
"Nona zhao, apakah anda pernah mendengan seseorang bernama Li yihua." tanya Li bei. Li bei memperhatikan wajah fengying saat menanyakan pertanyaan ini.
Fengying terkejut mendengar pertanyaan ini, kenapa li bei bertanya tentang ibunya. Tetapi di wajah fengying masih terlihat datar, dia memasanga poker face.
"Siapa Li yihua ini? tanya fengying kembali.
"Li yihua adalah bibiku, adik perempuan ayahku. Bibi kecil adalah anak bungsu dikeluarga kami. Dia kultivator berbakat dan diterima diakademi surgawi di usia muda. Tetapi 20 tahun lalu dia tiba tiba menghilang saat misi akademi. Batu giok kehidupannya masih baik baik saja jadi keluarga tau dia masih hidup. Kakek dan nenek telah lama mencari keberadaannya."
"Lalu kenapa kamu menanyakan ini kepada ku? Apa yang membuatmu berfikir aku mengetahui keberadaan bibi kecilmu ini?" tanya fengying.
"Sejujurnya, wajah anda sangat mirip dengan nenek saya saat muda. Dan rambut perak anda bukan warna yang biasa, Hanya suku shui yang memiliki rambut warna perak. Hal ini diketahui oleh semua orang di benua tengah. Tapi keberadaan klan shui sangat terkenal, Orang yang memiliki kualifikasi seperti anda tidak mungkin tidak dikenali di klan shui dan pasti telah membuat nama di benua tengah. Tetapi tidak, nama anda tidak pernah didengar sebelumnya."
"Kamu terlalu banyak berfikir. Nama bisa saja aku membuat nama samaran. Itu tidak ada artinya sama sekali." jawab fengying.
"Tapi aku akan menjawabmu dengan jujur, aku memang mengetahui seseorang bernama Li yihua tetapi apakah dia bibi kecilmu atau bukan aku tidak mengetahuinya. Lanjut fengying.
"Lalu dimana dia? aku akan memberitahu keluarga untuk mengkonfirmasinya." ucap Li bei bersemangat. Wajah gembira li bei terlihat jelas.
"Ibuku bernama li yihua, Aku berasal dari benua timur." fengying menjatuhkan bom.
"Benua timur? Bagaimana bibiku bisa sampai disana. Apa kamu anak bibi kecil? tanya li bei. Walaupun dia juga telah menebak, tetapi tetap saja dia masih tidak percaya.
"Aku tidak tau ibuku bibi kecilmu atau bukan, tetapi ada kabar buruk yang harus aku sampaikan. Ayah dan ibuku telah pergi dari rumah sejak aku berumur 11 tahun. Jadi sejak itu aku belum bertemu mereka lagi."
"Lalu bagaimana kamu hidup?" tanya li bei
"Apakah itu penting sekarang? bukankah kamu ingin mengkonfirmasi hubungan?
"Benar, lalu apakah kamu mau ikut denganku ke benua tengah? kamu harus mengadakan upacara. Dalam klan shui darah mereka diturunkan dari generasi wanita. Karena kamu juga perempuan, nenek pasti ada cara untuk mengkonfirmasi hubungan darahmu dan nenek."
"Bukankah besok kita akan di teleportasi ke tempat yang dimana kita berasal sebelumnya? Bukankah dalam 7 hari kita akan bertemu di kolam darah? aku akan diteleportasi lagi ke benua tengah."
"Tapi setelah kamu menyelesaikan berendam di kolam darah kamu akan diteleportasi kembali ke benua timur."
"Berarti kamu harus berada di benua tengah sebelum kita memasuki kolam darah spiritual" lanjut li bei.
"Aku memiliki ide, Bagaimana jika kamu menukar tokenmu dengan anggota keluarga Li? token fungsinya hanya sebagai alat teleportasi. Jadi pengawal keluarga li akan di teleportasi ke benua timur sedangkan kamu ikut denganku ke benua tengah. Sesampainya dibenua tengah. Kamu tidak membutuhkan token lagi untuk memasuki kolam. Tanda didahimu adalah kunci untuk memasuki kolam spiritual. Ini adalah untuk mencegah terjadinya pembunuhan untuk merebut token karena keserakahan untuk memasuki kolah spiritual."
