THE AMAZING ALCHEMIST GOD

THE AMAZING ALCHEMIST GOD
Chapter 5 Membangun fondasi Part 2



Xinglan telah berada dikamar fengying, dia sedang mendengarkan arahan fengying untuk menjahit kantong beban. Lalu fengying juga meminta agar xinglan membuatkannya ikat rambut agar rambutnya tidak mengganggu pada saat pelatihan besok. Xinglan berniat ingin menata rambut nonanya tetapi fengying bilang tidak perlu, karena hanya ada mereka saja dirumah ini. Lagi pula walaupun mereka masih termasuk dalam wilayah desa sheng hong tetapi pada kenyataannya mereka sangat jauh dari pemukiman penduduk. Xinglan atau bibi nuan harus berjalan sekitar 1 jam untuk pergi ke pasar didesa shenghong, disanalah tempat terjadinya pertukaran barang jual beli.


Penduduk desa sheng hong mendapatkan penghasilan dari bercocok tanam atau pun berburu di hutan. Tetapi penduduk desa hanya berani berburu diwilayah pinggiran hutan seperti pada saat fengying bermain dipinggir sungai dihutan. Dipedalaman hutan ada hewan warcraft, hanya pemburu yang berkultivasi tinggi yang mau berburu warcraft, jika penduduk desa biasa tidak akan mau melakukannya karena itu sama saja dengan bunuh diri.


Keesokan harinya fengying telah bersiap untuk latihan ditubuhnya saat ini telah diikatnya kantong yang berisi batu batu berat yang ditemukan xinglan dihutan. xinglan tidak tau bahwa fengying akan mengisi kantong itu untuk diisi batu. Beban ditangannya masing masing 1 kg, kakinya juga masing masing 1 kg, lalu di lapisan dalam bajunya dia juga meminta xinglan dibuatkan kantong seperti baju besi anti peluru dikenakan beban sekitar 5 kg. Tubuh fengying memang lemah, sehingga dia harus bekerja keras mengembalikan kondisi fisiknya sama seperti saat dia ada di organisasi dulu.


Bibi nuan yang telah menunggunya ternyata telah menyiapkan keranjang punggung yang telah diisi dengan batu, bibi nuan memakaikannya kepada fengying. Fengying hanya diam saja, lalu dia pun mulai berlatih. Bibi nuan yang memperhatikan fengying pada hari pertama menghela nafas karena melihat lambatnya fengying. Bibi nuan tidak mengetahui bahwa beban pada fengying bertambah 2x lipat.


Hari pertama fengying hanya bisa berjalan pelan pelan dan menghabiskan 12 batang dupa sejauh 4 km, Hari kedua fengying menghabiskan waktu 11 setengah btg dupa begitu terus menerus selama 1 bulan akhirnya fengying berhasil menyelesaikan lari dengan beban 20 kg dengan kecepatan setengah dupa itu sekitar 10 menit sejauh 4 km.


Sebenarnya dihari ke 20 fengying telah mencapai kecepatan ini setelahnya dia tidak bisa bertambah cepat, ini sudah merupakan kecepatan maksimalnya. Staminanya juga telah bertambah, kecepatan ini juga tidak normal bagi orang biasa. Untuk ukuran seseorang yang tidak bisa berkultivasi ini sudah luar biasa.


Selama 1 bulan ini fengying tidak hanya berlari dia juga kembali melakukan rutinitasnya dalam seni beladiri, dia lebih suka menggunakan taichi apalagi taichi fokus pada pernafasan, taichi adalah ilmu bela diri yang lembut, sangat cocok untuk wanita karena dia berfokus untuk menggunakan kekuatan lawan sebagai kekuatannya sendiri. Fengying berlatih taichi dimalam hari sendangkan siang hari dia berlatih ilmu pedang bersama bibi nuan.


"Nona, saya melihat bahwa nona sudah saatnya untuk mencoba untuk merasakan energi langit dan bumi yang biasa kita sebut qi"


"Sekarang nona duduk bersila dan tutuplah mata nona, lalu tarik nafas dan hembuskan nafas, fokuslah untuk merasakan keberadaan energi diudara."


