
Dihotel berbintang 5, ada sebuah acara pernikahan yang begitu mewah dan megah. Terlihat raut bahagia dari semua orang, terkecuali seorang gadis cantik yang memandang kesal kearah sang pengantin baru. Sang pengantin pria yang sadar akan tatapan kesal dari sang gadis pun langsung menundukkan kepalanya.
"Sangat menyebalkan" Gerutu sang gadis yang sedang duduk diantara tamu lainnya. Gadis cantik yang sedari tadi menekuk wajah nya, memakai gaun mewah berwarna baby blue dibawah lutut dengan bagian lengan yang sedikit terbuka, membuat kulit putih nya sangat cerah dibawah gemerlap lampu hotel.
Rambut panjang yang dicepol indah, serta sebuah tiara kecil menghiasi surai nya. Wajah nya yang dirias dengan make up tipis membuat kadar kecantikan nya semakin bertambah, tetapi wajah masam dan amarah yang tergambar diwajah nya tidak bisa disembunyikan.
"Tersenyumlah, jangan membuat ku malu dengan wajah mu yang menyebalkan" Ketus seorang wanita paruh baya yang tiba tiba berdiri di samping nya.
"Terserah" Jawab nya dan berlalu pergi.
"Anak sialan! Jika bukan karena banyak tamu, akan ku pukul kau" Gerutu wanita paruh baya yang tadi menegur nya.
Sang gadis cantik terus berjalan meninggalkan aula pernikahan dan menuju taman yang ada disamping hotel.
Mempelai pria yang melihat Sang gadis meninggalkan acara pun langsung mengikutinya.
"Vivian!" Panggil sang pria saat sudah berada di tempat yang sepi.
Sang gadis yang merasa nama nya dipanggil pun langsung menoleh.
Vivian Laurence Aldirch, gadis cantik yang berusia 18 tahun dan baru lulus sekolah bulan lalu.
Vivian sangat menyesal pulang kerumah lebih awal, karena harus dihadapkan dengan berita yang sangat membuatnya sakit.
Vivian sekolah di Harvard Business School yang ada di kota Boston. Salah satu sekolah bisnis yang sangat terkenal di kalangan nya.
"Jangan mendekatiku!" Ketus Vivian saat melihat sang pria ingin mendekatinya.
"Jangan begitu Viv, aku men..."
"Apa hah? Apa? Mencintaiku? Kau mencintai ku tetapi menikahi kakak tiri ku Sam!." Ketus Vivian.
FLASBACK ONN:
Vivian sedang memandang gemerlap nya kota disiang hari ini, menuju kediaman mewah nya dengan menunggangi kuda besi mewah milik keluarga nya, yang dikemudikan oleh supir keluarga Vivian juga.
3 tahun sudah Vivian meninggalkan kota kelahirannya dan beralih ke kota boston demi pendidikan nya, rasanya begitu rindu melihat setiap sudut dan ada beberapa bangunan yang dirubah karena jaman yang semakin maju.
"Bagaimana sekolah anda selama di Boston non?" Tanya supir Vivian.
"Sangat baik Pak Mul, aku mendapatkan nilai yang sangat bagus sehingga aku akan mendapatkan pujian dari papa" Jawab Vivian dengan senyum merekah. "Kak Sam juga akan segera menepati janji nya kepada ku, aku akan lanjut kuliah setelah menikah dengan kak Sam nanti" Ucap Vivian menambahkan
Pak Mul hanya bisa tersenyum kecut, tidak ada yang tahu bagaimana perasaan wanita ini setelah mengetahui segalanya nanti.
Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai pak Mul yang membawa nona nya pun berhenti dikediaman mewah keluarga Lembert. Terlihat ada beberapa buah mobil yang terparkir didepan rumah mereka dan itu cukup membuat Vivian heran, dikarenakan plat mobil yang tidak asing dan sebuah mobil yang cukup Vivian kenal siapa pemilik nya.
"Kok rame pak? Ada acara ya? Kak Abel tunangan?" Tanya Vivian.
Pak Mul hanya tersenyum, tidak mempunyai banyak keberanian untuk menjawab pertanyaan nona muda nya.
