambil berbalik badan dan aku sangat terkejut saat tahu kalau yang memanggil ku adalah Pak Alvin.
" Iya Pak. Apa ada yang Pak Alvin perlukan?" tanya ku
"Ikut saya." perintah nya
Aku langsung berjalan mengikuti nya. Memasuki ruangannya dan aku bingung
"bukan kah ini jam istirahat kenapa aku dipanggil kesini? " batin ku.
"Sofia, ini berkas yang tadi kamu serahkan. Aku menyetujui nya. Katakan pada bagian pengemasan kalau saya setuju. Dan bilang kalau habis istirahat akan diadakan meeting dengan bagian ini saja. Siap kan apa yang perlu disiapkan. mengerti?" ucap nya dengan menatap ku dengan sangat intens.
"Baik Pak, saya akan memberi tahu mereka. Apa ada yang bisa saya lakukan lagi?" tanya ku
"Apa Bapak tidak makan siang?" sambung ku
"Tidak." jawab nya tanpa melihat ku
"Baiklah kalau begitu saya permisi." berjalan keluar
Aku langsung kembali ke meja ku. Makan siang ku pun batal. Meeting akan dimulai tiga puluh menit lagi dan aku belum menyiapkan apa apa. Benar benar bekerja keras di hari pertama kerja batin ku.