
Beberapa hari setelah Sofia pulang dari rumah sakit, hari ini Sofia kembali masuk bekerja. Seperti biasa Sofia berangkat awal karena pekerjaan nya pasti sudah menumpuk.
Sesampainya di kantor Sofia langsung masuk ke ruangan nya. Betapa terkejutnya Sofia melihat Alvin sedang tidur disofa. Seperti nya Alvin lembur dan tidak pulang. Sofia mendekati Alvin yang masih pulas. Dia mengamati wajah Alvin. Sofia tampak kasian melihat Alvin bekerja sampai seperti ini.
"Pak Alvin..pak." Sofia berusaha membangun kan Alvin
Tapi sepertinya tidak ada respon dari Alvin. Sofia menggoyang kan badan Alvin. Tapi hasil nya sama saja. Sofia yang putus asa hendak pergi, tiba tiba tangan nya ditarik Alvin dan jatuh di atas tubuh Alvin.
Untuk beberapa saat pandangan mereka beradu dengan jarak yang sangat dekat untuk pertama kali nya. Sofia sadar dia berusaha bangun, tapi di tahan oleh Alvin.
"Aku merindukan mu. Apa kamu baik baik saja?" ucap Alvin sambil menatap Sofia
Sofia hanya diam mendengar perkataan Alvin. Jantung nya berdetak kencang. Wajah nya mulai memerah. Sofia berusaha mencerna omongan Alvin.
Melihat ekspresi Sofia membuat Alvin gemas, ingin rasanya dia mencubit pipi Sofia. Tapi Alvin urungkan. Alvin melepaskan Sofia, dan Sofia langsung berdiri salah tingkah.
"Maaf pak saya tidak bermaksud mengganggu bapak. Ini sudah pagi sebaiknya bapak segera bersiap siap. Saya akan buat kan kopi. Bapak ingin sarapan apa?" tanya Sofia gugup
"Saya ingin bubur ayam komplit ya. Saya siap siap dulu."kata Alvin meninggalkan Sofia
Bubur sudah siap di meja. Begitu juga Alvin yang sudah rapi. Entah kenapa Alvin hari ini merasa sangat bersemangat. Seperti nya Alvin sudah masuk kedalam jeratan pesona Sofia.
"Kenapa hanya satu?" tanya Alvin
"Saya sudah sarapan pak." jawab Sofia
Sofia sibuk dengan urusan nya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh sepasang mata dihadapan nya. Tatapan yang tidak biasa. Hingga akhirnya Sofia menyadari kalau sedang di perhatikan. Sofia tampak salah tingkah. Sofia sangat heran kenapa sikap Alvin berbeda.
"Pak Alvin apa mau saya buat kan kopi? Seperti nya anda sudah tidak fokus." kata Sofia
"Boleh sof." setuju Alvin
Jam pulang kerja tiba. Para karyawan pulang begitu juga dengan Alvin dan Sofia. Alvin berinisiatif mengantarkan Sofia pulang. Awalnya Sofia menolak tapi sepertinya Alvin enggan mendengar perkataan Sofia.
Selama di perjalanan Sofia hanya diam. Sedangkan Alvin sesekali melirik ke Sofia sambil tersenyum tipis penuh arti. Alvin sudah benar benar terpesona oleh Sofia. Sejak kapan? Entah lah hanya Alvin yang tahu.
Libur panjang akhir tahun
Hari ini hampir seluruh karyawan di berbagai perusahaan sedang libur panjang. Begitu juga dengan Alvin dan Sofia.
Sofia berencana selama liburan ini membantu ibu nya di toko. Karena Sofia tidak memiliki agenda liburan kemana pun.
Sofia sudah datang bersama ibu Fatimah. Mereka langsung masuk ke dapur. Setelah tahu apa saja yang harus dibuat, Sofia dengan sigap membantu ibu nya.
Tidak jarang Sofia juga membantu melayani pelanggan. Ternyata respon pembeli sangat bagus.
Jam makan siang tiba. Karyawan bergantian untuk makan. Tidak lama ibu Farida datang membawa beberapa makanan karena tahu ada Sofia, ibu Farida membawa lebih dari biasanya. Mereka makan siang bersama.
Happy reading semua...