
Lu chen dan semua orang yang ikut serta dalam perburuan kali ini memasuku gunung di pagi dan siang hari agar mereka dapat memilih tempat yang aman di malam hari. Sedangkan fengying dan timnya justru memasuki pegunungan di malam hari.
"Saat memasuki pegunungan kalian harus waspada dan bentuk tim untuk mengalahkan binatang buas yang muncul dihadapan kita, kumpulkan semua inti sihirnya. Ini sangat berguna untuk kultivasi. Lalu kumpulkan semua herbal yang kalian temukan, tanyakan jika kalian tidak tau cara mengambil herbalnya. Jangan sampai kalian merusak bahan obat berharga."
"Feng shi, ini kesempatanmu untuk belajar nama dan khasiat tanaman herbal. Kamu selalu disisiku dan aku akan mengajarimu sambil jalan."
"Terima kasih nona."
"Ayo kita masuk sekarang."
Mereka pun memasuki hutan, hutan dimalam hari sangat gelap. Tetapi karena sinar bulan terang malam ini, mereka masih bisa beradaptasi dan terus menajamkan indra pendengaran mereka.
Mereka mendengar suara angin berhembus, suara burung hantu. gemerisik gemerisik kecil. Mereka terus berjalan, fengying mengeluarkan elemen api dari tangannya dan melemparnya ke arah pohon di sebelah kanan depan. Ternyata ada macan tutul, ternyata ini macan tutul elemen air tingkat 2.
"Siapa yang ingin melawannya? walaupun ini binatang tingkat 2, tetapi dia bisa melawan misterius realm, jadikan sebagai latihan. Kita hanya akan membunuh binantang buas tingkat ke 3 keatas. Tingkat 1 dan 2 tidak perlu dibunuh."
"Saya nona. Tidak perlu untuk melawan dengan kekuatan tim. Kami disinikan untuk berlatih."
"Bagus jika kalian memikirkan ini. Karena macan tutul ini hanya sendiri kalian bisa bergantian melawannya. Yang lainnya silahkan cari teman berlatih sendiri. Berikan pesan lewat lencana jika menemukan herbal yang tidak bisa dipanen atau ada lawan yang tidak bisa di kalahkan."
"Tapi saya berharap kalian bisa menyelasaikan masalah sendiri, karena tidak selamanya saya ada untuk melindungi kalian. Dan jangan lupa, kita akan berburu dimalam hari dan dipagi hari sampai sore hari kalian harus mencerna pertarungan sebelumnya dan berkultivasi. Saya akan mengirim pesan untuk memberi tau tempat peristirahatan kita." lanjut fengying.
"Baik nona."
Para anggota bersemangat untui segera mencari binatang buas untuk berlatih dan memanen inti kristalnya.
"Bibi nuan pergi bersama anggota elite, saya akan mencari tempat istirahat sambil melakukan pelatihan sendiri."
"Tapi nona, disini berbahaya. Kita harus bersama nona." ucap bibi nuan.
"Bibi, kalau saya bersama kalian.Saya bahkan tidak perlu turun tangan. Tidak perlu khawatir, saya ada batasan." balas fengying
Fengying pun pergi menuju ke area dalam pengunungan. Fengying telah menghafal peta sehingga dia dengan mudah tau arah untuk menuju area dalam.
Selama perjalanan fengying bertemu ular phiton elemen api tingkat 2. Fengying bertarung dengan kuat, awalnya dia masih membiasakan karena zirah 100 kg membebani tubuh fengying sehingga kecepatannya menurun dari biasanya. Tetapi ini pelatihan terbaik untuknya. Ular ini gesit dan kulitnya keras, sangat tepat untuk fengying bertarung dengan hewan ini.
Beast tingkat 2 belum memiliki kecerdasan, hewan tingkat 3 sudah mulai lebih pintar, hewan tingkat 4 sudah bisa mengerti bahasa manusia. Hewan tingkat 5 keatas bisa berbicara dan berkomunikasi dengan manusia.
Jadi ular phyton ini belum bisa menandingi fengying yang memiliki kecerdasan. ular ini hanya menyerang sesuai insting saja. Fengying terus menyerang ke arah tujuh inci kelemahan ular. ular inipun kesakitan hingga akhirnya takut dan melarikan diri.
