
"Sumber daya kalian akan dibagikan sesuai dengan peringkat, bisa juga di tukar dengan sumber daya berharga seperti herbal,alat penyulingan, dan lain lain, sumber daya ditukar melalui bibu nuan."
"Kelompok lain selain kelompok elite boleh melanjutkan latihan, kelompok elite ikut dengan ku ke dalam."fengying memberi perintah
Fengying membawa 10 elite cobra ke halamannya.
"Perkenalkan diri kalian mulai dari peringkat 10
Lalu anggotapun satu persatu memperkenalkan dirinya kepada fengying.
"Bai, karena kamu berada diperingkat pertama maka kamu akan menjadi kakak tertua diantara kalian. Ini adalah bola pendeteksi elemen, saya ingin melihat kualifikasi kalian untuk menjadi master profesi." fengying melemparkan bola tranparan seperti terbuat dari kaca yang didalamnya seperti titik bintang bintang dilangit sangat indah.
Bai pun memegang bola tersebut lalu memasukkan aura spiritual ke dalam bola lalu bola itu mengeluarkan cahaya cyan yang indah.
"Kamu memiliki elemen angin, apakah kami ingin menjadi master formasi?? elemen angin sangat cocok untuk seorang ahli formasi. Ini adalah buku pengenalan formasi coba kamu pelajari, selama kita pelatihan digunung hutan kabut selama 3 bulan cobalah memasuki ambang formasi level pertama."
Lalu fengying melanjutkan ke pemeriksaan selanjutnya semua anggota elite cobra. Li buyi ternyata memiliki elemen logam dan api sangat cocok menjadi master persenjataan jadi fengyingpun juga memberikan buku kepada li buyi seperti halnya bai, dia juga diminta untuk masuk ambang ahli persenjataan level pertama.
Ada juga feng shi ternyata juga dual elemen, yaitu elemen api dan kayu. Fengshi biasanya sering disuruh mengerjakan tugas diluar di tarik fengying untuk menjadi alkemis.
Shi haoyu yang memiliki elemen tanah diberi buku master spiritual oleh fengying, dan ke enam lainnya yang memiliki elemen tunggal diberi buku teknik spiritual sesuai dengan elemen masing masing. Mereka diminta untuk naik ke level selanjutnya dalam penguasaan elemen.
"Feng shi, bagaimana kabar dari paviliun minglan? kapan pil kita akan dilelang?" tanya fengying
"Dalam 3 bulan lagi nona, paviliun minglan akan mengadakan lelang besar yang diadakan dalam 5 tahun sekali yang kebetulan tepat 3 bulan kemudian. Saya mendengar banyak harta berharga yang akan dilelang."
"Baiklah, kita akan berada disana setelah pelatihan kita di gunung hutan kabut. Kalian bisa melanjutkan kultivasi atau istirahat. Besok kita akan berangkat."
"Baik nona."
Mereka pun pergi dari hadapan fengying.
"Nuan bagaimana persiapan kita besok? apakah telah diatur?
"Sudah nona, ini adalah peta di gunung hutan berkabut yang dijual di paviliun minglan. Peta ini lebih akurat dari peta yang berada diluar. Walaupun masih ada beberapa wilayah yang belum diketahui tetapi ini cukup untuk kita berlatih di gunung dengan keamanan maximal." jawab nuan
Fengying membaca peta tersebut, lalu mengingatnya dalam sekali lihat lalu mengembalikannya kepada nuan.
"Saya telah memesan 100 kuda unggul dan 1 kereta kuda untuk perjalanan ke kota kabut tempat terdekat menuju gunung hutan kabut. Nanti kita akan meninggalkan semuanya dipenginapan lalu kita berjalan menuju kedalam gunung."
"Baiklah. Tidak perlu terlalu banyak akomodasi, kita pergi untuk berlatih bukan untuk berlibur."
"Rute kita melalui bukit belakang kediaman agar kita tidak menjadi perhatian saat keluar dari ibukota."ucap nuan lagi.
