THE ARVAS

THE ARVAS
BAB.6 CINTA PANDANGAN PERTAMA



π™ƒπ˜Όπ™‹π™‹π™” π™π™€π˜Όπ˜Ώπ™„π™‰π™‚ 🌸


Setelah melakukan makan siang bersama, kini mereka pun bersiap untuk meninggalkan restauran. Terlihat Vivian yang begitu lengket kepada Arvas membuat Sang kakek gemas melihat nya.


Sebenarnya Victor sedikit heran melihat Vivian yang bisa langsung dekat dengan Arvas, memang Vivian terbilang wanita yang ramah tapi tidak dengan akrab. Tapi lihatlah sekarang ini, Vivian seakan sudah mengenal lama calon suami nya.


"Apa boleh aku ikut dengan mu?" Tanya Vivian menatap mata Arvas.


"Ak...."


"Tidak ada penolakan, aku sangat bosan jika terus dirumah" Ucap Vivian menyela kata kata Arvas, Vivian begini karena menghindari pertemuan nya dengan Abel dan juga Samuel.


Arvas pun hanya bisa mengangguk pasrah, Victor sendiri terkekeh melihat kelakuan cucu nya yang sedikit pemaksa.


"Yeyy.. Ayok!" Ajak Vivian sembari menarik lengan kekar Arvas.


"E..ehh Vivi! Heh.. Bawakan tas nya" Titah Victor pada salah satu bodyguard Arvas.


"Baik tuan" Jawab bodyguard itu dan berlalu pergi setelah menerima tas Vivian.


Sementara itu, Vivian dan Arvas yang sedang jalan bersama keluar restauran menjadi pusat perhatian, seluruh mata tertuju pada pasangan sempurna itu.


Desas desus bahwa Arvas alergi pada wanita membuat orang yang mempercayai nya mengkaji ulang, terlebih setelah melihat seorang wanita cantik merangkul tangan Arvas dengan mesra nya.


"Kita akan kemana? Apakah jalan jalan? Taman bermain? Ke mall? Kebun binatang? Taman bunga? Pantai? At...."


"Suttt.. Kita kekantor" Ucap Arvas menahan kata kata Vivian dengan jari telunjuk nya.


Seketika senyum diwajah Vivian meredup, bukan tidak tahu bahwa calon suami nya itu orang yang sangat sibuk, hanya saja entah mengapa hari ini Vivian begitu ingin berjalan jalan.


Arvas membukakan pintu mobil mewah miliknya agar Vivian mudah masuk. Arvas melihat wajah Vivian yang ditekuk, Arvas jadi merasa bersalah.


"Kita kekantor lebih dulu karena aku sedang ada pekerjaan, setelah itu kita akan berjalan jalan" Ucap Arvas sembari mengusap lembut pipi Vivian.


Bodyguard yang sedari tadi mengikuti mereka pun langsung mematung, sejak kapan tuan nya bersikap lembut dan berbicara lebih dari dua kata. Ini benar benar sangat luar biasa, kejadian ini harus dimasukkan dalam buku sejarah pikirnya.


"Janji?" Tanya Vivian memastikan.


"Janji sayang" Jawab Arvas.


"Oke mmuachhh" Vivian memberikan satu kecupan di pipi Arvas dan langsung masuk kedalam mobil calon suami nya itu.


Arvas mati matian menahan salting nya karena gadis kecil itu, terlihat wajah nya sudah memerah karena Vivian.


"Apa?" Ketus Arvas saat melihat bodyguard nya senyum senyum seperti orang bodoh melihatnya.


"Ti...tidak tuan, hanya ingin mengantarkan tas no..."


"Jaga mata mu" Ketus Arvas dan langsung merampas tas Vivian dan masuk kedalam mobilnya. Arvas pun langsung melesatkan mobilnya meninggalkan pekarangan restauran.


"Baru kali ini liat tuan salah tingkah, nona muda memang luar biasa" Kekeh bodyguard itu dan berlalu kedalam mobil nya.


Didalam mobil Arvas.



Vivian terus memandangi wajah tampan Arvas, tidak menyangkal bahwa Vivian benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Lagi pula calon suami nya ini sangat sangat sempurna.


Vivian juga bingung pada dirinya yang begitu mudah jatuh cinta pada Arvas, sedangkan pria ini tidak merayu nya atau pun melontarkan kata-kata manis.


Vivian seakan memiliki ikatan yang kuat dengan Arvas, bahkan di pertemuan pertama mereka saja Vivian begitu cocok bahwa Arvas memang untuk nya.


"Ada apa hem?" Tanya Arvas sembari menggenggam tangan Vivian.


"Calon suami ku sangat tampan, dan ketampanan mu berkali kali lipat saat sedang mengemudi" Jawab Vivian.


Senyum tipis pun terbit diwajah tampan Arvas karena ucapan calon istrinya itu. Arvas begitu ingin menerkam Vivian jika tidak ingat bahwa mereka belum menikah.


Vivian langsung menutup mulut ya "Calon suami ku bisa senyum? Lihatlah wajah mu semakin tampan ketika tersenyum" Ucap Vivian terpesona.