Fengying mendengarkan instruksi bibi nuan dengan seksama, dia juga sudah membaca buku panduan sehingga dia tenang duduk beberapa saat lalu merasakan seperti ada energi yang berputar putar disekelilingnya, seperti ada banyak energi yang berbeda yang ingin mendekatinya, dalam benak fengying dia melihat warna merah, biru, hijau, emas,dan coklat. Semuanya seperti berlomba lomba untuk mendekatinya, fengying yang takut akan hal itu membuka matanya dan memutuskan meditasinya.


Bibi nuan melihat fengying membuka matanya," bagaimana nona apa nona ada merasakan sesuatu? tanya bibi nuan.


"Saya merasakan ada energi yang berputar disekeliling saya seperti ingin masuk kedalam tubuh."


"apa nona melihat warna energinya?,tanya bibi nuan dengan tenang tapi didalam hatinya bersemangat.


"iya saya melihat warna, apa maksudnya bibi nuan?


"Warna itu melambangkan atribut yang dimiliki seorang kultivator, mungkin nona pernah mendengar atribut api,air,kayu,logam dan tanah. Setiap atribut memiliki warna sendiri. lalu warna apa yang nona lihat?


"Sepertinya warna merah,.." belum selesai fengying menjelaskan, bibi nuan yang bersemangat langsung memotong ucapan fengying,..


"Ibu merupakan atribut ganda, api dan kayu. bukankah berarti ibu seorang alchemist, bi?


"Menjadi alchemist tidak semudah itu nona, dibutuhkan kekuatan mental yang tinggi untuk menjadi seorang alchemist, sayangnya nyonya tidak memenuhi syarat tersebut, walaupun nyonya juga memiliki kekuatan mental yang tinggi tetapi sayangnya belum mencapai standard untuk menjadi alchemist."


"Apakah ada cara untuk menguji kekuatan mental seseorang?"


"Tentu saja ada nona, biasanya batu itu tersedia pada saat penguajian akar atribut dan pada saat ingin memasuki akademi."


"Oh ya bi, jika ada yang memiliki lebih dari atribut. bagaimana cara mendeteksinya bi?


"ya dia akan melihat warna lain nona, misalnya, ibu nona pasti merasakan dan melihat warna merah dan hijau pada saat pertama kali merasakan energi qi, oleh karenanya itu membuktikan nyonya memiliki 2 atribut. Cara termudah adalah melakukan pengujian dibatu roh. Biasanya anak berumur 10 tahun sudah bisa terdeteksi. Nona saat berumur 10 tahun kan sudah pernah diuji dengan batu roh."


"Iya pada saat itu saya ditemukan tidak memiliki atribut dengan kata lain tidak bisa merasakab energi qi sehingga tidak bisa berkultivasi, bagaimana saya lupa bi." padahal yang mengalaminya adalah fengying yang dulu. tetapi karena dia memiliki kenangan dia merasa dirinyalah yang melalui itu semua.


"lalu apa yang harus saya lakukan selanjutnya bi?


"Saat nona merasakan energi itu mendekat pada nona, nona jangan menolaknya melainkan menerimanya dan menyerapnya dan menuntunya masuk ke dantian nona."


"Baiklah saya akan mencobanya."


"Lebih baik nona berkultivasi dikamar agar tidak terganggu. Apalagi nona baru mulai berkultivasi, agar tidak terjadi kecelakaan lebih baik nona menyendiri.


"Baiklah bi. Terima kasih petunjuknya bi."


"Sudah seharusnya nona, saya menunggu kepulangan tuan dan nyonya dan memberi mereka kejutan bahwa anak mereka telah dapat berkultivasi."


Fengying pun memanggil xinglan untuk menyediakan bak mandinya, dia ingin mandi terlebih dahulu sebelum melanjutkan berkultivasi. Dia berencana untuk berkultivasi didalam cincin. Dia merasa lebih aman didalam sana karena ada jun yang mengawasinya.