STORIETTE

STORIETTE
Bungsu Jeon : Comeback kampung halaman



*Kringgg kringgg kringg


moshi seka seka seka seka seka seka seka seka


sekai wo teki ni shitatte


maji giri giri giri giri giri giri giri made


bokura wa zutto issho


kimi no koto wo donna toki demo mamoru yo Ha


dare ga nante iou to sugu iku yo*


Klek.


"Halo?"


"Yak! Sudah jam berapa ini, jangan bilang kau baru bangun"


"Ne.. nuguseyo?", Dengan mata yang masih merem.


"Je.on.Min.Ji CEPAT BANGUN LU DASAR KEBO YA!" teriak si penelpon.


"Ahh Bo Hyuk oppa!", Teriak gadis itu langsung membuka mata dan bangun dari tidurnya.


"Haa.. bukannya lu bilang bakal pulang hari ini? Wonwoo hyung tadi nelpon gue, katanya lu ga angkat telpon dia padahal udah berkali-kali ditelpon"


"Jinjja?! Gue ga denger sumpah, ntar gue cek dulu. Astogeh! 25 kali! Ahhh pasti Won Woo oppa bakal ngomelin gue nih, gimana dong?"


"Tanggung sendiri, sapa suruh lu ngebo bukannya prepare. Padahal hyung bilang bakal jemput lu di bandara, tapi dia gatau jam berapa lu bakal berangkat"


"Ah iya gue lupa bilang ke kalian, ish. Gue bakal berangkat jam 10 waktu Indonesia"


"Hmm.. dan sekarang jam berapa di sana?"


"Jam... Ya ampun! Udah jam 9 ahh gue belom mandi yarobun! Udah dulu kalo gitu oppa gue mau siap-siap ntar lu jemput gue ya"


"Dih ogah gue mah, bilang sono sama hyung. Lu juga mau langsung ke dormnya hyung kan?"


"Dih ngak yah yakali gue ke sana bawa-bawa barang segini banyak. Pokoknya lu harus jemput gue, titik. Kalo gamau gue bilangin sama eomma dan Won Woo oppa"


"Tukang ngadu. Ya udah ntar kalo lu udah nyampe telpon gue, bye"


"Okeh sip"


Min Ji langsung pergi mandi dan mengambil semua barang yang akan dibawanya pulang.


Btw, kenalin nih bungsu keluarga Jeon, namanya Jeon Min Ji dia menetap di Indonesia selama 6 tahun sejak kelas 1 SMP karena keinginannya sendiri. Kini ia telah lulus SMA dan akan meneruskan pendidikan nya di Korea. Di Indonesia dia dititipkan pada sahabat ayahnya dan tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan yang setiap bulannya akan di kontrol oleh sahabat sang ayah bagaimana kehidupan nya di sana.


Tiap libur semester ia pasti akan pulang berlibur ke kampung halaman nya, Korea. Jangan tanya mengapa bahasa yang dipakai oleh kakak-kakak nya saat berbicara dengannya adalah bahasa gaul Indonesia, virus yang diajarkan Min Ji tentu saja.


Min Ji dengan tergesa-gesa mengunci pintu dan segera berlari ke taxi yang sudah dipesan nya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 10. Ia harus cepat agar tidak ketinggalan pesawat.


10:05✈️


Gadis itu bernapas lega untung nya ia sudah duduk manis di dalam pesawat. Pesawat telah lepas landas 5 menit yang lalu, dan saat ini merupakan perjalanan yang panjang. Ia memutuskan untuk mendengarkan lagu lewat headphone yang selalu dibawanya kemana-mana. Ia memutar lagu boyband favoritnya, Seventeen, dimana sang kakak juga tergabung di dalamnya.


🛬


Setelah beberapa jam terlewati, kini ia berdiri di dalam bandara mencari batang hidung sang kakak keduanya. Jeon Bo Hyuk.


"Dimana sih dia?" Celingak-celinguk dengan menurunkan kacamata hitam nya sedikit.


"Ck. Awas aja kalo beneran ga jemput, gue laporin ke oppa baru tau rasa"


"Lopar lapor mulu kek tentara aja"


Gadis itu menoleh ke arah suara dan menemukan seorang pemuda yang lumayan mirip dengannya. Ia langsung berlari menubruk sang pemuda yang merupakan kakaknya itu.


