The Beautiful Girl

The Beautiful Girl
bab 14



Pagi ini Sofia sudah kembali sibuk dengan setumpuk dokumen penting. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun, banyak berkah yang harus diselesaikan sebelum liburan.


Tidak lama Alvin datang semua karyawan menyapa nya. Banyak karyawati yang terpesona tapi Alvin tidak mempedulikan nya.


Alvin langsung masuk keruangan nya. Sofia tampak terkejut. Dia masih malu karena kejadian kemarin. Begitu pula dengan Alvin, mereka sama sama canggung.


Alvin dan Sofia tampak fokus dengan pekerjaan masing-masing. Tanpa Sofia sadari, diam diam Alvin memperhatikan Sofia. Entah kenapa Alvin sangat penasaran dengan Sofia, padahal dia sudah tau siapa Sofia.


Jam makan siang pun tiba. Sofia hendak makan siang di kantin kantor bersama karyawan lain. Alvin malah mencegah nya. Alvin mengajak Sofia pergi ke toko kue ibu nya.


Jam pulang kantor pun tiba. Satu persatu karyawan pulang, tapi ada beberapa yang lembur termasuk Sofia dan Alvin. Sofia membuat kan Alvin kopi dan teh hangat untuk nya Sendiri. Akhir akhir ini Sofia sering lembur baik dengan Alvin atau sendirian.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sofia dan Alvin sudah tampak lelah. Mereka memutuskan untuk pulang dan dilanjutkan besok saja.


"Biar aku antar pulang Sofia ini sudah larut, akan susah untuk mencari kendaraan." ajak Alvin


"Baik pak, terimakasih." Sofia setuju


Dalam perjalanan Sofia tertidur. Alvin yang mengetahui hanya diam saja. Sesekali Alvin melirik ke Sofia dan tanpa disadari Alvin tersenyum.


"Imut juga kalo lagi tidur." ucap Alvin dalam hati


Mereka sampai di rumah Sofia. Alvin pun membangun kan Sofia.


"Sofia bangun kita sudah sampai." ucap Alvin


"Hah kita sudah sampai ya pak. Maaf tadi saya ketiduran." ucap Sofia


" Gak papa, masuk lah. Salam buat ibu dan Rania ya." kata Alvin


"Iya pak, terimakasih pak sudah mengantar saya. saya permisi dulu." pamit Sofia


"Iya sama sama" jawab Alvin


Sofia masuk kedalam rumah dan langsung mandi. Hari ini Sofia benar benar kelelahan.


"Sofia mau makan dulu nak?" tanya Bu Fatimah


"Ya udah kamu istirahat ya." kata Bu Fatimah


"Iya Bu, ibu juga istirahat ya. Selamat malam Bu." Sofia sambil memeluk ibu nya


Sinar matahari muncul menandakan hari sudah pagi. Tapi Sofia belum bangun juga. Tidak biasanya Sofia bangun siang.


Rania masuk ke kamar untuk membangun kan Sofia tapi tidak bangun bangun. Wajah Sofia tampak pucat, Rania langsung mengecek suhu tubuh Sofia.


"Kakak demam." Rania panik karena ibu nya sudah pergi ke toko nya


Akhirnya Rania menelepon Alvin untuk meminta bantuan.


"Halo pak Alvin, saya Rania."


"Iya kenapa Rania"


"Maaf pak boleh aku minta tolong, kakak sakit dia harus segera dibawa ke rumah sakit. Bisakah pak Alvin membantu ku, aku sendirian, ibu sudah berangkat kerja."


"Baik lah, sepuluh menit lagi saya sampai. Kamu jangan panik ya." Alvin berusaha menenangkan Rania


"Iya pak terimakasih." kata Rania


Sofia benar benar tidak sadar kan diri. Wajahnya sangat pucat dan demam nya tinggi. Rania sudah memberitahu ibu nya.


Sesampainya di rumah sakit, Sofia Langsung mendapatkan penanganan oleh dokter.


"Keluarga ibu Sofia."panggil perawatan


"Iya ada apa suster." Alvin menghampiri perawat tersebut.


"Dokter memanggil keluarga nya. Silahkan ikut saya."


"Baik sus." Alvin pergi ke ruang dokter


Sedangkan Rania menemani Sofia yang sudah dipindahkan ke ruang rawat. Wajah nya sudah tidak sepucat tadi pagi.