"Dan kau juga sangat cantik walaupun cerewet" Ucap Arvas, mengelus lembut punggung tangan Vivian.


"Aku tidak cerewet, hanya saja terlalu banyak kata di kepala ku sehingga aku tidak tahan untuk tidak mengatakan nya" Celetuk Vivian.


Arvas hanya terkekeh tipis sembari mengacak gemas pucuk surai Vivian. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang dikemudikan Arvas pun sampai didepan sebuah gedung pencakar langit. Dimana lagi jika bukan perusahaan terbesar di Meksiko milik Arvas yang bernama "AV Company"



"Ayo sayang" Ajak Arvas setelah membukakan pintu Vivian.


Keduanya pun berjalan memasuki perusahaan sembari bergandengan tangan, semua mata sontak tertuju kepada mereka. Bukan tidak tahu akan berita tentang calon suaminya yang tidak pernah berkencan atau terkesan jijik dengan wanita, hanya saja Vivian acuh akan berita itu.


Buktinya Arvas begitu dekat dengan nya bahkan mampu menyentuh seperti ini, jadi Vivian berfikir itu hanya rumor belaka.


Melihat tatapan marah karyawan wanita Arvas membuat Vivian memutar bola matanya, Vivian langsung merangkul lengan Arvas dengan mesra.


Arvas sendiri tahu akan situasi hanya saja ingin tahu bagaimana tanggapan Vivian, jika tidak kemungkinan besar Arvas akan membunuh wanita wanita yang berani menatap calon istrinya seperti itu. Keduanya memasuki lift khusus CEO, yang hanya bisa digunakan oleh Arvas dan orang orang penting.


"Kamu lihat mereka memandang ku seperti itu? Aishhh kau punya ku bukan?" Kesal Vivian menatap wajah tampan Arvas.


"Iya sayang" Jawab Arvas sembari mencubit gemas pipi Vivian.


Tinggggg


Pintu lift terbuka, Arvas pun membawa Vivian menuju ruang kerja nya.


"Uwahh.. Ruangan nya lebih besar dari ruangan kerja kakek dan papa" Kagum Vivian menatap ruang kerja Arvas.



Vivian memandangi semua pernak pernik serba hitam yang terlihat elegan itu, benar benar cocok dengan pribadi Arvas.


Arvas mendudukkan Vivian disofa yang terdapat disudut ruang kerja nya.


"Duduklah disini, aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan dan itu tidak akan lama" Ucap Arvas dan Vivian pun hanya mengangguk.


Arvas pun beralih pada kursi kebesaran nya setelah melepaskan jas nya.


Sesekali Arvas melirik Vivian yang sibuk dengan Ipad ditangan nya, wanita itu hanya bermain game dan Arvas tahu itu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


"Salam tuan" Ucap seorang pria tampan yang seumuran dengan Arvas. Tubuhnya juga tak kalah kekar dengan Arvas, rambut yang sedikit kecoklatan dan kulit yang putih.


"Katakan"


"Semuanya sudah selesai sesuai dengan apa yang Anda inginkan, tuan"


"Bagus Zack".


Zack Veto, Zack adalah asisten kepercayaan Arvas yang sudah sangat lama mengikuti Arvas, mereka juga tumbuh bersama karena Zack adalah anak jalanan yang diangkat kakek Arvas sehingga Zack mengabdikan dirinya pada Arvas.



Sikap keduanya juga sama, sama sama dingin dan juga sadis. Zack yang selalu bersama Arvas baik dan senang maupun susah, tidak sedikit juga nyawa manusia yang melayang di tangan pria tampan berambut kecoklatan ini.


Zack juga mengabdikan dirinya pada Arvas bukan karena alasan, Arvas telah berhasil membantu Zack membalaskan dendam nya atas kematian orang tua nya. Dulunya ayah Zack adalah salah satu pengawal mafia yang cukup kuat setelah kakek Arvas.


Ayah Zack yang bersahabat baik dengan salah satu pengawal keluarga Arlington, dia pun menentang Sekutunya untuk menyerang keluargaΒ  Arlington hingga akhirnya nyawanya lah yang melayang didepan mata Sang putra.


Zack yang waktu itu masih berusia 4 tahun hanya bisa berlari sekenceng mungkin menghindari kejaran mafia itu agar tetap hidup, hingga akhirnya kakek Arvas pun menemukannya di sebuah jalanan sepi tepi hutan.


Zack dibesarkan dengan penuh pelatihan khusus dan kasih sayang yang cukup yang diberikan ayah dan kakek Arvas, sehingga tidak membuat nya merasa kurang. Terlebih Arvas begitu baik terhadapnya, sehingga Zack menganggap Arvas saudara kandung nya begitupun dengan Arvas.


Arvas mengangguk puas, sahabat serta asistennya ini selalu bisa diandalkan dalam urusan apa pun. Baik di perusahaan ataupun pekerjaan mafia nya.


"Kau selalu menjadi yang terbaik Zack."


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


thankyou for watching buat Raeders setia author πŸ˜— jangan lupa comment, like, subscribe dan juga rating untuk penyemangat author πŸ₯°