"Yo brother apa kabar, gue kangen banget sama lu", ucap Min Ji semangat dengan pelukan yang semakin erat.


"Oi gue gabisa napas, bocah" kekeh Bo Hyuk membalas pelukan adiknya


"Jadi sekarang lu mau balek ke rumah atau langsung gue anter ke dormnya hyung nih?" Lanjut Bo Hyuk setelah pelukan mereka lepas.


"Pulang dulu dong, gue kangen eomma sama appa. Ke dormnya minggu depan aja deh sekalian ntar nyari tempat tinggal dekat sana biar ga jauh ke kampus nya"


"Ya udah sekarang kita pulang, biar gue yang bawa koper lu"


Mereka pun langsung berjalan menuju mobil dan pergi ke rumah keluarga Jeon. Selama perjalanan Min Ji menyempatkan untuk menghubungi kakak pertama nya bahwa ia telah sampai di Korea.


Untungnya ia tidak harus mendengar omelan panjang kakaknya itu karena tidak mengabari tentang jadwal penerbangan nya dengan benar. Ia harus bersyukur karena kakaknya itu sedang sibuk untuk tampil di sebuah acara konser yang diselenggarakan saat itu.


Dia harus rela hanya bisa berbicara selama 5 menit karena kakaknya harus segera tampil. Ia pun berkata akan menginap di dorm kakaknya minggu depan sebelum menemukan tempat yang cocok ditinggali selama kuliah, supaya tidak bolak-balik ke rumah katanya.


🏡


Sesampainya di rumah ia disambut dengan histeris oleh orang tuanya. Mereka senang karena anak perempuan satu-satunya telah kembali tinggal bersama mereka lagi.


Mereka merayakan kepulangan Min Ji dengan pesta kecil-kecilan.


Malam sudah larut, ibu dan ayahnya sudah tidur dari tadi, kakaknya baru kembali ke kamar nya satu jam yang lalu setelah mereka berdua bercerita banyak hal selama tinggal berjauhan. Walaupun kelihatannya Min Ji dan Bo Hyuk sering bertengkar, nyatanya mereka sangat dekat satu sama lain.


Min Ji menatap sekeliling kamar yang penuh dengan pernak-pernik Seventeen. Berbagai macam poster tertempel di dinding kamar nya. Gambar Mingyu dan Wonwoo lebih mendominasi karena biasnya di Seventeen adalah Mingyu, sedangkan Wonwoo? Ia akan merajuk jika gambar Mingyu lebih banyak dari gambar nya di kamar Min Ji.


Dan Min Ji baru sadar jika poster Wonwoo bertambah banyak dari terakhir kali dia pulang.


"Oppa pasti menambah gambarnya lagi, ish. Padahal dia sudah dewasa kenapa pakai acara cemburu segala pada Mingyu oppa. Mingyu oppa kan bias ku, huffft"


"Tau ah mending tidur aja, pasti besok si kakak satu itu bakalan ngomel karena baru sadar sama apa yang gue omongin tadi"


🌄


*Kringgg kringgg kringg


moshi seka seka seka seka seka seka seka seka


sekai wo teki ni shitatte


maji giri giri giri giri giri giri giri made


bokura wa zutto issho


kimi no koto wo donna toki demo mamoru yo Ha


dare ga nante iou to sugu iku yo*


Klek.


"Halo?"


"Bo Hyuk? Kok kamu yang angkat Min Ji mana?"


"Dia masih tidur hyung"


"Cepat bangunkan dia, sudah jam berapa ini, aku ingin bicara dengannya"


"Baiklah…"


"Ya! Jeon Min Ji! Cepat bangun Won Woo hyung ingin bicara denganmu nih. Ya!"


Bo Hyuk mengguncang badan Min Ji pelan, namun tidak ada respon. Ia kembali mengguncang dengan sedikit lebih keras.


"Ya! Bocah Jeon!"


"Ahhh apa sih oppa! Gue masih ngantuk juga ish" gerutu Min Ji sambil menutup kembali seluruh tubuhnya dengan selimut.


Melihat hal itu Bo Hyuk segera mendekatkan handphone Min Ji ke dekat telinganya dan menekan tombol loud speaker agar suara Won Woo terdengar.