Jika ada yang melihat seorang bocah melawan ular phyton itu dengan tangan kosong, pasti mereka akan bergidik ketakutan. Kekuatan yang dikeluarkan fengying bukan seperti anak yang berusia 12 tahun. Apalagi fengying bahkan belum menggunakan kekuatan elemennya.
Sepanjang perjalanan fengying telah bertemu 11 hewan tingkat 2, 3 hewan tingkat 3. Semakin sengit tingkat kekuatan dan aura pembunuhan fengying. Dia sudah lama tidak merasakan kesenangan bertarung.
Akhirnya fengying tiba di depan sebuah gua, fengying berjalan ke dalamnya. Fengying berjalan terus kedalam, dan fengying tidak sengaja menginjak sesuatu dan dia mengarahkan bola api ditangannya kekakinya. Tampak sesuatu berkilauan, ternyata adalah tulang manusia.
Fengying makin waspada dan berhati hati, dia semakin masuk dan terdengar suara desisan.
"Tuan ini adalah sarang cobra tingkat 8, Bagaimana keberuntungan anda begitu buruk?. Cepat keluar dari sini sekarang juga tuan." jerit jun
"Tenang, aku mencium bau amis darah. Sepertinya dia sedang terluka. Aku melihat mayat disekitar sini masih baru. Yang aneh adalah kenapa dia tidak keluar dari gua padahal dia pasti telah mengetahui keberadaanku saat didepan gua. Berarti dia tidak bisa keluar gua, sedang terluka atau sedang menjaga sesuatu berharga didalam. Ayo kita periksa."
"Tuan," jun mencoba membujuk lagi tetapi diabaikan oleh fengying.
"Manusia, berani masuk kesini berarti mencari kematian. kata ular cobra itu.
"Hanya denganmu yang sedang terluka ingin membunuhku?jawab fengying sambil bersembunyi. Fengying memiliki ide yang gila, dia mendengar bahwa manusia bisa mengontrak binatang buas sebagai tunggangan. Tetapi fengying ingin mencari partnet, bukan budak.
"Dasar manusia hina, jangan bersembunyi jika kamu berani keluar dan hadapi aku."
"Aku disini bukan untuk membunuhmu, aku seorang alkemis. Aku ingin membuat penawaran untukmu. Jika kamu ingin sembuh aku bisa membantumu." tawar fengying.
"Aku tidak mempercayai manusia, kalian semua licik. Keluar dari sini atau aku akan membunuhmu."
Cobra ini mengamuk dan menghempaskan ekornya ke seluruh ruangan sehingga gua terguncang. Fengyingpun keluar dan melihat luka cobra ini dan melihat warna putih yang indah kulitnya. Ternyata ular cobra elemen air dan guntur. Ular cobra itu menyemburkan air dan mengalirkan listrik ke arah fengying tetapi fengying telah membungkus dirinya dengan elemen tanah.
Fengying mengambil kesempatan berlari ke arah ular cobra mencoba mendekat saat ular cobra menyerang perisai yang dibangun fengying. Fengying mencoba mengelabui ular cobra tersebut. Tetapi bagaimana mungkin itu hal yang mudah walaupun ular ini sangat terluka tetapi kekuatannya setara dengan martial sovereign yaitu 2 alam diatas tianqi realm.
Fengying dihempas oleh ekor ular tersebut dan menabrak dinding. Tetapi fengying tidak terluka karena zirah yang dia kenakan ditambah dia langsung menggunakan elemen logam dipunggungnya sebagai pelindung sebelum menabrak dinding.
Kontrol penggunaan elemen fengying semakin terlatih dalam pertarungan, dia bisa mencapai tingkat penggunaan seperti ini diusia muda. Fengying berdiri dan terus meningkatkan kecepatannya menghindari serangan serangan ular cobra itu.
Ular cobra semakin marah karena tidak sabar mengalahkan fengying. Dia telah terluka parah, dia harus melindungi telurnya. Tapi dia juga merasakan kekuatannya semakin lama semakin berkurang.
Fengying juga melihat hal ini, ada yang tidak beres pada ular cobra tersebut.