The Beautiful Girl

The Beautiful Girl
bab 4



Hari sudah malam Sofia pun pamit untuk pulang. Hari ini Sofia merasa senang bisa bertemu ibu Farida. Ternyata ibu Farida sangat baik.


"Pak Alvin seperti nya ini sudah malam, saya mau pamit pulang Pak."


"Baiklah, besok serahkan laporan PT sumber pakan ke saya sebelum meeting." perintah nya


"Baik pak."


Sofia pun menghampiri ibu Farida untuk berpamitan.


"Permisi Bu, Sofia mau pamit. Makasih untuk hari ini. Sofia senang bisa ngobrol sama Ibu Farida."


"Kenapa buru buru Sofi, ini masih jam 7. Ibu masih pengen ngobrol sama kamu. Lagian rumah ini jadi rame. Ibu kan cuma sendiri disini cuma sama bibi. Alvin jarang pulang dia lebih sering pulang ke apartemen nya. Ibu kesepian." ucap nya sambil menggenggam tangan ku.


Aku jadi tidak tega. Tapi jika aku pulang nanti aku akan ketinggalan bus.


"maaf Bu, bukan nya Sofia tidak mau, tapi jika Sofia pulang nanti, Sofia akan ketinggalan bus." jelas ku


"Kalau begitu biar Alvin yang akan mengantarkan kamu." sambil melirik Alvin


"Iya Bu." jawab dengan muka malasnya


Aku pun hanya pasrah. Kami duduk diruang keluarga sambil menonton TV. Melihat acara talk show. Kami tertawa saat adegan lucu.


Lama lama aku mengantuk. Aku melirik jam, sudah menunjukkan pukul setengah 9.


"Ibu ini sudah malam Sofia harus pulang, Ibu Sofia pasti khawatir."


"Iya Sofi maaf ya ibu menahan mu. Kalau begitu Alvin cepat antar Sofia. Pastikan sampai depan rumah nya dengan selamat."perintah ibu Farida


"Iya Bu, Alvin juga sekalian pamit, jaga diri ibu baik baik."


"Iya sayang nya Ibu." sambil mencubit pipi Alvin


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan apapun. Kami diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Lama lam aku merasa ngantuk. Tanpa sadar aku ketiduran. Alvin tahu kalau dari tadi Sofia menahan ngantuk. Dia membiarkan Sofia tidur.


"Aku rasa kamu sudah mengambil hati ku Sofia."batin Alvin


Tidak lama Sofia bangun. Dia kaget karena sudah sampai.


"Maaf Pak saya ketiduran. Kenapa Pak Alvin tidak membangunkan saya." kata Sofia


"Turun lah lanjut kan tidur mu di kamarmu." ujar Alvin


"Iya Pak. Terimakasih untuk hari ini. Hati hati di jalan Pak." ucap Sofia sambil keluar mobil.


Mobil Alvin meninggalkan rumah Sofia dan Sofia masuk ke dalam rumah. Ternyata Ibu sudah menunggu nya dari tadi.


"Assalamualaikum Bu, Sofia pulang." membuk knop pintu


"waalaikumussalam Sofia, kenapa jam segini baru pulang. Ibu takut kamu kenapa-kenapa." tanya ibu kepada Sofia yang tengah mencium tangan sang ibu.


"Maaf ya Bu, Sofia tadi ada lembur. Sofia lupa mengabari ibu." jelas Sofia


Sofia masuk kamar nya, disana ada Adik nya yang tengah belajar. Ya rumah itu hanya ada 2 kamar jadi Sofia dan adik nya sejak kecil tidur bersama.


"Kak, siapa yang mengantar kakak tadi? seperti nya aku melihat kakak keluar dari mobil."tanya Rani


"Itu bos kakak Rani. Karena sudah larut dia mengantar kakak." jelas Sofia


Setelah mandi dan sholat isya, Sofia duduk di ranjang. Dia tidak bisa tidur memikirkan cerita Ibu Farida siang tadi.


"Jadi Ayah Pak Alvin meninggal karena kecelakaan. Dan sejak itu dia jadi dingin. Kasian sekali Pak Alvin dia pasti kesepian." batin Sofia


Sofia memutuskan untuk tidur. Karena besok kembali bekerja.


*hai readers... disini Alvin sudah mulai menyadari perasaan nya niih. Bakalan seru...


dukung terus yaa... happy reading 🥰🥰🥰 enjoooooooyyy 😘😘😘😘😘😘😘😍😍🥰🥰🥰🤗