
Jun yang berdiri didepan fengying yang telah duduk bersila bersiap untuk menyerap energi qi untuk pertama kalinya.
"Tuan, selamat tuan telah bisa merasakan energi qi. Apa atribut yang tuan miliki?" jun menatapnya dengan matanya yang polos dan wajahnya kelihatan imut
"Saya sepertinya memiliki 5 atribut. api, air, kayu, logam, dan tanah." ujar fengying dengan santai seolah olah itu merupakan hal yang biasa.
"Benarkah tuan? selamat tuan." ujar jun dengan kekaguman dan semangat.
"Oh ya tuan, saya menemukan ini di rak tersembunyi tuan. Saya rasa sangat cocok dengan tuan."
"Apa ini?" tanya fengying. Fengying melihat manik manik ditangannya, manik manik berwarna hitam dan putih tetapi jika diperhatikan lebih seksama ada warna berkilauan seperti pelangi. Fengying dapat merasakan bahwa manik manik ini memiliki kekuatan spiritual. Lalu dibenak fengying muncul gambar, ini adalah hal yang pernah dibacanya di buku dilantai pertama pagoda.
Manik manik ini adalah yin dan yang, ini adalah harta yang pasti akan diburu oleh para kultivator. Manik manik ini dapat menyerap kelima energi qi sekaligus, memurnikan dan juga menyeimbangkannya didantian.
Fengying sungguh memiliki keberuntungan yang bagus, bagaimana mungkin harta yang dicari oleh kultivator diseluruh alam bisa dengan mudah jatuh ke tangannya.
Dengan segera fengying segera bersila lalu dia melettakkan manik manik ditangannya dan mengarahkan ke dantiannya. Dia juga telah membaca intruksi dibuku bagaimana caranya menyatukan dirinya dengan manik manik tersebut.
Keringat keluar dari dahi fengying yang sedang berkonsentrasi sambil menutup matanya, beberapa lama kemudian akhirnya fengying berhasil membawa manik manik itu ke dantiannya dan berada dipusat pusaran tempat dantiannya yang masih kosong.
Fengying tidak membuka mata melainkan dia melanjutkan untuk merasakan energi qi di sekitarnya tiba tiba dia merasakan kekuatan spiritual disekitarnya mengelilinginya dan terhisap ke tubuhnya.
Energi qi dengan cepat diserap oleh manik manik tersebut dan tiba tiba energi lima warna yang awalnya masuk tidak beraturan yang diserap oleh manik manik tersebut berubah menjadi warna pelangi yang indah berkilauan dan disimpan didantiannya.
Fengying yang terus menerus menghisap energi disekitarnya menerobos menjadi martial qi level 1 lalu level 2 sampai terus menerus menerobos level 9. Manik yin dan yang tiba tiba memadatkan energi didantian fengying menstabilkan energi qi didalam tubuhnya lalu dia menerobos lagi menjadi roh bela diri level satu, dua, tiga, terus menerus meningkat sampai level 9.
Manik manik didalam tubuhnya terus menerus mengkondesasikan energi qi didalam tubuhnya tersebut sampai pada saat energi didalam tubuhnya menjadi stabil dan menyentuh batas ambang untuk masuk keterobasan selanjutnya tetapi fengying merasakan energi didalam tubuhnya menjadi tenang.
Akhirnya fengying membuka mata lalu menghela nafas, padahal dia sedikit lagi akan masuk ke alam beladiri misterius, pikirnya. Jika ada yang mengetahui pikiran fengying, pasti orang itu akan membenci fengying karena iri. Bagaimana bisa dia dalam waktu yang singkat melompat dari tidak bisa berkultivasi menjadi kultivator di alam roh bela diri tingkat 9.
Fengying ternyata telah berkultivasi selama 3 hari, hanya dalam 3 hari dia telah dipromosikan ke 2 alam dan itupum telah mencapai tingkat akhir dan sedikit lagi akan menerobos alam berikutnya. Jika orang lain menganggap fengying sampah sungguh jenius pun tidak berani memanggil dirinya sampah.
