
Tang Xu menyerang Badak Besi untuk berturut-turut untuk mengincar kelemahannya, namun sepertinya kelemahan badak ini ada di bagian bawah perutnya yang sangat sulit untuk di serang.
Untungnya Badak Besi ini memiliki kelemahan dalam kelincahan namun tentu pertahanan sangat mengerikan, Bahkan binatang 10.000 Tahun kesulitan melawan Badak Besi berumur 1000 tahun.
Tiba tiba, Badak Besi yang biasanya bertahan mulai menyerang, dia mengayunkan culanya dengan cepat kearah Tang Xu dengan sekuat tenaga, Tang Xu yang ada di dekatnya terkejut "Sial" Tang Xu Menangkis serangannya dengan pedang namun kekuatan dorongannya membuatnya tidak dapat bertahan.
Tang Xu terhempas dengan sangat cepat dan menabrak pepohonan di sisi lain, tidak sampai di situ dia juga terbanting beberapa kali di tanah. Tang Xu mengeluarkan darah di mulutnya, "Ughh, Jika saja aku bisa menggunakan Fallen Angel" Tang Xu menatap Badak Besi dengan tatapan tajam.
Perlahan Tang Xu bangun walaupun tidak ada bagian yang patah di tubuhnya namun sekujur tubuhnya sekarang telah memar dan rasa nyeri ketika menggerakkan ototnya, Tang Xu meludah ke samping yang merupakan ludah darah.
"Heheh Ayo lagi badak sialan" Gumamnya sambil menyeka darah di pipinya, kali ini Tang Xu maju dan mengincar mata badak besi itu, dengan kecepatan yang sangat cepat apalagi dia melakukan Dash, mata badak itu tergores dan terluka.
Sekarang keefektifan badak berkurang setengah, namun tentu saja itu membangkitkan kemarahannya, Badak itu mengamuk dan menyerang Tang Xu secara beruntun, kali ini Tang Xu tidak ingin hal yang sama terulang kembali jadi..
Tang Xu Menangkis serangannya lalu membungkuk tubuhnya dan meninju dagu badak membuat kepalanya sedikit terangkat ke atas, lalu Tang Xu mengubah arah tangkisan yang membutuhkan kontrol pedang tingkat tinggi untuk melakukan itu, namun pengalaman pedangnya di kehidupan sebelumnya perlahan mulai kembali di hidup barunya.
Tapi saat Tang Xu mengubah arah tangkisan pedang dan menggunakannya sebagai serangan, ke bagian bawah badak itu, tiba tiba kulit pada bagian bawah badak itu berubah menjadi besi, iya Spirit Beast itu menggunakan skillnya pada saat sekarang.
Tang Xu terkejut dan tidak mengharapkan ini, dia terpaksa mundur namun Badak itu mengambil celah Tang Xu dan menyerang perut Tang Xu dengan tebasan culanya.
"Uuaaaghh" Teriak Tang Xu dengan kesakitan lalu dirinya terpental jauh menabrak pohon lalu pohon itu rubuh, sampai 4 pohon tubuh Tang Xu berhenti di pohon yang kelima, pada saat ini kondisinya tidak terlihat baik.
Tang Xu mengeluarkan darah dari mulutnya, organ dalamnya telah banyak rusak, dia perlahan bangun dari reruntuhan pohon di sekitarnya, sementara badak itu menatap Tang Xu dengan terkejut.
Tang Xu yang sedang berdiri itu tiba-tiba menaruh pedangnya di sampingnya pinggang seolah sedang bersiaga, suara di sekitarnya menghilang Tang Xu hanya mendengar satu suara yakni berasal dari Badak Besi itu, lalu suara seseorang muncul di hatinya.
"Xu'er ingat Pedang itu bukanlah alat, dia adalah bagian dari kita, jika kau mencapai tahap itu kau akan mengerti, Pedang dapat memotong dan pedang tidak dapat memotong. Semua tergantung pernapasanmu" Suara itu sangat lembut mengingatkannya dengan seorang di kehidupan sebelumnya yang melatih ilmu pedangnya.
"Sekarang aku ingat kakek! kenapa selalu macet" Ucapnya, lalu Tang Xu melihat kearah pedang yang ada di tangannya dengan tatapan berbeda. Tang Xu mencoba merasakan suara badak besi itu dan menghilangkan semua suara di sekelilingnya bahkan detak jantungnya.
Tang Xu mencengkram erat pedangnya dan menundukkan badannya lalu berteriak
"Ittoryu Lai; Shishi Sonson" Clinggg... semua terjadi dengan sangat cepat bahkan Badak Besi itu tidak menyadarinya Tang Xu telah berada di belakangnya dan posisinya seperti semula. Dan tubuh badak itu terbelah menjadi 2.
Pada saat ini Tang Xu melihat pedangnya dengan perasaan berbeda dan sebuah notifikasi muncul di depannya.
[Ding Skill Master Pedang (Rare/Pasif) Telah ditingkatkan ke Epic menjadi Extreme Pedang Lv1]
Dia tidak terus memperhatikan notifikasi ini tapi, berlutut di tanah karena kelelahan dan darah muncul di mulutnya "Aku belum terlalu kuat untuk menggunakan skill ini" Tang Xu menatap pedangnya, sekarang dia mengerti apa yang dikatakan kakeknya, Pedang bukanlah Alat, dia adalah Bagian dari kita dan dia adalah perpanjangan dari kita.
Tang Xu kelelahan dan ingin tertidur di tanah tapi tiba-tiba wajahnya berubah dia menghindar kesamping dengan cepat namun sebuah pisau masuk menembus dadanya, Tang Xu terkejut dan menatap siapa yang mengincarnya, melihat sosok lain adalah wanita berkulit gelap dengan telinga runcing dan rambut perak menikamnya dengan pisau.