
Disebuah helikopter yang sedang terbang diatas hutan belantara dengan ketinggian 3000 kaki ada seorang yang mengenakan pakaian serba hitam dan sedang berbicara menggunakan headphone yang duduk dikursi co-pilot. Dia adalah fengying, dia menggunakan nama code Black Rose saat menjalankan misi.
"Misi selesai. Seperti yang kamu janjikan, aku ingin kebebasanku." kata fengying.
"Baik. Aku akan menepati janjiku, kamu akan bebas dari organisasi." terdengar suara diseberang telpon dan panggilanpun terputus.
"Dhuuauaaaarr..." terdengar suara ledakan, helikopterpun meledak diatas hutan belantara tersebut. puing puing bertebaran disekitar terjadinya ledakan dan terlihat kobaran hitam dan merah diudara. Tidak ada yang akan mengetahui ada helikopter yang hancur didaerah tersebut.
"aaaww..." seorang gadis bangun disebuah batu besar dipinggir sungai memegangi kepalanya yang sakit. Fengying bertanya dimana dia berada? apakah dia selamat dari ledakan? Dia tidak menyangka pimpinan organisasinya berencana membunuhnya karena dia ingin keluar dari organisasi. Tapi setelah dia cerna dia bersyukur dengan rasa sakit yang ada dikepalanya menandakan dia selamat dari ledakan itu. Berarti sekarang dia bebas, pikirnya. Dan lebih mudah menjalani hidupnya tanpa diketahui organisasi karena mereka pasti mengira dia meninggal dalam ledakan itu.
Fengying berjalan ke pinggir sungai lalu dia membasuh wajahnya dan merobek pakaiannya untuk menyeka luka dikepalanya. Barulah dia menyadari dia menggunakan pakaian tradisional zaman kuno dan dilihatnya tangannya yang kecil,putih dan lembut. lalu fengyingpun melihat pantulan di air sungai. Betapa terkejutnya dia dengan pantulan yang dilihatnya.
Wajah seorang gadis yang berusia sekitar 12 tahun berambut perak kulit seputih susu, lalu kepala fengying terasa sangat sakit seperti isi kepalanya dipukul oleh batangan besi berkali kali dan muncullah potongan gambar gambar dikepalanya.
Fengying mengetahui nama gadis ini zhao fengying, yang kebetulan memiliki nama yang sama dengannya. dia diasingkan dari ibukota setahun yang lalu. Fengying merupakan anak satu satunya dari Zhao yuwen dan Li yihua.
Zhao yuwen merupakan kepala keluarga zhao yang merupakan keluarga beladiri yang merupakan salah satu dari empat keluarga besar dikekaisaran ning yuan.
Pada saat zhao fengying berusia sepuluh tahun, dia dideteksi tidak memiliki akar spiritual. Orang tuanya memanggil banyak dokter dan memeriksa ternyata dia telah diracun. Sehingga orang tuanya mencari banyak informasi untuk mengobatinya, pada saat itulah kedua orangtuanya pergi dari rumah dan tidak ada kabar dan belum kembali.
Dengan hilangnya ayahnya, adik tiri ayahnya yang bernama zhao shenfeng mengambil alih sebagai kepala keluarga yang terpaksa disetujui para penatua keluarga karena tidak ada kabar dari ayahnya tersebut.
Zhao fengying mengalami penindasan dikeluarga selama hampir 1 tahun yang berakhir dengan diasingkannya dia di desa sheng hong ini, fengying diasingkan bersama dengan pelayan ibunya yang dipanggilnya bibi nuan.
Fengying juga membawa pelayan pribadinya yang berusia 14 tahun bersamanya ke desa, gadis itu bernama xinglan. Fengying menyadari jiwanya masuk ketubuh zhao fengying yang berarti gadis itu telah meninggal. Setelah melihat sekeliling dan ada bekas darah di batu besar, fengying dapat menyimpulkan kematian gadis itu karena kepalanya yang terbentur keras ke batu besar itu.
Fengying yang melihat hari semakin gelap dia bergegas untuk kembali ke rumahnya dan mengambil keputusan untuk melanjutkan hidup sebagai zhao feng ying dan akan membalas orang orang yang menindasnya sebagai ucapan terima kasih karena dia bisa hidup kembali.