"Selamat tuan, tuan telah menerobos ke alam roh beladiri." jun memberi selamat kepada tuannya saat tuannnya itu telah bangun dari kultivasinya.
"Terima kasih jun."
"Tuan lantai dua pagoda telah terbuka."
"Benarkah?" fengying bersemangat.
"Benar tuan. ayo kita lihat tuan." ajak jun.
Mata fengying berbinar lalu dia pun mengambil buku di rak dan menuju ke meja yang berada dilantai 2 tersebut, duduk, lalu memerintahkan jun untuk membawa buku buku di rak menurut tingkatannya. susunan buku telah disusun dari dasar hingga tingkat lanjutannya.
Fengying membaca seluruh buku di lantai 2 ini telah mengabiskan waktu 7 hari berarti telah 10 hari dia berada dicincinnya. Fengying yang telah membaca buku buku tersebut bersemangat ingin segera mempraktekkan yang telah dia pelajari, tetapi dia menahan dirinya.
Akhirnya fengyingpun keluar dari kultivasinya, dia memanggil xinglan dan menyuruhnya menyiapkan bak mandi. Xinglan yang tidak mengetahui bahwa nona mudanya telah menjadi kultivator tidak menyadari perubahan tersebut. Sehingga, dia hanya mengerjakan tugasnya seperti biasa.
Setelah mandi fengying meminta xinglan memanggil bibi nuan ke ruang tamu.
Bibi nuan yang telah menunggu fengying sangat terkejut melihat tingkat kultivasi fengying.
"Selamat nona." Bibi nuan tiba tiba bersujud dan mengucapkan selamat. Mata bibi nuan berair dan dia sangat bersyukur melihat perubahan nona mudanya.
Fengying lalu memegang kedua pundak bibi nuan dan membantunya bangun. Jangan salah paham, fengying memanggil nuan dengan sebutan bibi karena dia satu generasi dengan ibunya, tetapi jika melihat wajah nuan dia terlihat seperti baru berumur 20 tahunan.
Seseorang kultivator semakin tinggi kekuatannya, itu juga akan membuatnya awet muda dan memperpanjang umur jadi wajar saja orang yang berumur 40 atau 50 tahunan bisa terlihat seperti 20 tahunan.
"Bibi nuan, jangan seperti ini. Bibi telah merawat saya setelah kepergian orangtua saya. Kamu juga adalah keluarga."
"Saya tidak pantas nona. Tapi bagaimana mungkin nona bisa mencapai ini dalam waktu 10 hari. Nona sungguh jenius."
"Ada sesuatu yang ingin saya katakan." fengying pun melangkah ke arah kursi lalu duduk dan dia juga menyuruh nuan duduk.
"Bibi nuan, saya ingin bibi akan merahasiakan bahwa saya telah dapat berkultivasi. Saya ingin menjadi lebih kuat sebelum saya ingin mengumumkannya. Bibi tau tanpa perlindungan dari kedua orangtuaku, bakat ini akan membawa malapetaka."
"Saya sangat setuju dengan keputusan nona. Lebih baik kita menyembunyikannya, bagaimanapun selama ini kita damai karena keluarga diibukota menganggap nona tidak dapat berkultivasi."
"Kamu benar. Saya juga melihatnya seperti ini, saya ingin tenang berkultivasi disini. Ternyata diasingkan ditempat ini justru sangat berguna bagi kita."
"Nona muda bijaksana. Nona saya ingin kedepannya nona hanya memanggil budak dengan panggilan nuan saja. Nona telah menjadi kultivator dan lagipula budak adalah pelayan nona, tidak baik jika orang di ibukota mendengar nona memanggil pelayannya seperti keluarga. Nona telah dewasa, dan kita saat ini telah setara sesama kultivator."
"Baiklah."
"Apa rencana nona selanjutnya?"
"Saya ingin melatih pasukan khusus sendiri. Pasukan pribadi yang bisa melindungi dari balik bayang bayang dan juga mengerjakan tugas secara diam diam."
Nuan yang mendengar perkataan fengying pun lagi lagi terkejut..