
Ditempat lain Alvin merenungi kejadian tadi siang. Dimana dia merasa begitu bahagia melihat kedekatan ibu dan Sofia. Dia berharap akan ada jalan untuk mengenal Sofia lebih jauh.
*Indonesian food company
"Hallo selama pagi, ada yang bisa saya
bantu?" Sofia menjawab telfon dari salah satu klien
"Selamat pagi, tolong sampaikan kepada Pak Alvin kalau saya tertarik dengan kerjasama yang ditawarkan. Sebaik nya cepat atur pertemuan kami. Sampai kan salam saya ke beliau. Terimakasih." jelas Pak Herman
"Baik pak nanti akan saya sampaikan. Sebelum nya terimakasih pak." jawab Sofia
"Sama sama nona Sofia. Saya percaya dengan anda. Kalau begitu saya tutup dulu telfon nya." kata Pak Herman
"Baik Pak, selamat Pagi." telepon terputus
Beberapa menit kemudian Alvin datang. Dia terlihat berbeda dari biasanya. Dia terlihat lebih semangat. Tatapan nya juga lebih hangat.
"Selamat Pagi Sofia." sapa Alvin membuat Sofia terkejut
"Selamat Pagi Pak." balas ku
Alvin memasuki ruangan nya sementara Sofia pergi membuat kopi. Kopi hitam dan cemilan sudah siap. Sofia segera membawa ke ruangan Alvin.
"Permisi Pak, ini kopi dan cemilan nya." menaruh nya di meja Alvin
"Terimakasih."
"Tadi pagi Pak Herman dari food court company menelepon dan mengatakan kalau dia tertarik dengan kerjasama yang kita tawarkan." jelas Sofia
"Bagus kalau begitu atur pertemuan saya dengan dia." perintah Alvin
"Baik Pak. Kalau begitu saya permisi dulu." berjalan keluar ruangan
Meja kerja Sofia tepat didepan ruangan Alvin. Jadi Alvin bisa memantau kerja Sofia secara langsung. Seperti sekarang Alvin tengah memperhatikan Sofia yang sedang sibuk dengan berkas berkas nya. Tapi lebih tepat nya Alvin sedang memandang Sofia dengan tatapan yang berbeda. Tatapan penuh perhatian. Setian gerak gerik Sofia dia tahu. Bahkan Alvin sangat peka, kalau sekarang Sofia sedang merasa lelah. Alvin bangkit dari kursinya berjalan menemui Sofia.
"Apa pekerjaan mu sudah beres?" tanya Alvin
"Belum Pak. Masih ada beberapa yang belum saya cek." jawab Sofia
"Lanjutkan saja. Saya harus keluar ada urusan." kata Alvin
Alvin pandai menyembunyikan perasaan nya kepada Sofia. Jika didepan Sofia dia akan bersikap seperti biasa dngin, cuek. Alvin tidak mau terburu buru.
*Jam Pulang Kantor
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga." ucap Sofia sambil meregangkan tubuhnya
Saat Sofia hendak pamit ke Alvin, tiba tiba Alvin keluar dari ruangan nya.
"Kamu sudah mau pulang ternyata?" tanya Alvin
"Iya Pak, pekerjaan nya sudah selesai. Saya juga sudah mengirimkan email ke beberapa perusahaan yang akan diajak kerjasama." jelas Sofia
"Bagus. Kalau begitu kamu boleh pulang." kata Alvin
"Baik Pak, saya pulang duluan Pak. Selamat malam." pamit Sofia
Sofia berjalan menuju halte bus. Dia duduk menunggu bus yang biasa dia naiki. Harus nya tidak akan lama. Ini sudah hampir lima belas menit.
"Ya ampun ternyata aku sudah ketinggalan bus." gerutu Sofia sambil melihat jam tangannya.
Sofia memutuskan untuk memesan ojek online. Tidak lama ojek yang dia pesan datang.
Sesampainya di rumah Sofia segera membersihkan tubuhnya. Sofia langsung pergi ke kamar karena sudah sangat lelah. Lagi pula ibu dan adik nya juga sudah tidur. Sofia duduk di ranjang sambil memainkan handphone nya. Tiba tiba ada pesan masuk.
Alvin:
Apa agenda ku besok pagi?
"Ya ampun dirumah saja dia masih menanyakan pekerjaan. Aku butuh istirahat tuan Alvin." batin Sofia
Sofia:
Besok pagi ada kunjungan ke Internasional taste producktion. Malam nya Bapak ada undangan makan malam dengan Presdir Yusuf Nugraha.
Alvin:
Ok. Kamu harus terus ikut kemana pun saya pergi karena kamu sekertaris pribadi saya. Siapkan saja apa saja yang diperlukan.
Sofia:
Baik pak.
Setelah membalas pesan Alvin, Sofia memutuskan untuk tidur. Besok akan menjadi hari yang sibuk.
*Hai readers gimana niih tanggapan nya soal cerita Sofia dan Alvin. Udah gak sabar yaa pengen cepet-cepet meraka jadian. Kalau begitu ikuti terus yaa,,,,jangan lupa like komen novel ini. enjoooooooyyy 😘😘😘😘😘🤗 ada