"Ya.Jeon.Min.Ji" terdengar suara dingin Won Woo dari seberang telpon memanggil gadis itu.


Seketika Min Ji terbangun saat mendengar suara kakak pertamanya. Fix, dia terlalu takut membuat kakak tertuanya itu marah, sangat menyeramkan.


"N-ne…oppa aku di sini" ucapnya terbata sambil mengambil alih telpon yang diberikan oleh Bo Hyuk. Sedangkan Bo Hyuk sendiri keluar setelah menertawai Min Ji yang dibalas lemparan bantal olehnya.


"Jelaskan apa maksudmu kemarin? Kenapa kau baru ke sini minggu depan?"


"Hufft oppa~ pake bahasa Indonesia aja ya? Biar lebih enak"


"Hm"


"Ehem ehem", Gue ngambil pemanasan buat ngeluarin jurus andalan yang diajarin sama Wonwoo oppa.


"Jadi…lu tau sendiri kan gue udah lama ga pulang nah seminggu ini gue putusin buat kangen-kangenan dulu sama eomma dan appa sama Bo Hyuk oppa juga sekalian naro barang-barang gue dulu nah minggu depan baru gue pergi berlibur ke tempat lu sekalian nyari apart buat gue tinggalin selama gue kuliah di kampus lu dulu lu udah setuju juga kan sama rencana gue buat masuk di sana awas kalo lu batalin oh iya sekaligus gue mau nemuin direktur lu karna perjanjian kita 3 tahun yang lalu tahun ini gue bakal masuk sebagai trainee awas juga kalo lu mendadak ga ngebolehin gue bakal ngambek selama sebulan penuh. Nah sekian oppa", ucap gue sambil nyengir yang gabakal keliatan sama kakak sulung gue itu saat denger helaan nafas dari seberang telpon dan kekehan dari balik pintu kamar gue.


"Gue nyesel ngajarin lu nge-rap dulu"


"Hahahaha" tawa yang menggelar dari Bo Hyuk oppa di depan pintu kamar gue bikin gue nutup sebelah telinga yang sesaat berbunyi.


"Ya Bo Hyuk pergi jauh-jauh kalo mau ketawa. Kuping gue pengang nih" teriak gue menjauhkan handphone takut Wonwoo oppa terkejut dengernya.


"Min Ji sopanlah pada yang lebih tua. Dia kakakmu" tegur oppa dari seberang.


Gue hanya mengiyakan saja sambil memutar bola mata.


"Jadi oppa, kalo kangen sama gue bersabarlah seminggu lagi ya hihi" tawa gue cekikikan mendengar suara decakan nya.


"Haahh apa boleh buat, gue tunggu lu di dorm. Awas kalo minggu depan lu ga dateng, gua batalin kuliah di sana"


"Ihh jangan dong lu mah gitu, iya iya gue bakal ke sana kok tenang aja gue juga kangen lu okeh. Udah ya gue mau mandi dulu babay~ oh gausah repot-repot jemput gue bisa langsung ke dorm, bye oppa"


Setelah itu gue langsung mandi dan turun untuk ikut makan siang di bawah. Fix, gaada yang bangunin gue buat sarapan, jadinya gue bangun pas makan siang. Eomma bilang kasian gue pasti kelelahan abis perjalanan jauh sedangkan appa pastinya masih kerja, jangan tanya kakak gue yang satu itu mana mau di repot-repot bangunin gue kalo eomma ga nyuruh. Huuh untung sayang.


"Siang eomma," Ucap gue sambil cium pipi emak gue.


"Siang sayang, sini duduk makan dulu"


"Gue ga di sapa nih?" Sindir Bo Hyuk sambil ngelirik gue.


"Nugu? Gue ga kenal," ledek gue yang diiringi kekehan eomma.


"Ck" dia ngambek guys.


"Udah udah cepat makan, kalian berdua tidak bisa akur sama sekali yah jika tidak ada Won Woo"


"Ahhh aku kangen Won Woo oppa"


"Lebay banget sih, minggu depan juga ketemu"


"Sirik banget sih lu oppa"


"Eh ntar aja gue jalan-jalan ya ok?"