"Nona.. nona...." fengying melihat gadis yang dilihatnya dalam ingatannya itu berlari kearahnya dengan nafasnya yang tersenggal senggal.
"xinglan, kenapa kamu berlari?" fengying menanyakan pelayannya itu dengan pembawaannya yang tenang.
"nona dari mana? mengapa tidak mengajak budak bersama dengan nona? bibi nuan telah memarahi budak dan mencemaskan nona." jelas xinglan
"saya dari sungai, saya bosan berada di rumah." jawab fengying lembut. "Ayo kita pulang, hari sudah mau gelap, kita tidak mau tersesat dihutan ini." ajak fengying.
Xinglan pun mengikuti nona mudanya dari belakang, Aura nona mudanya sangat berbeda dari sebelumnya, tetapi xinglan tidak mengetahui apa bedanya. Nona mudanya tetap tidak berbicara disepanjang jalan.
Bibi nuan telah menunggu dengan gelisah didepan rumahnya. Tetapi hanya ditanggapi fengying dengan tenang. Akhirnya bibi nuan menyuruh xinglan membawa nona mudanya ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaiannya yang kotor.
Bibi nuan tidak banyak mempertanyakan apa yang terjadi pada fengying, karena bagaimanapun statusnya adalah pelayan. Tugasnya hanyalah melayani dan melindungi nona mudanya. Selama nona mudanya baik baik saja, itu sudah cukup.
Fengying yang telah berada dikamarnya, disamping tempat tidur telah tergantung pakaian yang telah disiapkan xinglan untuknya dan juga ada bak mandi tradisional yang telah diisi dengan air hangat dengan kelopak bunga mawar didalamnya. Walaupun mereka telah diasingkan ke desa. Perawatan fengying masih cukup bagus karena walaupun lebih sederhana dari sebelumnya. Bunga mawar mudah ditemukan didalam hutan, sehingga fengying tetap bisa menikmati mandinya.
Xinglan mendekati fengying dan ingin melayani nonanya untuk mandi.
"kamu bisa keluar, saya bisa mandi sendiri. Saya ingin sendirian. Kamu tutup pintunya setelah keluar." perintah fengying.
"baik nona, budak permisi. jika nona butuh bantuan, nona tinggal bunyikan lonceng ini." xinglan meletakkan lonceng di nampan dibawah lantai disamping bak mandi. Di nampan terdapat kain untuk menggosok tubuhnya, dan ada bubuk yang mungkin digunakan untuk mandi pikir fengying.
xinglan pun keluar dari kamar dan menutup pintunya. Sejak kapan nonanya bisa mandi sendiri pikirnya. Padalah nonanya dulu selalu dilayani dan bahkan dilayani oleh 2 pelayan sekaligus pikirnya.
Fengying yang berada didalam kamar bersiap untuk mandi dan melihat cincin dijari telunjuknya, dia akan melepas cincin tersebut dan jarinya tergores pada saat dia ingin melepas cincin yang bertahtakan permata ditangannya itu, tiba tiba permata cincin berubah berwarna merah setelah terkena darah saat dia tidak sengaja mengusap permukaan permata itu saat ingin melepas cincinnya secara paksa.
Fengying pusing dan menutup matanya. fengying merasa seperti terhisap sesuatu, lalu pada saat dia membuka matanya. Dia melihat pemandangan dihadapannya terhampar tanah yang luas seperti kebun bunga, ada banyak macam tanaman didalamnya, lalu disampingnya terdapat air terjun yang mengalir. Airnya sangat jernih dan pemandangan itu sangat indah.
Beberapa saat fengying tidak menyadari dimana dia berada dan hanya menikmati keindahan dan udara yang segar dan angin sepoi sepoi berhembus, dia mencium harum diudara sepertinya berasal dari tanaman yang disana dan suasananya sangat damai dan tentram.
"hey.. gadis kecil, kenapa kamu hanya berdiri disana..? terdengar suara yang seperti anak anak berumur 5 atau 6 tahun. Fengying yang mendengar itu, melihat ke sekeliling dengan perlahan mencari sumber suara yang telah didengarnya itu.