
Jam pulang kantor pun tiba. Aku segera merapikan meja dan segera ke ruangan Pak Alvin untuk pamit.
"Permisi Pak. Semua nya sudah saya rapikan kalau begitu saya pulang duluan ya Pak." ucap ku
Tanpa melihat ku dia pun mengangguk tanda kalau dia mengijinkan aku pulang duluan.
*Keesokan harinya
" Selamat Pagi Pak." sapa ku menyambut Pak Alvin
Seperti biasa dia sangat acuh. Bahkan sekedar senyum saja tidak. Aku langsung pergi ke dapur membuatkan secangkir kopi yang harus ada setiap pagi.
''Periksa jadwal ku beberapa hari kedepan. Aku ada urusan jadi atur sebaik mungkin." katanya
"Baik Pak." jawab ku sambil meletakkan kopi.
Aku pun kembali ke meja ku. Ditengah-tengah aktivitas ku. Pak Alvin datang ke meja ku.
"Apa kamu sibuk?" tanya dia
"Tidak Pak," jawab ku
"Kalau begitu siang ini ikut makan siang dengan saya." lanjut
"Baik Pak" jawab ku.
Aku tidak bisa menolak karena aku tahu dia sangat tidak suka di tolak.
*Jam Makan Siang
Aku dan Pak Alvin pergi untuk makan siang. Aku tidak tahu akan dibawa kemana. Yang jelas kami naik mobil keluar kantor.
Setelah perjalanan sekitar tiga puluh menit kami sampai di depan sebuah rumah yang sangat mewah.
"Maaf Pak sebenarnya kita dimana ini?" aku memberanikan bertanya karena sangat penasaran.
"Ini rumah orang tua saya. Turun dan nikmati saja makan siang nya. Anggap ini juga bagian dari tugas mu sebagai sekretaris saya. Jadi jangan salah paham." jelas nya
"Ba..baik Pak." jawab ku dengan gugup
Kami turun dari mobil dan tidak lama terdengar suara yang memanggil Pak Alvin. Ya, tentu saja beliau Ibu Pak Alvin.
"Putra ku, ibu sangat merindukan mu sayang." ucap Nyonya Farida, ibu Pak Alvin sambil memeluk putra satu-satunya itu.
"Aku juga Bu, apa ibu baik baik saja?" balas Alvin
"Tentu sayang." jelas Nyonya Farida
Entah kenapa aku sangat senang dengan suasana ini. Disini aku bisa melihat wajah Pak Alvin berbeda dari biasanya. Sekarang dia penuh dengan kehangatan.
"Dia Sofia Bu. Sekertaris baru ku. Aku sengaja mengajak nya agar ibu tidak kesepian. Karena aku akan disini mungkin sampai malam." jelas Pak Alvin
"Assalamualaikum Nyonya, saya Sofia."
"waalaikumussalam Sofia. Panggil Ibu saja ya, kamu sangat cantik." puji nya membuat ku salah tingkah. Dan itu membuat Pak Alvin sedikit terkekeh. Membuat ku semakin malu.
Kami masuk rumah menuju meja makan yang sudah penuh dengan hidangan makan siang. Dan pastinya membuat ku semakin lapar.
"Ayo Sofia duduk." Ajak ibu Farida
"Iya Bu, sebelum nya Sofia ingin ke toilet, Diman ya Bu toilet nya?" tanya ku
"Ada di ujung dapur sayang."
"Terimakasih Bu."
Setelah selesai dari toilet, aku kembali ke meja makan. Disain ibu Farida dan Pak Alvin sudah menunggu. Mereka terlihat sangat bahagia.
Acara makan siang pun dimulai. Aku mengambil nasi dan sayur secukupnya.
"Sofia ayo tambah lagi. Kamu harus makan banyak biar kuat menghadapi Alvin. Dia bos yang sangat menyebalkan bukan?" tanya ibu Farida
"hkhkhk.." aku tersedak mendengar perkataan ibu Farida
"Minum dulu Sofi." kata pak Alvin sambil menyodorkan segelas air putih
Aku langsung meminum nya.
"Terimakasih Pak."
"Pelan pelan saja makan nya." ucap Pak Alvin
"Baik Pak,"
Ternyata dari tadi Ibu Farida memperhatikan kami. Aku sangat malu karena beliau melihat kami sambil senyum senyum. Aku takut beliau salah paham.
Setelah selesai makan, aku diajak keliling oleh ibu Farida. Kami berhenti di taman belakang rumah. Disana aku mendengarkan cerita beliau.
"Sofia kamu harus sabar ya menghadapi Alvin. Sebetulnya dia baik, tapi karena trauma masa lalu nya membuat dia menjadi seperti sekarang ini. Kamu tahu, saat kamu tersedak tadi, Ibu melihat kalau Alvin sangat khawatir." perkataan nya tadi membuat aku bingung.
"Iya Bu." hanya kata itu yang keluar dari mulut ku
Mohon dukungan nya ya readers, Insya Allah tulisan nya akan lebih baik lagi.
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