"Ogah gue males"


"Eommaa~ liat Bo Hyuk oppa" adu gue ke eomma sengaja biar oppa gue satu itu mau nurutin gue, xixixi.


"Bo Hyuk, jangan begitu, Min Ji kan sudah lama ga pulang ajak dia jalan-jalan"


"Hmp tukang ngadu" gerutu dia.


"Ya udah ntar abis makan kita jalan, puas lu"


"Puas banget dong, xixi," kekeh gue merasa menang.


🏬


Siang ini gue jalan sama Bo Hyuk ke mall, gue mau minta beliin sepatu, baju terus topi yang samaan sama dia biar oppa gue yang satunya itu iri, hehe. Tentu aja si Bo Hyuk ga bakal mau belanjain gue, tapi kalo gue ancam dikit dia pasti mau, lu liat aja nanti.


Kita sampai di mall udah sekitar 10 menit yang lalu, tapi gue masih belum nemu toko yang pas. Selama kita keliling ada aja tuh mbak-mbak yang lirak lirik si Bo Hyuk. Ntah bisik-bisik terus ketawa ketiwi sama temennya, terus ada yang langsung dengan pedenya minta kontak line dia. Dih mana mau gue liat oppa-oppa gue jalan sama cewek asal nemu di jalan, seenggaknya mereka harus lebih cantik dari mbak Song Hye Kyo baru gue restuin.


Setiap ada yang mintain dia kontak line, Bo Hyuk pasti selalu lirik gue. Dia udah tau kalau lagi jalan sama gue jangan harap bisa nerima kontak cewek ga jelas, pasti langsung gue pelototin.


"Kenapa sih dari tadi lu ngelarang gue nerima kontak cewek?"


"Gue gamau oppa gue jalan sama cabe, apalagi masih cantikan gue," gue jawab sambil buang muka dan ngegandeng tangan dia biar gada yang deketin kita lagi.


"Ciee adek gue cemburu yak, takut ga di perhatiin lagi," dia jawab sambil colek-colek dagu gue, dikira sabun apa.


"Dih sapa yang cemburu gue lagi melaksanakan tugas dari Won Woo oppa buat jauhin lu dari semua jenis cabe"


Dari tadi gue sama Bo Hyuk ngomong pake bahasa Indonesia biar ga ada yang ngerti, tehe. Ya walaupun ada mah sabodo amat.


"Eh gue mau ke toko itu oppa, temenin gue dong~", tunjuk gue sambil menyeringai ke salah satu toko di samping kanan dia.


"Ayo, lu mau beli apa emang? Biar gue yang—"


Dia berhenti ngomong setelah ngeliat toko apa yang gue maksud. Hihi. Toko pakaian dalam.


"Ya! Yang bener aja lu, masa ngajak gue ke sana. Ogah. Lu aja sana sendiri jangan ngajak gue," dia jawab sambil bergidik geli.


"Lu kira gue cowok apaan"


"Apa salahnya sih nemenin adeknya beli pakaian dalam? Ayo dong~", bukan gue namanya kalo gak keras kepala. Kapan lagi liat Bo Hyuk malu, hehe.


"Gue bilang ngak ya nggak. Kalo lu maksa gue ikut ke sana, lu bayar sendiri. Tapi kalo lu pergi sendiri, nih gue bayarin," tawar dia sambil nyodorin kartu ATM ke gue.


Yah sayang sih rencana gue gagal buat jailin dia. Tapi gapapa lah yang penting gue di bayarin, xixi. Jadi duit gue masih utuh, ntar gue porotin lagi ah~


"Ok kalo gitu lu tunggu di sini jangan kemana-mana titip hp gue awas kalo gue lu tinggal gue bakal lapor—"


Omongan gue keputus gara-gara Bo Hyuk ngusap muka gue kek lagi nge-ruqyah. Emang gue kesurupan_-


"Iya iya, ga usah nge-rap lu ah. Sono cepetan gue tungguin," usir dia sambil ngedorong gue pelan.


"Sip. Waktunya shopping~"


🛒


Di dalem toko, gue nyobain beberapa model dan warna yang beda-beda. Bagus-bagus bor pen gue beli semua, tapi ntar gue di cemplungin ke laut sama Bo Hyuk kalo sampai saldo kartunya kosong, ehe.


