The Beautiful Girl

The Beautiful Girl
bab 1



Perkenalkan kan nama ku Sofia. Gadis berjilbab yang dibesarkan di keluarga sederhana tapi penuh dengan kehangatan. Sejak kecil aku terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Aku tinggal bersama Ibu dan Adik perempuan ku. Ayah ku telah tiada sejak kami kecil. Kalau boleh jujur aku sangat merindukan Ayah. Aku harus kuat agar ibu dan adik ku juga kuat.


Beberapa Minggu yang lalu, aku mengirim email lamaran kerja ke salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Yaa.. walaupun aku orang biasa tapi nilai ku cukup pantas untuk melamar di perusahaan. Aku optimis bisa masuk. Dan Alhamdulillah hari ini aku mendapat panggilan dan besok akan mengikuti tes dan sesi wawancara. Aku sangat bahagia. Cita cita ku untuk membahagiakan keluarga ku akan tercapai.


#Keesokan harinya


Pagi ini aku bersiap siap untuk datang ke perusahaan itu. Ibu ku membuatkan sarapan yang sangat lezat. Apapun yang ibu masak akan terasa lezat. Aku sangat bersyukur memiliki ibu seperti beliau.


Kami sarapan bertiga dengan nasi goreng dan telur dadar di atas nya. Setelah selesai Aku berpamitan dan meminta doa restu agar semua nya lancar. Karena doa Ibu sangat penting bagi ku.


Aku naik busway karena aku tidak punya sepeda motor. Aku sudah terbiasa dengan semua ini. Sebenarnya aku ingin membeli sepeda motor, tapi aku rasa itu belum terlalu penting. Selagi masih bisa dijangkau dengan tranportasi umum, aku tidak khawatir apapun.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, aku sampai di perusahaan itu. Nama nya perusahaan ini adalah " Indonesian food company". Rasanya masih seperti mimpi bisa menginjakan kaki ku disini. Benar benar luar dan sangat besar. Perusahaan ini mengolah dan memproduksi makanan dengan bahan baku asli Indonesia. Tapi ini kantor pusat nya jadi hanya mengolah data dan administrasi nya saja. Rumah produksi nya ada disekitar sini. Hanya saja aku lebih tertarik di kantor nya.


Satu per satu nama di panggil. Dan giliran ku sekarang. Aku masuk dengan pakaian rapi dan membawa CV ku. Aku sangat terkejut karena bukan hanya Manager nya saja, Tetapi ada CEO nya langsung. Ya ampun aku benar benar gugup. Tangan ku sangat dingin. Sebisa mungkin aku meredam rasa gugup ini. Tapi sepertinya CEO nya sudah tahu kalau aku gugup. Aku tidak berani menatap CEO itu. Dia tepat di depan ku sekarang. Yaa bisa dibilang dia memang cukup tampan, body nya pun bangus. Aku jadi gagal fokus dibuat nya.


Wawancara di mulai. Satu per satu pertanyaan aku jawab dengan mudah. Tidak lupa aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Entah hanya perasaan ku saja atau memang benar, seperti nya CEO itu memperlihatkan ku dengan tatapan yang intens ke arah ku. Seperti ada ketertarikan terhadap ku.


Sekitar Lima belas menit, akhirnya selesai juga dan aku dipersilahkan pulang. Jika lolos, aku akan di kabar lagi.


Aku langsung pulang karena sangat lelah. Setibanya di rumah aku langsung mandi dan sholat Ashar. Seperti biasa, sesudah itu aku membantu Ibu membuat kue, karena hari ini ada orderan kue untuk acara tasyakuran.


Disela sela kesibukan ku, Aku mendapatkan telepon dari IFC. Aku langsung mengangkat dan aku sangat terkejut karena aku lolos tes dan di terima disana. Aku sangat bahagia dan langsung memeluk ibu. Dan besok aku bisa langsung bekerja.


☺️hai readers,,, maaf nya ini pengalaman pertama author menulis novel,, aja harap dimaklumi ✌️🥰🥰🥰🥰🥰 enjoooooooyyy