Vivian menapakkan kaki nya dihalaman rumah mewah milik nya yang sudah sangat lama ditinggalkan. Semenjak sekolah di Boston, Meksiko adalah kota yang paling dirindukan Vivian, terlebih sang kekasih berada di sini. Vivian memang tidak pernah pulang semenjak dipindahkan ke boston, karena Sang kakek lah yang sering mengunjungi nya disana.
"Papa aku pula...." Seketika langkah Vivian terhenti, saat melihat 2 keluarga yang sedang bertatap muka.
"Kak Sam? Om, tante? Kalian sedang apa?" Tanya Vivian.
Vivian langsung menyalami tamu orang tuanya dengan sopan, Vivian mengernyitkan kening nya saat melihat sang kakak begitu menempel dengan pria tampan yang ada disamping nya, bagaimana tidak bingung, pria yang didekati kakak tirinya adalah kekasih nya sendiri.
Perasaan Vivian tidak enak, seakan prasangka buruk terus bermunculan dikepala nya.
"Kak Bel, kamu kok deketin kak Sam?" Tanya Vivian dengan polosnya.
"Emang kenapa? Abel akan menikah dengan Samuel sebulan lagi".
Ctarrrrr
Bagaikan tersambar petir setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh sang ibu tiri. Bagaimana mungkin, pria yang selama ini menjalin kasih dengan nya harus menikah dengan kakak tiri Vivian sendiri.
Hubungan yang sudah dijalani selama 4 tahun harus kandas begitu saja? Terlebih Sang kekasih harus menikah dengan saudari tiri Vivian sendiri, cobaan apa ini Tuhan?
"Benar mah" Ucap Abel tersenyum senang layaknya baru saja mendapatkan lotre.
Julio Lembert hanya bisa diam, memandang sang putri dengan tatapan datar. Melihat tatapan tak perduli dari sang papa, Vivian pun tahu sudah akan jawaban nya.
"Heh, hahaha malang sekali hidup ku" Kelakar Vivian dengan pilu. "Baiklah, semoga kalian berbahagia atas pernikahan kalian" Ucap Vivian dan berjalan menjauhi kedua keluarga itu.
"Kamu sudah papa jodohkan Vivi, apa kamu siap?
Ctarrrrr
Bagaikan disambar petir mendengar penuturan dari sang papa, yang mampu membuat tubuh Vivian membatu di tempat. Apakah tidak cukup membuatnya sakit dengan penghianatan dari Sang kekasih? Sehingga kabar perjodohan dirinya dengan orang lain harus dilakukan.
" Dengan Arvas James Arlington, sesuai keinginan kakek mu"
Deghhhh
Sekali lagi bagaikan dihantam beribu anak panah, hati Vivian retak dan hancur berkeping-keping. Terselip rasa takut dihati Vivian saat mendengar nama itu, kabar akan kekejaman tuan muda Arlington begitu hangat dimana mana. Bahkan kabar akan dirinya yang sangat benci jika disentuh seorang wanita membuat nyali Vivian menciut.
Abel saudari tiri Vivian dan Anin mama tiri Vivian, saling melempar senyum kemenangan. Kehancuran Vivian adalah tujuan mereka.
"Kenapa harus bertanya?" Celetuk Vivian membuat semua orang menatap nya. "Bukankah dari dulu hidup ku selalu disetir oleh kalian? Jika papa ingin menjodohkan aku dengan Arvas, maka dengan senang hati aku menerima nya" Jawab Vivian dengan lantang, bukan kehilangan rasa takut hanya saja kali ini Vivian begitu pasrah atas apa yang Tuhan takdirkan untuk dirinya.
Vivian langsung meninggalkan ruang tamu dan menuju kamar nya yang ada dilantai 2 rumah mewah ini.
Hati Samuel sakit mendengar keputusan Vivian, Samuel memang mencintai Vivian hanya saja terlalu gelap mata akan birahi membuatnya harus menanggung semua ini. Ada terselip rasa takut dihati Samuel akan pernikahan Vivian dan Arvas yang sudah ditentukan. Siapa yang tidak mengenal kekejaman dan kebringasan cucu pertama di keluarga Arlington itu.