Pas gue udah nentuin mau beli yang mana aja, gue ga sengaja ngeliat ke luar toko. Dimana Bo Hyuk berada. Gue ngeliat ada 3 orang cewek yang deketin dia. Cewek yang di tengah di dorong-dorong pelan sama temennya yang ada di kanan-kiri buat ngajak Bo Hyuk ngobrol. Gue pelototin tuh mereka, untung mata gue ga bisa ngeluarin laser, coba kalo bisa, udah mateng mereka.


Berani-beraninya deketin kakak gue, belum pernah di sleding tuh matanya. Muka sebelas dua belas sama momo peri mau deketin kakak gue, walau masih cakepan Won Woo oppa sih, tapi kan gue tetep ga rela dong.


Tapi eh tapi, gue bisa liat gerak bibir mereka dari dalem toko. Jaraknya sih ga lumayan jauh ya, mata gue kan tajem kek elang, turunan Wonwoo oppa nih, jadi gue bisa jelas baca gerak bibir mereka. Kira-kira gini omongan mereka.


°Hai, sendiri ya? Boleh kenalan?° kata si cewek sambil ngulurin tangan.


Si Bo Hyuk cuman noleh, senyum terus bilang


°Boleh°, tanpa balas uluran tangan si cewek.


Canggung dong, pastinya, buat si cewek. Oppa gue mah biasa aja. Tadi aja sok kesel karena gue larang, nyatanya dia sendiri cuek tuh pas gada gue. Kek Wonwoo oppa, cueknya kebangetan, adek kakak mah ga diragukan lagi.


°Ehm.. sendiri?° tanya si cewek lagi. Setelah selesai acara senggol senggolan sama temennya.


°Ngak, sama pacar. Ini lagi nungguin selesai belanja°


Eh, kapan si oppa punya pacar, kok gue gatau. Gue tambah melotot nih.


°O-oh. Boleh minta kontaknya gak?° tanya si cewek lagi sambil nyodorin hpnya. Dih gamau nyerah dia.


°Boleh° si Bo Hyuk ngebolehin? Eh tapi yang dia sodorin malah hp gue, apaan coba.


Setelah ngucapin makasih dengan raut wajah senang, mereka bertiga pergi ke sisinya. Eh gadeng pergi pokoknya deh.


Pas gue mau beranjak dari tempat gue nonton, si Bo Hyuk malah noleh ke arah gue sambil menyeringai. Apaan. Ternyata dia nyadar gue liatin dari tadi. Malu gue. Cepet-cepet gue pergi ke kasir buat bayar belanjaan, gamau lama-lama di sana, bisa ******.


Ternyata, yang dia maksud pacar tadi itu gue. Gue baru sadar masa. Padahal gue adeknya, dasar, kalo jomblo mah jangan ngajak ngajak sih. Dengan tidak tahu dirinya gue bilang kek gitu ke Bo Hyuk pas keluar dari toko, padahal yang ngebuat dia jomblo sampai sekarang ya gue, ehe.


Setelah itu, kita muter lagi nyari toko baju, sepatu dan topi seperti tujuan utama gue ke mall. Yang tadi bonus, hihi. Pas di toko topi gue sama Bo Hyuk foto di cermin yang di sediain full body, dari topi, baju, celana sampai sepatu kita samaan cuman beda warna. Buat upload instaram kata gue pas si Bo Hyuk gamau gue ajak foto. Sekalian mau buat si Wonwoo oppa iri, hihi.


Instaram


**Minji_Jeon



♥️* 1.200.677 💬528*


Minji_Jeon setelah sekian lama kita bisa jalan lagi hihi kangen deh @**BohyukJeonn


Comment


Fanachi itu siapa lo woi?


Minji.Fans kakak udah punya gandengan?! sejak kapannnn


AndinPriw traktiran jangan lupa


Wonwoo.Jeon kalian gak ngajak gue awas nanti


okfix.sapa bukannya masih single?


BohyukJeonn aku ganteng


Minji_Jeon adalah pokoknya @Fanachi / sejak kapan ya? hehe @Minji.Fans / siapp, nanti pas lebaran monyet ya haha @AndinPriw / nanti ada giliran nya kok, hihi @Wonwoo.Jeon / tau darimana? @okfix.sapa / iyain biar seneng @BohyukJeon**