"Oke, itu yang terbaik.
Keesokan harinya..
Bai dan rui duduk sebagai kusir di depan mengendalikan kuda, sedangkan anggota cobra lainnya menunggangi kuda sendiri. Fengying sengaja membuat pengaturan ini karena dia tidak ingin ada perombak tidak berguna mencoba menghalangi jalan mereka. Dengan berkendara seperti ini dengan banyaknya kultivator misterius tingkat 6 sampai 9 siapa yg berani menyerang mereka. Agar tidak membuang waktu mereka dijalan.
Dalam 2 hari akhirnya mereka sampai ke kota kabut. Sekarang sudah malam hari, jadi bai, rui dan fengshi membuat pengaturan dan memesan penginapan untuk mereka dan menyewa kandang kuda dan penitipan kereta.
"Kami pesan semua kamar yang ada dipenginapan ini." ucap nuan sambil meletakkan tas diatas meja yang berisi koin emas di depan penjaga penginapan.
"Kamar yang tersisa 3 kamar terbaik, lalu ada 10 kamar biasa."jawab penjaga penginapan.
"Tidak apa apa kami ambil semua. Tunjukkan kamar terbaik dimana."
ucap nuan.
"Baik nona, silahkan ikuti saya."
"Tunggu." terdengar suara didekat pintu penginapan.
"Kamar ini milik kami." dengar suara pemuda yang terdengar seperti perintah.
"Maaf tuan, kamarnya telah dipesan oleh mereka."
"Lancang, apa kamu tau siapa kami?" tanya gadis yang ada disamping pemuda itu.
"Tenang nona, mereka telah membayar biayanya. Jika nona ingin berdiskusi dengan mereka saya tidak keberatan."ucap pelayan ketakutan.
"Hei kamu, berikan kamar itu kepada kami. Kami akan membayar 2 kali lipat biaya yang telah kalian keluarkan." perintah gadis itu.
Nuan dan lainnya hanya memandang mereka lalu mengabaikan mereka dan ingin pergi ke kamar untuk istrirahat. Tetapi gadis yang melihat itu marah dan langsung ingin menyerang ke arah nuan. Nuan mengelak dengan mudah tetapi gadis itu seperti sengaja ingin mengincar fengying untuk menangkap dan memjadikannya sandera.
Tetapi yang tidak dia ketahui lin fei langsung menyerang dia sebelum tangannya sampai kepada fengying. Fengying hanya diam berdiri tidak bergerak menyaksikan ini semua. Lin fei melukai lengan gadis itu dan sedikit lg akan menusukkan pedangnya ke jantung gadis itu.
"Hentikan." tiba tiba suara pria berusia sekitar 30 an terdengar. Dia melemparkan elemen tanahnya ke depan gadis itu memblokir serangan lin fei sehingga lin fei tidak jadi menusuk pedang gadis itu.
"Maafkan kami nona"dia mengarahkan permintaan maaf kepada nuan. Dia tidak bisa melalui kultivasi nuan yang telah menembus tianqi realme tingkat 1. Dia berfikir nuan adalah nona muda sebuah keluarga. Dia menyadari pengawal rata rata misterius realm tingkat 6 sampai 9. Yang didepan mereka bukan orang biasa pikirnya.
"Paman, bagaimana kamu meminta maaf kepada mereka. Mereka telah melukai shuer."gadis itu mengeluh.
"Diam, tutup mulutmu jika kamu tidak ingin mati."jawabnya.
Lalu pria itu sekali lagi menghadap nuan.
"Nona, dia adalah anak kedua dari keluarga lu di ibukota. Dia tidak tau taishan, mohon untuk memaafkannya." Pria itu menjelaskan.
"Saya Lu chen, adik dari patriak keluarga lu saat ini. Saya akan membayar biaya penginapan sebagai permintaan maaf."
Fengying yang mendengar mereka dari keluarga lu tiba tiba merasa mendapat jackpot.