"Paman, apa tidak ada pria yang lebih baik untuk Vivian?" Tanya Sam
"Untuk apa kau mengurusi dia, rencanakan saja pernikahan mewah kalian" Ketus Anin yang tahu bahwa Sam masih sangat mencintai Vivian.
Flashback off:
Samuel menatap sendu kearah Vivian, mata yang selalu memancarkan cinta kini berubah jadi kebencian. Memang salah nya yang tidak bisa menjaga hati dan kepercayaan yang Vivian berikan padanya.
"Jadilah istri kedua ku, maka kau tidak perlu menikah dengan mafia kejam itu" Ucap Samuel.
"Hah? Istri kedua? Hahahaha" Kelakar Vivian mendengar tawaran yang dilontarkan Sam. "Dimana rasa malu mu hah? Setelah menikah dengan Abel kau akan menikahi aku juga? Lucu sekali, memang nya setampan apa dirimu sehingga ingin menjadikan aku istri kedua mu hah?" Ucap Vivian memandang rendah kearah Sam.
"Ak...."
"Kalian sedang apa disini?" Tanya suara berat yang ada dibelakang Samuel.
Vivian menatap malas Kearah orang tersebut, ternyata Julio Lembert ayah nya sendiri. Sudah Vivian duga perdebatan seperti ini pasti akan terjadi dari mulai sekarang dan kedepannya.
"Samuel!" Bentak Anin yang ternyata ada dibelakang Julio.
"Aku hanya menemani Vivi saja" Jawab Sam dengan kepala tertunduk.
"Jangan alasan kamu ya, kamu sudah menikah dengan Abel dan Abel sedang mengandung anak kamu!" Ketus Anin.
"Iya ma, Sam tahu" Jawab Samuel tertunduk.
Vivian memutar bola matanya melihat pertengkaran diantara mereka yang sangat muak dipandang, ingin sekali Vivian meninggalkan tempat ini sekarang juga jika tidak menunggu kedatangan seseorang yang ingin ditemuinya.
"Kamu jangan kecentilan ya Vivi!" Ketus Abel yang muncul dari belakang, membuat Vivian semakin jengah atas drama yang dilakukan keluarga ini.
"Dih, suami mu yang menawarkan aku sebagai istri kedua" Ucap Vivian menatap remeh Abel.
"Kak Sam!" Bentak Abel.
"Jika kamu mau tidak masalah, Abel akan berbaik hati kali ini" Ucap Anin menyela kata-kata putrinya.
"Cihh, menjijikkan sekali. Melihatnya saja aku sangat muak apa lagi menjadi istrinya" Ucap Vivian dengan nada mencibir.
"Tutup mulut mu, Sam lebih baik dari Arvas mafia kejam dan tidak punya belas kasih. Pria dengan tangan kotor yang bisa membunuh siapa saja dengan sesuka hatinya" Ucap Abel dengan nada mengejek.
"Abel jangan be...."
"Jaga ucapan mu, terserah kau mengatakan apa tentang ku tapi jangan pernah hina calon suami ku. Paling tidak dia pasti tahu cara menjaga perasaan istrinya nanti!" Ketus Vivian dan berlalu pergi meninggalkan orang orang itu.
Julio menghela nafas melihat pertengkaran keluarganya, ada beberapa tamu yang menyaksikan sedari tadi sehingga membuat Julio malu. Tapi mau bagaimana lagi? Julio sudah memprediksi ini akan terjadi sehingga siap tidak siap harus dihadapi.
Sam menatap nanar kepergian Vivian, wanita cantik dan berhati lembut yang dulunya selalu menyayangi nya dengan tulus kini berkata kasar kepadanya. Wanita yang selalu menatap nya dengan tatapan cinta, kini berubah menjadi tatapan benci.
Hati Sam sakit mendengar Vivian membela lelaki lain didepan nya, padahal dulu dirinya lah yang selalu digadang gadang oleh Vivian, seakan kini dunia berputar balik atas dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
update nya ga tentu ya guys, terkadang pagi terkadang siang atau sore juga bisa. usahakan rame dulu biar author update nya sehari sampai 3 bab. karena agak susah juga cari visual, yok semangat semuanya🥰❤🩹