Soul Land: The Curse With System

Soul Land: The Curse With System
Eps.50 Kekalahan



Sampai ke tahap terakhir, Tang Xu melawan sesosok naga yang asli dengan 9 kepala di tubuhnya. Panjangnya ribuan meter dan lebarnya ratusan meter, tubuh yang besar seperti gunung itu dan beratnya yang sebesar gunung. Tang Xu tidak yakin bisa menang melawannya, dia tidak berharap monster itu besarnya seperti gunung yang tebal.


"Ini?" Tang Xu menatap kesembilan kepala naga dengan terkejut, setiap kepala naga memiliki warna mata yang berbeda mewakili atribut yang berbeda.


"Hydra?" Tang Xu berkata sambil mengamati naga didepannya dengan bingung, walaupun dia tahu hewan Hydra itu seperti apa tapi yang dia lihat sekarang lebih besar dibandingkan lainnya yang pernah dia lihat.


"Hydra? Hahahah raja ini adalah Dewa Naga 9 Alam, 4 Surga, 4 Neraka dan 1 dunia. Gyidra" Ucap naga itu dengan sombong, suara yang berbeda membuat suaranya menjadi seram.


"Gyidra??" Tang Xu bergumam pelan, dia menarik pedang dari sarungnya dan tiba-tiba sarung pedangnya menghilang membentuk pedang lain seperti Shishui.


"Baiklah sepertinya aku tidak perlu menahan diri" Tang Xu melepas semua pemberatnya yang sangat tidak berguna dan berencana membeli yang baru dan lebih berat. Tang Xu mendapatkan ilmu untuk membuat pedang dari sebuah sarung itu dari ingatan Shishui yang muncul sekilas kepadanya saat di mimpi.


"Hati-hatilah pel lantai, kau akan di bakar" Provokasi Tang Xu tidak membuat Gyidra marah melainkan menunjukkan ekspresi waspada dan hati hati "Hmm sepertinya aku bertemu musuh yang menarik hari ini" Gumam Tang Xu sambil berjalan pelan lalu dia mulai berlari kearah Gyidra dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Cih bocah yang mencari kematian" Gyidra mencibir dan berkata "Makan ini bocah" Salah satu kepala Gyidra menyemburkan api dengan jangkauannya yang sangat luas kearahnya.


"Apakah serangan mu hanya segini saja? Kayu Pel Rusak?" Tang Xu menebas api di depannya dan api itu terbelah dua akibat gelombang angin yang mengerikan.


Tang Xu melewati sela sela api dan bergegas ke arahnya, dia melakukan blink ke salah satu kepala Gyidra dan menggunakan jurusnya "Hiryu~~" Saat ini naga api hitam muncul di belakangnya dan saat Tang Xu menebas sambil berkata "Kaen" Naga itu menyerang Salah satu kepala Gyidra dan membuat kepala itu tertebas menjadi dua, bekas tebasannya di lapisi oleh api hitam yang sangat panas.


Tidak sampai di situ, Tang Xu melihat tornado elemen yang datang ke arahnya dengan terkejut, dia ingin menggunakan blink namun sepertinya masih cooldown. Jadi Tang Xu menangkisnya dengan menyilangkan pedangnya.


Badai Elemen ini sangat kuat, membuat langit langit menjadi gelap dan mengeluarkan suara gemuruh petir bewarna merah yang terlihat menyeramkan, sementara itu disisi lain Tang Xu menangkisnya badai Elemen yang di sebabkan 8 kepala Gyidra.


"Ckkk" Tang Xu mendecakan lidahnya dan melihat salah satu kepala menyiapkan sebuah petir yang terkompresi dan menjadi padat kearah Tang Xu, "Sialan blink" Untungnya cooldown blink setelah terhapus dan Tang Xu muncul tidak jauh di kejauhan, dadanya sesak napas melawan energi elemen sebesar itu.


Pada saat itu Tang Xu bisa merasakan kekuatan yang sangat besar dari petir yang terkompresi itu, bola bulat yang berisikan kompresi petir meledak saat menyentuh ujung tebing membuat ledakan yang sangat besar.


"Hah hah hah? aku tidak berharap di dunia ini memiliki hal seperti ini" Tang Xu mengelap noda darah di sudut mulutnya dan menatap Monster Hydra dengan tatapan tajam.


"Aku tidak yakin jika Gu Yuena datang dapat mengalahkannya" Batin Tang Xu sambil terengah-engah.


Salah satu kepalanya yang memiliki mata coklat, dengan cepat membanting kepalanya ke tubuh Tang Xu. "Ugh" Tang Xu tidak sanggup menangkis dan dirinya terpental jauh ke tebing batu di belakangnya.


Darrr .


Ledakan keras terdengar, batu yang sangat kuat itu telah retak, terlihat lubang yang dalam pada dindin batu, membuatnya seperti goa kecil. Sesosok keluar dari puing puing dan asap asap itu, saat ini keadaan Tang Xu sangat buruk.


Tang Xu berjalan keluar dia ingin melawan Hydra ini lagi namun karena cedera yang di terima barusan sangat fatal, Tang Xu tiba tiba terjatuh dan tertidur di tanah dengan punggung menghadap keatas.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat lemah" Api hitam itu menghilang di kepala yang terputus dan dalam sekejap kepala yang tadi tumbuh. Kepala itulah yang mengejek Tang Xu.


"Sepertinya kau tidak memiliki cukup Energi untuk berbicara yah" Gyidra itu mengejeknya lalu dia berkata "Baiklah aku akan menyerangmu" tiba tiba Tang Xu berdiri dari tidur terlentangnya dia menghadap Gyidra itu dengan senyum di bibirnya walaupun tubuhnya gemetaran karena reaksi rasa sakit Tang Xu tidak memperdulikannya.


"Bekas luka di punggung adalah penghinaan bagi pendekar pedang" Tang Xu tahu dia tidak akan bisa menghilangkan bekas luka yang dibuat oleh Musuh yang telah mengalahkannya dan akan tetap ada, sampai bekas itu akan menghilang ketika Tang Xu sudah mengalahkan musuh tersebut.


Pada saat ini Tang Xu tau hal apa yang membuat ilmu berpedangnya macet hingga parah, hal ini terjadi karena dirinya tidak fokus kepada pedangnya melainkan dengan membunuh musuhnya.


"Hmm?" Gyidra sedikit terkejut dan berkata "Bocah yang menarik" Gyidra itu menebas punggung Tang Xu secara menyamping kebawah dengan 3 cakarnya.


"Arghh" Darah menyembur keluar dari lukanya untungnya fisik Tang Xu adalah monster jika tidak dia akan mati karena kehilangan banyak darah.


Gyidra itu berbalik dan berkata "Aku menantikan pertemuan yang berikutnya, bocah" tanpa melihat ke belakang. Sementara itu Tang Xu yang telentang di tanah menatap langit langit jurang.


"Hahahaha" Tang Xu menatap langit langit yang seperti pedang baginya dan tertawa terbahak-bahak.


"Bajingan itu dia pergi" Tang Xu menutup matanya dengan tangannya, angin sepoi-sepoi muncul di sekitarnya. Sementara Shishui tertancap di sampingnya bersama sarung itu.


"Hah~~" Tang Xu menghembuskan nafas panjang dan berkat dengan sedih "Sunyinya"