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengikuti saranmu. Lebih cepat dikonfirmasi lebih baik. Jika benar ibuku adalah anggota keluarga li mereka bisa mencari ibuku dan menyebarkan berita keberadaanku sehingga ayah dan ibu bisa kembali kebenua tengah."
Akhirnya mereka diteleportasikan keluar dari alam xuantian. Walaupun tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menerobos alam venerable tetapi panen mereka tidak sedikit.
Fengying kembali bersama Li bei dan Li fangyin bersama anggota keluarga li lainnya. Fangyin tidak mengetahui alasan ikutnya fengying bersama mereka tapi ini kesempatan bagus dia akan meminta ibunya untuk melenyapkan fengying.
"Nona zhao, silahkan menunggu sebentar. Anda bisa beristirahat dikamar terlebih dahulu. Aku akan menemui ayahku."
"Pelayan, bawa nona zhao ke halaman bambu. Dan hidangkan kue untuk nona zhao." perintah Li bei
"Baik tuan muda. Nona silahkan ikuti saya."
Fengying pun mengikuti pelayan itu.
Li bei bergegas ke ruang kerja ayahnya. Kepala pelayan mengumumkan kedatangan li bei dan dipersilahkan masuk oleh ayahnya.
"Ayah." panggil Li bei
"Bagus kamu telah kembali, kamu juga telah menerobos tianqi tingkat 9. Ayah mendengar kamu membawa seorang gadis ke rumah. Siapa dia? tanya Li changyi.
"Ini yang ingin aku sampaikan kepada ayah, hal yang penting. Ini mengenai bibi kecil. Aku ingin meminta nenek mengkonfirmasi hubungan dengan gadis itu. Gadis ini bernama zhao fengying jika ayah melihatnya dia sangat mirip dengan potret nenek saat muda dan dia juga memiliki rambut perak."
"Apakah yang kamu katakan itu benar? hubungan apa yang ingin kamu konfirmasi?"
"Seperti pikiran ayah, dia bilang nama ibunya li yihua. Jadi aku membawanya kesini untuk diperiksa ayah."
"Baiklah, kamu bawa gadis itu ke halaman kakek dan nenek. Ayah akan ke halaman kakek dan nenek sekarang."
Li bei menjemput fengying di halaman bambu dan membawanya ke tempat kakek dan neneknya tinggal. Kakek dan nenek li menyukai ketenangan jadi dia tinggal di belakang halaman kediaman li dekat dengan hutan dibelakang.
Kakek dan nenek li telah menunggu di halaman setelah mendengar berita dari li changyi. Mata mereka melihat ke arah jalan setapak yang merupakan jalan satu satunya untuk menuju ke halaman mereka dari kediaman depan.
Lalu mereka melihat fengying berjalan disamping li bei. Fengying telah mengganti pakaian hitamnya yang biasa menjadi gaun biru langit dan rambutnya di jalin dengan indah oleh pelayan kamar bambu yang melayani fengying atas perintah li bei. Dengan hiasan tusuk rambut giok putih dikepalanya menambah kesan lembut dan anggun.
Yang tidak mengenal fengying pasti akan tertipu dengan penampilannya. Wajah ini dan tampilan luar ini memang terkesan seperti gadis muda yang lemah dan lembut yang belum pernah melihat dunia.
Li bei juga terkejut saat melihat ini, karena hari hari sebelumnya yang melihat penampilan fengying yang menggunakan pakaian serba hitam lalu hanya menyanggul rambutnya sederhana dan wajah dinginnya itu, benar benar kebalikan dari tampilannya saat ini.
Nenek li yang melihat penampilan fengying mulai agak emosional dan matanya berkaca kaca, Walaupun dia belum mengkonfirmasi hubungan tetapi dia telah percaya didalam hatinya.